Pada 26 Juli kemarin, Tottenham Hotspur mengumumkan salah satu rekrutan anyarnya di bursa transfer musim panas 2021/2022. Adalah Bryan Gil, penggawa timnas Spanyol di Olimpiade Tokyo 2020. Berdasarkan catatan transfermarkt, Bryan Gil ditebus dengan mahar 25 juta euro.
Pemain timnas Spanyol itu didatangkan dari klub La Liga, Sevilla. Dalam keterangan resminya, Spurs juga mengumumkan bahwa Erik Lamela akan bergabung ke Sevilla sebagai bagian dari kesepakatan transfer.
Bryan Gil in a #Spurs shirt for the first time since his move to the club. pic.twitter.com/scCACNX7Ph
— The Spurs Express (@TheSpursExpress) August 11, 2021
Masih berusia 20 tahun, Bryan Gil dikontrak Spurs hingga 30 Juni 2026. Berdasarkan laporan Tuttomercatoweb, ia akan mendapat gaji 2,5 juta euro pertahun dari Spurs. Sebuah harga yang cukup lumayan untuk seorang pemain yang lebih banyak menghabiskan waktu sebagai pemain pinjaman.
Bryan Gil merupakan produk akademi Sevilla. Ia dipromosikan ke tim B pada musim 2018/2019. Bersama Sevilla B, ia mengumpulkan 23 caps dan mencetak 4 gol di divisi 3 Liga Spanyol. Hanya semusim di tim B, ia kemudian promosi ke tim utama Sevilla di musim berikutnya.
Tercatat, Bryan Gil berseragam Sevilla selama 3 musim. Namun, selama 2 musim terakhirnya, ia lebih banyak dipinjamkan ke klub lain. Oleh karena itu, keputusan Spurs mendatangkan Bryan Gil bisa dibilang sebagai sebuah pertaruhan. Meski begitu, Spurs bertaruh kepada sosok yang tepat.
Statistik Bryan Gil di La Liga dan Timnas Spanyol
Bryan Gil mendapat debut di La Liga pada Januari 2019. Bersama Sevilla, ia mendapat 13 kesempatan bermain sebagai pemain pengganti di ajang La Liga dan Copa del Rey. Ia mencetak gol pertamanya saat Sevilla menumbangkan Rayo Vallecano pada bulan April 2019. Gol debutnya itu membuatnya menjadi pemain kelahiran abad ke-21 pertama yang mencetak gol di La Liga.
Di musim 2019/2020, peruntungan Bryan Gil bersama Sevilla tak berjalan begitu baik. Ia hanya mendapat 2 kali kesempatan bermain di La Liga. Untungnya, Bryan Gil masih mendapat 4 caps di ajang Europa League dan sukses mencetak gol pertamanya di kompetisi Eropa saat membobol gawang Qarabag pada akhir November 2019.
Bryan Gil kemudian dipinjamkan ke Leganes di paruh kedua musim 2019/2020. Bersama Leganes, ia tampil 12 kali dan mencetak 1 gol di La Liga. Di musim berikutnya, ia kembali dipinjamkan, kali ini Bryan Gil dikirim ke Eibar sejak awal musim 2020/2021.
Bersama Eibar itulah ia mulai menunjukkan tajinya. Bryan Gil membuat 29 penampilan di La Liga, dimana 26 di antaranya bermain sebagai starter. Hasilnya, ia sukses menyumbang 4 gol dan 3 asis bagi Eibar di La Liga musim lalu.
Jika menilik dari catatan statistiknya, khususnya jumlah gol dan asis yang ia buat, sebenarnya penampilan Bryan Gil di La Liga tak begitu istimewa. Namun, yang membuat pemuda 20 tahun itu dihargai 25 juta euro adalah karena bakat dan prospek cerah yang ia miliki.
Bryan Gil sudah mendapat panggilan timnas Spanyol sejak usia 16 tahun. Ia terus dipertahankan dan terus dipakai oleh pelatih timnas muda Spanyol berbagai usia. Bryan Gil adalah bagian dari skuad timnas Spanyol yang memenangkan Piala Eropa U-19 pada 2019 silam.
Ia juga berhasil membawa Spanyol U-21 melaju hingga babak semifinal Kejuaraan Eropa U-21 beberapa waktu lalu. Catatan apiknya bersama timnas usia muda membuatnya sempat dipanggil Luis Enrique dalam skuad sementara untuk Euro 2020. Di Olimpiade 2020, Bryan Gil tampil sebanyak 5 kali dan sukses mengantar Spanyol meraih medali perak.
💪🇪🇸 An impressive #TokyoOlympics for Bryan Gil!
Who’s excited to see him in North London? pic.twitter.com/IYfhOgYxHX
— Tottenham Hotspur (@SpursOfficial) August 7, 2021
Dijuluki ‘The Little Cruyff’, Seperti Apa Gaya Main Bryan Gil?
Keberhasilan Spurs menggaet Bryan Gil adalah buah dari kejelian Direktur Sepak Bola baru mereka, Fabio Paratici. Sebelumnya, selama lebih dari 1 dekade terakhir, Paratici bekerja untuk Juventus.
Ia adalah tokoh penting yang sukses mendatangkan nama-nama beken ke Turin, seperti Paul Pogba, Andrea Pirlo, hingga Cristiano Ronaldo. Dialah yang membangun ulang kekuatan Juventus hingga membuat Si Nyonya kembali mendominasi Liga Italia.
Fabio Paratici is the best signing this football club has ever made pic.twitter.com/DKOnAnru4m
— matt 🏴🍻 (@thfcmxtt) August 8, 2021
Fakta itulah yang membuat keputusan Spurs untuk menggaet Bryan Gil dapat dibilang sebagai pertaruhan yang positif. Selain Paratici yang jarang sekali gagal menggaet pemain bagus, Bryan Gil juga punya prospek yang cerah.
Beberapa media menyebutnya ‘Messi dari Spanyol’. Namun, label tersebut sangat terkesan berlebihan. Sebab, Bryan Gil bukanlah tipe pemain yang sama ataupun mirip dengan Lionel Messi.
Di Spanyol, Bryan Gil juga mendapat julukan “The Little Cruyff”. Sebuah julukan yang berat untuk disandang, tetapi itu merupakan sebuah pujian yang layak untuk Bryan Gil. Bertinggi badan 175 cm, keahlian utama Bryan Gil adalah kelincahan dan keterampilannya dalam melakukan banyak trik di atas lapangan, khususnya saat menggiring bola. Asisten pelatih Eibar musim lalu, Inaki Bea adalah orang yang mengungkap hal tersebut.
“Dia tidak akan mencoba mengalahkan dengan kecepatan atau kekuatan, dia akan mengitarimu, bola begitu dekat sehingga lawan memberikan banyak pelanggaran.” kata Inaki Bea, dikutip dari The Guardian.
Bryan Gil is one of Spain’s biggest tallents of the Modern era. Gil was nicknamed “Little Cruyff” by both Eibar and Sevilla fans during his successful spells there.
Tottenham’s “Little Cruyff” pic.twitter.com/WLm5uBfbj1
— The Source ™ (@SecretPrem) July 20, 2021
Secara profil, Bryan Gil mirip dengan Angel Di Maria. Keduanya memiliki badan yang cenderung kurus dan sama-sama berkaki kidal. Hanya saja, Bryan Gil adalah seorang ‘old-school winger’, seorang pemain sayap klasik yang sudah jarang ditemui di era sepak bola modern.
Hal tersebut terlihat dalam statistiknya di musim lalu. Mengutip dari FBRef, sepanjang musim lalu, ia membuat 1.367 sentuhan dengan 1.057 kali membawa bola. Sementara menurut catatan The Analyst, Bryan Gil tercatat membuat 67 dribel sukses di La Liga musim lalu. Catatan tersebut hanya kalah dari Lionel Messi (159), Javi Galan (121), Nabil Fekir (85), dan Gerard Moreno (71).
Bryan Gil juga tercatat sukses melepaskan 122 umpan silang. Catatan tersebut jadi yang tertinggi kelima di La Liga musim lalu. Inilah pentingnya melihat potensi seorang pemain bukan hanya berdasarkan dari jumlah gol dan asis semata dan Bryan Gil adalah salah satu contohnya.
Musim lalu, ia hanya mengemas 4 gol dan 3 asis untuk Eibar di La Liga. Catatan tersebut tentu tidak mentereng, tetapi tidak menggambarkan potensi sesungguhnya dari seorang Bryan Gil. Perlu dipahami juga, ia cuma bermain untuk klub papan bawah yang akhirnya terdegrasi dari La Liga musim lalu.
Di antara winger lainnya, Bryan Gil berada di peringkat keempat untuk winger dengan jumlah operan kunci paling banyak per 90 menit. Ia juga berhasil membuat 49 peluang emas. Takada pemain U-21 lainnya di La Liga yang mampu menyaingi catatannya tersebut.
Selain itu, ia mampu memenangkan rata-rata 12,7 duel per game, sebuah performa mengesankan bagi seorang pemain yang berposisi di sayap. Meski banyak beroperasi di sisi kiri, Bryan Gil adalah seorang pemain versatile. Berdasarkan catatan transfermartk, musim lalu ia dimainkan di 5 posisi berbeda. Mulai dari Left Midfielder, Right Midfielder, Attcking Midfielder, Left winger, dan Right winger.
Perlu Adaptasi, Bryan Gil Cocok dengan Skema Nuno Espirito Santos
Tak bisa dipungkiri bahwa Bryan Gil adalah seorang rising star di La Liga musim lalu. Sebuah kehilangan besar bagi La Liga, namun jadi sebuah keuntungan besar bagi Tottenham Hotspur dan Premier League.
🚨 OFFICIAL: Tottenham have signed 20-year-old winger Bryan Gil from Sevilla, with Erik Lamela going in the other direction 🔀 pic.twitter.com/mS8D76ytyR
— Goal (@goal) July 26, 2021
Permasalahan utama bagi Bryan Gil adalah adaptasinya. La Liga jelas berbeda dengan Premier League yang cenderung bermain dengan tempo lebih cepat dan keras. Fisiknya yang cenderung kurus akan jadi masalah bila ia tak siap dengan hal tersebut.
Untungnya, profil Bryan Gil sebagai seorang winger klasik cukup masuk dalam skema pelatih anyar Spurs, Nuno Espirito Santo. Nuno cenderung bermain dengan dua pemain sayap asli saat menangani Wolverhampton Wanderers. Kemampuan Bryan Gil dalam menguasai bola dan melepas umpan silang berpotensi cocok dengan gaya taktik Nuno.
Apalagi, dengan kelebihannya yang mampu dimainkan baik sebagai winger kiri atau kanan, akan sangat membantu skema taktik Nuno Espirito Santo. Itulah beberapa hal yang membuat Bryan Gil istimewa. Meski belum benar-benar terbukti, tetapi tak bisa dipungkiri kalau talenta Bryan Gil sangat luar biasa dan hal itu bakal membuatnya jadi pemain bintang di masa yang akan datang.
***
Sumber Referensi: The Analyst, Tottenham Hotspur, The Guardian, Givemesport, Tuttomercatoweb.


