Tendangan yang dilesatkan Nicolas Pepe hanya mampu mencium mistar gawang. Bola liar itu kemudian datang tepat di kaki Pierre-Emerick Aubameyang. Pemain Timnas Gabon itu tepat berada di mulut gawang dan tembakan pun dilesatkan. Arsenal menghabisi Norwich 0-1 pada lanjutan Premier League pekan ke-4.
Berkat gol Aubameyang di menit 66 itu, Arsenal untuk sementara terhindar dari zona degradasi. The Gunners naik ke posisi ke-16 klasemen sementara Liga Inggris. Berkat gol itu pula lagi-lagi Aubameyang menasbihkan diri sebagai “juru selamat” Arsenal.
Namun, siapa yang menyangka pemain 32 tahun itu pernah dikabarkan akan pergi dari Emirates Stadium. Banyak yang berspekulasi kalau Aubameyang tidak cocok di Arsenal. Atau Arsenal itu sendiri yang tidak pantas untuk Aubameyang. Aubameyang terlalu berharga, terlalu bagus, dan terlalu ranum untuk Arsenal yang mulai membusuk.
Aubameyang selebrasi Gol Perdana Arsenal 2021/2022. pic.twitter.com/9GJC8e2qaU
— Siaran Bola Live (@SiaranBolaLive) September 11, 2021
Aubameyang tak akan mendapat prestasi mentereng jika ia bermain untuk Arsenal. Apa sih yang bisa didapat Auba ketika di Arsenal? Paling mentok Juara Piala FA. Selebihnya sekadar pencetak gol terbanyak Liga Inggris meskipun Arsenal tak juara. Ia menjadi top skor Liga Inggris musim 2018/19 dengan 22 gol.
Namun beberapa klub menjanjikan kaliber FC Barcelona dan Inter ditolak mentah-mentah oleg Aubameyang. Bahkan ketika dua klub itu baru saja hendak mendekati pemain asal Gabon. Auba menolaknya dengan cara yang sangat halus: tidak merespon dan meminta Arsenal tak memasukkan dirinya ke daftar pemain siap jual.
Seandainya Aubameyang pergi kala itu, Arsenal seperti mengulang sejarah. Arsenal kerap ditinggal para pemainnya yang sedang mengenakan ban kapten. Sebut saja seperti Koscielny, Fabregas, Van Persie, dan Thierry Henry. Hal itu seolah menjadi kutukan bagi The Gunners sendiri.
Akan tetapi, nyatanya kepergian Aubameyang sebatas hampir. Pemain Gabon tersebut menandatangi kontraknya pada 2020. Setidaknya, Aubameyang akan bertahan di Emirates sampai tahun 2023 dengan gaji 250 ribu pounds per pekan atau sekitar Rp 4,9 miliar.
Jelang musim 2020/21, Aubameyang kembali menegaskan kalau dirinya tidak akan meninggalkan Arsenal. Hal itu seolah berkebalikan dengan sosok Willian yang justru menginginkan untuk hengkang dari klub zona degradasi. Ia bahkan rela tidak dibayar kompensasi dari Arsenal. The Gunners pun tak perlu mengeluarkan uang Rp 395 miliar menyusul kepindahan Willian ke Corienthians.
Lalu, pertanyaan pun muncul, apa yang membuat Aubameyang betah bertahan di Arsenal? Bukankah ia mungkin akan jauh lebih hebat ketika bergabung bersama Barcelona dan berduet dengan Martin Brathwaite?
Daftar Isi
Faktor Statistik
Secara teknis hal yang membuat Aubameyang tetap bertahan atau dipertahankan Arsenal adalah statistiknya yang bagus. Menurut Transfermarkt, selama berseragam Meriam London Auba mencatatkan 152 caps. Dari situ ia mengemas 89 gol. Aubameyang juga tercatat konsisten di klub-klub yang pernah ia bela.
Saat memperkuat Borussia Dortmund Aubameyang bermain 213 kali dan mencetak 141 gol. Sewaktu membela Saint-Etienne, Aubameyang juga tampil impresif. Ia bermain sebanyak 97 kali dengan 41 gol untuk tim Ligue 1 Prancis tersebut. Maka dari itu melepaskan Aubameyang adalah sesuatu yang mustahil bagi Arsenal.
Faktor Arteta
Aubameyang yang masih bertahan di Emirates Stadium tak terlepas dari sosok Mikel Arteta. Bahkan Aubameyang sendiri mengakui kalau alasan utama ia kini tetap berseragam Arsenal adalah Arteta. Auba mengatakan kalau Arteta membawa hal-hal positif dan filosofi bermain yang luar biasa.
Arteta admits Arsenal need to be more ruthless after Aubameyang sank Norwich 1-0 from one of the Gunners’ THIRTY goal attempts.
Arteta said: “Obviously the efficiency will have to improve if we want to win matches like this more comfortably without suffering.” pic.twitter.com/W6Fiu1jXHE
— ARSENAL (@tomgunner14) September 12, 2021
Arteta dan Aubameyang ibarat Ronaldo dan Sir Alex Ferguson. Sama-sama memiliki kecocokan. Auba sangat nyetel dengan taktik yang diterapkan Arteta. Ia bahkan yakin kalau Arteta mampu membawanya menjadi pemain hebat.
Aubameyang dan Arteta juga telah menjalin hubungan baik. Arteta berkali-kali terbukti bisa meyakinkan Aubameyang untuk tetap bertahan. Ia mampu mendatangkan perasaan gembira di hati Aubameyang dengan membuat si pemain mengangkat dua trofi, Piala FA dan Community Shield.
The mad thing is, if any City, Chelsea, Liverpool, or Tottenham players were coached by Arteta (being the main figure) they would of lost their love for football and have a broken appendix. Not Aubameyang though.
Aubameyang is up there with Henry’s level pic.twitter.com/htsd5CvIo8— @Zz 🇰🇷 (@Hokag_ye) September 10, 2021
Cinta dari Para Fans Arsenal
Selain faktor Arteta, sosok Aubameyang diam-diam telah mencuri hati para fans The Gunners. Walaupun banyak yang meremehkan, setidaknya fans Arsenal patut berbangga akan dua hal. Pertama, mereka tak perlu kaget lagi ketika timnya kalah sebab kalah bagi Arsenal adalah sebuah keniscayaan.
Kedua, seorang Pierre-Emerick Aubameyang. Para fans meyakini bahwa sosok sang legenda, Thierry Henry telah merasuk ke dalam pemain yang pernah menjadi pemain terbaik Afrika tahun 2015 itu.
Maka, wajar kalau para penggemar The Gunners begitu histeris ketika Aubameyang bersedia bertahan di Arsenal. Jelang penandatanganan kontrak barunya pada 2020 lalu, para fans heboh dan sangat menantikan prosesi penandatanganan kontrak. Seolah-olah Aubameyang adalah pemain baru.
Namun nyatanya penandatanganan kontrak itu biasa-biasa saja. Tak ada acara seremonial yang megah. Tentu saja hal itu membuat fans kecewa. Meski begitu, kekecewaan tersebut menjadi bukti bahwa separuh hatinya fans Arsenal adalah Aubameyang.
Arsenal fans reading the Aubameyang news 🙌 pic.twitter.com/TO9K8x7gNA
— ESPN UK (@ESPNUK) September 15, 2020
Ambisi Menciptakan Warisan
Sejak dibeli dari Dortmund dengan banderol 56 juta pounds atau Rp 1,1 triliun tahun 2018, Aubameyang menegaskan akan tetap di Arsenal karena ia ingin menciptakan legacy atau warisan. Ya, memang pemain yang mudah datang dan mudah pergi tak akan mampu menciptakan warisan. Maka dari itu, Aubameyang memilih untuk tidak beranjak.
Apalagi pemain asal Gabon itu telah berhasil dikompori oleh legenda Arsenal, sang pencetak gol terbanyak sebelum dipecahkan Thierry Henry, Ian Wright. Ia melihat kalau Aubameyang memiliki hubungan yang baik dengan para fans. Penggemar mencintai Aubameyang dan begitu pula, Aubameyang mencintai Arsenal beserta para penggemarnya.
Look at the sweeeeggg @IanWright0 😍😍😆 pic.twitter.com/vmFi38dC4s
— AUBA⚡️ (@Auba) February 26, 2019
“Menjadi legenda di sini (Arsenal) kawan. Bagi saya, Anda sudah menjadi seorang legenda,” kata Ian Wright.
Mikel Arteta juga memberi kejelasan buat Aubameyang. Bahwa pemain Gabon itu memiliki masa depan memukau bersama Arsenal. Ia akan menjadi legenda. Legenda yang diingat para fans The Gunners.
Bagaimanapun Aubameyang mengajari kita semua soal cinta. Cinta yang bersanding dengan kejujuran. Jika kamu fans Arsenal, mari berdoa supaya Aubameyang tetap bertahan, entah saat Arsenal terpuruk atau ketika Arsenal tak lagi bapuk. Doakan saja agar pemain asal Gabon itu tidak tiba-tiba khilaf menandatangani kontrak bersama Paris Saint-Germain.
Sumber referensi: skysports.com, bbc.com, transfermarkt.com, talksport.com, mojok.co, detik.com, gilabola.com


