10 Perintah Ronald Koeman Yang harus Dipatuhi Barcelona Jika Ingin Ubah Nasib

  • Whatsapp

Barcelona babak belur di musim 2019/20. Klub yang bermarkas di Camp Nou tak mampu sekalipun merengkuh trofi. Tak hanya itu, Barcelona juga dilanda konflik internal, sang ikon Lionel Messi sempat menginginkan hengkang, meski pada akhirnya ia memilih untuk bertahan.

Musim lalu, Barcelona juga harus menanggung malu akibat kekalahan telak dari Bayern Munchen. Seperti kita ketahui, Bayern memaksa Barcelona bertekuk lutut di babak delapan besar Liga Champions. Tim asal Jerman menang besar 8-2 atas El Barca, yang sekaligus menjadi kekalahan terburuk Blaugrana sejak 1946. Kala itu, Barca menyerah 0-8 dari Sevilla di ajang Copa Del Rey.

Situasi menyedihkan Barcelona membuat presiden klub, Bartomeu mengambil sikap tegas. Sang pelatih Quique Setien dipecat dan diganti oleh Ronald Koeman. Kini, Koeman dituntut untuk mengembalikan kejayaan Barcelona. Pahlawan Barca di final Liga Champions 1992 tersebut memiliki 10 cara agar bisa membawa Barcelona kembali berjaya di Liga Champions dan La Liga Spanyol.

Meritokrasi

Koeman seorang pelatih yang mampu memberi tahu Luis Suarez, Ivan Rakitic, dan Arturo Vidal bahwa mereka tidak dalam rencana, menunjukkan bahwa dia memiliki karakter dan ide yang jelas.

Koeman akan memberi penghargaan kepada mereka yang bekerja keras dan menunjukkan kualitas mereka. Dia belajar dari Johan Cruyff bahwa memiliki hubungan yang baik dengan para pemain adalah satu hal, dan hal lain untuk menjadi fleksibel. Koeman tidak khawatir tentang membuat keputusan yang tidak populer. Baginya, kebaikan skuad berada di atas individu mana pun. Sederhana: mereka yang pantas bermain, harus bermain.

Persiapan Fisik

Salah satu problem serius yang dipelajari Koeman dari Barcelona adalah stamina bermain mereka yang melorot jauh dalam empat musim beruntun, dengan digilas Juventus, AS Roma, Liverpool, dan Bayern Munchen dalam Liga Champions,

Koeman ingin memperbaiki ketangguhan fisik Barcelona itu dengan metode yang digunakannya sewaktu menangani Southampton dan Everton di Liga Primer Inggris. Di Inggris, tim-tim papan bawah rata-rata mampu mempersulit tim-tim papan atas karena intensitas permainannya.

Koeman lantas mendatangkan pelatih fisik Albert Roca yang dulu menjadi andalan rekan Koeman di tim nasional Belanda, Frank Rijkaard, sewaktu membawa Barcelona memenangi Liga Champions dan menarik Messi dari tim Barcelona B.

Bola Mati

Tidak mungkin menemukan pelatih yang lebih mengetahui pentingnya kualitas dalam situasi bola mati. Dia menyukai drama bola mati dan tahu betapa besar peran penting situasi bola mati. Dengan memiliki pemain sekelas Messi, Pjanic dan banyak lagi, Koeman tidak kekurangan kualitas dalam memaksimalkan situasi bola mati.

Karakter

Dembélé, De Jong, Coutinho, Semedo, Griezmann, Junior Firpo, mereka adalah pemain yang tidak melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan dalam dua musim terakhir.

Dari mereka semua, plus Ansu Fati, Koeman akan mengajak mereka untuk menunjukkan karakter, percaya diri. Jika mereka berada di Barcelona, ?? itu karena mereka bermain bagus di klub sebelumnya. Koeman ingin mereka semua maju, memainkan peran yang lebih besar dan tidak menunggu rekan satu tim menyelesaikan masalah saat pertandingan berlangsung.

Mereka jauh lebih baik dari yang mereka yakini dan jika mereka belum dalam kondisi terbaiknya itu karena kurangnya kepercayaan diri. Koeman percaya mereka bisa menerima tantangan dan akan memberi mereka peluang.

Persatuan Di Kamar Ganti

Dengan kehebohan yang ditimbulkan sejak kegagalan mempertahankan gelar di La Liga, kekalahan telak melawan Bayern, lantas Messi minta pindah, dan selama proses negosiasi, Koeman menghendaki para pemain lebih bersatu di ruangan kamar ganti tim dan lebih fokus ke pertandingan di lapangan daripada isu-isu lainnya.

Koeman menuntun profesionalitas bahwa hakikat seorang pemain adalah bertanggung jawab pada komitmennya di lapangan dan tidak terlalu berurusan dengan ha-hal di luar urusan.

Akademi

Koeman menunjukkan kepercayaan pada pemain muda di mana pun dia melatih. Apa yang tidak akan dia lakukan adalah menggunakan pemain muda jika dia tidak berpikir mereka siap untuk menjadi populer.
Di Valencia, Juan Mata adalah taruhannya. Di Barçelona, dua pemain pertama yang akan dia buka adalah Riqui Puig dan Ansu Fati. Pemain tim B lainnya juga berlatih dengan tim utama.

Sistem dan Kecepatan

Koeman tidak akan secara dramatis mengubah gaya permainan Barcelona sekaligus tetap meyakini penguasaan bola dan inisiatif mendominasi permainan. Yang ia inginkan lebih dipertajam adalah para penyerangnya bermain lebih terbuka dan lebih dalam menyerang. Frenkie de Jong dan Sergio Busquets masih akan membangun alur pemainan bersama para bek yang ikut naik menyerang, tapi lebih fokus dalam mengembangkan kecepatan.

Koeman meyakini problem Barcelona dalam beberapa tahun terakhir adalah lamban. Ia akan meminta para pemain lebih berani mengambil risiko dan lebih berani.

Pressing Ketat

Salah satu identitas Barçelona adalah presing ketat yang tinggi saat lawan menguasai bola. Itu berhasil di bawah Pep Guardiola dan di musim pertama Luis Enrique. Tetapi kini telah hilang sedikit demi sedikit. Koeman mendeteksi bahwa Barça menjadi rentan tanpa bola. Tim mundur terlambat dan buruk. Mereka tidak tahu bagaimana melindungi diri mereka sendiri saat kehilangan bola.

Koeman ingin memulihkan situasi dan itu bekerja keras sejak dalam sesi latihan. Memulihkan presing tinggi dan tatanan di lini pertahanan adalah dua prioritas Koeman di Barcelona.

Profesional

Ini bukan masalah kecil. Koeman akan menuntut agar para pemain dan stafnya berperilaku sesuai dengan lembaga yang mereka wakili. Dia menyukai sopan santun, rasa hormat dan sikap profesional. Dia tahu waktu telah berubah dari saat dia menjadi pemain, tentu saja, tapi dia akan meminta para pemain untuk mewakili klub 24 jam sehari. Ini adalah profesi mereka. Mereka harus menjaga pola makan, istirahat dan komitmen pribadi mereka saat jauh dari lapangan.

Lionel Messi

Koeman menginginkan komunikasi dengan Messi berlangsung lebih menyenangkan, damai, tapi lebih saling menghormati karena sejarah masing-masing di Barcelona.

Koeman meminta La Pulga menunjukkan keistimewaanya melalui kualitas dan penampilannya di lapangan yang memberi inspirasi serta teladan kepemimpinan sebagai kapten di lapangan dan di ruang kamar ganti, bukan di urusan lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *