Membayangkan Piala Dunia 2022 nanti tanpa kehadiran mega bintang, Cristiano Ronaldo rasanya sangat sulit dan menyakitkan. Namun, begitulah kenyataan yang ada. Ronaldo dan negaranya Portugal masih belum memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2022.
Laga pamungkas babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa jadi saksinya. Portugal yang menyambut kedatangan Serbia sebetulnya minimal hanya butuh tambahan 1 poin untuk menyegel puncak klasemen Grup A untuk kemudian berhak memperoleh tiket otomatis ke Piala Dunia Qatar. Namun, takdir tak selalu seindah angan-angan.
Portugal and Italy have been drawn in the same group for the 2022 World Cup play-offs.
Which means one of them will not play at the World Cup next year 😳 pic.twitter.com/qrqLDHIGhp
— ESPN FC (@ESPNFC) November 26, 2021
Serbia, Pemberi Mimpi Buruk Portugal di Kualifikasi Piala Dunia 2022
Bermain di hadapan lebih dari 58 ribu pendukungnya yang memadati Estadio da Luz, Portugal berhasil unggul cepat saat laga baru berjalan 2 menit. Adalah Renato Sanches yang memberi Portugal keunggulan. Namun, Serbia memaksa babak pertama berakhir dengan skor sama kuat, 1-1 setelah Dusan Tadic berhasil mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-33.
Portugal yang memang hanya butuh 1 poin sepertinya terlena dengan keuntungan tersebut. Intensitas pasukan Fernando Santos makin lama makin menurun. Sebaliknya, pasukan Dragan Stojković terus menekan hingga titik darah penghabisan.
Hasilnya, Aleksandar Mitrovic membuat seisi Estadio da Luz terdiam. Tepat di menit ke-90, Mitrovic menjebol gawang Rui Patricio dan membuat Serbia berbalik unggul 2-1 atas tuan rumah Portugal. Gol tersebut jadi gol terakhir yang tercipta di laga tersebut. Sebuah hasil yang mengubah peringkat kedua negara di papan klasemen Grup A.
🦸♂️ Aleksandar Mitrovic rises from the bench and scores his 33rd goal in his last 35 internationals to snatch Serbia a ticket to the #WorldCup ✈️
🤩 ‘Mitro’ has been absolutely sensational for his country 🇷🇸@FSSrbije | #WCQ pic.twitter.com/G9X8AJCuGp
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) November 14, 2021
Kemenangan membuat koleksi poin Serbia bertambah menjadi 20 poin. Sementara kekalahan membuat koleksi poin Portugal terhenti di angka 17 poin. Kondisi tersebut secara otomatis membuat Seleção das Quinas mengakhiri babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa sebagai runner-up Grup A.
Artinya, Portugal yang sebelumnya punya kans besar untuk lolos otomatis ke Piala Dunia Qatar hanya berhak mendapat tiket ke babak play-off. Sebaliknya, Serbia berhasil mengaklaim diri sebagai pemuncak Grup A dan berhak atas tiket lolos otomatis ke Piala Dunia 2022.
Atas kegagalan tersebut, pasukan Fernando Santos menerima kritik yang begitu tajam dari publik Portugal. Media-media lokal memasang headline di sampul surat kabar mereka dengan berbagai judul bernada kecaman atau kekecewaan.
“Itu adalah pertandingan yang mengerikan bagi Portugal. Kami mencetak gol lebih awal, tetapi kami berhenti bermain. Kami harus melakukan lebih dari apa yang telah kami lakukan,” kata Bernardo Silva dikutip dari Marca.
Serbia memang pemberi mimpi buruk bagi Cristiano Ronaldo dkk. Serbia adalah satu-satunya tim yang gagal Portugal kalahkan di sepanjang babak kualifikasi. Di pertemuan pertama, pasukan Fernando Santos hanya sanggup memetik 1 poin. Keunggulan 2 gol di babak pertama sirna setelah Serbia berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua.
Laga itu sendiri juga disebut sebagai biang kerok kegagalan Portugal melaju mulus ke Piala Dunia 2022. Pasalnya, sekitar menit ke-90+3, gol Cristiano Ronaldo tak disahkan wasit. Padahal dalam tayangan ulang, sepakan CR7 sudah melewati garis gawang sebelum disapu Stefan Mitrovic. Apesnya, VAR tak ada di laga tersebut dan wasit menganggapnya bukan sebuah gol.
If Cristiano Ronaldo and Portugal do not make the 2022 World Cup, we all know who to blame… pic.twitter.com/JqrYkhCJdv
— RonaldoFan7 (@ManUtdRonaldo7) November 26, 2021
Jika saja gol tersebut disahkan, skor akan berubah menjadi 3-2 untuk kemenangan Portugal dan bisa dipastikan Portugal lolos otomatis ke Piala Dunia 2022 sebagai pemuncak Grup A. Namun, sekali lagi, takdir tak selalu seindah angan-angan.
Lagipula, laga melawan Serbia bukanlah satu-satunya laga di mana Portugal buang-buang poin di babak kualifikasi. Sebelum kandas menyakitkan dari Serbia di pertandingan terakhir, Portugal hanya sanggup meraih 1 poin kala menghadapi Republik Irlandia. Meski telah menguasai bola hingga 51%, membuat 10 peluang emas, dan melepas 3 tembakan tepat sasaran, Cristiano Ronaldo dkk gagal mencetak satu pun gol ke gawang Republik Irlandia.
Peluang Portugal di Babak Playoff
Dengan hanya finish sebagai runner-up Grup A, juara Piala Eropa 2016 itu harus melewati babak playoff untuk mendapat 1 tiket lolos ke Piala Dunia 2022. Bagi Portugal, ini bukanlah kali pertama mereka mesti melewati babak playoff untuk lolos ke turnamen besar.
Cristiano Ronaldo sendiri pernah 3 kali merasakan tampil di 3 partai playoff, tepatnya di partai playoff Piala Dunia 2010 dan Piala Dunia 2014, serta Euro 2012. Di seluruh babak playoff tersebut, Portugal selalu menang. Namun, kondisi yang sekarang berbeda. Bukan perkara mudah bagi Portugal untuk melewati playoff kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa.
Italy and Portugal will have to battle it out for one spot in next year’s World Cup.
🇮🇹 Italy has never failed to qualify to consecutive WC
🇵🇹 Portugal has not missed the WC since 1998. Cristiano Ronaldo is is 3-for-3 in major-tournament playoffs (2010 & 2014 WC, EURO 2012) pic.twitter.com/In9JIeRQpp
— ESPN Stats & Info (@ESPNStatsInfo) November 26, 2021
Hasil undian babak playoff menempatkan Portugal di Path C bersama Turki, Makedonia Utara, dan Italia. Di partai semifinal, Seleção das Quinas akan berjumpa dengan Turki pada 24 Maret 2022.
Secara peringkat, Portugal jelas unggul. Mereka menempati peringkat 8 dunia, sementara Turki hanya berperingkat 37 dunia. Secara rekor pertemuan, Portugal juga masih lebih unggul. Dari 8 kali pertemuan, Portugal mampu meraih 6 kemenangan, sementara Turki hanya mampu memetik 2 kemenangan. Namun, di pertemuan terakhir mereka yang terjadi pada 2012 silam, Portugal kandas 3-1.
Terlepas dari rekor tersebut, Portugal mesti sangat berhati-hati dengan Turki. Setelah ditangani Stefan Kuntz, Turki belum tersentuh kekalahan. Mereka meraih 3 kemenangan dan sekali imbang dalam 4 pertandingan di bawah bimbingan mantan pelatih Jerman U-21 tersebut.
Konsistensi Turki akan jadi masalah besar bagi Portugal yang dalam 2 pertandingan terakhirnya selalu gagal meraih kemenangan. Pada duel yang akan digelar pada 24 Maret 2022, pasukan Fernando Santos sedikit diunggulkan dengan status mereka sebagai tuan rumah.
Apabila mampu meraih kemenangan, Portugal akan menghadapi pemenang antara Italia dan Makedonia Utara untuk memperebutkan 1 tiket ke Piala Dunia Qatar. Ini adalah tantangan terberat mereka, sebab apabila Portugal berjumpa dengan Italia, peluang mereka untuk menang agak tipis.
Ditinjau dari rekor pertemuan kedua negara, Italia jauh mengungguli Portugal. Dari 27 pertemuan, Portugal hanya mampu meraih 6 kemenangan, sementara Italia mampu mengalahkan Portugal sebanyak 18 kali. Selain itu, Italia belum lama ini menjuarai Euro 2020 dengan catatan rekor tak terkalahkan yang sangat fantastis.
“Ini adalah pertandingan terpenting bagi kami untuk berada di final playoff dan memenangkannya. Soal undian, tidak ada gunanya membahasnya lebih lanjut. Ada hal-hal positif, kami akan bermain di kandang dan akan memiliki kesempatan untuk bermain di depan para penggemar kami jika kami mencapai final,” ujar Fernando Santos dikutip dari ESPN.
🥁 The semi-finals are set for the European play-offs!
🎫 One team from each of the 3 paths will reach the #WorldCup 🏆 pic.twitter.com/cvkFwdzQoX
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) November 26, 2021
Portugal Dalam Tekanan Untuk Lolos ke Piala Dunia 2022
Seperti yang sudah disinggung, ini bukan kali pertama bagi Portugal mencicipi panasnya babak playoff demi lolos ke turnamen besar. Namun, kala ini situasinya berbeda. Kegagalan mereka lolos otomatis ke Piala Dunia 2022 dan harus melewati babak playoff terlebih dahulu tak bisa diterima publik Portugal.
Penyebabnya sederhana. Portugal adalah juara Euro 2016 dan UEFA Nations League 2019. Selain itu, skuad Portugal yang sekarang diisi oleh banyak pemain berlabel bintang. Bahkan dibanding dengan saingan mereka di Path C, sebenarnya timnas Portugal memiliki kedalaman skuad yang paling komplet.
Di posisi penjaga gawang, ada Jose Sa yang saat ini jadi kiper andalan di Wolverhampton Wanderers. Di lini belakang, Portugal punya Ruben Dias, Nuno Mendes, hingga Joao Cancelo. Sementara di lini tengah, selain Bruno Fernandes, Portugal punya Joao Palhinha, Renato Sanches, hingga Ruben Neves.
Lini serang adalah sektor yang paling menjanjikan. Selain Cristiano Ronaldo, masih ada Bernardo Silva, Joao Felix, André Silva, hingga Diogo Jota. Mereka semua adalah peluru tajam yang dimiliki Fernando Santos.
Maka wajar kiranya jika publik Portugal kecewa dan menghujani tim nasionalnya dengan kritikan tajam. Bagaimana bisa skuad bertabur bintang itu gagal lolos otomatis ke Piala Dunia 2022. Apalagi, Portugal kerap tampil begitu konservatif di bawah asuhan Fernando Santos. Tak jarang, Portugal justru kerap tampil bertahan setelah mencetak gol.
Meski Fernando Santos pernah membuktikan keampuhan taktiknya tersebut dengan membawa Portugal menjuarai Piala Eropa 2016 dan UEFA Nations League 2019, tetapi gaya taktiknya tersebut banyak tak disukai pendukung Portugal. Wajar, sangat aneh melihat Portugal yang punya begitu banyak stok penyerang justru tampil defensif.
Dibanding negara lain di Path C, Portugal bisa dibilang sebagai negara yang paling tertekan. Selain status mereka sebagai jawara Eropa, lawan mereka di babak playoff juga terbilang sangat sulit.
Lebih dari itu, Seleção das Quinas akan jadi tim yang paling disorot. Sebab, dalam skuadnya ada mega bintang Cristiano Ronaldo. Menilik dari usianya, ini bisa jadi Piala Dunia terakhir bagi CR7. Gagal lolos ke Piala Dunia 2022 jelas akan membuat seluruh penggawa timnas Portugal begitu malu.
Jadi, sanggupkah Portugal lolos ke Piala Dunia 2022?
***
Sumber Referensi: Marca, Detik, ESPN, CBS Sports, Marca 2.


