Benarkah Bermain di Premier League jadi Syarat Membela Timnas Inggris?

spot_img

Pindah ke Manchester United adalah berkah sekaligus tantangan bagi seorang Jadon Sancho. Diincar sejak lama, MU akhirnya berhasil mendapat jasa Sancho dari Borussia Dortmund di musim panas ini setelah menebusnya dengan harga tak kurang dari 85 juta euro. Sayangnya, nasibnya di Old Trafford tak semulus di Signal Iduna Park.

Memasuki pekan ke-7 Liga Primer Inggris, Jadon Sancho baru dimainkan Ole Gunnar Solskjaer sebagai starter sebanyak 2 kali. Apa yang dialami Sancho di Manchester United itu membuat Kepala Eksekutif Borussia Dortmund Hans-Joachim Watzke sakit hati.

“Saya melacak apa yang dia lakukan. Itu juga menyakitkan jiwa saya karena dia begitu diabaikan. Saya suka Jadon, ketika Anda melihatnya bermain, Anda meneteskan air mata,” kata Kepala Eksekutif Borussia Dortmund Hans-Joachim Watzke.

Demi Timnas Inggris, Sancho Hengkang ke MU

Wajar bila Watzke tak terima dengan nasib Sancho di Manchester United saat ini. Pasalnya, semasa membela Borussia Dortmund, Sancho adalah seorang mega bintang. Selama 4 musim berseragam The Black Yellow, Sancho berhasil mengemas 50 gol dan 64 asis dalam 137 penampilan.

Namun seperti yang kita tahu, semenjak pindah ke MU, performa Sancho jauh panggang dari api. Dalam 9 penampilannya di lintas ajang, winger 21 tahun itu belum mampu mencetak gol maupun asis. Minim kesempatan bermain sejak menit awal menjadi salah satu penyebabnya.

Akan tetapi, Sancho seharunya sudah menyadari hal tersebut. Persaingan di tim utama MU sangat ketat dan iklim kompetisi di Premier League sangat berbeda dengan Bundesliga Jerman. Tetapi tujuan kepindahannya ke Old Trafford sejauh ini telah membuahkan hasil positif. Sebab, kuat dugaan bahwa salah satu alasan Sancho pindah ke MU adalah demi mendapat tempat reguler dalam skuad tim nasional Inggris.

Jadon Sancho dibeli Manchester United di bursa transfer musim panas ini, bertepatan dengan ajang Euro 2020. Faktanya, tak lama setelah diresmikan sebagai pemain baru Setan Merah, Sancho langsung diberi kesempatan turun di Euro 2020 oleh pelatih Gareth Southgate.

Namun, meskipun dipanggil ke dalam skuad The Three Lions, pelatih Gareth Southgate justru mengeluarkan statement kontroversial. Ia berpendapat bahwa Jadon Sancho masih perlu adaptasi di Liga Premier Inggris dan bila menilik performanya saat ini, Sancho sejatinya kurang pantas menghuni skuad The Three Lions.

“Anda tidak akan mendapatkan gol dan assist di liga kami sebanyak yang Anda dapatkan di Bundesliga. Apakah ia pantas dipanggil setelah penampilannya dalam beberapa pekan terakhir? Mungkin tidak, tetapi kami rasa kami sudah berinvestasi kepada Jadon selama beberapa waktu, kami percaya ia bisa mencapai level tinggi.” kata Southgate dikutip dari Goal.

Pemanggilan Timnas Inggris Selalu Kontroversial dan Sulit Ditebak

Akhir September kemarin, Gareth Southgate telah mengumumkan skuad timnas Inggris untuk menghadapi laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di bulan Oktober menghadapi Andorra dan Hongaria. Dalam daftar 23 nama yang telah dirilis, nama Jadon Sancho secara mengejutkan mendapat panggilan.

Hal tersebut tentu memunculkan sebuah pertanyaan besar. Sancho yang belum menampilkan performa gemilang di Liga Premier justru tetap dipercaya Southgate. Lalu, benarkah bermain di Premier League jadi syarat utama untuk membela timnas Inggris?

Pertanyaan tersebut bukan sekadar omong kosong belaka. Buktinya, nama Jude Bellingham yang musim ini performanya sangat gemilang justru ditinggalkan Southgate. Dalam 11 penampilannya untuk Dortmund, gelandang 18 tahun itu sudah mencetak 2 gol dan 5 asis. Bila menilik dari performanya, Bellingham seharusnya layak menghuni timnas Inggris. Apalagi di bulan Oktober ini, Inggris hanya berjumpa dengan Andorra dan Hongaria.

Kini pertanyaannya, apakah benar penyebab terpinggirkannya Bellingham disebabkan karena statusnya yang bermain untuk tim luar Inggris? Kami rasa alasannya bukan itu.Southgate sendiri beralasan bahwa ia tak mau Bellingham yang masih berusia 18 tahun mengalami kelelahan, sebab ia menjadi salah satu pemain kunci Dortmund musim ini.

“Jude saat ini memiliki level pertandingan yang tinggi. Dia memainkan pertandingan Liga Champions dan Bundesliga. Sebagai pemain berusia 18 tahun, dia menjalani musim penuh musim lalu dan kemudian ke Kejuaraan Eropa jadi tidak ada jeda. Kita harus ingat para pemain ini masih dalam pertumbuhan fisik. Jadi ketika kita berbicara tentang pengembangan pemain muda, kita harus benar-benar berhati-hati dalam menangani mereka.” kata Southgate dikutip dari ESPN.

Selain itu, Gareth Southgate juga membuat kejutan lain dengan memanggil kembali Fikayo Tomori yang musim ini tampil gemilang untuk AC Milan. Nama Kieran Trippier yang membela Atletico Madrid juga masih mendapat panggilan Southgate.

Pemanggilan Sancho dan terpinggirkannya Bellingham memang jadi sebuah misteri. Sama mengejutkannya dengan dipanggilnya Mason Mount dan Reece James ke dalam skuad The Three Lions. Pasalnya, dua penggawa Chelsea itu baru saja kembali dari cedera. Pelatih The Blues, Thomas Tuchel saja mengaku terkejut dengan dimasukkannya nama Reece James yang kini tengah dalam masa pemulihan.

“Reece sedang berlatih di kolam renang sekarang. Saya mengerti dia dipilih untuk tim sepak bola. Ini tidak akan terjadi. Pemahaman saya adalah dia tidak akan pergi. Ini hanya bisa menjadi kesalahpahaman, tidak ada yang lain.” kata Tuchel dikutip dari chelseafc.

Benar saja. Tak lama setelah itu, Southgate merevisi pemain pilihannya. Reece James didepak dari skuad dan posisinya digantikan rekan setimnya di Chelsea, Ben Chilwell. Satu lagi kejutan yang dibuat Southgate adalah dipanggilnya striker Aston Villa, Ollie Watkins. Padahal, dalam 5 penampilannya di Premier League musim ini, striker 25 tahun itu baru mencetak satu gol.

Bandingkan dengan Tammy Abraham yang sejak awal musim ini menyebrang ke AS Roma. Begitu hengkang dari Chelsea menuju Italia, nama Tammy Abraham seperti terpinggirkan. Bila melihat penampilannya untuk Roma musim ini, Abraham jauh lebih layak menghuni skuad The Three Lions. Dari 9 penampilannya di Serie A dan UEFA Conference League, striker 23 tahun itu mampu menghasilkan 4 gol dan 3 asis.

Bagai dejavu, kritik tersebut sepertinya menyadarkan kesalahan Southgate. Lagi-lagi pelatih 51 tahun itu merivisi skuad timnas Inggris. Ia akhirnya memanggil Tammy Abraham ke dalam skuad The Three Lions.

Dari pembahasan singkat ini kita jadi sama paham bahwa syarat untuk mendapat panggilan ke tim nasional Inggris memang tak bisa ditebak arahnya. Dan ternyata kritik dan suara pendukung dapat mempengaruhi pemilihan skuad The Three Lions. Lagipula, sepanjang sejarah timnas Inggris, siapapun pelatihnya, pemain yang terpilih dalam skuad The Three Lions memang selalu menghasilkan kontroversi di dalamnya.

Selain itu, sepanjang sejarahnya, skuad The Three Lions juga jarang dihuni pemain yang membela klub dari luar Inggris. Hal tersebut tak lepas dari sedikitnya pemain Inggris yang berani keluar dari kompetisi Premier League. Southgate sendiri sebetulnya layak diapresiasi karena keberaniannya memberi kesempatan kepada mereka yang berkarier di luar Inggris untuk membela The Three Lions.

Kini makin banyak pemain muda Inggris yang berani mempertaruhkan kariernya di luar tanah Britania. Dengan makin banyaknya pemain Inggris yang bermain di luar Inggris, mestinya tim pelatih The Three Lions juga perlu menaruh perhatian terhadap mereka dan tak menjadikan bermain di Premier League sebagai syarat membela The Three Lions.


***
Sumber Referensi: Bleacher Report, Sky Sports, ESPN, The Guardian, BBC, Goal, Chelsea FC.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru