Kisah Miris Jeffren Suarez Usai Mencetak Gol di El Classico, Kini Terdampar di Divisi Dua UEA

spot_img

Jeffren Suarez, namanya mungkin terdengar asing di telinga pecinta si kulit bundar. Bahkan, fans berat Barcelona sekalipun mungkin tidak mengenal pemain yang dalam karirnya pernah membela Blaugrana tersebut. Ya. Jeffren pernah berseragam El Barca di bawah asuhan Pep Guardiola. Kontribusi Jeffren untuk Barcelona bisa dibilang tidak begitu banyak. Namun, namanya pernah sedikit melambung saat ia turut mencetak gol ke gawang Real Madrid pada 29 november 2010.

Ketika itu, usianya masih 22 tahun saat menjebol gawang Madrid dalam laga bertajuk El Clasico. Jeffren yang menggantikan Pedro Rodriguez di menit 87 berhasil membobol gawang El Real di masa injury time untuk memastikan kemenangan 5-0 Blaugrana atas sang musuh bebuyutan. Nama Jeffren sempat dielu-elukan oleh para fans Barcelona. Sebab, kemenangan besar itu terjadi bertepatan dengan hari ulang tahun tim Catalan yang ke-111. 

Mengutip dari Marca, Jeffren pernah mengungkapkan perasaan soal golnya itu,

“Salah satu momen terbaik yang saya alami di Barcelona. Saya pergi keluar untuk menikmati beberapa menit yang tersisa untuk menyelesaikan permainan, dan saya melakukannya! Ketika [gol] tiba, itu adalah momen pribadi dan kolektif yang hebat. Sebuah kegembiraan.”

Sayangnya, usai memainkan pertandingan bersejarah itu, nama Jeffren Suarez seolah menghilang dari hiruk pikuk sepakbola.

Jeffren Suarez sendiri merupakan penyerang yang lahir pada 20 januari 1988 di Ciudad Bolívar, Venezuela. Saat masih bayi, keluarganya memutuskan untuk bermigrasi ke Spanyol, tepatnya di Tenerife. Jeffren pun mengawali karir sepakbola dengan bergabung di akademi Tenerife. Bakatnya kemudian dilirik oleh tim pencari bakat Barcelona. Dan saat usianya menginjak 16 tahun, Jeffren bergabung dengan akademi La Masia, sebelum dua tahun setelahnya, ia bergabung dengan Pep Guardiola di tim Barcelona B.

Jeffren berkesempatan menjalani debut bersama tim senior Barcelona melawan Badalona di ajang Copa Del Rey. Meski bermain sebentar, penampilan Jeffren cukup memikat Pep Guardiola. Guardiola, yang pada tahun 2008 ditunjuk membesut tim utama Barcelona pun mengajak Jeffren untuk mengikuti sesi pra musim pada 2008. Saat pertama kali berhasil masuk di tim senior Barcelona, nama Jeffren digadang-gadang akan jadi bintang di masa depan karena gaya permainannya yang dianggap menjanjikan.

Meski begitu, perjuangan Jeffren untuk mendapat tempat utama di Barcelona tidak berjalan mudah. Ia harus bersaing dengan nama-nama beken macam Lionel Messi, David Villa dan Pedro Rodriguez.

Namun sayang, apa yang terjadi di kemudian hari ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi banyak orang. 

Jeffren memang sempat diberi kesempatan tampil untuk pertama kalinya di ajang  La Liga pada 17 mei 2009 kala Barcelona melawan Real Mallorca, namun keberadaan dirinya tak begitu memberi pengaruh untuk Barca, karena saat itu Barca harus telan kekalahan 2-1 dari Mallorca. 

Hingga akhirnya, Jeffren pun jarang mendapatkan kesempatan bermain reguler di Barcelona. Tercatat, ia hanya bermain 18 kali dengan mencetak 2 gol di semua kompetisi musim 2009/10. Lalu pada musim berikutnya, catatan penampilannya menurun menjadi 13 laga. Selain gagal bersaing dengan pemain-pemain tenar, Jeffren juga pernah mengalami patah kaki selama membela Barcelona.

Karena dianggap kurang memenuhi karakter permainan El Barca. Jeffren pun akhirnya dilepas ke klub asal Portugal, Sporting Lisbon pada 2011.

Namun, fisik Jeffren semakin rentan terkena cedera sehingga dalam tiga musim, Jeffrén hanya tampil kurang lebih 25 kali. Jeffren kemudian berpindah klub ke kasta kedua Liga Spanyol, Real Valladolid. Namun, di sana, ia juga tak mampu menunjukkan permainan terbaiknya. 

Lambat laun, karir Jeffren semakin meredup. Ia berpindah-pindah ke sejumlah klub. Pasca meninggalkan Valladolid, Jeffren memilih hijrah ke klub kasta kedua Liga Belgia, KAS Eupen pada 2015. Bermain di liga tak populer, membuat perjalanan karier Jeffrén semakin tak dipedulikan oleh khalayak luas.  Ia lalu pindah ke liga Swiss, dengan bergabung bersama Grasshoppers. Tak lama kemudian, klub asal Siprus dan Kroasia, AEK Larnaca serta Slaven Belupo menjadi pelabuhan selanjutnya bagi Jeffren. 

Selain itu, di level internasional sendiri, Jeffren pernah menjadi bagian dari skuad timnas Spanyol junior. Namun, di timnas senior, ia memilih membela Venezuela, dengan hanya catatkan 4 pertandingan.

Kini, setelah sempat menganggur selama satu musim, Jeffren, akhirnya menandatangani kontrak dengan klub divisi dua Uni Emirat Arab, Al-Thaid, pada 29 Januari 2021 lalu,. 

Meski sekarang karirnya terlihat sangat jomplang dengan saat muda dulu, setidaknya dulu nama Jeffren pernah terukir dalam buku sejarah El Clasico.

Sumber Referensi : Football Tribe, Marca, Libero, Bola.okezone

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru