Percayakan Semuanya Pada Antonio Conte

spot_img

Setelah sempat diisukan bakal melatih Manchester United, Antonio Conte yang menganggur usai mundur dari pekerjaannya sebagai pelatih Inter Milan resmi diperkenalkan sebagai pelatih anyar Tottenham Hotspurs. Conte yang menggantikan Nuno Espirito Santo dikontrak selama kurang lebih 18 bulan plus opsi perpanjangan.

Alasan Conte mau bergabung dengan Tottenham adalah karena dia melihat Daniel Levy tampak antusias dalam menawarkan pekerjaan. Selain itu keberadaan Direktur Tottenham, Fabio Paratici, yang pernah bekerja bersama nya di Juventus juga menjadi salah satu alasan, mengapa kemudian ia mau membuka cerita bersama skuad yang dihuni Harry Kane cs.

Memilih Conte sebagai pelatih bisa dibilang sebagai langkah cerdas yang dilakukan Spurs. Pasalnya mereka secara jelas telah dibesut oleh salah satu pelatih terbaik di dunia. Jamie Redknapp pun sampai mengingatkan Spurs untuk tak setengah hati mempercayakan proyek kepada Conte.

“Ketika kamu punya manajer seperti Conte, kamu harus memberinya jaminan untuk mendapatkan pemain-pemain yang dia inginkan dan mengizinkannya memainkan sistemnya. Kamu tak boleh ikut campur. Dia bekerja dengan caranya sendiri,” ujar Redknapp (via Sky Sports)

Reputasi Conte Sebagai Pelatih Kenamaan Eropa

Apa yang dibicarakan Redknapp bukan bualan belaka. Pasalnya Conte memang sudah membuktikan segalanya bahwa dia adalah seorang pemenang sejati. Conte merupakan sosok yang membuka kembali pintu kejayaan Juventus di kompetisi Serie A. Dia menyumbangkan sebanyak tiga gelar Serie A secara beruntun bagi Si Nyonya Tua, sebelum melanjutkan karirnya di level klub bersama Chelsea.

Bersama tim London Biru, trofi juara juga menjadi sesuatu yang akrab baginya. Conte berhasil mempersembahkan gelar liga di musim pertamanya di Stamford Bridge.

Usai diberhentikan dari tugasnya sebagai pelatih Chelsea, Conte lalu kembali ke kompetisi Italia dimana kali ini Inter Milan jadi tim yang ditanganinya. Di musim pertamanya, Conte mampu membawa Inter meraih posisi runner up untuk kemudian diikuti dengan posisi puncak semusim berselang.

Tampil sebagai juru taktik di Juventus, Chelsea, maupun Inter, persentase kemenangan Antonio Conte mencapai 60%. Konsistensinya pun kian teruji ketika Conte rata-rata mampu berikan lebih dari sebanyak dua poin kepada tim yang dilatihnya dalam setiap pertandingan, dengan-masing klub tidak ada yang mengalami kekalahan lebih dari 20 kali di kompetisi liga.

Dengan reputasi terbaik sebagai seorang pelatih, Conte diprediksi mampu memberi kontribusi besar bagi Tottenham Hotspurs.

Soal trofi yang mampu dipersembahkannya di klub yang ditangani, Conte bisa saja memutus tradisi Tottenham yang dikenal sebagai tim tanpa trofi. Namun bila memang trofi sulit didapat, maka setidaknya kedatangan Conte akan sangat berbahaya bagi pelatih lain semacam Pep Guardiola, Jurgen Klopp, sampai Thomas Tuchel.

Karena kita semua tahu bila taktik yang diperagakan memiliki kelebihan yang sulit ditaklukkan.

Taktik yang Sudah Teruji

Conte sangat lekat dengan strategi tiga bek dalam skema 3-4-3 atau 3-5-2. Maka, Harry Kane dan kolega dituntut untuk bisa beradaptasi cepat setelah di era Nuno Espirito Santo, Spurs sangat mengandalkan skema 4-2-3-1.

Selain itu, Conte juga bakal masuk ke ranah filosofi ketika pelatih sebelumnya merupakan sosok yang sangat memuja permainan berbasis penguasaan bola. Pendekatan Nuno yang dilakukan di Spurs tidak bekerja dengan baik hingga membuat klub justru mengalami kekalahan meski kerap menguasai bola.

Conte sendiri tidak akrab dengan penguasaan bola. Dia justru lekat dengan skema serangan balik cepat yang sudah sangat teruji kehebatannya bersama Inter Milan pada musim 2020/21 lalu.

Permainan ini sering membuat Conte dihujani kritik. Kendati demikian, pendekatan reaktif ala Conte terbukti efektif. Dengan skema andalan, Conte berhasil membawa Inter sebagai tim dengan lini pertahanan terbaik. Dari total 38 pertandingan yang dimainkan musim lalu, Inter hanya kebobolan sebanyak 35 gol saja. Bahkan, dengan skema serangan balik yang dimainkan, mereka mampu sarangkan sebanyak 89 gol dan jadi jawara Serie A!

Penerapannya di Tottenham Hotspurs

Dari segi taktikal, langkah pertama yang akan dibawa Conte ke Tottenham kemungkinan besar adalah tentang penerapan tiga bek. Lini pertahanan memang menjadi satu masalah yang harus segera diperbaiki, mengingat pada musim ini Spurs sudah kebobolan sebanyak 16 kali dari 10 pertandingan.

Dengan menggunakan skema tiga bek dalam formasi 3-4-3, Conte bisa mengandalkan Ben Davies, Eric Dier, hingga Cristian Romero. Tiga pemain tersebut berpotensi menjadi penerus Bonucci, Chiellini, dan Barzagli di lini belakang Juventus, Gary Cahill, David Luiz, dan Cesar Azpilicueta bersama Chelsea, hingga MIlan Skriniar, Stefan De Vrij, dan Alessandro Bastoni di lini belakang Inter Milan.

Nama Ben Davies memang diprediksi masuk dalam skema tiga bek di bawah Conte setelah dia sempat melakoni peran tersebut untuk timnas Wales dalam beberapa tahun belakangan. Sementara itu, Eric Dier dan Cristian Romero yang memiliki fisik kokoh bakal jadi barisan pertahanan kuat lainnya bagi Spurs.

Sebagai opsi cadangan, masih ada Japhet Tanganga yang bisa menjadi penerus Cesar Azpilicueta setelah sempat memainkan peran bek kanan sebelum akhirnya beralih ke bek tengah.

Di posisi winger kanan, Conte tampak bakal mengandalkan nama Emerson Royal yang sudah tampil dalam tujuh laga di Liga Primer Inggris musim ini. Sementara itu di sisi seberang, Sergio Reguilon akan sangat cocok dalam skema 3-5-2 yang diterapkan Conte.

Selain itu masih ada nama Matt Doherty yang mungkin bisa menjadi pilihan lain di posisi winger kanan.

Sang pemain memang kurang mendapat perhatian pada musim ini, setelah dia sempat membuktikan diri sebagai sosok terbaik bersama Wales dalam beberapa tahun lamanya. Namun kita semua tahu bila Conte merupakan sosok yang juga mahir memaksimalkan bakat pemain. Sebagai contoh, sebut saja nama Victor Moses yang bersama Chelsea berhasil menjadi andalan sebagai winger mumpuni.

Hal yang sama pun sangat berpotensi menular ke Matt Doherty.

Dalam hal ini, posisi wing back akan benar-benar jadi tumpuan bagi Conte untuk membangun serangan balik. Sama seperti di Inter Milan, Hakimi yang kita tahu beroperasi di sisi kanan telah memainkan peran dengan sangat luar biasa hebat dalam membantu serangan Inter. Di posisi seberang, Ivan Perisic juga memiliki atribut yang memang dibutuhkan Conte.

Dua wingback yang bakal dimainkan di Spurs juga tentu dituntut untuk melakukan pekerjaan yang berbeda. Satu bertugas untuk membagi bola, sedangkan yang lain diharuskan untuk siap-siap bergerak masuk ke pertahanan lawan. Persis seperti apa yang diterapkan sang pelatih kala menangani La Beneamata.

Menurut The Flanker, penerapan yang dilakukan adalah, saat wing back kanan memegang bola dan akan melepaskan umpan ke pertahanan lawan, wing back kiri harus siap berlari ke depan. Hal ini dilakukan agar Inter tidak kekurangan pemain saat berduel di daerah lawan.

Untuk posisi gelandang, nama Oliver Skipp dan Pierre-Emile Højbjerg dinilai sangat ideal dalam skema yang diterapkan Conte. Dua pemain tersebut memang sudah menjadi andalan di era Nuno, dan bersama Conte kemampuan taktis kedua pemain diprediksi bakal kian terlihat.

Seperti diketahui, kedua pemain tersebut memiliki pemahaman luar biasa tentang sistem permainan dan tidak mudah panik ketika menghadapi tekanan besar saat bola berada dalam penguasaan. Hal tersebut tentu akan sangat berguna untuk menyalurkan bola ke pemain yang berada di garis lebih depan.

Siapa kira-kira yang bakal mengisi pos gelandang serang yang diterapkan Conte? Tottenham yang memiliki nama Giovani Lo Celso dan Tanguy Ndombele tentu akan sangat memudahkan Conte dalam menentukan pilihan. Lo Celso yang memiliki keterampilan mengolah bola dan mendikte permainan dianggap bakal menjadi pilihan Conte untuk mendominasi lini tengah dan mengalirkan bola ke pemain depan.

Sementara itu, Tanguy Ndombele juga bisa disiapkan sebagai opsi lain setelah pada musim ini kemampuannya kurang tereksplor.

Bila dua nama itu kurang cocok untuk dimainkan sebagai gelandang serang, masih ada Dele Alli yang kita tahu menjadi pemain yang sempat mengakhiri rekor 13 kemenangan Chelsea ketika masih dibesut Antonio Conte pada 2017 lalu. Dengan kualitas yang sejatinya ada pada dirinya, Conte mungkin akan menyadari bakat sang pemain yang belakangan dianggap alami penurunan.

Jangan lupakan pula sosok Lucas Moura yang punya semangat juang tinggi ketika diturunkan di atas lapangan.

Sementara itu ketika bicara tentang lini depan, Spurs pada musim ini tengah mengalami masalah serius. Mereka tercatat hanya mampu ciptakan sebanyak sembilan gol saja dalam 10 pertandingan.

Maka, sosok Son Heung Min dan Harry Kane sangat diharapkan jadi duet terbaik selanjutnya bagi Conte, setelah sang pelatih sempat menciptakan duet yang begitu eksplosif dalam diri Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku.

Bahkan sebelum dua nama yang telah berpisah itu, Conte juga sempat memiliki Eden Hazard dan Diego Costa kala masih membesut Chelsea. Kemudian ada pemain bengal Carlos Tevez dan Fernando Llorente yang cukup diandalkan kala sang pelatih masih duduk di kursi kepelatihan Juventus.

Kane yang merupakan penyerang kelas atas diprediksi bisa kembali ke performa terbaiknya bersama Conte, setelah apa yang dilakukan sang pelatih pada sosok Lukaku di Inter Milan. Lukaku yang tampil melempem bersama Manchester United mampu dibawanya jadi monster mengerikan di depan gawang.

Selain berfokus pada sosok Kane, Conte tentu tak akan melupakan peran Son Heung Min yang kita tahu benar-benar hebat dalam beberapa musim ke belakang.

Satu hal penting lainnya yang bisa dibawa Conte ke Spurs adalah soal mental juara.

Conte adalah sosok yang mahir mengangkat mental pemain. Ada banyak contoh penggawa si kulit bundar yang mentalnya jadi terasah ketika berada di bawah asuhan Conte. Beberapa diantaranya adalah Fabregas dan Bonucci. Dua pesohor lapangan itu mengatakan bila Conte sukses membangun mental para pemainnya untuk tampil sempurna di lapangan.

Dalam satu kesempatan, Bonucci bahkan sempat diteriaki Conte, “Keep focus or I’ll kill you!”. Padahal, saat itu Juve sudah unggul 3-0 atas Nordsjaelland dan pertandingan hanya menyisakan 10 menit.

Meski harus diakui bila ini akan sulit karena Tottenham merupakan tim yang tidak pernah meraih gelar juara, keberadaan Conte tetap diprediksi akan sedikit mendorong mentalitas pemain agar berada di level yang lebih tinggi.

Prediksi skema permainan yang telah disampaikan pun juga masih mengandalkan peran pemain yang memang telah tersedia. Hal ini tentu akan sangat berbeda ketika sepakbola memasuki bursa transfer, dimana Conte dilaporkan telah menyiapkan sejumlah nama untuk didatangkan, yang diantaranya adalah Dusan Vlahovic, Franck Kessie, Milan Skriniar, dan Nicolo Barella.

Sumber referensi: The Flanker. football london, Sky Sport, Bola Kompas

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru