Hari libur Nasional biasanya ditetapkan karena sebuah negara memiliki peristiwa penting di hari tertentu. Misalnya Indonesia yang menetapkan tanggal 17 Agustus sebagai hari libur nasional karena hari itu merupakan hari dimana Indonesia pertama kali mengumumkan kemerdekaan.
Selain hari kemerdekaan, masih ada hari libur nasional yang hadir karena momen tertentu seperti perayaan hari besar agama, atau yang lainnya.
Namun ternyata, sepakbola yang menjadi olahraga terpopuler di dunia juga memiliki andil dalam memberi hari libur nasional bagi negara-negara ini. Penasaran seperti apa ceritanya? Simak kisahnya berikut ini.
Daftar Isi
Trinidad Tobago
Tepat pada 17 November 2005, tidak pernah terpikir oleh rakyat Trinidad & Tobago bila tim sepakbola mereka akan lolos ke ajang paling prestise, Piala Dunia.
Keajaiban itu dimulai ketika negara dengan luas wilayah serta populasi terkecil di dunia ini membuat kejutan di kualifikasi Piala Dunia 2006 dengan mampu mengakhiri fase grup di posisi keempat. Dengan hasil tersebut, mereka berhak menyegel tempat play-off guna memperebutkan satu tiket terakhir zona CONCACAF di ajang Piala Dunia yang digelar di Jerman.
Di babak play-off, Trinidad Tobago berhasil menumpaskan perlawanan Bahrain dalam dua pertandingan, dimana laga pertama lebih dulu dihelat di Trinidad Tobago.
Pada pertandingan pertama, Trinidad Tobago nyaris dipermalukan Bahrain, setelah tim tamu unggul lebih dulu pada menit ke 72 lewat aksi Ghuloom. Beruntung, Trinidad Tobago mampu menyamakan kedudukan empat menit berselang melalui aksi Birchall.
Berlanjut ke pertandingan kedua, Trinidad Tobago berhasil meraih kemenangan di kandang lawan usai Lawrence sukses mencetak gol tunggal dan membuat agregat skor menjadi 2-1 untuk kemenangan The Soca Warriors.
Setelah negara tersebut resmi dipastikan lolos ke ajang empat tahunan itu, rakyat langsung membanjiri jalanan di ibukota negara tersebut, Port of Spain. Dengan ini pula, mereka mengikuti jejak Kuba pada tahun 1938, Haiti pada tahun 1974, dan Jamaika pada 1998, sebagai negara Karibia selanjutnya yang lolos ke ajang Piala Dunia.
Yang terpenting, pada tanggal 17 November, pemerintah resmi menetapkan hari libur nasional sebagai perayaan bersejarah tentang lolosnya Trinidad Tobago ke ajang Piala Dunia.
On this day, Nov 16, 2005, Trinidad & Tobago became the 4th Caribbean nation to qualify for FIFA World Cup Finals; ironically, exactly 8 years previously, Jamaica became the 3rd Caribbean nation to qualify, on Nov 16 1997
T&T, at the time, was the smallest nation to ever qualify pic.twitter.com/byAGzeZlvR
— Tenement Yaad Media (@tenementyaad_) November 16, 2021
Malaysia
Negri Tetangga, Malaysia, juga menganggap sepakbola sebagai sesuatu yang layak dibanggakan. Hal ini terbukti dari aksi pemerintah yang menetapkan tanggal 31 Desember sebagai hari libur nasional. Yang jadi pertanyaan, apa alasan negara tersebut menambah jatah hari libur di tanggal 31 Desember?
Pemerintah Malaysia mengumumkan berlakunya hari libur nasional di tanggal tersebut, sebagai perayaan atas kemenangan negara itu dalam perebutan piala AFF tahun 2010 silam. Di salah satu peristiwa penting dalam sejarah Malaysia itu, mereka berhasil menekuk tim nasional Indonesia dengan kemenangan agregat 4-2 pada babak final yang diselenggarakan di Kuala Lumpur dan Jakarta.
Malaysia berhasil meraih trofi pertama di ajang AFF usai turnamen mulai diselenggarakan sejak tahun 1996.
Mengutip dari BBC Indonesia, seperti ditulis kantor berita AP, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengumumkan hari libur nasional dalam sebuah pernyataan kepada Kantor Berita Bernama dengan menyebut kemenangan ini merupakan “malam terpenting dalam sejarah sepakbola Malaysia.”
Di sisi lain, Indonesia yang kalah dalam pertandingan bersejarah itu kian menambah rekor duka mereka ketika tampil di ajang AFF.
Malaysia lost to Indonesia 5-1 in the opening match of the 2010 AFF Suzuki Cup at their stadium, Gelora Bung Karno Stadium, Jakarta.
Malaysia came back to win the whole tournament. In the final, won 4–2 on aggregate against Indonesia. And lifted the trophy at their stadium. https://t.co/lg19Pf3VMe pic.twitter.com/DNK2ImmdPc
— Padang Bola Sepak 🇲🇾 (@padangbolasepak) May 6, 2020
Chile
Hari libur nasional juga diberikan pemerintah Chile, setelah tim sepakbola negara tersebut sukses menjuarai ajang Copa America tahun 2016 silam.
Di tahun 2016, Chile berhasil mengalahkan Argentina di partai final melalui babak drama adu penalti, usai kedua tim bermain imbang di waktu normal. Di laga tersebut, Argentina sejatinya punya banyak peluang untuk mencetak gol. Namun sayang percobaan yang mereka lakukan selalu gagal temui sasaran.
Di babak adu penalti, dua dari empat penendang Argentina termasuk Messi gagal menuntaskan tugasnya. Sementara dari kubu Chile, hanya Vidal yang gagal dari lima eksekutornya. Eksekutor kelima Chile, Francisco Silva, berhasil mengecoh Sergio Romero hingga membuat Chile keluar sebagai juara.
Sebelum ini, atau tepat di tahun 2015, Chile juga keluar sebagai juara Copa America. Untuk merayakan kesuksesan mereka dalam kurun waktu dua tahun beruntun di ajang Copa America, pemerintah Chile kemudian menetapkan hari libur nasional pada tanggal 26 Juni.
En la temporada 2015 lo que más resaltó fue su convocatoria a la selección mayor para disputar la Copa América de Chile. Durante el certamen, jugó todos los partidos, anotó ante Brasil y dio una asistencia en el encuentro frente a Bolivia. pic.twitter.com/hX3ClRsQvu
— Rodrigo Munive ✍🏼 (@RodrigoMunive1) November 16, 2021
Togo
Sama seperti kisah yang diciptakan oleh timnas Trinidad Tobago, Togo juga memiliki sejarah istimewa dengan lolos ke putaran final Piala Dunia 2006 yang dihelat di Jerman.
Di tahun tersebut, Togo pertama kali lolos ke putaran final Piala Dunia bersama dengan negara Afrika lainnya, seperti Pantai Gading, Ghana, hingga Angola. Di turnamen itu sendiri, mereka berada di grup G bersama Korea Selatan, Prancis, dan Swiss.
Akan tetapi, perjalanan Togo hanya sampai di babak grup saja. Dalam tiga pertandingan yang dijalani, mereka sama sekali gagal meraih poin, usai di laga melawan Korea Selatan kalah dengan skor 1-2, kemudian ketika berhadapan dengan Swiss dan Prancis, Togo kalah dengan skor yang sama yakni 0-2.
Meski begitu, langkah kaki mereka yang sukses menapak di ajang paling prestise membuat sang presiden, Faure Gnassingbe, menyambut bahagia peristiwa langka ini. Timnas Togo disambut oleh ribuan rakyat dan mendapat pengumuman yang begitu membahagiakan, ketika pemerintah Togo memutuskan kalau tanggal 10 Oktober yang jadi hari bersejarah bagi sepakbola mereka sebagai libur nasional.
4 years ago today,we lost 1 of Africa’s greatest legends,Stephen Keshi. AFCON winning captain player & coach,qualified Togo & Nigeria to world cups,2nd round 2014 world cup coach & an exceptional leader. Lets celebrate this great man.“Coachitto Skippo” we miss you.R.I.P big bro! pic.twitter.com/8p0crW2xZa
— Sunday Oliseh (@SundayOOliseh) June 7, 2020
Panama
Pada tahun 2017 lalu, Panama merayakan hari yang begitu istimewa bagi sepakbola mereka. Tepat di tanggal 11 Oktober, Panama lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya. Keberhasilan timnas Panama lolos ke Piala Dunia Rusia ditentukan pada laga terakhir saat mereka berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Costa Rica, plus kekalahan Amerika Serikat 1-2 di markas Trinidad Tobago.
Dengan hasil tersebut, Panama mampu mengakhiri kualifikasi zona Concacaf dengan koleksi 13 poin. Mereka unggul selisih gol atas Honduras dan memiliki selisih satu poin atas Amerika Serikat yang harus puas berada di urutan kelima.
Berhasil melaju ke putaran final Piala Dunia sekali lagi menjadi hal yang sangat istimewa bagi mereka. Maka dari itu, Presiden Panama Juan Carlos Varela langsung menetapkan 11 Oktober sebagai hari libur nasional.
IM JUST WAITING FOR THE DAY PANAMA GOES TO THE WOLRD CUP *cries*
— j (@bastilleIarry) June 23, 2014


