5 Klub Paling Untung Di Bursa Transfer Sejak 2013

spot_img

Kemarin Starting Eleven sudah membahas lima klub paling merugi dalam hal transfer pemain selama sepuluh tahun terakhir. Kali ini kita akan membahas kebalikannya. Siapa saja klub sepak bola yang mendapat keuntungan terbesar selama sedekade terakhir.

Surprisingly, nama-nama seperti Borussia Dortmund dan AS Monaco yang mana kerap menghasilkan bintang-bintang lapangan hijau berbandrol tinggi, malah tak masuk di daftar klub paling sukses dalam mencari keuntungan kali ini. Dua klub tersebut memanglah mendapatkan pendapatan yang fantastis untuk penjualan pemain mereka.

Namun, mereka juga menggelontorkan banyak uang untuk membeli pemain bakal calon bintang masa depan lainnya. Jadi menurut data dari CIES Football Observatory, mereka tak masuk dalam list. Bahkan Borussia Dortmund dan AS Monaco tak masuk sepuluh besar klub paling sukses meraup keuntungan di bursa transfer selama sepuluh tahun terakhir.

Lalu siapakah pemuncak daftar klub paling untung di bursa transfer sejak 2013? Check this out…

Atalanta (Untung Rp 2,64 Triliun)

Di urutan kelima ada kontestan Serie A, Atalanta. Klub penantang juara liga tersebut kini sedang bercokol di peringkat lima Liga Serie A. Atalanta jadi klub yang cukup baik dalam menyeimbangkan pengeluaran dan pemasukan tim di sektor transfer pemain.

Menurut data statistik, dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, Atalanta telah mengeluarkan dana sebesar 392 juta euro atau sama dengan Rp 6,4 triliun untuk membeli pemain. Sedangkan mereka berhasil mendapat pemasukan sebesar 554 juta euro atau sekitar Rp 9,05 triliun hanya dari menjual pemain-pemain mereka.

Atalanta pun akhirnya dapat meraup keuntungan sebesar 162 juta euro atau sekitar Rp. 2,64 triliun. Hal itu dibuktikan dengan Atalanta yang sukses menjual beberapa pemain yang sudah matang berkat pembinaan mereka. 

Contohnya seperti Dejan Kulusevski yang diboyong oleh tim kaya asal kota Turin, Juventus dengan mahar 35 juta euro atau sama dengan Rp 569,8 miliar dan Alessandro Bastoni yang dijual ke Inter pada musim 2017/2018 dengan bandrol 31,1 Juta euro atau sekitar Rp 506 miliar.

Udinese (Untung Rp 2,8 Triliun)

Selanjutnya ada Udinese, klub dari salah satu legenda sepak bola Italia, Antonio Di Natale itu sejatinya menjadi salah satu klub legendaris di Liga Italia. Namun, prestasi mereka tak begitu menonjol, mereka hanya menjadi klub semenjana di gelaran Serie A.

Meski tak bagus dan kini masuk jajaran klub semenjana, Udinese cukup cerdik dalam bursa transfer. Nah, dalam kurun sepuluh tahun terakhir ini saja Udinese jadi tim yang cukup menguntungkan dalam hal transfer pemain.

Keuntungan Udinese didapat kala berhasil menjual pemain-pemain mereka ke klub papan atas Liga Eropa, seperti Alex Meret yang dijual ke Napoli dengan harga 26 juta euro atau sekitar Rp 423 miliar dan yang teranyar adalah Rodrigo de Paul. Ia mulai mencuri perhatian kala membantu Argentina mengalahkan Brazil guna menjuarai Copa America.

Rodrigo de Paul dijual ke Atletico Madrid dengan harga 35 juta euro atau sekitar Rp 569,8 miliar. Ini sangat menguntungkan, karena Udinese hanya menebus de Paul dengan harga 10 juta euro atau Rp 162,8 miliar ketika mendatangkannya. Dengan minimnya pengeluaran dalam beberapa tahun terakhir, Udinese pun meraup keuntungan sebesar 172 juta euro atau sekitar Rp 2,8 triliun sejak 2013.

Genoa (Untung Rp. 3,25 Triliun)

Lalu ada kontestan Serie A lainnya, Genoa. Genoa merupakan salah satu klub tertua yang ada di Liga Italia, klub sarat akan sejarah ini menjadi klub pertama yang berhak mengenakan lambang scudetto di baju tanding mereka. Mungkin kalian beranggapan bahwa Genoa bukanlah nama yang populer untuk masuk dalam daftar klub paling untung di bursa transfer kali ini. 

Namun, begitulah adanya, statistik berbicara bahwa Genoa berhasil menduduki peringkat ketiga dari daftar klub paling untung kali ini. Menurut statistik CIES Football Observatory, Genoa telah meraup keuntungan dalam hal transfer pemain sebesar 200 juta euro atau sama dengan Rp 3,25 triliun.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir Genoa berhasil mendapatkan pundi-pundi uang dari menjual beberapa pemain depan yang mereka beli dengan harga murah lalu berhasil mereka jual dengan harga yang berkali-kali lipat. 

Contoh seperti Krzysztof Piatek yang dibeli Genoa dari Cracovia hanya dengan harga 4,5 juta euro atau Rp 73,2 miliar tapi bisa dijual ke AC Milan dengan harga sekitar 35 juta euro atau kira-kira Rp 569,8 miliar. Lalu penjualan striker Uzbekistan, Eldor Shomurodov ke AS Roma dengan mahar hampir dua kali lipat dari harga beli, yaitu 17,5 juta euro atau sekitar Rp 284,9 miliar. 

Olympique Lyonnais (Untung Rp 4,021 Triliun)

Di urutan kedua ada Olympique Lyonnais. Lyon merupakan salah satu klub tertua dan tersukses selain Paris Saint-Germain di Liga Prancis. Saat berada di masa jayanya, Olympique Lyon cukup mendominasi Ligue 1 sebelum akhirnya PSG diakuisisi oleh taipan asal Qatar Nasser Al Khelaifi.

Tim yang kerap melahirkan bintang-bintang lapangan hijau seperti, Karim Benzema, Michael Essien, hingga sang maestro tendangan bebas, Juninho Pernambucano ini, telah memiliki tujuh gelar Liga Prancis.

Menurut data yang ada, mereka dapat meraup keuntungan sebesar 247 juta euro atau sekitar Rp 4,02 triliun dalam bursa transfer sejak 2013. Keuntungan tersebut diperoleh kala Lyon berhasil menjual beberapa pemain pentingnya dengan harga mahal. Contohnya saja Alexandre Lacazette. 

Lacazette merupakan produk asli akademi Olympique Lyon, ia tentu promosi ke skuad utama dengan tanpa biaya sepeser pun. Namun, Lyon berhasil menjualnya ke Arsenal dengan harga 53 juta euro atau sekitar Rp 862,9 miliar pada tahun 2017.

Contoh lain ada Ferland Mendy yang dibeli Lyon hanya dengan 5 juta euro atau Rp 81,4 Miliar dari Le Havre. Namun, mereka berhasil menjual Mendy ke raksasa Spanyol, Real Madrid dengan bandrol mencapai 48 juta euro atau sekitar Rp 781,5 miliar. 

LOSC Lille (Untung Rp 5,68 Triliun)

Di puncak daftar ada LOSC Lille. Ya, tenang telinga anda masih baik-baik saja, anda tak sedang salah mendengar. Dalam data CIES Football Observatory, sang juara bertahan Ligue 1 berhasil meraup keuntungan sebesar 349 juta euro atau sekitar Rp 5,68 triliun dari penjualan pemain mereka.

Angka yang cukup bagus bagi klub sekelas LOSC Lille. Bagaimana tidak? Pasalnya pencapaian ini cukup mengesankan untuk sebuah klub sepak bola di lima liga top Eropa. Karena kita tahu bahwa bisnis dalam sepak bola cenderung dikenal sebagai bisnis siap rugi. 

Tapi Lille cukup baik dalam mengelola bisnis jual beli pemain. Hal itu dibuktikan dengan penjualan pemain mereka dalam beberapa tahun terakhir. Contohnya seperti Victor Osimhen yang dibeli dari RSC Charleroi dengan harga 22,4 juta euro atau Rp. 364 miliar, tapi berhasil dijual ke Napoli dengan harga 75 juta euro atau sekitar Rp 1,22 triliun.

Contoh lain ada Nicolas Pepe yang dibeli Lille dari SCO Angers hanya dengan harga 18 juta euro atau sama dengan Rp. 293 miliar. Namun, berhasil terjual ke Arsenal pada tahun 2019 dengan harga yang cukup fantastis, yaitu 80 juta euro atau setara dengan Rp. 1,3 triliun. Ini adalah bisnis yang menguntungkan bagi Lille.

https://youtu.be/_JBIk59ESUs

Sumber: Transfermarkt, Football Observatory, Football Transfer

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru