Merayakan Kemenangan Perdana Salernitana di Serie A Italia

spot_img

Musim ini, kompetisi Serie A Italia kedatangan beberapa tim promosi yang menarik. Salah satunya adalah Salernitana. Di luar dugaan, mereka berhasil finish sebagai runner-up Serie B musim lalu di bawah Empoli dengan koleksi 69 poin dari 38 pertandingan. Hasil tersebut sukses mengantar Salernitana promosi kembali ke Serie A setelah absen 23 tahun lamanya.

Berdiri pada tahun 1919, Salernitana hanyalah tim kecil dari kota Salerno. Sepanjang sejarahnya, klub berjuluk I Granata itu lebih banyak berkutat di divisi bawah sepak bola Italia. Prestasi terbaik mereka saja cuma menjuarai Serie B dua kali pada musim 1946/1947 dan 1997/1998.

Selebihnya, klub berlogo kuda laut itu lebih banyak memetik prestasi di liga kasta bawah atau bahkan divisi regional. Oleh karena itulah, promosinya Salernitana ke Serie A begitu dirayakan dengan sangat meriah.

Terhalang Aturan FIGC, Salernitana Nyaris Gagal Lolos ke Serie A

Promosi kembali ke Serie A setelah musim 1998/1999 adalah sebuah berkah sekaligus masalah bagi I Granata. Menjadi berkah sebab ini jadi kali ketiga Salernitana mentas di kompetisi Serie A. Menjadi masalah sebab mereka mesti mengubah struktur kepemilikan klub sebelum diizinkan berkompetisi di liga kasta teratas sepak bola Italia.

Salernitana pernah dinyatakan bangkrut pada akhir musim 2010/2011. Setelah itu, klub tersebut didirikan kembali pasca saham mayoritas mereka dibeli oleh Marco Mezzaroma dan Claudio Lotito yang masing-masing memiliki 50% saham Salernitana. Di situlah letak masalahnya. Claudio Lotito bukanlah orang sembarangan di sepak bola Italia. Ia adalah pemilik dari klub asal ibukota, Lazio. Sementara Mezzaroma merupakan saudara iparnya.

Dengan memastikan diri promosi ke Serie A, artinya Salernitana bakal satu divisi dengan Lazio. Demi mencegah timbulnya konflik kepentingan, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) telah membuat aturan yang melarang 2 klub di bawah kepemilikan yang sama bermain di divisi yang sama.

“Ini adalah aturan yang sejalan dengan aturan UEFA yang tidak mengizinkan partisipasi di lebih dari satu klub di tingkat profesional. Presiden Lotito menikmati pengecualian bertahun-tahun yang lalu. Semua orang tahu apa yang akan terjadi, saya berharap yang terbaik untuk Salernitana untuk tujuan bersejarah yang dapat mereka capai ini, tetapi aturan tetap aturan.” kata Presiden FIGC, Gabriele Gravina dikutip dari DailyMail.

Dengan begitu, Lotito mesti berpacu dengan waktu untuk menjual salah satu klubnya, yakni Lazio atau Salernitana. Akan tetapi, seperti yang dapat kita duga, Salernitana tentu yang menjadi korbannya.

Singkat cerita, FIGC menerima trust proposal dari Lotito dan mengizinkan Salernitana berkompetisi di Serie A setelah kepengurusan I Granata diserahkan kepada manajemen baru yang dipimim CEO anyar Ugo Marchetti. Komite Pengawas Klub Sepak Bola Profesional Italia (CoviSoc) juga memberi lampu hijau setelah menganalisis kondisi keuangan klub dan menyatakan bahwa finansial mereka aman hingga akhir musim. Namun, FIGC juga memberi tenggat waktu kepada Lotito untuk menemukan pemilik baru Salernitana sebelum 31 Desember 2021.

Bukti Keseriusan Salernitana: Datangkan Franck Ribery Secara Gratis!

Meski persiapan mereka sedikit terganggu, akhirnya Salernitana dapat menyambut Serie A dengan napas lega. Pasalnya, musim 2021/2022 menjadi musim ketiga I Granata di kompetisi kasta teratas sepak bola Italia. Keseriusan langsung mereka buktikan dengan merekrut nama-nama baru nan berpengalaman di bursa transfer musim panas.

Sebagai bukti, I Granata sukses mendatangkan Franck Ribery secara gratis. Ribery datang ke Salerno setelah kontraknya di Fiorentina habis di akhir musim kemarin. Kabarnya, mantan pemain timnas Prancis itu akan mendapat bayaran sekitar 1,5 juta euro selama semusim. Meski telah berusia 38 tahun, tetapi tak ada pemain sebesar Ribery yang pernah berseragam I Granata sepanjang sejarah klub tersebut berdiri.

“Saya sangat senang bisa bersama kalian. Dengan tim baru saya dan dengan pelatih baru. Kita semua punya satu tujuan, yaitu bertahan di Serie A. Saya akan memberikan yang terbaik untuk kalian semua, untuk klub dan untuk tim. Terima kasih semuanya.” kata Ribery dikutip dari transfermarketweb.

Saat diperkenalkan sebagai pemain anyar, ribuan pendukung Salernitana memenuhi Stadio Arechi untuk menyambut dan merayakan kedatangan Ribery. Oleh beberapa media lokal, perkenalan Ribery itu mengingatkan mereka kepada momen perkenalan Diego Maradona sebagai pemain anyar Napoli pada tahun 1984 yang juga sukses memenuhi Stadio San Paolo.

Selain Ribery, I Granata juga mendatangkan beberapa punggawa anyar. Seperti Vincenzo Fiorillo, Riccardo Gagliolo, Stefan Strandberg, Joel Obi, Lassana Coulibaly, hingga meminjam striker Crotone Simy yang musim lalu mampu mencetak 20 gol di Serie A. Sebagai klub kecil, Salernitana tak banyak mengeluarkan uang untuk membeli pemain anyar. Menurut catatan Transfermarkt, mereka hanya mengeluarkan dana 3,3 juta euro untuk belanja pemain di jendela transfer musim panas kemarin.

Megawali Musim dengan Performa Buruk, I Granata Sukses Memetik 3 Poin di Pekan ke-7

Musim ini, Salernitana juga masih mempertahankan allenatore Fabrizio Castori yang musim lalu sukses mengantar mereka promosi ke Serie A. Namun, meski sudah mendatangkan beberapa pemain anyar plus mempertahankan pelatihnya, performa awal musim I Granata sangat memprihatinkan.

Kurangnya pengalaman di pentas Serie A menjadi salah satu penyebabnya. Di 4 pertandingan pertamanya, Salernitana selalu takluk dari Bologna, AS Roma, Torino, dan Atalanta. Sempat meraih poin pertama di giornata kelima saat menahan imbang Hellas Verona, I Granata kembali takluk dari Sassuolo di pekan ke-6.

Akhirnya, setelah menunggu hingga giornata ketujuh, Salernitana berhasil memetik kemenangan perdananya di Serie A musim ini. Menyambut Genoa di Stadio Arechi, anak asuh Fabrizio Castori memainkan formasi menyerang 4-3-1-2 dengan menempatkan Franck Ribery di antara Simy dan Cedric Gondo.

Setelah menunggu hingga babak kedua, tepatnya di menit ke-66, I Granata akhirnya berhasil membobol gawang Genoa. Berawal dari sepak pojok Grigoris Kastanos, striker pengganti Milan Duric berhasil membawa Salernitana unggul 1-0.

Keunggulan tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit akhir dan I Granata sukses keluar sebagai pemenangnya. Kemenangan tersebut bukan cuma berarti 3 poin pertama mereka musim ini, tetapi juga kemenangan pertama I Granata di Serie A setelah menanti 23 tahun lamanya.

Tak ayal, kemenangan tersebut disambut suka cita oleh para pendukung Salernitana yang memadati Stadio Arechi. Walaupun kini mereka masih tertahan di zona degradasi, tetapi kemenangan atas Genoa sangatlah penting bagi perjalanan I Granata yang bertekad bertahan selama mungkin di Serie A.

Melihat Salernitana yang merayakan kemenangan dengan penuh suka cita layaknya menjadi juara di akhir musim adalah sebuah pemandangan yang wajar. Bagi penggemar klub besar, mendapat 3 poin alias meraih kemenangan di liga adalah sebuah hal yang biasa. Namun, bagi klub kecil dari Italia Selatan itu, sebuah kemenangan di Serie A sudah menjadi sebuah prestasi tersendiri.

Selamat berjuang I Granata!

***
Sumber Referensi: Football-Italia, The Laziali, Football-Italia 2, Transfermarketweb, Daily Mail, Detik Sport.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru