Mengurai Masalah Finansial Barcelona, Penyebab Hengkangnya Lionel Messi

spot_img

Barcelona tengah dirundung duka. Kamis petang, 5 Agustus waktu setempat, FC Barcelona melalui website resminya mengumumkan bahwa mega bintang mereka Lionel Messi akan meninggalkan Camp Nou di bursa transfer musim panas ini.

Dalam keterangan resminya, Barca menyatakan bahwa sebenarnya kedua belah pihak telah menyetujui penandatanganan kontrak baru. Sayangnya, hal itu tidak dapat terjadi karena terkendala masalah finansial dan struktural. Artinya, kebersamaan Messi dan Barca yang sudah berlangsung lebih dari 2 dekade berakhir sudah.

“Saya ingin memperjelas bahwa Leo ingin bertahan dan Klub ingin dia bertahan. Leo Messi pantas mendapatkan segalanya dan dia telah menunjukkan cintanya kepada Barca dan kesediaannya untuk bertahan di Barcelona. Saya sedih tapi yakin kami telah melakukan yang terbaik untuk kepentingan FC Barcelona.”, kata Joan Laporta dikuti dari fcbarcelona.com.

Kabar tersebut tentu sangat mengejutkan. Pasalnya, beberapa jam sebelum pengumuman, Messi dan Barca dikabarkan telah menyetujui perpanjangan kontrak. Bahkan pihak Messi telah bersedia menyetujui kontrak baru berdurasi 5 tahun dengan pengurangan gaji hingga 50%.

Belum reda masalah hengkangnya Messi, pendukung Barca sudah dibuat ketar-ketir lagi dengan kabar dari Sergio Aguero. Striker yang baru didatangkan secara gratis dari Manchester City itu dikabarkan berencana cabut dari Camp Nou meski baru diperkenalkan sebagai pemain baru Barca beberapa waklu lalu.

Wajar saja. Sebab, salah satu tujuan Aguero datang ke Barcelona adalah untuk bergabung dengan Lionel Messi. Dengan hengkangnya Messi, maka pupus sudah harapan Aguero untuk bermain satu tim dengan La Pulga.

Kabar tersebut menjadi sebuah ironi. Aguero bersama Memphis Depay, Eric Garcia, dan Emerson Royal yang baru dibeli di bursa transfer musim panas ini, baru bisa didaftarkan Barcelona beberapa pekan lalu setelah sempat tak diizinkan oleh La Liga. Regulasi dari La Liga pula yang menyebabkan kesepakatan kontrak baru Lionel Messi batal terjadi.

La Liga Economic Controls

Sebelumnya, Barcelona tak dapat mendaftarkan para pemain anyarnya, termasuk Lionel Messi ke La Liga. Hal itu disebabkan karena Barca telah melebihi batas biaya operasional yang ditetapkan oleh La Liga.

Sejak 2013 lalu, La Liga selaku regulator liga menciptakan regulasi finansial yang bernama “La Liga Economic Controls”. Keputusan tersebut disepakati dan didukung oleh seluruh klub dari divisi 1 dan 2. Tujuannya sederhanya, yaitu untuk menyehatkan keuangan klub jelang bergulirnya musim baru.

“La Liga Economic Controls” dijalankan oleh sekelompok analis keuangan profesional yang telah ditunjuk untuk meninjau kondisi keuangan setiap klub sebelum menetapkan batas biaya operasional. Setiap tim bebas membelanjakan dana mereka, asalkan tak melebihi limit yang sudah ditetapkan.

Secara sederhana, besaran batas biaya operasional tersebut dihitung dari pendapatan struktural klub yang dikurangi dengan jumlah pembayaran utang di musim tersebut ditambah jumlah pengeluaran klub, baik dari biaya transfer dan khususnya biaya gaji pemain, pelatih, staff, hingga penggawa akademi klub.

Aturan yang sekilas mirip dengan “UEFA Financial Fair Play” itu membuat setiap tim La Liga tak bisa jor-joran di bursa transfer pemain. Tujuannya bagus, yaitu untuk mencegah klub La Liga mengalami kebangkrutan, apalagi saat ini mereka sudah lebih dulu dibuat merugi oleh kondisi pandemi.

Batas Biaya Operasional dan Beban Gaji Barcelona Musim 2021/2022

Barcelona adalah salah satu tim besar Spanyol yang cukup terimbas regulasi “La Liga Economic Controls”. Setiap tahunnya, batas biaya operasional mereka terus menurun. 2 musim lalu, mereka punya batas biaya operasional sebesar 671 juta euro. Angka tersebut kemudian turun menjadi 383 juta euro di musim 2020/2021.

Kini, menurut perkiraan The Athletic, batas biaya operasional yang bisa dibelanjakan Barcelona musim ini tinggal 150-160 juta euro. Sebuah angka yang sangat kecil mengingat beban gaji Barcelona saat ini sangat mencekik keuangan mereka.

Saat melakukan konferensi pers untuk menjelaskan alasan hengkangnya Lionel Messi, Presiden FC Barcelona Joan Laporta mengungkap sebuah hal yang sangat mengejutkan. Beban gaji Barcelona saat ini mencapai 110% dari total pendapatan mereka dan dengan perginya Messi, persentasenya baru turun menjadi 95%. Padahal, Barca masih perlu mereduksinya hingga 70% agar dapat mematuhi regulasi.

Itulah yang jadi penyebab Lionel Messi terpaksa angkat kaki dari Camp Nou. Bisa dibilang, Barcelona tak punya cukup ruang untuk menggaji La Pulga. Pihak Barca dan Messi sebenarnya sudah mengakali hal tersebut dalam rencana kontrak baru mereka.

Mengutip dari The Guardian, Messi sudah menyetujui pemotongan gaji hingga 50%, dari gaji bersih sekitar 45 juta euro hanya menjadi sekitar 20 juta euro. Sempat tersiar kabar juga bahwa Barca berencana mendaftarkan Messi terlebih dahulu, sementara pembayaran gajinya dibayarkan ketika mereka punya cukup ruang dalam tagihan gajinya. Sayangnya, hal itu sangat tidak diizinkan oleh La Liga.

Sebenarnya, ini bukan sekadar perkara gaji Messi yang mahal. Upah mahal La Pulga bukanlah satu-satunya beban Barcelona. Faktanya, banyak pemain dalam skuad Barca yang punya gaji selangit. Bedanya dengan Messi yang sudah mempersembahkan 35 trofi untuk Blaugrana, beberapa dari mereka bisa dibilang gagal tampil sesuai upahnya.

Philippe Coutinho misalnya. Ia digaji nyaris 25 juta euro, tapi penampilannya untuk Barca jauh dari kata memuaskan. Begitu pula dengan Ousmane Dembele. Ia lebih banyak naik meja operasi, tapi dirinya mendapat gaji nyaris 13 juta euro.

Sebenarnya, Barcelona bisa saja mempertahankan Lionel Messi. Syaratnya, mereka harus membuang pemain minim kontribusi dalam skuadnya demi menyediakan ruang untuk La Pulga. Kabarnya, Barca perlu mengeluarkan 200 juta euro dari tagihan gaji mereka untuk mengakomodasi kontrak baru Lionel Messi.

Masalahnya, terlalu banyak pemain Barca yang terlanjur digaji mahal dan butuh usaha ekstra untuk melegonya. Buktinya, meski Barca sudah melego Junior Firpo, Jean-Clair Todibo, Carles Arena, Francisco Trincao, Juan Miranda, Monchu, Matheus Fernandes, dan mendapat dana segar dari penjualan mereka, beban gaji Barcelona masih sangat tinggi. Artinya, Barca masih perlu membuang banyak pemain lagi dan hal itu sangat berisiko, sebab bisa membuat mereka kekurangan pemain.

Pertanyaannya, dari mana semua masalah pelik itu bermula?

Jawabannya sederhana. Semua itu diakibatkan oleh gaya hidup Barcelona yang super boros, khususnya selama dipegang oleh Presiden Josep Maria Bartomeu dan antek-anteknya. Puncaknya, skandal “Barcagate” mengungkap semua borok FC Barcelona selama dipimpin Bartomeu.

Skandal tersebut membuat Bartomeu bersama komplotannya ditahan kepolisian Spanyol. “Barcagate” mengungkap kampanye jahat Bartomeu selama menjabat sebagai presiden Barcelona. Sebelum terungkapnya skandal tersebut, FC Barcelona lebih dulu dihinggapi isu kebangkrutan.

Dalam laporan keuangannya, beban utang Barca mencapai nyaris 1,2 miliar euro dan sebagian besar utang tersebut jatuh tempo dalam jangka pendek. Belum lagi menurut laporan surat kabar El Mundo, Blaugrana punya utang pembelian pemain kepada 19 klub. Utang terbesar yang belum lunas berasal dari pembelian Coutinho dari Liverpool.

Semasa dipimpin Bartomeu, FC Barcelona sangat boros dan ceroboh di bursa transfer pemain. Alih-alih memakai produk La Masia, mereka lebih banyak membeli pemain mahal minim kontribusi.

Tak hanya itu, untuk menarik pemain incarannya, mereka langsung disodori gaji selangit. Barca juga langsung memagarinya dengan release clause yang tak masuk akal. Imbasnya, saat mereka butuh menjual pemain seperti sekarang ini, tak banyak klub yang berminat akibat kesulitan memenuhi permintaan gajinya yang terlanjur mahal.

Sebagai contoh, musim lalu Barca melego 3 pemain seniornya, yakni Ivan Rakitic, Arturo Vidal, dan Luis Suarez. Ketiga pemain tersebut punya klausul rilis di atas 100 juta euro, tapi faktanya, penjualan ketiganya tak menghasilkan lebih dari 10 juta euro. Sevilla, Inter, dan Atletico Madrid yang menampung mereka juga meminta ketiganya menurunkan gajinya terlebih dahulu.

Kondisi serupa juga terjadi di musim panas ini. Imbas dari salah urus dan pemborosan yang dilakukan rezim Josep Maria Bartomeu membuat Barca kesulitan memangkas tagihan gaji para pemainnya, khususnya mereka yang tak masuk dalam rencana Ronald Koeman.

Masalahnya, pemain seperti Miralem Pjanic, Samuel Umtiti, Philippe Coutinho, Ousmane Dembele, hingga Martin Braithwaite sulit dilepas Barca karena sepi peminat meski sudah mencoba ditawarkan ke beberapa klub.

Masalah lain yang ditinggalkan rezim Bartomeu selain utang dan beban gaji adalah kerugian finansial. Joan Laporta sudah menyinggung hal tersebut saat menjelaskan kondisi keuangan klub pasca hengkannya Lionel Messi.

“Kerugian diperkirakan sekitar 200 juta euro, tetapi mereka akan menjadi 487 juta euro, dan itu banyak. Dampaknya pada sponsor kami harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan lebih banyak mitra,” kata Joan Laporta.

Konklusi

Itulah rangkaian benang kusut yang jadi problem finansial FC Barcelona di musim panas ini. Hengkangnya Lionel Messi hanyalah bukti dari carut marutnya pengelolaan finansial Barcelona yang membuat batas biaya opersional mereka sangat mepet.

Banyak pendukung Barca yang justru menyalahkan Javier Tebas dan menuding presiden La Liga itu sebagai biang kerok gagalnya perpanjangan kontrak Lionel Messi. Namun lewat pembahasan ini, kita sama-sama paham bahwa masalah yang sebenarnya ada di tubuh FC Barcelona sendiri.

Lagipula, apa yang dilakukan Tebas sudah benar. Ia tak mau tebang pilih dan memperlakukan La Pulga secara spesial. Apalagi, semua klub dalam naungan La Liga setuju untuk menerapkan aturan pembatasan biaya tersebut secara adil dan merata.

Kini Lionel Messi makin santer dikabarkan akan bergabung dengan PSG dan Barcelona harus bisa segera move on. Sebab, mereka masih punya banyak masalah keuangan yang harus segera dibereskan.

https://youtu.be/12QywvF0WMM 
***
Sumber Referensi: The Guardian, Mirror, FC Barcelona 1, FC Barcelona 2, La Liga, Sportspromedia, Tribuna.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru