Lincoln Red Imps, ‘Klub Mini’ Gibraltar, Debutan UEFA Conference League

spot_img

Sejak diperkenalkan musim lalu, ajang perdana UEFA Conference League sudah diperkirakan bakal menghadirkan banyak kejutan. Kejutan tersebut berasal dari hadirnya dari para tim kecil yang berkesempatan lolos untuk pertama kalinya ke babak grup kejuaraan Eropa.

Dugaan tersebut benar-benar terbukti saat jatah 32 peserta babak grup UEFA Conference League 2021/2022 terisi penuh. Terdapat 8 tim debutan, 4 tim masuk dalam pot 3 dan sisanya masuk dalam pot 4. Uniknya, hasil undian babak grup UEFA Conference League membuat kedelapan tim tersebut tergabung dalam grup yang berbeda-beda.

Dari grup A ada Alashkert FC, wakil pertama dari Liga Armenia. Di Grup B ada FC Flora Tallinn, tim debutan yang juga jadi wakil pertama Estonia di kejuaraan Eropa. Di Grup C ada FK Bodo/Glimt, juara Liga Norwegia musim lalu, dan di Grup D ada Randers FC, wakil dari Liga Denmark.

Beralih ke Grup E, di sana ada FC Union Berlin, wakil Bundesliga Jerman. Di Grup F ada Lincoln Red Imps FC dari Gibraltar. Kemudian di Grup G ada NS Mura yang jadi wakil Liga Slovenia, dan terakhir di Grup H ada FC Kairat yang berasal dari Kazakhstan.

Lincoln Red Imps, ‘Klub Mini’ dari Gibraltar

Dari kedelapan tim tadi, Lincoln Red Imps memiliki profil yang paling menarik perhatian. Mereka adalah tim yang berasal dari Gibraltar. Negara tersebut dapat dibilang sebagai negara mini, sebab populasi penduduknya jadi yang paling sedikit di benua Eropa. Populasi penduduk Gibraltar diperkirakan hanya sekitar 33 ribu jiwa.

Negara yang merupakan bagian dari teritorial kekuasaan Inggris itu hanya punya luas 6,8 km persegi, sangat kecil untuk ukuran sebuah negara. Dengan luas yang dimilikinya, sangat memungkinkan untuk menjelajahi seluruh area Gibraltar hanya dalam satu hari saja.

Sepak bola sendiri bukanlah olahraga yang paling populer di sana. Meski Asosiasi Sepak Bola Gibraltar sudah berdiri sejak 1895 dan jadi salah satu yang tertua di dunia, tetapi keanggotaan mereka baru diterima UEFA pada 24 Mei 2013.

Stadion sepak bola terbesar di sana adalah Victoria Stadium. Stadion tersebut adalah markas bagi Lincoln Red Imps. Namun, Victoria Stadium tak sepenuhnya dapat dikatakan sebagai kandang klub tersebut.

Hal itu tak lepas dari fakta bahwa Victoria Stadium jadi satu-satunya stadion sepak bola yang ada Gibraltar. Oleh karena itu, seluruh tim sepak bola di sana memakai stadion yang sama, mulai dari tim nasional hingga klub lokal, termasuk Lincoln Red Imps.

Victoria Stadium hanya punya kapasitas 5 ribu tempat duduk, tetapi sepanjang sejarahnya stadion tersebut tak pernah terisi penuh. Meski begitu, stadion tersebut jadi salah satu stadion dengan panorama paling indah di dunia karena letaknya yang tak jauh ‘Rock of Gibraltar’ yang ikonik.

Sebagai negara kecil dimana sepak bola bukanlah olahraga paling populer, kompetisi sepak bola di sana juga tergolong mini. Pada awalnya, liga sepak bola di Gibraltar dibagi dalam 2 divisi, yakni Gibraltar Premier Division atau Divisi Utama dan Gibraltar Second Division atau Divisi Kedua.

Lalu pada tahun 2019, Asosiasi Sepak Bola Gibraltar melakukan restrukturisasi kompetisi domestik dengan menggabungkan Divisi Utama dan Divisi Kedua serta membentuk Gibraltar National League sebagai satu-satunya liga sepak bola di sana. Artinya, tak ada liga kasta kedua, sehingga tak ada sistem promosi maupun degradasi.

Format baru dengan 17 tim peserta mulai direncanakan. Namun jelang kick-off musim baru 2019/2020, 3 tim mengundurkan diri. 1 tim lagi memilih mendaftar ke kompetisi semi profesional, Gibraltar Intermediate League karena alasan keuangan. Akhirnya, musim perdana Liga Nasional Gibraltar hanya diikuti oleh 12 klub saja setelah di tengah kompetisi 1 tim peserta dikeluarkan akibat melakukan pelanggaran.

Musim lalu, Liga Nasional Gibraltar kembali digulirkan setelah musim sebelumnya batal akibat pandemi. Namun, jumlah pesertanya kembali menyusut menjadi 11 tim saja setelah 1 tim peserta melakukan pelanggaran berat dan dicabut lisensinya.

Setiap tim akan bertanding sebanyak satu kali melawan tim lain sebelum liga dibagi ke dalam 2 grup, yakni Championship Group yang diperebutkan oleh 6 tim teratas dan Challenge Group yang diperebutkan oleh 6 tim terbawah. Setelah melewati total 30 pertandingan, Lincoln Red Imps keluar sebagai juara Liga Nasional Gibraltar musim 2020/2021.

Perjalanan Lincoln Red Imps Menembus Babak Grup UEFA Conference League

Sebagai juara Liga, Lincoln Red Imps berhak atas tiket babak kualifikasi Liga Champions. Memulai dari babak pertama, Lincoln berhasil menundukkan wakil Luksemburg, Fola Esch dengan skor agregat 7-2. Namun langkah mereka terhenti di babak kedua kualifikasi setelah tunduk dengan skor agregat 1-4 dari CFR Cluj.

Lincoln Red Imps kemudian terlempar ke babak ketiga kualifikasi Liga Europa. Sayang, mereka kandas di tangan Slovan Bratislava. Kekalahan itulah yang membuat mereka terlempar lagi ke babak play-off UEFA Conference League.

Bertemu dengan wakil Latvia, FC Riga yang lebih diunggulkan, Lincoln Red Imps tampil sangat luar biasa. Di leg pertama, pasuka Mick McElwee berhasil menahan imbang Riga 1-1 di kandangnya. Di leg kedua yang digelar di Victoria Stadium, Lincoln kembali menampilkan performa apik. Bermain 1-1 di waktu normal, 2 gol dari Roy Chipolina dan Kian Ronan di babak extra time memastikan kemenangan Lincoln atas FC Riga.

Kemenangan itulah yang mengantar mereka menembus babak grup UEFA Conference League 2021/2022. Ini menjadi pencapaian tertinggi klub sepanjang sejarah dan sukses menjadikan mereka sebagai klub Gibraltar pertama yang menembus babak grup kejuaraan Eropa.

Fakta Unik Lincoln Red Imps

Ada beberapa fakta unik yang dimiliki Lincoln Red Imps. Sejak dibentuk pada tahun 1976, Lincoln dapat disebut sebagai klub tersukses di Gibraltar. Mereka telah menjuarai liga sebanyak 25 kali.

Jika ditotal hingga bulan Agustus 2021, ada 44 trofi domestik di lemari piala mereka. Jumlah tersebut belum termasuk 18 trofi regional. Lincoln memang sangat dominan di negaranya. Sejak tahun 2000, mereka hanya gagal menjuarai Liga sebanyak 3 kali.

Selain itu, Lincoln juga masih memegang rekor sebagai tim Eropa dengan catatan unbeaten terbanyak di liga domestik. Selama 1.959 hari yang terhintung sejak Mei 2009 hingga September 2014, Lincoln Red Imps tak terkalahkan selama 88 pertandingan di liga.

Namun, meski jadi yang terbaik di negaranya, Lincoln Red Imps tetaplah tim mini, apalagi ketika di hadapkan dengan lawan-lawan mereka di babak grup UEFA Conference League. Di Grup F, Lincoln tergabung bersama FC Copenhagen, PAOK, dan Slovan Bratislava.

Dalam ranking koefisien UEFA, Lincoln Red Imps menempati peringkat ke-227. Jauh bila dibandingkan dengan Slovan Bratislava yang ada di peringkat 143, PAOK di peringkat 104, dan FC Copenhagen yang berada di peringkat 49.

Mereka juga tampak seperti kurcaci di hadapan para rivalnya. Bagaimana tidak, menurut catatan transfermartk, nilai skuad mereka yang berjumlah 29 pemain hanya seharga 1,10 juta euro. Kecilnya angka tersebut tak lepas dari beberapa penggawanya yang berstatus sebagai pemain semi profesional.

Seperti sang kapten Roy Chipolina yang merupakan petugas bea cukai. Penyerang Lee Casciaro yang merupakan seorang polisi, dan bek Joseph Chipolina yang merupakan petugas admin perkantoran.

Dalam skuad mereka, Scott Wiseman, bek berusia 35 tahun yang merupakan mantan penggawa Inggris U-20 jadi pemain termahal dengan nilai jual 200 ribu euro. Wiseman yang kini membela timnas Gibraltar juga jadi salah satu pemain andalan Lincoln Red Imps.

Sebagai ujung tombak, Lincoln mengandalkan Kike Gomez. Musim lalu, ia jadi top skor liga berkat torehan 24 gol. Kike Gomez adalah pemain Spanyol keturunan Filipina. Meski belum mencatat debut di timnas Filipina, ia sudah sempat mendapat panggilan pada Juni 2019.

Keuntungan Lincoln Red Imps di UEFA Conference League

Itulah beberapa fakta dari Lincoln Red Imps. Walaupun mereka diprediksi tak akan melaju jauh, tetapi lolosnya Lincoln ke babak grup kejuaraan Eropa sudah jadi prestasi tersendiri. Maklum, berasal dari negara kecil dimana sepak bola bukan olahraga populer, kondisi keuangan mereka jelas kurang bagus. Sedikitnya jumlah penonton dan minimnya sponsor jadi tantangan.

Untuk itu, bagi Lincoln Red Imps, mencapai babak grup UEFA Conference League sangatlah membantu kondisi perekonomian klub. Dengan lolos ke babak grup, Lincoln sudah mengantongi hadiah 2,94 juta euro. Tambahan 500 ribu euro akan didapat untuk tiap kemenangan yang diraih dan apabila imbang mendapat imbalan 166 ribu euro.

Angka tersebut sangat kecil bagi klub besar Eropa. Namun bagi klub seperti Lincoln Red Imps, hadiah tersebut sangat besar, bahkan terlampau besar bagi nilai skuad mereka yang bernilai sangat kecil.

Patut untuk dinanti bagaimana kiprah Lincoln Red Imps di UEFA Conference League musim ini. Tidak menjadi lumbung gol bagi tim lain rasanya sudah merupakan prestasi terbaik. Yang pasti, Lincoln Red Imps butuh banyak dukungan agar mampu menatap UEFA Conference League dengan kepala tegak.

Selamat berjuang, Lincoln!


***
Sumber Referensi: UEFA, Inside World Football, AP News, Lincoln Red Imps fc, BBC, Transfermarkt, Indy100.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru