Calhanoglu & Keputusan Yang Memberi Luka Pada Penggemar AC Milan

spot_img

Melalui unggahan di sosial media instagramnya, Hakan Calhanoglu mengumumkan bahwa dia telah resmi berganti kostum, dari yang sebelumnya berwarna merah-hitam menjadi biru-hitam. Hakan Calhanoglu, tepat setelah tersingkir dari ajang Piala Eropa 2020, langsung mengambil kuas dan mengecat ulang langit kota Milan. Warna merah yang sebelumnya temani hari-harinya, kini berubah menjadi biru cerah yang seolah menggambarkan masa depan penuh harapan.

Hakan Calhanoglu resmi membubuhkan tanda tangan di atas kontrak yang diajukan Inter Milan. Datang dengan status bebas transfer, menyusul kontraknya yang tak kunjung diperpanjang dengan Milan, dia resmi menasbihkan diri sebagai pemain Inter Milan dengan gaji senilai 5 juta euro atau setara 86 miliar rupiah per musim. Lebih dari itu, dia bakal bertahan di klub biru-hitam selama tiga tahun ke depan dan memungkinkannya untuk memperpanjang masa baktinya selama setahun lagi.

Banyak yang menyebut bila kepindahan yang dilakukan Calhanoglu ke Inter Milan adalah karena klub tersebut berani menawarkan gaji yang melebihi dari yang diajukan Milan. Namun sang pemain lantas mengatakan bila alasannya bergabung dengan Inter adalah karena ingin meraih gelar juara.

“Aku sangat senang karena berada di Inter adalah suatu hal besar. Aku bermain cukup bagus dengan Stefano Pioli tahun lalu hingga punya peranan penting di skuat utama,”

“Inter Milan adalah tim hebat, klub kuat, dengan atmosfer dan fans tak kalah mengagumkan. Aku tahu datang ke sini ada sensasi yang kuat. Kami pun ingin menangi Scudetto seperti halnya musim lalu,” kata Hakan Calhanoglu.

Lebih dari itu, Hakan Calhanoglu kabarnya sudah berkomunikasi dengan Simone Inzaghi selaku pelatih anyar Inter Milan sebelum resmi menandatangani kontrak dengan Inter Milan. Dia berbicara tentang taktik yang akan diusung sekaligus menyampaikan rasa kagumnya kepada allenatore asal Italia itu karena begitu berhasrat meraih semua gelar juara bersama Inter.

Dibawah Inzaghi, Calhanoglu berpotensi ditempatkan sebagai mezzala dalam skema 3-5-2, atau mungkin, dia juga berpotensi mengisi peran sebagai gelandang serang dalam skema 3-4-1-2. Gelandang asal Turki itu akan dimanfaatkan untuk menyokong dua penyerang utama yang sangat berpotensi diisi oleh Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez.

Lebih lanjut, kedatangannya ke Inter Milan juga diplot sebagai pengganti Christian Eriksen yang masih membutuhkan banyak waktu untuk beristirahat. Bila melihat tipikal bermainnya, Calhanoglu memang cocok untuk gantikan peran Eriksen yang sempat keluar dari turnamen Piala Eropa 2020 akibat pingsan pada pertandingan melawan Finlandia.

Apalagi bila melihat pengalaman Calhanoglu di Italia yang tentu lebih banyak ketimbang Eriksen. Eks pemain Tottenham Hotspurs itu baru bergabung dengan I Nerazzurri pada Januari 2020 lalu, sedangkan Calhanoglu sudah lebih dulu mencicipi Serie A dari tahun 2017 sampai saat ini. Empat musimnya di klub merah-hitam sukses ciptakan 32 gol dan 48 assist dari 172 pertandingan.

Bersama Milan, dia memang cukup diandalkan. Terutama saat Milan ditangani oleh Stefano Pioli, Calhanoglu selalu menjadi pilihan untuk ditempatkan di belakang penyerang. Dalam skema 4-2-3-1, dia mampu menjadi sosok penting dalam strategi yang diusung Pioli.

Meski gagal memberi gelar bagi I Rossoneri, pengalaman dan catatan pribadinya telah membuktikan bahwa dia adalah gelandang yang cocok untuk diposisikan sebagai pengganti Eriksen.

Satu yang mungkin menjadi tantangan baginya adalah tentang fakta bahwa dia termasuk ke dalam salah satu penendang bebas terbaik di Eropa, dengan catatan 25 gol tendangan bebas dari total 88 gol yang dicetak. Berbeda dengan Eriksen yang hanya mampu lesatkan 16 gol dari 106 gol yang dicetak

Bila melihat fakta tersebut, Calhanoglu memang seharusnya bisa menjadi pengganti sepadan Christian Eriksen yang juga merupakan spesialis tendangan bebas. Namun masalahnya dia harus kembali mengasah skil tersebut, mengingat di Milan, pemain berusia 27 tahun ini justru lebih banyak membuang kesempatan ketimbang menciptakan gol dari tendangan bebas.

Terlepas dari rencana yang bakal dilakukannya di Inter Milan, Hakan Calhanoglu secara tidak langsung telah memberi luka bagi para penggemar AC Milan. Memang benar bila terdapat banyak respon tentang keputusan Calhanoglu yang memilih Inter sebagai pelabuhan baru. Ada yang membiarkan dan cenderung cuek terhadap kabar ini. Mereka mengatakan bila peran Calhanoglu selama ini tidak terlalu krusial dan menyayangkan sikap sang pemain yang meminta kenaikan gaji yang dianggap terlalu tinggi bila berkaca pada kontribusinya selama ini. Toh ketika tampil bersama Turki di gelaran Piala Eropa 2020, dia juga tidak mampu membuktikan apa-apa.

Namun tidak sedikit pula yang kecewa dan mengatakan bila bintang asal Turki telah membuat keputusan yang akan selalu diungkit sejarah.

Calhanoglu agaknya harus belajar pada sikap Giacomo Bonaventura yang rela menolak Inter demi bergabung dengan Milan. Atau mungkin, dia bisa belajar dari sosok Suso Fernandez yang sempat mendapat tawaran menarik dari Inter namun memilih untuk menolaknya karena terlanjur cinta kepada Milan.

Memang semua pilihan berada di tangan pemain. Apalagi di era sepakbola sekarang, uang selalu menang atas segala hal. Tidak sedikit dari mereka yang lebih memilih untuk menatap masa depan dengan hidup nyaman, ketimbang harus terus berjuang dengan satu nama namun tidak mendapat bahagia yang bisa sampai dirasakan oleh orang sekitar.

Tapi sekali lagi, pergi meninggalkan klub yang ikut membesarkan namanya di masa-masa yang terhitung krusial, sekaligus memilih untuk menyeberang ke klub rival sebagai tujuan, rasa-rasanya tidak pantas dilakukan oleh pemain yang dalam beberapa kesempatan terus mencium logo kebesaran Milan.

Pada akhirnya, apa yang telah dilakukan sang pemain hanya tampak seperti sesuatu yang tak lebih dari bukti cinta seorang pelajar kepada wanita yang bahkan belum mengalami masa pubertasnya.

Mirip dengan apa yang diterima Donnarumma, keputusan Calhanoglu kali ini juga mendapat sejumlah respon, termasuk dari legenda kubu merah-hitam, Marco Simone. Simone yang pernah menyumbangkan satu trofi Liga Champions Eropa untuk Milan berkata bila pemain seperti Calhanoglu tidak pantas mendapat gaji sebesar 5 juta euro per musim.

Mantan pemain Milan yang kini melatih klub Divisi 3 Prancis, Chateauroux, itu bahkan mengaku tak terkesan dengan penampilan pemain asal Turki tersebut.

“Aku merasa tidak ada beban untuk mengatakan apa yang aku rasakan,”

“Aku pelatih profesional dan tidak seharusnya mengomentari ini. Tapi, aku tidak akan menawarinya gaji sebesar 300 ribu euro setelah pajak. Mungkin aku akan menawarkan 300 ribu euro sebelum pajak,”

Imbas dari persoalan Calhanoglu yang pada akhirnya memilih pergi, Milan kembali harus membangun ulang kekuatan yang sebelumnya telah serasi. Bersama Maldini, mereka kini terus mencari pengganti sepadan, atau bahkan yang memiliki kualitas lebih dari pemain asal Turki.

Sumber referensi: sempreinter, football-italia, bola kompas, forbes

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru