Dewasa ini, ada banyak pemain yang terus menunjukkan performa terbaiknya. Mereka terus mencetak gol dan tak berhenti kesankan penggemar. Akan tetapi, tidak banyak dari mereka yang berjaya dengan rekan duetnya. Akan tetapi bila menarik jauh ke belakang, ada banyak sekali dua pemain yang mampu ciptakan momen istimewa di setiap pertandingan.
Malah tak jarang dari mereka yang mendapat julukan sebagai duet maut. Seperti pada bahasan kali ini, starting eleven akan merangkum duet terbaik dan terganas yang pernah ada dalam dunia sepakbola.
Daftar Isi
Grafite & Edin Dzeko (Wolfsburg)
Grafite dan Edin Dzeko merupakan dua nama hebat dalam sejarah bergulirnya Bundesliga Jerman. Datang sebagai pemain yang tidak terlalu mendapat pujian, Grafite dan Edin Dzeko mampu membuat melongo semua penggemar, plus semua yang menyaksikan kompetisi kelas atas Jerman.
Tepat pada musim 2008/09, dua pemain dengan skil mencetak gol luar biasa itu, berhasil mengoyak semua jala gawang yang jadi lawan. Dua pemain ini, di musim tersebut, berhasil menjaringkan sebanyak 71 gol sekaligus membawa tim yang mereka bela, Wolfsburg, menjuarai Liga Jerman.
Ketika itu, Wolfsburg finish diatas FC Bayern, dengan dua penyerang andalannya sukses mencetak sebanyak 54 gol di liga. Grafite mencetak 35 gol di semua kompetisi, sementara Dzeko sedikit lebih baik dengan torehan 36 gol nya.
Thierry Henry & Dennis Bergkamp (Arsenal)
Dua rekan duet lainnya yang tergolong lengkap adalah nama Thierry Henry dan Dennis Bergkamp. Dua penari lapangan itu pernah membawa Arsenal juara dan menguasai kompetisi Liga Inggris dalam kurun waktu yang lumayan.
Henry memiliki karakter cepat dan selalu bisa mencari celah di antara barisan para lawan. Sementara Bergkamp, merupakan pemain yang tahu kapan harus mengumpan atau melepas bola untuk bisa dimanfaatkan menjadi gol atau mungkin diberikannya kepada rekan duetnya.
Pada musim 2003/04, baik Henry dan Bergkamp sama-sama membawa kejayaan bagi Arsenal. Mereka berhasil mencetak sebanyak 34 gol di liga dan membawa Arsenal jadi juara Liga Primer Inggris tanpa tersentuh satu pun kekalahan.
Andy Cole & Dwight Yorke (Manchester United)
Masih dari kompetisi Liga Primer Inggris. Sebelum kehadiran Thierry Henry dan Dennis Bergkamp, kompetisi itu pernah dibuat indah dengan kerjasama apik antara Andy Cole dan Dwight Yorke. Duet dua pemain tersebut mencapai puncaknya pada musim 1998/99.
Tidak hanya banyak gol yang tercipta, namun juga kumpulan trofi istimewa yang membuat nama Manchester United ketika itu terbang mengudara.
Andy Cole dan Dwight Yorke disebut-sebut sebagai duet terbaik dalam sejarah Liga Primer Inggris. Mereka berdua memainkan peran penting dalam setiap pertandingan yang dibela. Hasilnya, sebanyak 53 gol berhasil diciptakan. Seperti yang sudah dijelaskan, deretan trofi bergengsi juga banyak didapatkan, seperti misalnya Liga Primer Inggris, Piala FA, dan tentunya Liga Champions Eropa.
Ian Rush & Kenny Dalglish (Liverpool)
Berikutnya ada nama Ian Rush dan Kenny Dalglish. Dua nama tersebut menjadi yang terbaik kala berseragam Liverpool. Dibawah asuhan Bob Paisley, dua striker tersebut Ian Rush dan Dalglish menjelma menjadi sosok pembunuh sejati di depan gawang.
Dua pemain ini berjaya di era 80 an dan telah merangkum bab terbaik dalam hidup mereka. Di musim 1983/84, Ian Rush dan Kenny Dalglish berhasil mencetak sebanyak 47 gol, dimana 32 milik Rush dan 15 gol lainnya milik Dalglish.
Ketajaman Dalglish dan Rush di musim tersebut berhasil membuahkan gelar divisi pertama, Piala Eropa dan Piala Liga.
Hulk & Radamel Falcao (FC Porto)
Nama Hulk dan Radamel Falcao mungkin tidak menjadi duet terbaik sepanjang masa. Akan tetapi, kerja sama keduanya di FC Porto berhasil menciptakan sebuah pesona luar biasa bagi para penggemar. Dua pemain dengan daya tahan tubuh tinggi itu sukses mengobrak-abrik barisan pertahanan lawan.
Pada musim 2010/11, kombinasi Hulk dan Falcao berhasil menelurkan sebanyak 73 gol sepanjang musim. Jumlah yang tentu tidak sedikit bagi sepasang pemain depan. Selain gol yang diciptakan, kedua pemain garang itu juga sukses membuahkan Liga Primeira, Piala Portugis, dan Liga Europa.
Sayang, duet luar biasa kedua pemain tersebut tidak bertahan lama karena mereka memilih untuk menempuh jalur berbeda.
Pele & Garrincha (Brazil)
Menarik jauh ke belakang, Brasil pernah berjaya dengan dua nama hebat yang sampai saat ini masih terus diingat. Adalah Pele dan Garrincha. Dua pemain tersebut pernah terlibat dalam sebuah era dimana sepakbola banyak digemari oleh orang di seluruh dunia.
Pele dan Garrincha memainkan 40 pertandingan bersama dalam balutan seragam kebesaran Samba. Dengan adanya dua pemain tersebut, Brasil tidak pernah tersentuh kekalahan. Semua penggemar Brasil merasa tenang ketika dua pemain itu sudah berada dalam satu tim yang sama.
Tercatat kedua pemain itu telah memainkan sebanyak 40 pertandingan. Tercatat ada sebanyak 44 gol yang berhasil diciptakan plus koleksi dua trofi Piala Dunia.
Dengan raihan tersebut, apalagi yang mau diragukan dari sosok dua pesohor lapangan itu?
Alfredo Di Stefano & Ferenc Puskas (Real Madrid)
Real Madrid harus berterima kasih kepada dua nama legendanya, Alfredo Di Stefano dan Ferenc Puskas. Bagaimana tidak? Dengan keberadaan Alfredo Di Stefano dan Ferenc Puskas berhasil mencetak total 302 gol dalam kurun waktu setidaknya enam tahun.
Salah satu musim terbaik dua pemain tersebut adalah pada 1960/61, ketika sebanyak 64 gol berhasil tercipta. Selain itu, deretan trofi Liga Champions Eropa secara beruntun juga mampir ke lemari piala Real Madrid.
Sebuah pertandingan final Liga Champions Eropa yang terjadi pada musim 1959/60 pun boleh dibilang sebagai pembuktian dua pemain hebat tersebut. Di laga melawan Eintracht Frankfurt, Real Madrid sukses melibas wakil asal Jerman itu dengan skor 7-3, dimana Di Stefano berhasil mencetak hattrick, sementara empat gol lainnya dicetak oleh Ferenc Puskas.
Selain nama-nama tersebut, duet pemain seperti Alan Shearer dan Chris Sutton Blackburn Rovers), Romario dan Hristo Stoichkov (FC Barcelona), Alessandro del Piero dan David Trezeguet (Juventus), Sergio Aguero dan Diego Forlan (Atletico Madrid), serta Gianluca Vialli dan Roberto Mancini (Sampdoria), juga sangat layak mendapat penghormatan.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=F8SXRNeWZrk[/embedyt]
Sumber referensi: givemesport, si, sportskeeda


