Venesia atau Venice adalah sebuah kota pariwisata yang terletak di timur laut Italia. Kota tersebut terdiri dari 118 pulau kecil yang dipisahkan oleh kanal dan dihubungkan oleh lebih dari 400 jembatan. Kota Venesia punya banyak julukan. Seperti, “Queen of Adriatic”, “City of Canals”, “The Floating City”, “La Serenissima”, dan masih banyak lagi.
Seperti yang kita tahu, Venesia dikenal sebagai salah satu destinasi wisata nomor satu di dunia. Setiap tahunnya, jutaan pengunjung memadati kota Venesia yang terkenal akan transportasi airnya. Terkenal sebagai kota wisata dunia membuat beberapa sisi kehidupan Venesia bak tenggelam. Salah satunya sepak bola.
Daftar Isi
Venezia FC, Klub asal Kota Venice Berhasil Promosi ke Serie A
Beruntung, mereka punya Venezia FC yang baru saja memastikan diri promosi ke Serie A musim depan. Kepastian itu didapat berkat kemenangan agregat 2-1 atas Cittadella di laga final play-off promosi.
Venezia FC really tapping into the North American market for their return to Serie A.
🇺🇸 Gianluca Busio, 19 (€4m)
🇺🇸 Tanner Tessman, 19 (€3m)
🇨🇦 Damiano Pecile, 19 (loan)They were playing Serie D football in 2016 – going to be a really interesting team to follow this season. pic.twitter.com/wHQFXJO4B7
— Matchday365 (@Matchday365) July 17, 2021
Kemenangan tersebut sangat emosional bagi Venezia. Sebab, mereka berhasil memastikan diri naik kasta ke Serie A Italia setelah menanti 19 tahun lamanya. Terakhir kali Venezia mentas di Serie A terjadi pada musim 2001/2002 atau nyaris 2 dekade silam.
Keberhasilan Venezia promosi ke Serie A dirayakan dengan begitu meriah. Tak seperti klub lain yang melakukan parade di jalan-jalan kota, skuad Venezia FC melakukan parade kemenangan dengan menaiki perahu dan gondola menyusuri Grand Kanal. Tak ayal, parade tersebut mengundang antusiasme, baik dari pendukung mereka maupun dari wisatawan yang sedang berlibur di kota Venice.
Venezia is back in the Serie A! 🚣♀️🇮🇹
Next season Venezia will return to the Serie A after 19 years of absence! pic.twitter.com/MOUEk19Cg1
— Casual Ultra (@thecasualultra) May 31, 2021
Lalu, siapa sebenarnya Venezia FC dan apa hubungannya dengan citra diri kota Venice?
Venezia bisa dibilang sebagai salah satu klub legendaris. Klub ini telah berdiri sejak 14 Desember 1907. Venezia pernah merasakan golden era. Masa kejayaan tersebut terjadi sebelum Perang Dunia Kedua pecah. Mereka pernah menjuarai Coppa Italia musim 1940/1941. Gelar juara tersebut jadi pencapaian tertinggi Venezia hingga sekarang.
Klub ini punya beberapa julukan. Yang paling terkenal adalah “I Leoni alati” atau “The Winged Lions” alias Singa Bersayap. Singa Bersayap sendiri merupakan simbol kota Venesia dan digunakan oleh Venezia FC sebagai lambang klub mereka. Selain “I Leoni alati”, mereka juga dijuluki “I Lagunari” karena letak kota Venesia yang berada di Laguna.
Venezia beberapa kali berganti lambang dan nama klub. Hal itu tak lepas dari masalah finansial dan pergantian kepemilikan klub. Ironisnya, mereka mengalami 3 kali kebangkrutan hanya dalam kurun waktu 10 tahun. Pengalaman pahit itu dialami di tahun 2005, 2009, dan 2015.
Hingga akhirnya pada bulan September 2015, sekelompok investor asal Amerika Serikat membeli kepemilikan Venezia dan mendirikan kembali klub tersebut sesuai nama aslinya. Dengan pemilik baru, Venezia FC bangkit kembali.
Mereka merekrut beberapa nama beken untuk mengangkat prestasi tim. Di musim 2016/2017, Filippo Inzaghi diangkat sebagai pelatih kepala dan sukses mengantar Venezia menjuarai Serie C dan naik kasta ke Serie B. Sempat ditangani beberapa pelatih kenamaan di divisi 2 Liga Italia, Venezia baru berhasil memetik hasil manis di musim 2020/2021 bersama pelatih Paolo Zanetti.
Lalu, apa yang menarik dari Venezia FC saat ini?
Secara statistik, Venezia tak terlalu spesial di Serie B musim lalu. Mereka hanya finish di posisi kelima. Dalam 38 pertandingan, anak asuh Paolo Zanetti hanya mampu mencetak 50 gol. Pertahanan mereka juga bukan yang terbaik. Musim lalu, gawang mereka bobol 39 kali. Namun, catatan tersebut bukan berarti membuat Venezia tak layak untuk dinanti penampilannya di Serie A musim depan.
Paolo Zanetti led Venezia back to Serie A following 19-year absence (despite playing with 9 men) but future is uncertain.
Udinese reportedly in pole position to lure Zanetti. Sampdoria also an option following Ranieri’s departure.
Zanetti is a wanted man…#FinalePlayoff pic.twitter.com/kFD0TEozB0
— Sacha Pisani (@Sachk0) May 28, 2021
Realitasnya, gaya main mereka di bawah asuhan Paolo Zanetti cukup menarik untuk dibahas. Venezia kerap bermain dengan formasi menyerang 4-3-3 atau 4-3-1-2. Di lini serang, 2 andalan mereka adalah striker Francesco Forte dan Mattia Aramu yang mampu bermain sebagai winger atau playmaker. Musim lalu, Forte mencetak 15 gol, sementara Aramu mencetak 9 gol dan 6 asis.
Akan tetapi, hal paling menarik dari tim ini adalah manajemen pengelolaannya. Sejak di ketuai Duncan Niederauer, pebisnis Amerika yang juga CEO Bursa Efek New York, terjadi perubahan positif dalam manajemen klub. Pada Agustus 2020, Venezia membangun ulang staf mereka.
Selain menunjuk Paolo Zanetti sebagai allenatore, Venezia juga menunjuk Mattia Collauto dan Paolo Poggi sebagai direktur olahraga dan direktur teknis klub yang baru. Keduanya merupakan orang asli Venesia dan legenda Venezia FC.
Tak hanya itu, Presiden Duncan juga merekrut Alex Menta, pemuda Amerika yang ditunjuk sebagai direktur analitis klub. Dialah yang memiliki peran paling krusial dan mengubah wajah skuad Venezia FC. Menta punya tugas di bidang analisis pemain dan pengembangan pemain muda.
New from me:
Remember when @VeneziaFC_EN was American soccer hipsters’ favorite Italian lower-division club a few years ago?
Now a 29-year-old West Chester native is part of a new run at American hearts – this time, potentially including U.S. players:https://t.co/qbOwDXzWpH pic.twitter.com/yYYbsZ31E9
— Jonathan Tannenwald (@thegoalkeeper) November 16, 2020
Apa yang dilakukan Menta bersama Paolo Poggi bisa dibilang sebagai “moneyball” dan mereka membangun bersama skuad Venezia dengan metode tersebut. Ini terlihat dari aktivitas transfer mereka yang sangat hati-hati dan kerap mendatangkan pemain underrated.
Di musim 2020/2021, mereka hanya mengeluarkan 2,17 juta euro untuk membeli dan meminjam pemain baru. Fransesco Forte jadi pembelian termahal. Ia didatangkan dari klub Serie C, Juve Stabia sebesar 1 juta euro, tapi hasilnya sangat efektif. 15 gol berhasil ia cetak musim lalu.
Random fact: Francesco Forte, who scored the only goal in Venezia’s 1-0 win vs Lecce in the Serie B promotion semifinal 1st leg, goes by the nickname “The Shark” (given to him in the Inter youth system) and celebrates every goal with his signature shark fin celebration pic.twitter.com/JuCBPLnNqV
— Francesco (@FRANCESCalciO_) May 18, 2021
Apa yang dilakukan Menta dkk. sebenarnya mendobrak tradisi atau tren sepak bola Italia yang serba instan dan memakai pendekatan analisis yang masih jarang dipakai di Italia. Venezia mengembangkan pemain muda mereka dan merekrut pemain muda dari berbagai belahan dunia untuk dikembangkan dan dimatangkan.
Dennis Johnsen in the new @VeneziaFC_EN home kit. 😍🤤 pic.twitter.com/tPxQibOBMd
— 🇳🇴 Football (@NORftbl) July 31, 2021
Seperti Dennis Johnsen, dia dibeli dari Ajax U-21. Winger 23 tahun itu merupakan mantan penggawa timnas Norwegia U-21. Hasilnya lumayan. Johnsen yang juga bisa bermain sebagai playmaker mampu mencetak 3 gol dan 3 asis. Metode perekrutan pemain semacam itu membuat skuad Venezia punya rataan usia 23,9 tahun di Serie B musim lalu dan metode serupa kembali diterapkan di bursa transfer musim panas ini.
Venezia telah mengeluarkan sekitar 4,69 juta euro untuk mendatangkan 7 pemain baru. Semua pemain baru yang didatangkan usianya tak lebih dari 27 tahun. Yang paling menarik adalah Arnor Sigurdsson, gelandang serang yang baru saja dipinjam dari CSKA Moscow.
Arnor Sigurdsson (1999) joins Venezia on loan from CSKA Moscow 🇮🇸⭐️👌 pic.twitter.com/U785VGSQUe
— Magnus Agnar Magnusson (@totalfl) July 31, 2021
Pemain 22 tahun itu memang hanya mencetak 2 gol dan 3 asis musim lalu. Namun, penggawa timnas Islandia itu mampu melesatkan 2,92 tembakan per 90 menit. Sebuah catatan lumayan bagi seorang gelandang serang.
🚨 Update from @DiMarzio: Agreement reached between Venezia and Milan for the transfer of Caldara pic.twitter.com/gHOzL3Ec6k
— Milan Eye (@MilanEye) August 3, 2021
Terbaru, Venezia dikabarkan tinggal selangkah lagi untuk merekrut Mattia Caldara dari AC Milan. Inilah peran penting Alex Menta yang punya background di bidang Matematika. Keahliannya dalam menganalisis pemain telah membuat skuad Venezia berisi pemain-pemain segar. Kini, rata-rata usia pemain Venezia hanya 26 tahun.
“Direktur olahraga kami, direktur teknis kami, kami semua sangat percaya pada anak-anak muda yang kami miliki di tim kami. Dan kami memiliki pelatih yang bersedia mendukung kami dalam hal itu juga.” kata Menta dikutip dari The Philadelphia Inquirer.
Menyambut Debut di Serie A, Venezia FC Benahi Branding dan Kembangkan Bisnis Klub
Venezia tak hanya berbenah di ranah teknis saja. Mereka juga berbenah dalam hal branding, pemasaran, dan pengembangan bisnis klub. Salah satu yang paling terlihat adalah dari jersey mereka.
🇮🇹 Venezia FC have just released their new home kit for the 2021/22 season. They have moved on from Nike and are now sponsored by Kappa.
Beautiful kit. 🤌🔥 pic.twitter.com/46AmS5r6Gg
— Mystery Kits (@MysteryKits_) July 29, 2021
Banyak pengamat yang menilai bahwa jersey Venezia FC sejak musim lalu sangat elegan dan menarik untuk dikoleksi. Dimiliki pengusaha asal Amerika juga sedikit menguntungkan mereka. Jersey “I Leoni alati” laku kerasi di Negeri Paman Sam.
Terbaru, Venezia FC telah meluncurkan jersey anyar mereka untuk berlaga di Serie A musim depan. Jersey anyar tersebut langsung jadi buah bibir di media sosial bahkan menurut SportBible telah mendapat predikat “kit of the season”.
Kerja sama Venezia dengan Kappa yang menggantikan Nike berbuah sangat manis. Terdapat beberapa detail dalam jersey Venezia yang memuat beberapa ikon kota, seperti Laguna dan Basilica di San Marco. Hasilnya, hanya dalam waktu singkat, jersey kandang Venezia yang dijual dengah harga 90 euro langsung sold out!
Manajemen marketing Venezia FC yang dipimpin Ted Philipakos paham betul bagaimana memanfaatkan citra kota Venice yang lebih dulu dikenal banyak pihak. Sepak bola mereka memang masih kalah jauh dengan kota lain di Italia, tapi soal sejarah, arsitektur, hingga makanan, Venezia dapat bersaing dan mereka memanfaatkan kekayaan tersebut.
Nessun posto è bello come casa mia. 🏟#ArancioNeroVerde 🟠⚫️🟢 pic.twitter.com/agXUT5Ub0z
— Venezia FC (@VeneziaFC_IT) November 30, 2020
Kandang Venezia FC, Stadio Pier Luigi Penzo adalah salah satu stadion dengan arsitektur luar biasa dan sangat menggambarkan geografis Venesia. Stadion yang hanya berkapasitas 7.450 kursi tersebut di kelilingi oleh perairan di 3 sisinya, bahkan para suporter harus menyebrang jembatan sebelum masuk stadion.
Sayangnya, stadion tersebut perlu penyesuaian agar bisa lolos uji kelayakan Serie A. Bila tak rampung tepat waktu, Venezia terancam harus mengungsi saat menggelar laga kandang. Untungnya, manajemen Venezia paham akan potensi besar sepak bolanya.
More info on Venezia’s new stadium:
– built in the Quadrante di Tessera area, suburbs of Venice, 12km out, near airport
– will be privately financed, €185m
– premium seating, corporate boxes
– Tacopina: “We’re building a global brand, Venezia will be an Italian giant one day.” pic.twitter.com/6cyH7EmKyc— Calcio Direct (@CalcioDirect) July 25, 2018
Sejak 2018, mereka telah merencanakan pembangunan stadion baru yang letaknya 12 km dari pusat kota Venesia. Diperkirakan bakal menelan biaya hingga 185 juta euro, stadion baru Venezia akan punya kapasitas hingga 25 ribu penonton dan direncanakan rampung pada 2023.
Semua rencana tersebut demi pengembangan bisnis Venezia FC. Mereka tak mau mengulang kisah pahit di masa lalu yang salah urus hingga menyebabkan bangkrut. Kini, tugas mereka adalah bertahan dan menampilan performa terbaiknya di Serie A musim depan agar semua jerih payah mereka terbayar manis.
Selamat datang di Serie A, Venezia!
***
Sumber Referensi: SportBible, Inquirer, Highsnobiety, Goal, SoccerBible.


