“Ini jadi malam yang luar biasa bagi kami. Melihat reaksi para penggemar atas pencapaian kami, ini sangat melegakan,” ucap Eddie Howe kepada BBC. Kalimat itu muncul setelah Newcastle United memastikan satu tempat di Liga Champions musim depan setelah bermain imbang kontra Leicester City.
Dengan lolosnya Newcastle United ke Liga Champions musim 2023/24, ini jadi kali pertama Newcastle tampil di pentas tertinggi kompetisi Eropa setelah dua puluh tahun lamanya absen. Jatuh bangun Eddie Howe membangun tim sebelum akhirnya kembali bersaing di papan atas Premier League musim ini.
Tentu tak sabar untuk melihat salah satu klub bersejarah kembali tampil di Liga Champions. Dengan proyek baru bersama Arab Saudi, klub-klub pesaing wajib waspada dengan kembalinya Newcastle ke Liga Champions.
Daftar Isi
Kiprah Newcastle di Kompetisi Eropa
Terakhir kali Newcastle United tampil di Liga Champions adalah musim 2002/03. Itu jadi kali kedua The Magpies tampil di Liga Champions. Newcastle bahkan bisa melaju ke babak grup kedua. Kala itu, klub yang bermarkas di St. James Park itu mengalahkan tim-tim seperti Juventus, Dynamo Kiev dan Feyenoord di fase grup pertama.
Sebetulnya, musim 2003/04, The Magpies memiliki kesempatan untuk kembali tampil di Liga Champions. Sayangnya, mereka hanya sampai babak kualifikasi saja. Newcastle yang kala itu masih ditangani Sir Bobby Robson kalah dari Partizan Belgrade di babak kualifikasi ronde ketiga.
Terakhir kali Newcastle tampil di Liga Champions masih diperkuat pemain seperti Shay Given, Andy O’brien, Craig Bellamy, hingga sang legenda hidup, Alan Shearer. Setelah itu, Newcastle sulit untuk kembali lagi ke sana. Bahkan karena terlalu lama absen di Liga Champions, hanya Alan Shearer yang menjadi top skor klub di kompetisi tersebut.
Meski begitu, di kompetisi Eropa lainnya, yaitu Europa League, Newcastle pernah menembus hingga semifinal pada tahun 2004. Kala itu, Olympique Marseille menaklukkan mereka dengan skor agregat 2-0. Satu-satunya prestasi terbaik The Magpies di kancah Eropa hanyalah menjuarai Piala Intertoto pada tahun 2006.
Newcastle Musim 2022/23
Nah pada musim 2022/23, dengan mengejutkan Newcastle kembali ke fitrahnya sebagai klub yang bersaing di papan atas Liga Inggris. Ditangani Eddie Howe, The Magpies berhasil mengamankan satu tiket ke Liga Champions setelah dipastikan tak akan tersalip oleh Liverpool yang mengintai di urutan kelima klasemen sementara Liga Inggris.
Tentu hasil ini tak didapat dengan mudah. Menggelontorkan jutaan euro hingga terseok-seok di papan tengah sudah pernah dirasakan oleh Newcastle. Beberapa pihak pasti setuju kalau uang melimpah yang didapat dari pemilik baru jadi kunci kesuksesan Newcastle. Namun, uang bukan satu-satunya faktor.
Tak dipungkiri Newcastle memang menunjukan pola permainan yang berbeda dari musim-musim sebelumnya. Salah satunya dengan pertahanan yang solid. Strategi bertahan yang diterapkan oleh Eddie Howe cukup cerdas.
Eddie justru lebih gemar memainkan pola zona marking ketimbang memaksakan man to man marking. Suksesnya penerapan sistem pertahanan tersebut juga dibantu oleh para gelandang yang rela turun untuk mengcover area pertahanan The Magpies.
Hasilnya, Newcastle musim ini justru menjadi salah satu tim dengan kebobolan paling sedikit di Liga Inggris. Hingga pekan ke-37, The Magpies sudah kebobolan 32 gol saja. Itu hanya kalah dari Manchester City yang kebobolan 31 gol. Pertahanan inilah yang bikin Newcastle bercokol di peringkat ketiga klasemen sementara Liga Inggris.
Transfer Jitu
Performa apik Newcastle itu juga ditunjang oleh strategi transfer yang tak begitu mewah tapi tepat. Memiliki uang banyak, apabila tak pandai menginvestasikannya juga percuma. The Magpies jadi salah satu klub kaya yang bijaksana dalam membeli pemain. Yaaa, setidaknya untuk musim ini.
Bersama Direktur Olahraga Newcastle, Dan Ashworth, tambal sulam dilakukan hingga menemukan komposisi skuad terbaik seperti sekarang. Meski pemain-pemain yang didatangkan bukan nama-nama besar, dengan analisa dan pembacaan karakter yang baik, pemain tersebut bisa berkembang dan cepat nyetel dengan pola permainan Eddie Howe.
Kekayaan tak membuat Newcastle lengah dan seenaknya menghamburkan uang. Mereka tetap selektif dan teliti memilih pemain. Bruno Guimaraes dan Nick Pope adalah contoh pembelian tepat Newcastle musim ini. Bruno mampu memainkan perannya di lini tengah.
Ia aktif melakukan umpan progresif dengan rata-rata 7,7 per 90 menit. Sementara, Nick Pope yang dibeli dengan harga hanya 11 juta euro (Rp176 miliar) tampil di luar ekspektasi. Ia mencatatkan 14 clean sheets dalam 37 pertandingan.
Nasib Eddie Howe Musim Depan
Sayangnya, keberhasilan Newcastle mentas di Liga Champions juga bisa jadi akan berdampak pada Eddie Howe itu sendiri. Pelatih yang berperan penting dalam mentasnya Newcastle ke Liga Champions itu menyadari bahwa timnya pasti akan melakukan perombakan besar.
Dilansir Independent, Eddie Howe meyakini manajemen pasti akan memperkuat setiap lini. Tak terkecuali di staf kepelatihan. Dengan dana yang sudah dipersiapkan, Newcastle bisa merekrut pemain dan pelatih mana pun yang mereka mau. Ia tak bisa menutup fakta kalau tim akan melakukan itu apalagi musim depan Newcastle akan bermain di Eropa.
Namun, menurut The Telegraph, dengan pencapaian Eddie Howe musim ini, manajemen dikabarkan akan tetap menjadikannya sebagai manajer Newcastle United untuk beberapa musim ke depan. Lagi pula, menurut laporan yang sama, Howe memiliki hubungan baik dengan pemilik bersama Amanda Staveley dan Mehrdad Ghodoussi.
Ia juga bekerja dengan sangat baik bersama Dan Ashworth dan CEO Newcastle, Darren Eales. Jadi manajemen berani menaruh kepercayaan lebih kepada Eddie musim depan. Mereka dikabarkan siap memberi dukungan berupa dana dan waktu untuk meningkatkan kualitas tim agar bisa bersaing di kompetisi Eropa.
Bekal Newcastle di Liga Champions
Lantas bekal apa yang akan dibawa oleh Newcastle United untuk menghadapi Liga Champions musim depan? Secara permainan, Newcastle sebetulnya sudah oke. Namun, menampilkan performa apik saja tidak cukup untuk berbicara banyak di kompetisi sebesar Liga Champions.
Dengan iming-iming Liga Champions dan gaji besar, Newcastle pasti bisa menarik pemain mana pun yang mereka inginkan. Dengan situasi sekarang, Newcastle bahkan dirumorkan tengah mendekati beberapa pemain-pemain kelas wahid. Menurut Football Transfers, James Maddison, Raphinha, Romelu Lukaku, hingga Neymar adalah sederet pemain yang diisukan bakal merapat ke St. James Park.
Biar begitu, komposisi skuad Newcastle sekarang sebetulnya sudah cukup untuk menjalani musim pertama tampil di Liga Champions. Mungkin bisa dibilang musim depan bakal jadi musim pemanasan bagi Newcastle, sebelum mempersiapkan tim dengan lebih serius lagi untuk musim-musim berikutnya. Patut dinanti sejauh mana langkah The Magpies di kompetisi Eropa musim depan.
Sumber: The Athletic, Sporting News, The Sun, Talksport, UEFA


