Sudah Saatnya Menyebut Napoli Calon Kuat Scudetto Musim Ini?

spot_img

Napoli menyambut musim baru 2021/2022 dengan serius. Setelah berpisah dengan Gennaro Gattuso yang memberi mereka gelar Coppa Italia 2020, klub berjuluk I Partenopei itu mengontrak mantan pelatih AS Roma, Inter Milan, dan Zenit Saint Petersburg, Luciano Spalletti sebagai allenatore anyar dengan kontrak berdurasi 2 tahun.

Meski berada di bawah kendali pelatih anyar, klub asal kota Naples itu terhitung berhemat di bursa transfer pemain. Napoli hanya mempermanenkan Matteo Politano dari Inter dan meminjam Andre-Frank Zambo Anguissa dari Fulham. Serta mendatangkan Juan Jesus dan David Marfella secara gratis. Total, mereka hanya menggelontorkan dana 19,6 juta euro di jendela transfer musim panas kemarin.

Start Sempurna Napoli di Serie A 2021/2022

Walaupun begitu, Napoli malah mampu memulai perjalanannya di Serie A musim ini dengan langkah sempurna. Di giornata pertama, I Partenopei langsung tampil meyakinkan dengan menundukkan tim promosi Venezia dengan skor 2-0 lewat gol yang dicetak Lorenzo Insigne dan Eljif Elmas.

Di giornata kedua, Napoli berhasil mencuri poin penuh kala bertandang ke markas Genoa. 2 gol dari Fabian Ruiz dan Andrea Petagna berhasil membawa Napoli menang 2-1. Namun, perhatian serius baru mulai tertuju kepada I Partenopei di giornata ketiga.

Menjamu Juventus di Stadio Diego Armando Maradona, pasukan Luciano Spalletti membuktikan kualitasnya. Tertinggal lebih dulu oleh gol Alvaro Morata di babak pertama, Lorenzo Insigne dkk bangkit di babak kedua. 2 gol dari Matteo Politano dan Kalidou Koulibaly sukses membalikkan keadaan dan membuat Napoli keluar sebagai pemenang.

Kemenangan atas Juventus di giornata ketiga seperti membuka wajah asli Napoli. Di 2 giornata berikutnya, mereka tampil trengginas di laga tandang dan berhasil menang dengan skor besar. Napoli menang 4-0 atas Udinese lewat gol-gol yang dicetak Victor Osimhen, Amir Rrahmani, Kalidou Koulibaly, dan Lorenzo Insigne. I Partenopei kembali mengulang skor yang sama kala menundukkan Sampdoria 4 gol tanpa balas lewat brace Victor Osimhen dan 2 gol dari Fabian Ruiz dan Piotr Zielinski.

Total, anak asuh Luciano Spalletti telah menghasilkan 14 gol dan baru kebobolan 2 gol. Kemenangan beruntun dalam 5 giornata juga membuat Napoli meraih poin sempurna. Kini, I Partenopei bertengger di puncak klasemen sementara Serie A dengan koleksi 15 poin, mengungguli juara dan runner up musim lalu, Inter Milan dan AC Milan. Lalu, dengan hasil sementara itu, apakah sudah saatnya menyebut Napoli sebagai calon kuat scudetto musim ini?

Napoli Calon Kuat Scudetto?

Jika menilik perjalanan tim asal kota Naples itu dalam beberapa musim terakhir, Napoli memang selalu jadi salah satu tim yang difavoritkan juara. Mereka hampir pasti selalu masuk perburuan scudetto di tiap musimnya. Sejak musim 2010/2011, Napoli hanya sekali keluar dari lima besar, yakni di musim 2019/2020 kala dibesut Gennaro Gattuso.

Dalam kurun waktu 1 dekade terakhir, I Partenopei bisa disebut sebagai pesaing utama Juventus di Liga Italia. Mereka 4 kali menyandang status runner-up di musim 2013, 2016, 2018, dan 2019. Jadi, hasil sempurna yang membuat Napoli kini jadi pemuncak klasemen sementara Serie A Italia sebenarnya bukan sebuah hasil yang begitu mengejutkan.

Akan tetapi, ada yang membuat wajah Napoli di musim ini berbeda dengan musim-musim sebelumnya. Napoli memainkan salah satu sepak bola paling atraktif di Eropa kala dilatih Maurizio Sarri. Sepak bola menyerang yang mereka tampilkan jadi sebuah sensasi tersendiri, tetapi seperti yang kita tahu, mereka tak memenangkan gelar apapun.

Sementara itu, di bawah asuhan Gattuso yang sukses memberi gelar Coppa Italia 2020, Napoli cenderung bermain taktis. Lalu, bagaimana dengan Luciano Spalletti? Bisa dibilang, Spalletti adalah allenatore komplet. Ia punya 2 hal yang dimiliki Sarri dan Gattuso. Spalletti memang cenderung pragmatis, tetapi yang membedakannya adalah pengalamannya dan taktiknya yang reaktif.

Kelebihan dan Kekurangan Taktik Luciano Spalletti

Di bawah kendali Spalletti, Napoli bermain dengan berbagai variasi formasi. Mereka pernah memulai laga dengan formasi 4-2-3-1, 4-1-4-1, dan 4-3-3. Taktik Spalletti cukup reaktif dan tidak terpaku pada 1 formasi baku. Saat menyerang, formasi Napoli juga berubah menjadi 2-3-5.

Skema demikian bisa disebut sebagai positional play. Para pemain Napoli tidak terpaku pada posisi murni mereka. Saling berotasi dan menutup lubang satu sama lain. Ini menjadi kelebihan sekaligus kekurangan bagi pasukan Luciano Spalletti andai mereka gagal menerapkannya dengan sempurna.

Sejauh ini, Napoli mampu menghasilkan persentase penguasaan bola tertinggi di liga, yakni 59,9%. Permainan mereka cukup rapi, terbukti dengan akurasi umpan mereka yang mencapai 89,3%, terbaik di antara tim lain. Hasilnya, Napoli mampu menghasilkan 7 shots on target per laga, yang lagi-lagi jadi catatan terbaik di Serie A musim ini. Mereka juga sukses menghasilkan 2,8 gol per laga, hanya kalah dari Inter yang menghasilkan 3,6 gol per laga.

Napoli sebenarnya tak terlalu menyerang dengan jumlah, tetapi menyerang dengan kualitas dan efektivitas tinggi. Pilihan taktik yang tepat nyatanya juga mampu membangkitkan keganasan Victor Osimhen. Osimhen yang dibeli dengan harga 70 juta euro di musim panas 2020 baru berhasil membuktikan kualitasnya kala dilatih Spalletti. Striker asal Nigeria yang tercatat sebagai pembelian termahal Napoli itu sudah mencetak 3 gol dari 4 penampilannya di Serie A musim ini.

“Saya senang dengan gol dan penampilan ini. Sayang sekali bahwa COVID dan cedera memengaruhi saya musim lalu. Spalletti banyak membantu saya, dia mempercayai saya, dan cara terbaik untuk membalasnya adalah dengan mencetak gol.” kata Osimhen dikutip dari Cult of Calcio.

Selain Osimhen, keunggulan lain dari Napoli adalah banyaknya stok winger berbahaya yang mereka miliki. I Partenopei punya Lorenzo Insigne, Matteo Politano, Hirving Lozano, hingga Dries Mertens. Gelandang serang mereka juga cukup berbahaya. Eljif Elmas punya skill dribble yang mumpuni, sedangkan Adam Ounas punya kecepatan yang kerap memecah pertahanan lawan.

Selain mereka, para pendukung Napoli juga dibuat terkesan dengan permainan Andre-Frank Zambo Anguissa. Sebagai pemain pinjaman, Anguissa tampil reguler di bawah asuhan Spalletti. Napoli yang punya opsi pembelian sebesar 15 juta euro disebut ingin segera mempermanenkannya.

Meski meraih hasil sempurna dari 5 pertandingan pertamanya, Luciano Spalletti tak mau jumawa. Spalletti yang pernah membawa AS Roma menjuarai Coppa Italia 2 kali dan membwa Zenit Saint Petersburg menjuarai Liga Primer Rusia 2 kali sangat menyoroti kekurangan lain dari timnya, yakni kedalaman skuad.

“Mungkin, kami kekurangan pemain yang memungkinkan kami melakukan pergantian pemain, menjaga level tim tetap tinggi. Dan kita harus tahan lama, berapa banyak game yang bisa kita mainkan di level ini? Ini akan membuat perbedaan. Milan sangat kuat, Inter telah bekerja dengan baik meskipun ada beberapa penjualan besar. Mereka membawa pemain penting dan mereka memiliki lini tengah yang kuat.” kata Spalletti dikutip dari Football-Italia.

Dejavu, Jangan Jumawa Napoli!

Apa yang dikatakan Spalletti benar adanya. Mereka harus menyadari posisinya dan tak boleh jumawa. Apa yang Napoli raih di 5 pertandingan awal Serie A musim ini hanyalah pengulangan sejarah. I Partenopei pernah meraih hasil serupa di musim 1987/1988 dan 2017/2018 di mana mereka juga sukses menyapu bersih 5 giornata pertama Serie A dengan hasil sempurna.

Namun seperti yang kita tahu, di 2 musim tersebut Napoli gagal meraih scudetto. Sama-sama memulai musim dengan mulus, I Partenopei seolah kehabisan bensin jelang akhir musim. Konsistensi adalah apa yang paling dibutuhkan Napoli saat ini.

Jika menilik dari durasi kontraknya, kuat dugaan bahwa Luciano Spalletti memang hanya diberi tugas jangka pendek. Tugas pertama jelas mengembalikkan posisi I Partenopei ke 4 besar Serie A. Sejauh ini, ia telah berhasil melakukannya dan mungkin saja sang presiden Aurelio De Laurentiis menghendaki hasil yang jauh lebih tinggi.

Tak bisa dipungkiri bahwa Napoli adalah tim besar Italia. Tiap tahun mereka nyaris selalu bersaing di papan atas. Mungkin terlalu dini menyebut I Partenopei sebagai calon kuat scudetto musim ini, namun yang pasti mereka adalah seorang pesaing yang siap bertarung untuk mengakhiri puasa gelar Serie A yang terakhir mereka dapat di tahun 1990.


***
Sumber Referensi: Football-Italia 1, Football-Italia 2, SindoNews, Total Football Analysis, Cult of Calcio, Transfermarkt.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru