“Saya ingin memberi tahu Robert bahwa merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bersaing dengannya. Anda pantas mendapatkan Ballon d’Or. Tahun lalu, semua orang setuju untuk mengatakan bahwa Anda adalah pemenangnya. Saya harap France Football dapat memberikannya kepada Anda sehingga Anda dapat memilikinya di rumah Anda, karena Anda adalah pemenang yang adil,” kata Lionel Messi dikutip dari Marca.
Begitulah salah satu bunyi pernyataan Lionel Messi saat malam penganugerahan Ballon d’Or 2021. Meskipun mengakui kehebatan Lewandowski, sanjungan yang langsung keluar dari mulut Messi tersebut tetap tak mengubah hasil akhir. La Pulga menjadi pemenang Ballon d’Or 2021, mengungguli 2 pesaing terdekatnya, Robert Lewandowski dan Jorginho Frello.
Berdasarkan hasil voting, Messi mendapat 613 poin, unggul 33 poin dari Lewandowski yang menempati posisi kedua dengan 580 poin. Sementara Jorginho yang menempati peringkat ketiga mendapat 460 poin. Hasil tersebut membuat Lionel Messi mendapat penghargaan Ballon d’Or untuk ketujuh kalinya.
Lionel Messi wants Robert Lewandowski honoured with the 2020 #BallonDor pic.twitter.com/e43go4fOgu
— DAZN Football (@DAZNFootball) November 29, 2021
Tak ayal terpilihnya Messi sebagai pemenang Ballon d’Or tahun ini menukai pro dan kontra. Khususnya bagi mereka yang berdiri di kubu Lewandowski ataupun Jorginho. Bukan soal jumlah Ballon d’Or yang sudah dimenangkan, tetapi ini menyangkut kelayakan La Pulga sebagai pemain terbaik sejagad tahun ini.
3 Alasan Kemenangan Messi di Ballon d’Or 2021
Sebelum menyoal lebih dalam, ada baiknya kita telaah hal-hal yang mungkin jadi pertimbangan para voters untuk memilih Messi. Setidaknya ada 3 alasan yang rasanya menjadi pertimbangan utama mengapa La Pulga yang menang hasil voting di Ballon d’Or 2021.
1. One-Man-Show Semasa di Barcelona
Pertama adalah penampilan Messi semasa di Barcelona. Apa yang Messi tampilkan untuk Barca setahun terakhir bisa dibilang sebagai one man show. La Pulga menjadi pemain yang paling bersinar di saat Barca mengalami krisis bersama Ronald Koeman.
Sebelum pindah ke PSG, Messi berhasil membantu Barcelona menjuarai Copa del Rey 2021. Bahkan di partai final, ia berhasil mencetak 2 gol yang kemudian membuatnya mendapat penghargaan MVP final.
Sementara di ajang La Liga, Messi berhasil memenangkan Trofi Pichichi setelah mencetak 30 gol dalam semusim. Tambahan 9 asis yang ia cetak di musim tersebut juga membuat dirinya mendapat gelar La Liga Best Forward.
2. Memenangkan trofi untuk timnas Argentina
Selain penampilannya bersama Barcelona, apa yang Messi persembahkan untuk timnas Argentina tahun ini adalah salah satu alasan terbesar mengapa dirinya yang mendapat Ballon d’Or 2021. Seperti yang kita tahu, Messi berhasil mengantar Argentina menjuarai Copa America 2021. Gelar tersebut jadi persembahan pertama Lionel Messi untuk timnas senior Argentina.
Selain itu, di Copa America 2021, Messi juga memenangkan penghargaan Best player of the tournament. La Pulga juga meraih predikat top skor dan top asis turnamen berkat torehan 4 gol dan 5 asisnya.
An ‘average’ year for Lionel Messi is still a cut above everyone else 😏
Just look at what he’s done in 2021 🤯
There’s levels to this game.#BallonDor pic.twitter.com/ZWF3pXmsYs
— Football on BT Sport (@btsportfootball) November 29, 2021
3. Popularitas
Alasan terakhir yang menjadi penyebab Lionel Messi mendapat Ballon d’Or tahun ini adalah karena popularitasnya. Ya, suka atau tidak, itulah faktanya. Pemenang penghargaan ini ditentukan dengan perolehan poin yang didapat dari hasil voting para voters yang mayoritas berasal dari para jurnalis.
Fakta tersebut secara tidak langsung menyiratkan jawaban bahwa jika ingin menang Ballon d’Or, maka para pemain mesti menjadi figur yang populer di mata para jurnalis. Oleh karena itulah, mereka yang punya nama besar jauh lebih berpeluang mendapat Ballon d’Or. Meskipun si pemain punya catatan yang biasa saja, tetapi jika dia merupakan figur yang populer, peluangnya untuk mendapat Ballon d’Or sangat terbuka lebar.
Buktinya, jika memakai dasar trofi, maka Jorginho yang jauh lebih layak. Ia berhasil memenangkan Liga Champions dan Piala Super Eropa bersama Chelsea serta menjuarai Euro 2020 bersama timnas Italia.
Apabila memakai dasar catatan statistik, prestasi Robert Lewandowski di musim 2021 masih lebih baik ketimbang Lionel Messi. Lewandowski mampu menghasilkan 64 gol dan 10 asis di tahun 2021, sementara Messi hanya menghasilkan 41 gol dan 17 asis.
Apabila benar catatan statistik dan trofi jadi bahan pertimbangan para voters memilih pemenang Ballon d’Or, rasanya sangat tidak adil. Apa kabar mereka yang berposisi sebagai gelandang, bek, atau kiper yang jelas-jelas sulit untuk menyamai catatan gol dan asis para penyerang. Para pemain yang berposisi sebagai penyerang juga lebih mudah untuk mendapat predikat Man of The Match ketimbang pemain lainnya.
Jadi, kembali lagi, ini soal popularitas. Harus diakui, di tahun 2021, nama Lionel Messi lebih banyak dibicarakan. La Pulga setidaknya 2 kali menghiasi headline majalah-majalah ternama.
Yang pertama adalah ketika dirinya menangis bahagia pasca memenangkan Copa America bersama Argentina dan yang kedua adalah saat dirinya berurai air mata di momen perpisahannya dengan Barcelona untuk kemudian bergabung dengan PSG. Di 2 momen tersebut, nama Lionel Messi selalu menjadi trending topic.
OFFICIAL: Lionel Messi won the 2021 Men’s Ballon d’Or with 613 points, finishing 33 ahead of Robert Lewandowski in second place.#BallondOr pic.twitter.com/7OzT3NlhdU
— Squawka News (@SquawkaNews) November 29, 2021
Ballon d’Or Hanyalah Ajang Popularitas?
Pemilihan pemenang Ballon d’Or yang berdasarkan sistem voting sangat memungkinkan untuk terjadi nepotisme. Coba pikirkan bagaimana nasib para nominator yang berasal dari tim atau negara kecil, bukan dari tim atau negara besar yang punya nama dan punya banyak perwakilan di kancah dunia. Bahkan sebelum mereka meraih prestasi, nama mereka bisa lebih dulu kalah populer.
Kasus Mo Salah bisa jadi contohnya. Bagaimana bisa Salah yang selalu tampil memukau untuk Liverpool hanya menempati peringkat ketujuh. Bahkan sejak namanya dinominasikan, Salah tak pernah menembus 3 besar Ballon d’Or dan hanya sekali menembus 5 besar.
“Mo Salah seharusnya lebih tinggi. Ya, jujur saya terkejut dengan posisinya. Saya melihat pemungutan suara di suatu tempat, saya tidak tahu persis bagaimana itu dipilih. Apakah jurnalis yang memilih? Kalau begitu jangan tanya saya, itu salahmu! Bicaralah dengan rekan kerja Anda jika menurut Anda seharusnya berbeda,” kata Klopp dikutip dari ESPN.
Klopp on Salah only finishing seven in the Ballon d’Or:
“Yes, I was surprised to be honest. Is it journalists who vote? Then don’t ask me, it’s your fault!” #LFC
— James Pearce (@JamesPearceLFC) November 30, 2021
Mantan pelatih Borussia Dortmund itu juga menyoroti hasil Ballon d’Or 2021 yang memenangkan Lionel Messi ketimbang mantan anak asuhnya, Robert Lewandowski. Menurut Klopp, seluruh kriteria atau elemen yang dipakai untuk memberikan suara lebih menguntungkan Messi ketimbang kandidat lainnya.
“Saya benar-benar tidak yakin tentang Ballon d’Or100%. Anda selalu dapat memberikannya kepada Messi untuk karirnya, tetapi jika Anda tidak memberikannya kepada Robert Lewandowski kali ini, setelah tahun ini, cukup sulit baginya untuk mendapatkan semuanya,” kata Klopp dikutip dari ESPN.
Perlu diingat pula, bahwasanya panitia Ballon d’Or adalah majalah France Football yang berbasis di kota Paris, kota di mana Lionel Messi mencari rezeki di bawah naungan PSG. Karena hal ini pula, majalah kenamaan Jerman, Bild secara terbuka menyindir dan menyebut bahwa terpilihnya Messi sebagai pemenang Ballon d’Or tahun ini merupakan sebuah skandal.
‘A SCANDAL’
BILD aren’t holding back today!
“In 2021, Lewandowski set a new record for goals in the Bundesliga (41), he became champion again. This year, he is the top scorer in the Champions League and Bundesliga. But that’s obviously not enough.” pic.twitter.com/Zz5CbIPVBg
— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) November 30, 2021
Bild juga menilai bahwa Robert Lewandowski jauh lebih pantas untuk memenangkan Ballon d’Or 2021. Meskipun Lewandowski kemudian dianugerahi gelar Best Striker, tetapi banyak pihak yang menilai bahwa trofi tersebut hanyalah hadiah hiburan. Pasalnya, baru kali ini ada penganugerahan Best Striker di Ballon d’Or.
Kritikan tajam juga hadir dari rekan Lewandowski, Thomas Müller. Dengan cara unik, ia mengungkapkan kekecewaannya lewat tulisan panjang yang ia unggah di profil LinkedIn miliknya.
“Dari sudut pandang Bavaria, Polandia, dan juga dari sudut pandang Jerman, pemberian Ballon d’Or kemarin malam jelas mengecewakan. Meskipun saya sudah berkecimpung dalam dunia ini sedikit lebih lama dan karena itu tidak terlalu terkejut dengan hasilnya, mirip dengan Franck Ribery pada tahun 2013,” tulis Muller di akun LinkedIn miliknya.
Sementara itu, jurnalis asal Italia, Paolo Condo yang punya hak suara di Ballon d’Or kemarin berpendapat bahwa Jorginho lebih layak untuk memenangkan penghargaan tersebut ketimbang Lionel Messi. Condo yang bekerja untuk surat kabar La Repubblica dan Sky Sport Italia berpendapat bahwa kualitas dan pencapaian Jorginho bersama Chelsea dan timnas Italia tahun ini sangatlah luar biasa.
Memang harus diakui bahwa banyak pihak yang mempertanyakan kelayakan Lionel Messi sebagai pemenang Ballon d’Or 2021. Terbaru, akun instagram Cristiano Ronaldo kedapatan memberi komentar “factos” dan memberi emoji jempol pada sebuah postingan dari akun fansnya yang mengkritik para pemilih Ballon d’Or karena memberi Messi gelar ketujuh, sambil mengatakan bahwa Messi tidak pantas mendapatkan penghargaan Ballon d’Or tahun ini.
Cristiano Ronaldo commenting “facts” under a post saying Messi robbed the Ballon d’Or and ghosted in big games…
I actually can’t believe this is a 36 year old athlete, the lack of sportsmanship and the inferiority complex is despicable. pic.twitter.com/iSMBdbEXey
— MC (@CrewsMat10) December 1, 2021
Atas segala kontroversi yang menyertainya, agaknya tidak berlebihan jika kita menilai bahwa penghargaan Ballon d’Or hanyalah ajang popularitas belaka untuk para pemain terbaik dunia. Meski panitia menetapkan kriteria tertentu, pada kenyataannya pemenang Ballon d’Or ditentukan oleh hasil voting, bukan murni dinilai dari prestasi serta kualitas individu, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Bukannya mau mempertanyakan kualitas Lionel Messi atau iri dengan pencapaiannya. Semua orang sepakat bahwa La Pulga adalah salah satu “the Greatest of All Time”. Legenda sepak bola dunia, Johan Cruyff saja pernah meramal bahwa Messi akan menjadi peraih Ballon d’Or terbanyak dalam sejarah.
Akhir kata, penghargaan Ballon d’Or tahun ini memang penuh dengan kontroversi. Jika makin diteruskan akan selalu muncul pro dan kontra yang tak akan pernah selesai diperdebatkan. Kita tak akan pernah tahu standar atau kriteria khusus yang dipakai untuk memilih pemenang Ballon d’Or.
Oleh karena itulah, pesan bijak dari Johan Cruyff berikut ini bisa jadi penengahnya. Tak perlu terlalu pusing memikirkan pemenang Ballon d’Or, sebab penghargaan tersebut adalah pentas yang memang dibuat oleh media.
“Secara pribadi, saya sama sekali tidak tertarik. Ini sirkus media. Semua orang memilih orangnya sendiri. Perlu hal-hal masuk akal dalam membuat satu keputusan. Tapi sekarang tidak seperti itu. Oleh karena itu, kita harus menerimanya apa adanya,” kata Cruyff dikutip dari Marca.
***
Sumber Referensi: Marca, Bild, Goal, ESPN, Detik, LinkedIn, Marca 2.


