Mason Mount, tak bisa dipungkiri, masih menjadi salah satu pemain top yang berada dalam skuad asuhan Frank Lampard. Di usianya yang baru berumur 21 tahun, ia telah diandalkan oleh Frank Lampard sebagai gelandang serang. Dalam hal ini, Lampard tentu tahu betul kualitas yang dimiliki pemain asal Inggris tersebut sehingga berani memasangnya.
Lahir dari keluarga pecinta sepakbola, Mason Mount yang lahir di Portsmouth terus mengasah kemampuan sepakbolanya. Ia lalu menguji kemampuan bermainnya di Boarhunt FC, akademi sepakbola yang terletak di kota kelahirannya.
Perlu diketahui bahwa saat itu usianya baru menginjak empat tahun. Namun dia sudah memiliki semangat luar biasa untuk bisa menembus mimpi jadi pemain sepakbola papan atas.
Disaat yang bersamaan, Mason Mount juga sempat melakoni pelatihan di klub-klub ternama seperti Portsmouth, Southampton, hingga Chelsea. Tanpa butuh waktu lama, Mason Mount yang baru berusia enam tahun langsung ditarik ke London Barat. Pemandu bakat Chelsea ketika itu melihat ada potensi berbeda dari sang pemain. Oleh sebab itu, ia begitu yakin ketika membawa sang pemain menuju akademi klub.
Mulai bermain di akademi Chelsea pada level usia dibawah delapan tahun, Mount mengalami perkembangan yang begitu pesat. Dia yang berposisi sebagai seorang gelandang serang berperan vital dalam kesuksesan tim menjuarai FA Youth Cup dua kali (musim 2015/16 dan 2016/17) serta satu kali juara Youth League UEFA (musim 2015/16). Di musim 2016/17, dia mencetak 10 gol dari 30 penampilan untuk tim yunior the Blues.
Di akhir musim 2016/17, Chelsea menyadari performa apiknya dan mengganjar Mason Mount dengan kontrak baru berdurasi empat tahun.
Di usianya yang ke 18 tahun, dia sudah menemeri kontrak profesional dari tim utama. Jelas hal itu menjadi bayaran dari kerja kerasnya selama ini.
Pada masanya saat masih berjuang di tim muda, Mason Mount dipanggil memperkuat tim yunior Inggris sejak kelompok usia U-16 sampai U-21. Salah satu pencapaian yang diraihnya bersama Three Lions yunior adalah menjuarai U-19 European Championship pada 2017. Mason Mount menciptakan assist penting dalam kemenangan 2-1 atas Portugal di final. Dia mengakhiri turnamen itu dengan meraih penghargaan MVP.
Dari apa yang telah dilakukannya, sudah bisa terlihat bahwa dia bukanlah talenta sembarangan.
Namun meski punya perjalanan yang amat mengagumkan bagi seorang pemain muda, ayahnya yang mendukung karir Mount sudah merasakan bahwa dia akan melewati ujian yang sebenarnya ketika ditarik ke tim senior Chelsea.
Benar saja, Mason Mount tidak langsung menembus skuad utama Chelsea dan harus menjalani masa peminjaman di Vitesse Arnhem dan Derby County selama dua musim berturut-turut. Namun, Mason tidak menyerah begitu saja dan memilih berjuang keras.
Saat dipinjamkan ke Vitesse Arnhem, Mason Mount tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan berhasil menjadi pemain kunci Vitesse. Dia diplot sebagai playmaker dan berhasil memimpin klub menyudahi musim di peringkat keenam. Dia mengemas 14 gol dan 10 assist di musim perdananya di Belanda, yang membuatnya meraih penghargaan Player of the Year versi klub.
Lalu pada musim 2018/19, usai peminjamannya di Vitesse berakhir, Mason Mount dikirim untuk dipinjamkan ke Derby County, klub yang berkompetisi di divisi Championship Inggris. Disinilah kerja kerasnya yang semakin luar biasa berlanjut.
Pada akhirnya, perjuangannya berbuah panggilan untuk memperkuat Timnas Inggris di level senior pada Oktober 2018 ketika dipinjamkan ke Derby County. Sebelum itu, pelatih Gareth Southgate memanggilnya untuk mengikuti pemusatan latihan jelang Piala Dunia 2018 Rusia.
Perlahan tapi pasti, dia bisa bicara banyak di kancah persepakbolaan Eropa.
Menjalani masa peminjamannya bersama Derby County, Mason Mount merasa beruntung karena dia bertemu dengan sosok Frank Lampard. Eks pemain Chelsea itu memang punya andil besar bagi perkembangan bakat serta permainan Mount di atas lapangan.
Seperti diketahui, sebelum menjalani karir sebagai manajer Chelsea, Lampard mengawali karier kepelatihan profesionalnya di kasta kedua liga Inggris bersama Derby County. Saat menjabat Lampard meminjam dua pemain dari Chelsea, yaitu Mason Mount dan Fikayo Tomori. Keduanya menjadi andalannya saat itu.
Lampard nyaris membawa Derby County promosi ke Premier League melalui babak play-off, sayang mereka tersingkir oleh Aston Villa. Pencapaian tersebut tidak lain karena kontribusi dari Mason Mount. Saat berkostum Derby, Mount menjadi pusat permainan tim dengan berhasil mencatatkan 9 gol dan 4 assist dalam 38 pertandingan.
Di usianya yang baru menginjak 20 tahun saat itu, Mason Mount sudah memiliki pengalaman bermain di liga luar dan menunjukkan potensinya di liga yang mengandalkan fisik seperti di divisi Championship.
Lebih dari itu, pencapaiannya bersama Derby County sukses menarik perhatian publik dan juga mendapatkan ganjaran berupa dirinya masuk dalam nominasi Golden Boy Award 2019. Penghargaan ini diberikan untuk para pemain berusia maksimal 21 tahun yang bermain di Liga Eropa.
Setelah menjalani masa yang cukup menyenangkan di Derby County, Mason Mount dan Frank Lampard lalu ‘pulang’ ke Chelsea. Mason Mount kembali merapat ke Stamford Bridge dibawah asuhan Frank Lampard.
Penampilannya bersama Derby County lalu menjadikan Mount sebagai andalan lini serang Chelsea. Mount selalu menjadi pilihan utama dalam starting line up Chelsea di Liga Primer Inggris maupun Liga Champions.
Lampard pun merasa senang dengan musim debut Mount yang begitu luar biasa.
Pada Juli lalu, Mason Mount telah menjadi lulusan akademi pertama Chelsea yang membuat lebih dari 50 penampilan pada musim debut di level senior. Ia menjalani musim yang bagus dengan sering mencetak gol dari situasi bola mati.
Meski tergolong ke dalam pemain muda, Mount telah menunjukkan kelasnya sebagai pemain senior.
“Dia membuat umpan tajam yang sangat efisien dan bersih, dia menekan serta pemain lini tengah mana pun yang pernah aku tangani atau bermain bersama,” ujar Lampard (via daily mail)
Kini, seiring dengan berjalannya waktu, Mount juga mulai menemukan permainan terbaiknya dalam pasukan Gareth Southgate. Meski tidak banyak mencetak gol, tapi secara keseluruhan penampilannya memukau.
Dengan ketangkasan, visi, dan kemampuan mencetak gol luar biasa, yang mendapat kepercayaan dari Frank Lampard pun pada akhirnya membuat nama Mason Mount memang layak diperhitungkan.


