Dalam beberapa tahun terakhir, Liga Inggris memiliki banyak gelandang kelas dunia. Di era sekarang ada sosok macam N’golo Kante, gelandang penjelajah milik klub Chelsea. Namun, untuk menampilkan performa yang apik, Kante butuh partner guna menyeimbangkan ritme permainan.
Di situlah hadir Jorginho sebagai lawan main yang solid bagi Kante di lini tengah The Blues. Dengan Jorginho yang cenderung tampil bertahan serta ketenangannya di lini tengah, ia bisa mengimbangi Kante yang tampil lebih eksplosif dan kerap mengeksploitasi area pertahanan lawan.
Itu di Chelsea, klub-klub Liga Inggris lainnya juga memiliki duo lini tengah yang tak kalah solid. Berikut lima duo gelandang terbaik dalam sejarah Liga Inggris.
Daftar Isi
Roy Keane & Paul Scholes (Manchester United)
Roy Keane dan Paul Scholes adalah salah satu duet gelandang terbaik dalam sejarah Manchester United. Kombinasi solid mereka tersaji pada era 90-an hingga awal 2000-an. Kerja sama Keane dan Scholes membuat lini tengah Man United sangat menakutkan pada masanya. Saat itu, duo Roy Keane-Paul Scholes tak pernah tergantikan.
Roy Keane and Paul Scholes were the centre-midfield duo that could do everything… pic.twitter.com/j7aHMosJGb
— GiveMeSport (@GiveMeSport) November 22, 2017
Roy Keane mengambil bagian sebagai perusak ritme permainan lawan, sedangkan Scholes dengan skill, kreativitas dan akurasi tendangan jarak jauhnya membuat duo ini saling mengisi satu sama lain. Kombinasi keduanya berhasil meraih belasan trofi bergengsi yang akan sangat panjang apabila disebutkan satu persatu.
Salah satu prestasi terbaik Keane dan Scholes adalah meraih trofi Liga Champions 1998/99. Keane dan Scholes tidak bermain di partai puncak dramatis kontra Bayern Munich, tapi peran mereka berdua sangat krusial untuk mengantarkan United sampai di partai final.
Patrick Vieira & Gilberto Silva (Arsenal)
Pasangan lini tengah Gilberto Silva dan Patrick Vieira milik Arsenal terbilang cukup singkat. Mereka bermain bersama hanya dalam rentang waktu 2002 hingga 2005.
Namun, meski dalam waktu yang singkat, kombinasi kedua pemain ini menjadi ikon lini tengah Liga Inggris dan mungkin juga dalam sejarah sepak bola, karena mereka merupakan perpaduan dua pemain tengah yang cukup serasi.
Sebelum bersama Gilberto, di Arsenal Patrick Vieira sempat memiliki koneksi yang cukup bagus dengan Emmanuel Petit pada era 90an akhir. Mereka berhasil meraih empat trofi selama kemitraan mereka terjalin. Namun, kombinasi Gilberto-Vieira di awal 2000-an dirasa lebih sangar daripada duo Vieira-Petit.
Kala itu para bek Arsenal sangat nyaman bermain dibelakang duo gelandang Gilberto-Vieira. Hal itu dibuktikan dengan catatan 49 pertandingan tak terkalahkan milik Arsenal.
Apalagi, prestasi Patrick Vieira dan Gilberto Silva di musim 2003/04 jadi alasan kuat duet ini pantas masuk dalam daftar. Bagaimana tidak? Kerja sama dua pemain itu membantu Arsenal menjadi juara Liga Inggris 2003/04 dengan rekor tidak terkalahkan.
Selain itu, Gilberto Silva dan Patrick Vieira juga mempersembahkan dua trofi Piala FA dan dua Community Shield untuk Arsenal.
Steven Gerrard & Xabi Alonso (Liverpool)
Steven Gerrard merupakan salah satu gelandang terbaik dalam sejarah Liga Inggris dan bahkan mungkin salah satu yang terbaik di dunia. Bersama Liverpool, ia pernah dipasangkan dengan Xabi Alonso pada rentang waktu 2004 hingga 2009.
Meskipun kombinasi ini tidak pernah menghasilkan satu pun gelar Liga Inggris. Namun, dengan Alonso yang tampil lebih bertahan dipadukan dengan Gerrard yang lebih condong ikut membantu serangan, cara bermain mereka sangat menghibur untuk ditonton. Kedua pemain tersebut merupakan kombinasi yang cukup serasi.
Kala itu, Liverpool jadi salah satu tim dengan kombinasi gelandang paling solid di Liga Inggris. Bahkan dalam lima tahun, Alonso dan Gerrard telah membangun reputasi lini tengah The Reds menjadi salah satu lini tengah paling mengerikan di sepak bola Eropa.
Kekuatan utama dari Alonso dan Gerrard adalah akurasi umpan-umpan jarak jauh mereka. Duet Alonso dan Gerrard membantu Liverpool meraih empat trofi yang salah satunya adalah Liga Champions 2004/05.
#OnThisDay in 2004, Xabi Alonso was unveiled as a Liverpool player 🔴
He won the Champions League, UEFA Super Cup, FA Cup and the Community Shield 🏆
More importantly, Steven Gerrard called him ‘the best passer of a ball he ever played with’ 🎯 pic.twitter.com/Hl9FGyCyOi
— GOAL (@goal) August 20, 2021
Kombinasi Alonso dan Gerrard berhasil mengantarkan Liverpool menjuarai Liga Champions 2004/05 secara dramatis dengan mengalahkan AC Milan dalam babak adu penalti. Meski sempat tertinggal 0-3 lebih dulu.
Kini tongkat estafet, duo lini tengah Liverpool berlanjut di diri Fabinho dan Jordan Henderson. Mereka juga cukup sukses dalam meraih trofi dalam beberapa tahun terakhir bersama Jurgen Klopp.
Frank Lampard & Michael Essien (Chelsea)
Jauh sebelum era kombinasi Jorginho dengan Kante, Chelsea sempat memiliki duet gelandang tangguh di lini tengah mereka saat Michael Essien dan Frank Lampard bermain bersama. Duet mereka begitu luar biasa saat Essien berada di puncak performanya pada era 2005 hingga 2012.
Essien menjalani peran sebagai gelandang box to box dan juga penghancur serangan, sedangkan Frank Lampard bertugas untuk mendobrak pertahanan lawan dengan naluri menyerang yang luar biasa untuk ukuran pemain tengah. Kombinasi Essien dan Lampard membantu Chelsea meraih banyak trofi di awal era Jose Mourinho.
Setelah era Mourinho berakhir pun kombinasi ini masih kokoh di lini tengah The Blues. Salah satu trofi paling bersejarah yang berhasil diraih oleh kombinasi Lampard dan Essien adalah Liga Champions musim 2011/12. Fyi saja, itu merupakan trofi Liga Champions pertama dalam sejarah Chelsea.
Kevin De Bruyne & Fernandinho (Manchester City)
Dalam sedekade terakhir, Manchester City telah berevolusi sebagai klub elit yang mendominasi Liga Inggris. Dalam periode evolusi tersebut city selalu memiliki kombinasi lini tengah yang sangat menakjubkan.
City sempat memiliki sejumlah gelandang-gelandang hebat dalam diri Yaya Toure atau David Silva, tapi apabila mencari siapa yang paling efisien dan produktif di lapangan maka kombinasi Kevin De Bruyne dan Fernandinho adalah kombinasi yang paling tepat.
De Bruyne dan Fernandinho berhasil memperlihatkan perpaduan seni menyerang dan bertahan yang sempurna. Kombinasi dua pemain ini dan ditambah dengan taktik jitu milik Pep Guardiola, City menjelma sebagai klub yang cukup ditakuti di sepak bola Inggris.
Kevin De Bruyne on Fernandinho:
“Everybody trusts him, he has been here for eight years so he knows the team in and out and deserves to lead this team. Obviously, he cannot be the only one and there are people that need to help.” pic.twitter.com/TxKaTL5pct
— City Report (@cityreport_) September 22, 2020
Keduanya pun sukses meraih tiga gelar Liga Inggris termasuk di musim 2017/18 di mana The Citizens mampu membukukan 100 poin dalam satu musim. Mereka juga sudah menghasilkan lima Piala Liga, dua Community Shield dan satu Piala FA.
Dengan menjadi duo yang masih aktif hingga sekarang, bukan tidak mungkin bahwa kombinasi ini akan menghasilkan lebih banyak trofi lagi. Terlebih sekarang City sedang berada di puncak kelasemen Liga Inggris guna memperebutkan trofi liga kedelapan dalam sejarah klub.
https://youtu.be/tnjXxaMfexI
Sumber: Sportmob, 90min, Transfermarkt


