Michael Clegg, Eks Wonderkid Mu Yang Pensiun Dini Karena Depresi

spot_img

Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada nasib seorang pemain. Hari ini mereka mungkin digemari banyak orang. Mendapat banyak pujian dan ketinggalan untuk dimintai tanda tangan. Akan tetapi, esok hari, siapa yang tahu? Pemain yang sebelumnya bersinar bahkan bisa saja tiba-tiba terjungkal karena masalah tertentu.

Tidak hanya sepakbola, namun itulah kehidupan.

Michael Clegg, menjadi sosok yang begitu semangat untuk bisa menjadi seorang pesepakbola profesional. Dia merupakan bocah periang dan begitu semangat, sebelum akhirnya sebuah tragedi membuat mentalnya hancur tak berbekas.

Tumbuh di daerah Ashton, Manchester, Clegg mendapati keluarganya ada yang mendukung Manchester City dan Manchester United. Namun pada akhirnya, ia ditemukan oleh seorang bernama Brian Poole, yang bekerja sebagai pemandu bakat Manchester United. Akhirnya, Clegg mau bergabung dengan MU, dimana kontrak pertamanya adalah menjalani masa pelatihan terlebih dahulu.

Saat itu, tepat pada Juli 1993, Clegg bergabung dengan Manchester United, dan berada di bawah arahan pelatih seperti Dave Bushell, Nobby Stiles, Jim Ryan dan Eric Harrison. Meski hanya memiliki tinggi 173 cm, Clegg memilih untuk berposisi sebagai seorang bek.

Tubuh yang tidak terlalu tinggi tidak menghalangi Clegg untuk bekembang. Pasalnya, dia memiliki otot yang baik setelah setiap harinya, dia sering diajak sang ayah untuk pergi ke gym. Bahkan, dia beberapa kali meminta izin kepada United untuk mengikuti kejuaraan angkat beban di Inggris.

Seiring berjalannya waktu, nama Michael Clegg menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Manajer MU saat itu, Sir Alex Ferguson, lalu menawarinya sebuah kontrak profesional. Sang pelatih ketika itu menawari kontrak selama setahun. Dalam hal ini, Clegg pun tidak langsung menerima. Dia meminta sang pelatih untuk memberinya jaminan agar bisa bermain di sisi sayap, selain berposisi sebagai bek tengah, meski ada nama John O’Kane yang dikenal tangguh.

Akhirnya, kesepakatan pun disetujui, dengan Fergie mengaku percaya dengan bakat yang dimiliki sang pemain.

Setelah penantian yang cukup panjang, sampailah pada sebuah pertandingan yang membuat dirinya melakoni debut untuk Manchester United. Pada November 1996, dia melakoni debut dengan tim utama Manchester United yang berhadapan dengan Middlesbrough. Di laga itu, dia ditugaskan untuk mengawal pemain tajam asal Italia, Fabrizio Ravanelli.

Pertandingan yang pada akhirnya berakhir imbang dengan skor 2-2 itu membuat Clegg sangat bahagia. Tidak pernah terpikir sebelumnya bila dia akan menjadi salah satu penggawa klub terbesar di Inggris. Dia membayangkan hanya akan menonton pertandingan MU dari tribun. Namun kali ini tidak, dia adalah satu pemain yang diberi banyak sorakan dari para penggemar.

“Semua orang sangat ramah. Andy Cole dan Roy Keane baik padaku,” ucap Clegg.

Dalam perjalanan luar biasanya masuk ke tim utama United, Clegg juga masih begitu ingat dengan momen ketika bahunya ditepuk oleh seorang yang begitu melegenda.

“Ada seseorang yang menepuk bahuku, saat aku berbalik, dia adalah Sir Bobby Charlton. Dia mengucapkan selamat kepadaku karena telah berhasil masuk ke tim utama. Dia berpesan kepadaku untuk bersenang-senang dengan tim di lapangan,”

Di musim perdananya tampil di tim utama, Clegg terus melakukan latihan bersama dengan para pemain senior. Dia melakoni debut kandangnya pada kemenangan 2-1 atas Wimbledon. Momen bersejarah baginya itu terjadi pada Januari 1997. Di musim itu sendiri, Clegg bermain dalam dua laga liga.

“Tidak ada yang lebih baik dari Manchester United,”

Clegg begitu menikmati masa-masanya di MU. Dia senang bisa bergabung dengan MU dan merasa bahwa mimpinya telah terwujud.

Sayangnya, perasaan Clegg mulai gundah, setelah posisinya tidak bisa dipertahankan. Dia kerap duduk di bangku cadangan. Malah, posisi yang jadi permintaannya, yaitu bek kanan, sudah ditempati oleh Gary Neville. Saat itu, juga, dia sadar bahwa masanya tidak akan lama lagi.

Pada tahun 2000, namanya tidak masuk ke dalam rencana United. Dia dipinjamkan ke beberapa klub, seperti Ipswich Town hingga Wigan Athletic. Kemudian, pada tahun 2002, dia resmi dilepas ke Oldham Athletic.

Akan tetapi, hanya dua tahun bertahan disana, Clegg memutuskan untuk pergi dan bahkan keluar dari dunia sepakbola. Dia berhenti dari sepakbola di usianya yang masih menginjak 26 tahun. Di Oldham, jasanya sudah jarang dipakai, setelah pelatih Mick Wadsworth dipecat dan digantikan oleh Dowie. Sejak saat itu, dia merasa ada yang tidak beres dengan tim utama.

Lebih lanjut, nama Mike Clegg semakin tidak terpakai setelah seorang bernama Brian Talbot datang ke klub untuk mengisi kursi kepelatihan baru. Dia merasa sangat frustasi dan merasa bahwa saat itu adalah momen yang sangat tepat baginya untuk berhenti.

Alasan Clegg berhenti dari dunia sepakbola, selain karena masa nya di Oldham sangat buruk adalah karena saudaranya, David, meninggal karena bunuh diri di usia 19 tahun. Dari situ, dia merasa sangat terpukul karena tahu kalau David adalah penggemar berat Manchester United. Di acara pemakamannya, semua yang datang mengenakan nomor punggung 19 dengan nama Clegg di belakangnya.

“19 adalah nomor punggung ku di United. Maka dari itu, aku sangat emosional ketika tahu sepupu ku meninggal di usia 19 tahun karena bunuh diri,”

Selain terganggu secara mental, kesehatan Clegg juga menurun setelah tahu bahwa ada sel kanker di bagian telinganya. Dia harus rutin mengunjungi dokter untuk mengetahui perkembangan penyakit berbahaya di tubuhnya itu.

Setelah berhenti dari dunia sepakbola, dia hanya fokus pada kesehatannya dan sesekali membantu ayahnya bekerja di gym. Beberapa tahun kemudian, Roy Keane menawarinya untuk bergabung dengan nya di staf kepelatihan Sunderland.

Setelah Keane memutuskan berhenti di klub pada tahun 2008, Clegg masih berada di sana selama kurang lebih sepuluh tahun lamanya. Dalam perjalanannya, dia sempat bekerja sama dengan nama-nama seperti Steve Bruce, Martin O’Neill, Paolo Di Canio, Dick Advocaat, Sam Allardyce dan David Moyes.

Sekarang, Clegg malah tertarik untuk mengikuti hasratnya yang tertarik berkarir di dunia kepelatihan. Dia bahkan sudah memegang lisensi B kepelatihan dari UEFA, untuk melakukan pembinaan kepada para pemain muda. Dalam menggeluti pekerjaannya saat ini, Clegg mengaku berfokus pada kesehatan mental pada pemain muda. Dia ingin memberikan pelajaran kepada seluruh bakat muda bahwa setiap pemain, meski sudah lama membela klub masa kecilnya, bisa saja pergi.

Para pemain muda itu diminta siap oleh Clegg, agar tidak terjadi gangguan mental, persis seperti apa yang dialaminya dahulu.

 

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru