Real Betis dan Mimpinya Tampil di Liga Champions Eropa

spot_img

Salah satu kontestan La Liga Spanyol, Real Betis punya tradisi unik untuk menyambut Hari Raya Natal. Di pertandingan kandang terakhir mereka, para pendukung klub berjuluk Los Verdiblancos itu akan melempar berbagai jenis mainan ke arah lapangan.

Konon kabarnya, tradisi unik tersebut pertama kali digelar di tahun 1935. Para penggemar diminta untuk membawa mainan mereka ke stadion Benito Villamarin. Adapun mainan yang boleh dibawa adalah mainan tanpa baterai, bertekstur lembut, dan besarnya tak lebih dari 35 cm. Nantinya, saat jeda babak pertama, mainan tersebut akan dilempar ke arah lapangan dan kemudian dikumpulkan oleh petugas stadion.

Tradisi unik yang sudah berjalan turun temurun itu kembali terlihat saat Real Betis berjumpa dengan Real Sociedad dalam lanjutan jornada 17 La Liga, Senin 13 Desember kemarin. Lebih dari 50 ribu penggemar yang berada di tribun Benito Villamarín memenuhi lapangan dengan berbagai jenis mainan. Kabarnya, lebih dari 19 ribu mainan telah terkumpul. Mainan tersebut kemudian akan disumbangkan kepada anak-anak kurang mampu yang membutuhkan sebagai hadiah Natal.

“Malam yang luar biasa ketika semuanya bersatu, dari sudut pandang sepak bola dan penggemar, salah satu yang terbaik yang pernah saya alami di sini,” kata Marc Bartra dikutip dari The Guardian.

“Unbeaten” 4 Laga, Real Betis Tempel Ketat Sevilla dan Real Madrid

Tradisi lempar mainan bukan satu-satunya kejadian indah yang terjadi di malam tersebut. Yang jauh lebih penting, di laga tersebut tuan rumah Real Betis berhasil menutup laga dengan kemenangan. Gol-gol dari Juanmi, Nabil Fekir, dan brace Alex Moreno sukses membungkam sang tamu Real Sociedad dengan kemenangan telak 4-0.

Hasil tersebut sukses menutup pertandingan kandang terakhir mereka tahun ini dengan kemenangan. Lebih dari itu, kemenangan atas Real Sociedad jadi kemenangan beruntun keempat Real Betis di musim ini. Ya, dibalik kedermawanannya, Los Verdiblancos memang tengah garang-garangnya.

Sebelum membantai Real Sociedad, Real Betis lebih dulu mengandaskan Elche 3-0, Levante 3-1, dan mempermalukan FC Barcelona dengan skor tipis 1-0 di Camp Nou. Rentetan kemenangan tersebut membuat posisi mereka di tabel klasemen melesat tinggi dan kini tengah bertengger di posisi ketiga La Liga.

Meski kalah tipis dari Athletic Bilbao di jornada 18, Los Verdiblancos telah mengumpulkan 33 poin, menempel ketat perolehan poin sang rival sekota Sevilla yang duduk di tangga kedua dan melewati perolehan poin sang juara bertahan Atletico Madrid yang duduk di peringkat 5.

Real Betis tak hanya tampil bagus di La Liga. Musim ini, mereka juga berkompetisi di ajang Liga Europa. Tergabung di Grup G, Los Verdiblancos finish di peringkat kedua di bawah Bayer Leverkusen dan akan berhadapan dengan Zenit St. Petersburg di babak play-offs.

Kunci Sukses Real Betis

Hasil cukup gemilang yang diraih Real Betis sejauh ini tentu cukup membanggakan. Bagaimana tidak, Real Betis adalah salah satu klub yang paling hemat di La Liga. Pada bursa transfer musim panas kemarin, mereka hanya menghabiskan dana sebesar 3,5 juta euro untuk belanja 9 pemain baru. Adapun dana sebesar itu hanya mereka habiskan untuk membeli German Pezzella dari Fiorentina. Sisanya, Los Verdiblancos hanya meminjam dan membeli pemain secara gratis.

Meski jadi salah satu klub paling hemat, nyatanya aktivitas transfer Real Betis cukup efektif. Rui Silva misalnya. Ia didatangkan secara gratis di awal musim ini dari Granada. Kiper asal Portugal itu tercacat sudah mengemas 11 penampilan di Liga, kebobolan 7 kali dan sudah mencatat 4 kali clean sheet.

Rekrutan lain yang tampil cukup bagus adalah Willian Jose. Dipinjam dari Real Sociedad, penyerang 30 tahun itu telah menyumbang 6 gol dan 4 asis dalam 15 penampilannya di liga.

Namun, sanjungan tertinggi tetap harus diberikan kepada sang juru taktik, Manuel Pellegrini. Berkat tangan dinginnya, Real Betis mampu memetik hasil yang cukup memuaskan. Mantan pelatih Real Madrid itu telah menangani Real Betis sejak musim panas 2020. Musim lalu, ia berhasil mengantar Los Verdiblancos finish di peringkat keenam.

Di bawah asuhan Pellegrini, Real Betis bermain dengan formasi 4-2-3-1. Kekompakan dan solidaritas jadi kunci dari gaya main Pellegrini. Mantan pelatih Manchester City itu juga cukup cerdik dalam merotasi pemain. Sebagai pelatih yang sudah kenyang akan pengalaman, Pellegrini juga sukses membangkitkan performa para pemainnya.

Tanpa mengurangi rasa hormat, di dalam skuad Los Verdiblancos musim ini ada beberapa pemain yang bisa dibilang berstatus buangan. Seperti Hector Bellerin misalnya yang musim ini terbuang dari Arsenal. Datang dengan status pinjaman, Bellerin tercatat sudah mengemas 11 penampilan di La Liga dan 2 penampilan di Liga Europa. Sejauh ini, Bellerin jadi salah satu pilar penting di lini belakang dan telah menyumbang 3 asis.

Di lini belakang, Real Betis juga punya Marc Bartra dan Martin Montoya yang sama-sama lulusan La Masia. Dulu mereka digadang-gadang sebagai bek masa depan Barcelona. Ada pula Sergio Canales yang dulu terbilang gagal di Real Madrid. Kini, ia jadi salah satu pilar penting di lini tengah Los Verdiblancos.

“Dia mengenal saya dengan baik. Dia adalah pelatih dengan ide yang sangat jelas, gaya yang sangat dikenal yang dia berikan di Betis. Ada banyak pemain yang mengalami momen buruk, yang bermain bagus sekarang,” kata Sergio Canales dikutip dari The Guardian.

Selain mampu meracik komposisi tim dengan brilian, Manuel Pellegrini juga berhasil mengorbitkan satu pemain muda yang tampil begitu apik bagi Real Betis musim ini. Dia adalah Rodri Sanchez, gelandang 21 tahun yang baru saja dipromosikan dari tim B. Sejauh ini, Rodri sudah tampil sebanyak 12 laga di La Liga dan telah mengemas masing-masing 1 gol dan 1 asis.

Kunci sukses lain dari Real Betis musim ini adalah produktivitas mereka dalam mencetak gol. Dalam 18 pertandingan La Liga musim ini, Los Verdiblancos telah menghasilkan 32 gol. Dalam satu pertandingan, mereka mampu menghasilkan 5,3 tembakan on target dan 1,8 gol per laga. Catatan tersebut jadi yang terbaik kedua di La Liga musim ini setelah Real Madrid.

Di kubu Real Betis, Juanmi jadi penyerang paling produktif. Ia juga termasuk pemain yang performanya meningkat drastis di bawah asuhan Manuel Pellegrini. Musim lalu, ia hanya mampu mencetak 4 gol. Kini, dalam 16 penampilannya di La Liga, winger 28 tahun itu sudah mencetak 11 gol dan 2 asis. Catatan tersebut hanya kalah dari Karim Benzema yang jadi top skor sementara.

Sementara sebagai pengatur serangan. Real Betis punya seorang Nabil Fekir. Sejauh ini, ia sudah mengemas 4 gol dan 3 asis di La Liga. Gelandang serang asal Prancis itu juga tercatat sudah melepas 40 umpan kunci atau 2,5 umpan kunci per laga. Catatan tersebut jadi yang terbaik kedua di La Liga musim ini.

Mimipi Real Betis Tampil di Liga Champions Eropa Terhambat Utang

Apa yang Real Betis capai sejauh ini bukanlah kebetulan semata. Buktinya, dalam 18 pertandingan yang sudah mereka jalani di La Liga, Real Betis berhasil meraih 10 kemenangan, 3 hasil imbang, dan baru 5 kali kalah. Gaya main mereka musim ini juga dinilai sangat enak ditonton oleh banyak pihak.

Jika terus mampu menjaga performa apik ini, bukan tidak mungkin Real Betis akan mampu mengakhiri liga di posisi 4 besar. Hal tersebut tentu jadi impian mereka sejak lama. Sebab, terakhir kali Real Betis finish 4 besar terjadi di musim 2004/2005. Los Verdiblancos juga terakhir kali mencicip Liga Champions di musim 2005/2006.

Banyak yang menilai bahwa Real Betis pantas dijadikan pesaing trofi La Liga musim ini. Sebuah surat kabar lokal, Estadio Deportivo bahkan menyebut Los Verdiblancos sebagai “Champions League cyclone”. Meski sedang di atas angin, para pemain Real Betis yang sudah terkenal pantang menyerah tak mau terlena dengan hasil sementara ini. Bagaimanapun, target dan mimpi berkompetisi di Liga Champions Eropa harus lebih dulu diwujdukan.

“Ketika Anda menang, Anda bukan yang terbaik di dunia dan ketika Anda kalah, Anda bukan yang terburuk. Dan sejujurnya, tidak ada euforia di dalam. Kami tahu seberapa buruk hal itu bisa terjadi, seberapa cepat mereka bisa menjadi lebih buruk,” kata Marc Bartra dikutip dari The Guardian.

Pernyataan Marc Bartra tersebut bukanlah isapan jempol belaka. Pasalnya, hal terburuk yang bisa menghambat mimpi mereka tampil di Liga Champions justru berasal dari masalah internal klub sendiri. Real Betis jadi salah satu klub Eropa yang terancam didenda dan didepak dari kompetisi Eropa musim depan apabila gagal membayar utang tepat waktu.

Real Betis dianggap telah melanggar aturan Financial Fair Play UEFA. Los Verdiblancos mesti melunasi utang sebesar 214 ribu poundsterling sebelum 31 Januari 2022 apabila tak tak ingin ditendang dari kompetisi Eropa musim depan.

Semoga saja Los Verdiblancos dapat menyelesaikan masalah tersebut dan mimpi mereka untuk mentas di Liga Champions Eropa musim depan dapat terwujud.


***
Sumber Referensi: Sindonews, Football-Espana, Transfermarkt, The Guardian.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru