Baru terjadi beberapa waktu lalu, dalam laga Nations League antara Italia melawan Spanyol, terdapat sebuah pemandangan yang membuat semua cukup terkejut. Adalah ketika kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, mendapat “serangan” dari penggemar Italia. Ya, kesedihan Donnarumma tidak hanya terjadi ketika pada akhirnya Italia harus menelan kekalahan. Namun juga ketika dirinya mendapat banyak sorakan tak mengenakkan dari penggemar.
Usut punya usut, cemoohan yang muncul dalam setiap momen Donnarumma memegang bola adalah dari kumpulan para penggemar Milan, yang masih tidak terima dengan perlakuan sang kiper kepada klub kesayangan mereka.
Roberto Mancini told off Milan supporters for jeering Gianluigi Donnarumma during Italy’s Nations League match with Spain. ‘Italy are meant to come before everything else.’ https://t.co/aCkxCfQJaZ #ACMilan #ITAESP #ITASPA #PSG #NationsLeague #Azzurri #UNL #UNLFinals
— footballitalia (@footballitalia) October 6, 2021
Seperti diketahui, Donnarumma pergi dari Milan dengan cara yang buruk. Dia dianggap tidak berterima kasih dan benar-benar menginjak harga diri Milan, ketika tawaran perpanjangan kontrak yang diajukan Paolo Maldini tidak diterimanya. Bahkan, ketika pertandingan belum dimulai, terdapat banner yang menunjukkan bila Donnarumma tidak diterima lagi di San Siro.
“Serangan” semacam ini sudah bukan yang pertama lagi bagi Donnarumma. Sebelumnya, dia juga pernah dilempari puluhan uang palsu dalam sebuah pertandingan bersama Italia, karena terus mengulur perpanjangan kontrak dengan Milan.
Perihal momen semacam ini, Donnarumma tidak sendirian, sudah ada beberapa pemain lainnya yang juga pernah merasakan hal serupa. Diserang penggemar sendiri hingga tidak diterima lagi untuk kembali ke klub yang pernah dibela.
Penasaran siapa saja pemain tersebut, berikut kami berikan daftarnya.
Daftar Isi
Antoine Griezmann
Griezmann sudah sangat lekat dengan nama Atletico Madrid. Namun secara mengejutkan, dia memilih untuk bergabung dengan FC Barcelona yang notabene merupakan rival klub berjuluk Los Rojiblancos. Namun setelah putuskan gabung dengan el Barca, kemampuan Griezmann menurun drastis. Dia kehilangan sentuhan dan pulang ke Atletico setelah hanya dua musim “menghilang”.
Nahas, kepulangan Griezmann ke Wanda Metropolitano tidak disambut baik oleh para penggemar. Masih banyak yang merasa sakit hati dan merasa dikhianati oleh bintang asal Prancis tersebut. Walhasil, dalam sebuah kesempatan Griezmann mendapat cemoohan dari para penggemar nya sendiri.
Pada laga melawan FC Porto, Griezmann yang masuk menggantikan Joao Felix hanya mendapatkan segelintir tepukan saja dari total 40 ribu penonton yang hadir. Alih-alih mendapat tepukan meriah, Griezmann justru mendapat banyak sorakan tak mengenakkan. Tampaknya, masih banyak penggemar yang tidak suka dengan kehadirannya.
Lebih sialnya, Griezmann juga tidak memberikan perubahan apapun hingga membuat pertandingan berakhir imbang 0-0.
Los últimos 4 partidos del Atlético de Madrid:
🤝 2-2 vs Villarreal
👏🏽 1-2 vs Espanyol
🤝 0-0 vs Porto
🤝 0-0 vs Athletic Club1 gol cada 120 minutos. 4 goles encajados. Y Griezmann aún no marca desde su debut. 😳 pic.twitter.com/yj7c5WV096
— DosisFutbolera.com (@Dosis_Futbolera) September 19, 2021
Romelu Lukaku
Romelu Lukaku, kita tahu telah menunjukkan performa brilian ketika tampil bersama Inter Milan. Dia yang sempat diragukan karena mengalami penurunan performa bersama MU berhasil membuktikan diri sebagai seorang penyerang handal.
Buah dari usahanya, Inter nyaris dibawanya menjuarai kompetisi Europa League dan sukses menduduki tangga tertinggi Serie A pada musim 2020/21. Tidak hanya itu, Lukaku juga berhasil mendapat gelar sebagai pemain terbaik Serie A di musim yang sama.
Namun tepat setelah pelatih Antonio Conte memutuskan hengkang, rumor kepergiannya dari Inter Milan mulai berhembus kencang. Di tengah-tengah isu tersebut, Lukaku sempat mengikrarkan diri untuk bertahan di Milan. Nahas, kalimat itu hanya sebatas ucapannya saja. Tidak ada tindakan yang membuktikan kalau dia benar-benar akan tetap tinggal .
Lukaku yang terus diburu banyak klub Eropa, akhirnya resmi pulang ke Chelsea. Hal itu jelas membuat penggemar I Nerazzurri geram. Apalagi, tersiar kabar bahwa Lukaku sudah menyelesaikan persetujuan dengan klub London, sebulan sebelum transfernya diresmikan.
Pesan dan salam perpisahan yang disampaikan Lukaku pun menjadi sasaran para penggemar Inter untuk tebar kekecewaan. Tidak sedikit pula dari mereka yang melempar hinaan atas sikap Lukaku yang disebut sebagai pembohong besar.
Non vi dimenticherò mai @Inter 🖤💙 pic.twitter.com/gnCXX9pNeY
— R.Lukaku Bolingoli9 (@RomeluLukaku9) August 15, 2021
Paolo Maldini
Selain Gianluigi Donnarumma, Paolo Maldini sebagai legenda Milan juga sempat mendapat cemoohan dari para penggemarnya sendiri. Hal itu terjadi sejak musim 1997/98 ketika Maldini pertama kali ditunjuk sebagai kapten Milan. Banyak yang menentang keputusan klub dalam memilih Maldini sebagai kapten dengan menganggap bahwa sang pemain tidak akan pernah menjadi lebih besar dari Franco Baresi, kapten Milan sebelumnya.
Dalam suatu kesempatan, para penggemar Milan juga sempat membentangkan spanduk “Kurangi Hollywood, perbanyak kerja keras” di depan rumah sang legenda. Spanduk itu ditunjukkan sebagai bentuk protes para penggemar Milan yang kerap menyaksikan keberadaan Maldini di Hollywood yang merupakan salah satu tempat hiburan malam di kota Milan.
Kemudian pada tahun 2005, dalam sebuah laga final Liga Champions Eropa, Maldini merasa geram dengan penggemar Milan setelah ia mendengar bila anggota Curva Sud Milano menjual tiket yang dimilikinya kepada fans Liverpool dengan harga yang lebih mahal. Maldini menyebut bila penggemar Milan sudah keterlaluan dan mata duitan.
Buntut dari perseteruannya dengan penggemar sendiri, Maldini yang melakoni laga terakhir bersama Milan pada tahun 2009 kemudian mendapat sebuah salam yang sama sekali tidak mengenakkan. Di tribun penonton, terdapat sebuah spanduk yang berbunyi, “Untuk kegemilangan karir 25 tahun mu, terima kasih. Dari kami para pendukung bayaran,”.
Tak cukup sampai disitu, para penggemar juga melantangkan nyanyian yang menyebut bila Franco Baresi adalah satu-satunya kapten AC Milan.
It came as a shocker to raiola who had assure donnarumma that maldini would subcum. He was at Madrid, Barcelona, Chelsea, Juventus and PSG marketing his player as he Milan had moved on. Maldini addressed the fans and the fans gave him their backing. EL CAPITANO IS BACK 🔴⚫ pic.twitter.com/GnI3CSVxVt
— #EducatedThug (@IkenyeMoses) October 6, 2021
Roman Zozulya
Roman Zozulya mendapat cemoohan dari penggemar Rayo, tim yang pernah dibelanya pada tahun 2017. Masa Zozulya di Rayo memang menjadi yang tidak diinginkan. Sebelum dia menapakkan kaki di sana, para penggemar sudah menolaknya karena sang pemain dianggap terlibat dalam komunitas Neo-Nazi.
Rentang waktu yang sangat sebentar di Rayo sama sekali tidak memberikan kesempatan bermain kepada Roman Zozulya. Dia tidak mendapat kesempatan tampil sekalipun karena banyak penggemar Rayo yang memprotes keberadaannya di klub.
Walhasil, dirinya pun pergi dan bergabung dengan Albacete.
Namun ketika Albacete berhadapan dengan Rayo, Zozulya kembali mendapat cemoohan luar biasa dari penggemar Rayo. Pemain asal Ukraina itu bahkan harus membuat laga kedua tim ditangguhkan saat jeda guna menghindari kerusuhan tak diinginkan.
“Ketika semuanya bermula, aku dipanggil fasis,”
“Mereka kemudian memeriksa Facebook ku dan menyebut ku sebagai seorang Nazi. Baru-baru ini mereka menjuluki ku sebagai rasis dan sekarang, aku tidak menggubris mereka tapi mereka terus meneriakkan kata komunis ke arah ku. Orang-orang tersebut tidak masuk akal.”
Roman Zozulya’s loan spell at Rayo Vallecano only lasted a few hours – because fans called him a Nazi https://t.co/krb1PabhBO pic.twitter.com/PriqF6w6FZ
— BBC Sport (@BBCSport) February 1, 2017
Pemain Schalke
Pemain Schalke diserang penggemar sendiri setelah klub harus terdegradasi ke divisi bawah. Penggemar klub tersebut merasa sangat kecewa karena ini menjadi momen terburuk sejak tahun 1998 silam.
Beberapa saat setelah Schalke dipastikan degradasi, para pemain yang pulang dari laga melawan Arminia Bielefeld diserang suporternya sendiri. Lebih dari dua jam, bus pemain dicegat. Alih-alih menggelar dialog, para supporter justru bertindak anarkis. Praktis, situasi pun kian tak terkendali.
Diceritakan, polisi sampai kewalahan untuk menghalau serangan yang dilancarkan para suporter Schalke kepada para pemainnya sendiri. Mobil salah satu pemain bahkan ada yang dirusak. Sejumlah pemain yang masuk ke dalam peristiwa kelam itu merasa sangat terkejut dan tidak percaya dengan tindakan nekat yang dilakukan para penggemar klub.
Buntut dari insiden mengerikan itu, segenap skuad Schalke tidak lagi berlatih selama beberapa hari berikutnya.
“During yesterday’s match, a small section of Schalke fans displayed a banner – as they did in the reverse fixture – making fun of the 2017 bomb attack on the Borussia Dortmund team bus.
We are stunned by this distasteful display and have apologised to @BlackYellow.” pic.twitter.com/oAgeDHCNI4
— FC Schalke 04 (@s04_en) April 28, 2019


