Kabar gembira hadir bagi Tottenham Hotspurs. Klub berjuluk The Lilywhites itu baru saja resmi memperkenalkan Antonio Conte sebagai pelatih barunya. Kabar ini tentu disambut dengan suka cita, baik oleh oleh para pemain maupun para penggemar. Apalagi, pelatih asal Italia tersebut sejatinya pernah begitu dekat untuk menjadi pelatih mereka di awal musim kemarin.
Sempat menolak, kini Antonio Conte bersedia melatih Spurs. Sempat tersiar kabar bila dulu Spurs tak mampu memenuhi permintaan anggaran transfer yang membuat kesepakatan dengan Conte batal. Namun, kini sang allenatore membantah hal tersebut.
“Musim panas lalu kesepakatan itu gagal karena selesainya hubungan saya dengan Inter masih sangat baru dan saya terlibat secara emosional. Jadi saya merasa ini bukan waktu yang tepat untuk kembali melatih.” kata Conte dikutip dari Goal.
🗣️ Antonio Conte: “The contagious enthusiasm and determination of Daniel Levy in wanting to entrust me with this task had already hit the mark. Now that the opportunity has returned, I have chosen to take it with great conviction.”#THFC pic.twitter.com/83w5Zyx5Sc
— The Athletic UK (@TheAthleticUK) November 2, 2021
Daftar Isi
Jaminan Anggaran Transfer dan Daftar Pemain Incaran Conte di Spurs
Meski membantah, jaminan atas anggaran transfer disinyalir menjadi sebab tercapainya kata sepakat antara pihak Conte dan Spurs. Mengutip dari Express, Antonio Conte telah meminta kepada ketua Tottenham Daniel Levy dana tak kurang dari 237 juta poundsterling untuk mendanai aktivitas transfernya selama 18 bulan dirinya menjadi manajer Spurs.
Conte memang dikenal sebagai pelatih yang demanding dan apabila tuntutannya tak dipenuhi, ia bisa merajuk. Namun, sejauh ini, pemain yang ia datangkan di bursa transfer selalu berdampak positif terhadap performa tim yang ia latih. Conte juga cenderung suka merekrut pemain tua. Ini tak lepas dari kematangan usia si pemain di mana Conte butuh pemain yang berpengalaman.
Antonio Conte dan Fabio Paratici, Director of Football Tottenham Hotspur, disebut akan segera berburu striker anyar di bursa transfer Januari mendatang mengingat striker murni yang dimiliki Spurs saat ini hanyalah Harry Kane. Salah satu nama yang diincar adalah Dusan Vlahovic dari Fiorentina. Kontrak si pemain akan habis pada 2023 dan presiden La Viola sudah mengumunkan bahwa Vlahovic tidak bersedia memperpanjang kontrak.
Nama lain yang juga santer dikabarkan jadi pemain incaran Conte adalah gelandang AC Milan, Franck Kessie. Seperti yang kita tahu, kontrak Kessie akan habis akhir musim ini dan hingga hari ini belum ada kemajuan terhadap proses perpanjangan kontraknya di Milan. Menurut laporan Rudy Galetti, Spurs telah mencoba menawarkan gaji hingga 10 juta euro kepada Kessie dan memberi sejumlah komisi kepada agennya.
🚨💣 Accordo vicino tra #Atangana e il #Tottenham per #Kessie 🇨🇮. Ingaggio da €10M a stagione per il centrocampista del #Milan 🔴⚫ e maxi commissione per l’agente. 🐓⚽ #THFC #Calciomercato #Transfers
— Rudy Galetti (@RudyGaletti) November 2, 2021
Antonio Conte juga disebut mengincar beberapa mantan anak asuhnya di Inter Milan. Mereka adalah Marcelo Brozovic yang kontraknya juga akan habis akhir musim ini, serta dua bek tengah Milan Skriniar dan Stefan de Vrij. Nama kapten AC Milan, Alessio Romagnoli yang juga akan segera habis kontrak juga dirumorkan masuk dalam radar.
Bintang-bintang Serie A sepertinya memang jadi incaran utama Antonio Conte di bursa transfer mendatang. Selain mereka, duo pemain Juventus, Matthijs de Ligt dan Federico Chiesa juga masuk dalam daftar.
Gantikan Nuno Espirito Santo, Antonio Conte Punya Banyak PR
Akan tetapi, lupakan sejenak daftar pemain incaran Conte di klub barunya. Sebab, Antonio Conte datang ke Tottenham Hotspur saat mereka dalam kondisi terpuruk. Spurs baru saja kalah telak dari Manchester United dimana hasil laga tersebut membuat posisi Nuno Espirito Santo terdepak.
Kekalahan 3-0 dari MU membuat posisi Spurs terus merosot. The Lilywhites kini bertengger di peringkat 9 dengan poin 15. Spurs baru memetik 5 kemenangan dan sudah menelan 5 kekalahan hanya dalam 10 pertandingan Liga Premier Inggris musim ini.
Where are your team in the #PremierLeague table? 📈📉 pic.twitter.com/6bXISL32kI
— LiveScore (@livescore) November 1, 2021
Di ajang Liga Konferensi Eropa, kondisi Tottenham Hotspur juga tak baik-baik saja. Menjadi tim yang difavoritkan, Spurs hanya sanggup meraih 1 kemenangan dan 1 hasil imbang dalam 3 pertandingan. Empat poin yang mereka kumpulkan hanya mampu menempatkan mereka di posisi ketiga Grup G, di bawah Rennes dan Vitesse.
Taktik 4-2-3-1 ala Nuno Espirito Santo seperti tak berjalan. Di Liga Inggris saja, Son Heung-Min cs baru mencetak 9 gol dan gawang Hugo Lloris sudah kebobolan 16 gol. Efektivitas serangan dan pertahanan lini belakang Spurs dalam kondisi yang memprihatinkan.
Menerka Formasi Spurs dengan Taktik 3-5-2 ala Conte
Kondisi Spurs saat ini adalah PR bagi sang allenatore anyar. Seperti yang kita tahu, Antonio Conte sangat akrab dengan pakem formasi 3-5-2 atau dalam beberapa kesempatan juga beberapa kali memakai formasi 3-4-3 dengan menempatkan seorang playmaker di belakang dua striker.
Pakem tersebut nyaris selalu ia pakai saat menangani Juventus, timnas Italia, Chelsea, dan Inter Milan. Taktik tersebut bakal jadi hal baru bagi penggawa Spurs yang sebelumnya identik dengan formasi 4 bek.
Perbedaan pakem formasi tersebut bisa berdampak kepada pemilihan line up pemain. Apalagi Conte adalah pelatih yang menuntut pemainnya untuk selalu tampil 100% dan jika seluruh pakem taktiknya sudah dapat diterapkan dengan baik, maka akan sangat jarang Conte melakukan rotasi pemain.
Maka dari itulah, siapa yang mampu bertahan dan siapa yang bakal terdepak?
Perubahan paling radikal tentu saja ada di pos pemain bertahan. Jika sebelumnya Spurs memakai 2 bek tengah, kemungkinan besar mereka bakal langsung memakai 3 bek. Jika dilihat dari rekam jejaknya, Cristian Romero sepertinya bakal mendapat tempat utama. Mantan bek terbaik Serie A musim lalu itu sudah akrab dengan skema 3 bek saat membela Atalanta.
Cristian Romero vs Burnley: 📊🇦🇷
CLEANSHEET | 4/5 Acc. Long Balls | 7/9 Duels Won | 5 Clearances | 5/6 Aerial Duels Won pic.twitter.com/NPS7FQrlia
— BD Albiceleste 🇦🇷🇧🇩⚽ (@albiceleste4bd) October 27, 2021
Davinson Sanchez juga kemungkinan besar masuk dalam line up. Ia sebelumnya pernah mengemban tugas sebagai sweeper saat dilatih Mauricio Pochettino. Begitu juga dengan Eric Dier. Bek timnas Inggris itu merupakan versatile player yang mampu bermain sebagai bek tengah, bek kanan, maupun gelandang bertahan, sehingga rasanya tak sulit baginya beradaptasi dengan permintaan Conte.
Perbedaan paling mencolok berikutnya adalah pemakaian duo wingback. Dalam pakem taktik Conte, 2 wingback punya peran ganda. Mereka harus turun membantu pertahanan dan membuat struktur formasi berubah menjadi 5 bek. Duo wingback juga harus aktif dalam membantu serangan.
Di posisi kiri nama Sergio Reguilon sepertinya bakal tak tergoyahkan. Ia pernah menjalankan peran serupa saat membela Sevilla. Reguilon juga punya umpan crossing yang bagus dimana kemampuan ini jadi salah satu andalan taktik Conte dalam melancarkan serangan.
Di sisi kanan, Emerson Royal sedikit diunggulkan ketimbang Matt Doherty. Emerson pernah memainkan posisi serupa saat membela Real Betis. Sementara pos gelandang tengah menjadi area yang paling sulit diterka. Area ini selalu jadi masalah bagi pelatih-pelatih Spurs sebelumnya. Namun, Pierre-Emile Højbjerg, Giovani Lo Celso, dan Tanguy Ndombele kemungkinan besar untuk sementara ini masuk aman.
Few ways Conte could lineup spurs with the players he has right now but I assume he will want to go to his 3-5-2 he had at Inter. He will probably need another centre back and midfielder no matter what formation he goes with. But these are the three formations I’ve seen him use pic.twitter.com/mE0N5lyR1x
— Beau Dain (@beau_dain) November 2, 2021
Untuk juru gedor, duet Son Heung-Min dan Harry Kane jelas tak tergantikan. PR Conte adalah membangkitkan kembali ketajaman Kane yang redup musim ini. Padahal, musim lalu ia adalah top skor Premier League, tetapi musim ini Kane baru mencetak 1 gol.
Pendukung Spurs tak perlu khawatir. Pasalanya, membangkitkan kemampuan terbaik dari striker adalah salah satu keahlian Conte. Di Inter, ia memoles kembali ketajaman Romelu Lukaku yang sebelumnya tumpul ketika diboyong dari MU. Lagipula, Conte juga menyukai Harry Kane dan sang pemain diketahui senang dengan kedatangan Conte yang membuat rumor dirinya hengkang dari Spurs makin redup.
“Banyak yang memuji Kane atas kemampuannya mendapatkan bola dan bermain dengan tim. Dia bagus dalam hal itu, tapi itu di dalam kotak di mana dia klinis dan sebagai pelatih, saya akan selalu menahannya di sana karena dia sangat efektif,” kata Conte dikutip dari The Sun.
Conte on Kane during Euro 2020:
“Many praise Kane for his ability to go get the ball and play with the team.”
“He’s good at that, but it’s in the box where he’s clinical and as a coach, I would always keep him in there because he’s devastating.”
Music to my ears!#THFC #COYS pic.twitter.com/Jqx6dxtBX1
— TranSPURS (@TranSPURS) November 1, 2021
Jika nama-nama tadi kemungkinan besar aman dan masuk dalam skema Antonio Conte, maka nama-nama berikut ini cenderung dalam posisi sulit. Seperti para winger. Pemakaian wingback secara otomatis menggeser peran winger yang ofensif. Dalam hal ini, Steven Bergwijn, Bryan Gil, dan Lucas Moura bisa terdepak. Apalagi ketiganya belum mampu menunjukkan penampilan bagus musim ini.
Jika ingin masuk dalam skema, para winger ini mesti mau memainkan peran yang lebih luas, seperti harus ikut turun dalam membantu pertahanan. Atau bisa juga menggeser posisinya menjadi playmaker atau striker mengingat Spurs hanya punya Kane sebagai striker murni.
Selain para winger, posisi Dele Alli juga masih diragukan. Alli sebenarnya punya kesempatan untuk bermain sebagai playmaker di belakang 2 striker. Namun, seperti yang kita tahu, penampilannya akhir-akhir ini mengalami penurunan. Bila Alli mampu dibangkitkan, tentu ia akan jadi amunisi berbahaya bagi Tottenham Hotspur.
With Conte now in charged of Spurs, I wonder if he’ll be able to get Dele Alli back to playing his best football. Mourinho tried and failed, eventually just keeping Alli out of the team all together. I honestly think there’s nothing left to salvage from Dele, but we’ll see. pic.twitter.com/9hr3eRpTYE
— CFO (@CFOpinions) November 2, 2021
Setuju Melatih Spurs, Reputasi Conte Dipertaruhkan
Meski bakal dilatih Antonio Conte, penggemar Tottenham Hotspur sepertinya masih harus bersabar. Sebab, taktik Conte selalu membutuhkan waktu untuk berjalan sempurna. Beberapa pemain juga butuh waktu untuk beradaptasi.
Seperti Christian Eriksen di musim pertamanya di Inter. Ia kesulitan memahami pakem taktik Conte dan lebih sering masuk sebagai pemain pengganti. Namun di musim keduanya, Eriksen langsung nyetel dan jadi salah satu pemain kunci yang membawa Inter meraih scudetto.
Masalah lainnya adalah Conte datang saat musim telah berjalan, sehingga ia tak bisa menyiapkan skuad sesuai dengan standarnya, jadi mau tak mau harus terlebih dahulu memaksimalkan skuad yang ada sebelum bursa transfer Januari dibuka.
Selain itu, setuju menangani Tottenham Hotspur merupakan perjudian bagi reputasi seorang Antonio Conte. Conte pernah menyebut dirinya sebagai serial winner. Dilihat dari CV-nya, julukan tersebut bisa dipertanggung jawabkan.
Antonio Conte is the definition of a serial winner 🏆
But do you think he’ll be able to win Tottenham a league trophy? pic.twitter.com/xeRR0Gnbcq
— International Champions Cup (@IntChampionsCup) November 1, 2021
Saat menukangi Juventus, Conte memenangi 3 scudetto dan 2 Coppa Italia. Di Chelsea, ia sekali menjuarai Liga Inggris dan dan Piala FA. Sementara di Inter, Conte meraih 1 gelar scudetto.
Antonio Conte adalah pelatih ber-DNA juara, sementara klub yang ia tangani saat ini sudah lama kehilangan DNA juara. Jadi, menangani Spurs yang sudah lama puasa gelar merupakan pertaruhan besar Antonio Conte. Kini hanya waktu yang dapat menjawab, apakah Conte akan berhasil di Spurs?
***
Sumber Referensi: Kompas, Goal, Express, Football-Italia, The Sun, FourFourTwo, Inews, RNZ.


