Kepindahan Messi ke Inter Miami mengejutkan banyak orang. Transfernya itu dipercaya bakal mengubah MLS. Seperti saat Beckham datang ke LA Galaxy di tahun 2007, Messi akan berpengaruh besar pada budaya sepak bola di Amerika Serikat.
Tapi sebenarnya banyak yang tidak sadar kalau transfer pemain adalah hal yang sangat penting dalam sepak bola. Begitu pentingnya sampai-sampai bisa mengubah sejarah. Bagaimana bisa? Inilah 7 kisah transfer penting yang mengubah sejarah sepak bola.
Daftar Isi
David Beckham (Real Madrid ke LA Galaxy)
Di tahun 2007, David Beckham mengambil langkah yang mengejutkan. Beckham yang saat itu tergabung dalam galactico Real Madrid memutuskan untuk hengkang. Banyak klub di Eropa menginginkan jasanya. Sebut saja Milan atau Barcelona. Tapi Beckham malah memilih pindah ke Amerika Serikat untuk bermain bersama LA Galaxy di MLS.
Beckham sebenarnya bukan mega bintang sepak bola pertama yang datang ke Amerika. Sebelumnya, Pele juga pernah membela New York Cosmos di tahun 1977. Tapi saat itu MLS belum terbentuk.
MLS baru dibentuk pada tahun 1993 sebagai upaya mendukung kelancaran Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Tapi setelah Piala Dunia 1994 usai, antusias warga Amerika untuk sepak bola semakin menurun. Mendatangkan Beckham adalah upaya menaikkan level MLS. Tidak hanya dalam segi permainan, tapi juga popularitas.
Di dalam lapangan, Beckham malah sempat kena kontroversi. Ia membuat marah penggemar LA Galaxy karena menjalani masa peminjaman di AC Milan. Tapi pengaruh Beckham bukanlah di lapangan. Beckham membuat MLS jadi brand yang makin populer di mata dunia.
Bahkan sampai sekarang, satu dekade setelah Beckham pensiun pengaruh itu masih ada. Masih banyak bintang sepak bola yang datang ke MLS. Seperti Thierry Henry, Ibrahimovic, Gareth Bale. Bahkan Beckham berhasil mendatangkan Lionel Messi ke klub MLSnya, Inter Miami.
■ "A marketer's dream"
— The Athletic | Football (@TheAthleticFC) June 7, 2023
■ Millions of global followers
■ An influx of sponsorship revenue
Like Pele and David Beckham before him, Lionel Messi will have a seismic and long-lasting impact on #MLS and soccer in the United States – on and off the field.
Luis Figo (Barcelona ke Real Madrid)
Beralih ke Eropa, Ada transfer Luis Figo dari Barcelona ke Real Madrid. Ini terjadi di tahun 2000. Saat itu Florentino Perez yang baru saja memenangkan pemilihan Presiden Real Madrid punya ide gila. Ia ingin membeli Luis Figo dari Barcelona dengan harga 62 juta euro. Sekaligus memecahkan rekor transfer termahal saat itu.
Figo adalah pemain bintang Barcelona. Ia sama saja dengan permata yang dijaga sepenuh hati oleh para fans. Jadi ketika Real Madrid memutuskan untuk membeli Figo, fans Barcelona otomatis ngamuk. Mereka langsung melabeli Figo sebagai pengkhianat. Figo bahkan sempat dilempari kepala babi oleh para penggemar Barcelona. Ini juga membuat kebencian Barcelona terhadap Real Madrid makin menjadi.
ON THIS DAY: In 2002, Luis Figo had a pig's head thrown at him vs. Barcelona following his move to Real Madrid. pic.twitter.com/izPl3RPJEw
— Squawka (@Squawka) November 23, 2015
Tapi bukan hanya itu yang membuat transfer ini jadi sangat penting. Tapi fakta bahwa membeli Figo hanyalah langkah awal Florentino Perez. Mendatangkan Figo membuka pintu Perez untuk membeli bintang-bintang lainnya tiap tahun. Ini juga yang mengawali era galactico di Real Madrid.
Transfer Figo ke Real Madrid memberikan warisan filosofi transfer Real Madrid dan Florentino Perez. Ini mendefinisikan naluri bisnis Real Madrid dalam mendatangkan pemain. Bahkan lebih dari 20 tahun setelahnya, Real Madrid dan Florentino Perez selalu berusaha mendatangkan pemain bintang tiap tahunnya.
Neymar Jr (Barcelona ke PSG)
Transfer menggemparkan lainnya juga terjadi dengan melibatkan Barcelona. Di tahun 2017, Barca menjual Neymar ke PSG dengan harga 222 juta euro. Itu hampir dua kali lipat rekor transfer sebelumnya. Dan mungkin tidak akan dipecahkan untuk waktu yang masih lama lagi.
OFFICIAL: Neymar has joined PSG on a five-year deal for a WORLD RECORD €222m fee. pic.twitter.com/RkPG9z9NT9
— Transfer News (@TrustyTransfers) August 3, 2017
Tapi transfer ini jadi penting bukan karena jumlah uang yang terlibat didalamnya. Tapi efek domino yang menyertainya. Dilansir dari the athletic, efek domino ini bahkan berpengaruh secara langsung untuk kebangkitan Liverpool. Loh, bagaimana bisa?
Jadi setelah menjual Neymar, Barca menggunakan uang 222 juta euro itu untuk membeli Philippe Coutinho dari Liverpool dengan harga 180 juta euro. Dengan begitu, Liverpool menggunakan uang penjualan Coutinho untuk membeli Virgil Van Dijk, Allison Baker, Naby Keita, Xherdan Shaqiri, dan Fabinho. Para pemain itu terbukti jadi kunci kesuksesan Liverpool di era modern.
Tanpa uang yang diberikan Barca, Liverpool tak bisa menghabiskan dana sebesar 258 juta euro untuk datangkan para pemain itu. Dan tanpa pemain-pemain itu, khususnya Van Dijk, Allison, Fabinho apakah Liverpool bisa juara Liga Inggris? Liga Champions? Piala Dunia Antar Klub? Sepertinya tidak.
Itu salah satu efek yang ditimbulkan transfer Neymar. Efek lainnya adalah Barcelona. Blaugrana menghamburkan uang 222 juta dari Neymar dengan membeli pemain flop. Selain Coutinho ada Ousmane Dembele, Pulinho, Nelson Semedo, Gerard Deulofeu. Semua pemain itu tak bisa memberikan performa baik.
Transfer Neymar juga merusak pasar transfer. Nilai pemain-pemain lain jadi meroket. Barca juga harus membeli pemain-pemain yang disebutkan tadi dengan harga mahal. Karena itu pula, Barca jadi terjerumus dalam kubangan utang. Yang pada akhirnya mengharuskan Barca melepas Messi. Sampai berujung pada Messi tiba di MLS. Dan seterusnya, dan seterusnya.
Thierry Henry (Juventus ke Arsenal)
Mungkin keputusan terbaik yang pernah dibuat Arsene Wenger untuk Arsenal adalah membeli Thierry Henry dari Juventus di tahun 1999. Saat itu, Wenger banyak dapat keraguan dari fans. Kerena Henry adalah pemain flop di Serie A. Dan fakta kalau Wenger membayar 11 juta pounds untuk memboyong nya tidak bisa dimengerti para fans.
Tapi ternyata Wenger melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain. Saat Henry bermain untuk Juventus, ia berposisi sebagai sayap. Dan Wenger menjadikannya ujung tombak di Arsenal. Henry langsung jadi striker yang mematikan. Ia jadi salah satu pemain terhebat sepanjang sejarah Premier League.
Kedatangan Henry membuat Arsenal jauh lebih kuat. Mereka bahkan sempat menjuarai Premier League dua kali di tahun 2002 dan 2004. Melihat Arsenal yang makin kuat itu membuat Sir Alex Ferguson membatalkan rencana pensiunnya. Fergie akhirnya terus melatih United sampai 2013.
Selain itu untuk Henry, ia mendapatkan kembali kepercayaan dirinya sebagai seorang pemain. Henry kemudian pindah ke Barcelona di tahun 2007 dan kembali melanjutkan kesuksesannya. Bahkan dapat trofi Liga Champions bersama Barcelona. Kalau Wenger tidak membeli Henry ke Arsenal, mungkin kita tidak pernah tahu ada legenda sepak bola bernama Thierry Henry
Ronaldinho (PSG ke Barcelona)
Perlu kalian ketahui, Barcelona tidak selalu jadi penantang juara La Liga. Di musim 2000-an awal Barca bahkan jarang jadi runner up liga. Malah, di musim 2002/03 Barca hanya mampu finis di peringkat ke-6. Sampai akhirnya Ronaldinho datang di tahun 2003 dengan harga 30 juta euro.
Barcelona langsung jadi tim yang ganas di La Liga. Mereka menjuarai dua La Liga di musim 2004/05 dan 2005/06. Bahkan Liga Champions di musim 2005/06. Bisa dibilang, kedatangan Ronaldinho adalah pondasi identitas Barcelona era modern.
Selain itu, transfer Ronaldinho juga menimbulkan efek domino. Di tahun 2003, sebenarnya Ronaldinho nyaris bergabung dengan Manchester United untuk menggantikan David Beckham. Tapi, di detik-detik akhir ia lebih memilih Barcelona. MU pun mencari incaran baru. Dan orang itu adalah Cristiano Ronaldo.
Cristiano Ronaldo (Sporting ke Man United, ke Real Madrid)
Sama seperti Messi, Ronaldo adalah salah satu pemain terpenting dalam dunia sepakbola. Jadi ia akan selalu memberikan pengaruh di setiap kepindahannya. Pertama ketika dirinya pindah ke Manchester United dari Sporting Lisbon.
Sir Alex hanya membeli Ronaldo seharga 12 juta pounds di tahun 2003. Ya, 12 juta pounds memang tidak sedikit saat itu. Tapi melihat pengaruh dan kontribusi CR7 di Old Trafford jumlah itu bukan uang yang banyak.
Ronaldo berkontribusi pada tiga gelar Premier League, satu Liga Champions, dan banyak penghargaan individu. Di Manchester United, ia mendefinisikan ulang arti GOAT di sepak bola. Kemudian di tahun 2009, ia pindah Real Madrid dengan memecahkan rekor transfer saat itu senilai 80 juta pounds.
Di La Liga Ronaldo membantu Real Madrid dapat kesuksesannya kembali di Spanyol dan Eropa. Selain itu persaingannya dengan Messi saat itu merubah konsep statistik di sepak bola. Para pengamat dipaksa menggunakan analisis statistik yang beragam untuk mengukur siapa yang paling hebat.
Oh iya, saat Ronaldo pindah ke Al Nassr, itu juga mempengaruhi Liga Arab. Banyak pemain-pemain bintang Eropa yang datang ke Liga Arab setelah Ronaldo. Tinggal menunggu nasib, apakah Liga Arab bakal seperti MLS atau Liga China dulu.
Johan Cruyff (Ajax ke Barcelona)
Di tahun 1973, Johan Cruyff yang membawa Ajax jadi juara Eropa dua tahun berturut turut datang ke Barcelona. Cruyff mempersembahkan trofi La Liga pertama Barca setelah lebih dari satu dekade berada dalam bayang-bayang Madrid. Ia juga membawa filosofi Total Football ke Catalan. Filosofi itu kemudian berkembang jadi tiki-taka.
Selama waktunya di La Liga, ia jatuh cinta pada Barcelona. Setelah pensiun sebagai pemain, ia kembali ke Camp Nou sebagai pelatih. Legenda sepak bola Belanda itu pun mempersembahkan gelar European Cup pertama Blaugrana dan trofi lainnya.
Cruyff jadi pelatih terhebat sepanjang masa Barca. Sampai tiba Pep Guardiola, pemain yang pernah Cruyff latih dulu, jadi pelatih di Barca.
Sumber referensi: FT, B/R, Guardian, Tribuna, Athletic, Talk


