Musim baru di Serie A akan segera dimulai, tapi Mourinho dan AS Roma kini masih dalam mode prihatin. Pasalnya mereka sejak musim lalu sudah mengalami masalah dalam hal pembatasan transfer. Lho kok bisa begitu? Memangnya apa yang terjadi dengan AS Roma?
Daftar Isi
Financial Fair Play
Menurut Corriere Dello Sport pada tahun 2022 lalu Roma terkena Financial Fair Play warisan ulah pemilik Roma sebelumnya. Roma tak sendirian kena hukuman FFP, beberapa klub seperti Juventus, AC Milan, Inter, PSG, City, Chelsea, maupun Barcelona juga terkena hukuman UEFA. Namun hukuman yang menimpa AS Roma notabene agak terlalu berat dibanding lainnya yang hanya berupa denda.
UEFA have announced today that Milan, Roma and Inter have met their Financial Fair Play obligations for the 2022-23 financial year.https://t.co/5UbX7Ii8K2 #ACMilan #ASRoma #Inter #FCIM #UEFA #SerieA #Calcio
— Football Italia (@footballitalia) July 14, 2023
Pengurangan jumlah pemain yang berlaga di kompetisi Eropa dan pembatasan biaya transfer adalah dua bentuk hukuman yang dijatuhkan pada Roma. Bayangkan ketika Roma berlaga di Europa League musim lalu, mereka terpaksa mengurangi jumlah pemainnya yang semula kuotanya 25 pemain menjadi 23 pemain.
Mourinho ketika diwawancarai Football Italia juga mengatakan bahwa hukuman UEFA itu sangat tidak adil. Menurut Mou, bagaimana bisa klub dengan pengeluaran lebih kecil namun hukumannya lebih berat?
Sementara itu Direktur Olahraga Roma, Tiago Pinto mengatakan pada La Gazzetta Dello Sport bahwa Roma sebenarnya telah berniat baik menyisihkan beban gaji dengan cara mendepak para pemain seperti Veretout, Zaniolo, Florenzi, Diawara, maupun Cengiz Under.
Veretout >> Marseille🚨
— Transfer House (@Kick_Ups) August 5, 2022
Marseille have announced the signing of Jordan Veretout from AS Roma on a permanent deal. Contract until June 2027. €11m guaranteed fee plus €4.5m add-ons.🔵#Marseille #Veretout
Medicals completed in the morning and paperworks signed.🇫🇷#Transfers pic.twitter.com/ZPfjf3g3Tr
Menurut Pinto seperti dilansir Romapress, dengan menjual beberapa pilar musim lalu, Roma telah mengurangi beban gajinya total hingga 25 juta euro. Namun sayang, nilai tersebut ternyata belum cukup bagi pembukuan klub. Sebab menurut perhitungan FFP, Roma masih butuh lebih dari 30 juta euro untuk memenuhi batasan.
Tiago Pinto: "When I talk about Financial Fair Play it's not that I want to justify my work. The day I leave Roma I want to be sure of leaving Roma in the best possible shape." https://t.co/UrfQdkUqL8
— RomaPress (@ASRomaPress) February 8, 2023
Pemain Gratisan dan Pinjaman
Selain hukuman pengurangan pemain, Roma juga dapat hukuman pembatasan biaya transfer. Hal itu berpengaruh besar dalam transfer Roma sejak musim lalu. Akibatnya Roma hanya bisa mendatangkan pemain murah, gratisan, dan pemain pinjaman.
Musim lalu Roma hanya membeli satu pemain yang berbayar, yakni bek kanan dari Lille, Zeki Celik. Itu pun harganya hanya 7 juta euro saja. Sisanya pemain seperti Paulo Dybala, Nemanja Matic, Mile Svilar, Andrea Belotti, Mark Solbaken, Diego Llorente, maupun Georginio Wijnaldum adalah kombinasi pemain gratisan dan pinjaman.
Zeki Celik ✍️
— Future Billionaire (@RichieYemie) July 22, 2022
Nemanja Matić ✍️
Mile Svilar ✍️
Paulo Dybala ✍️
Georgino Wijnaldum ⏳
Marcos Senesi ⏳
Jose Mourinho's Roma are making some fantastic moves this summer.
Only €7m spent so far!
Hope he has room on that arm for more trophy tattoos.🏆#ASRoma pic.twitter.com/Yph8EECVmp
Mourinho yang Jor-Joran
Sebenarnya, Jose Mourinho tidak menginginkan pemain gratisan dan pinjaman saja. Lihat saja track record transfer Mourinho selama melatih. Sejak dulu Mourinho dikenal sebagai pelatih yang suka membeli bintang, meskipun itu mahal harganya. Contohnya ketika di Chelsea bersama Roman Abramovich, ia pernah membeli Shevchenko dari Milan dengan harga 30 juta pounds pada tahun 2006.
Buongiorno.#Mourinho #Shevchenko #Chelsea pic.twitter.com/23QJioCadG
— CALCIATORI BRUTTI (@CB_Ignoranza) December 3, 2021
Di MU, Mou juga tak segan membayar kembali Pogba seharga 100 juta pounds. Yang lebih mengejutkan lagi, ia pernah lho menebus pemain sekelas Lo Celso ke Spurs, tapi dengan harga cukup mahal yakni 55 juta pounds.
Mourinho on buying Lo Celso: "He has made it so we are going to execute the option."
— Tottenham Funnies (@SpursFunnies) January 25, 2020
SOME GOOD NEWS. pic.twitter.com/1z4OT1Vgdi
Ketika ia datang pertama kali di AS Roma pun, tak dipungkiri Mou telah dijanjikan pengeluaran dana berlebih untuk membangun skuad Giallorossi oleh pemilik. Memang, di musim debutnya, Giallorossi sudah merogoh kocek hampir 150 juta euro untuk beberapa pemain keinginan The Special One seperti Tammy Abraham, Matias Vina, Rui Patrício, Roger Ibanez, Bryan Reynolds, Marash Kumbulla, maupun Eldor Shomurodov.
The transfers of Roma, who brought Jose Mourinho to the head of the team, this summer👀
— NaijaBet.com (@NaijaBet) August 18, 2021
🔸40 M€ Tammy Abraham
🔸17,5 M€ Eldor Shomurodov
🔸13 M€ Matias Vina
🔸11,5 M€ Rui Patrício
🔸9 M€ Roger Ibanez
🔸6,75 M€ Bryan Reynolds
💶Total: 97 Million 750 Thousand €#NaijaBet pic.twitter.com/T9tQow3uM0
Namun, kini setelah satu musimnya yang sukses bersama Roma, Mou mulai merasakan betapa tidak enaknya terkena pembatasan biaya transfer. Ia tampak gerah dan tak leluasa lagi memilih pemain yang ingin ia datangkan.
Musim Ini Masih Sama
Lalu bagaimana dengan musim ini? Ya, Mourinho ternyata masih betah di ibukota Italia. Meskipun keadaannya ternyata hampir masih sama seperti musim lalu. Roma masih terikat FFP karena belum memenuhi kewajiban pembukuan lebih dari 30 juta euro.
Nah, oleh sebab itu kini Roma masih mencoba mengurangi beban gajinya lagi dengan cara mendepak beberapa pemain yang tak dibutuhkan. Pemain seperti Matias Vina, Gonzalo Villar, Bryan Reynolds, maupun Eldor Shomurodov yang pulang dari masa peminjaman akan dilepas.
Selain itu, Roma juga masih menjajaki kemungkinan melepas pemain utamanya yang masih punya nilai jual, seperti Rick Karsdorp, Ola Solbakken, Roger Ibanez, maupun Spinazzola selagi masih menguntungkan.
Namun itu semua masih menunggu, masalahnya sekarang Roma dan Mourinho masih dalam tahap memperbaiki skuad. Dan salah satu caranya adalah bergerak di bursa transfer.
Apa boleh buat, Mourinho kini dibuat pusing dengan kondisi yang berulang ini.
Roma kini tak leluasa lagi menari di lantai bursa transfer. Lihat saja buktinya, Giallorossi sampai kini hanya mendapatkan pemain yang statusnya gratisan maupun pinjaman. Seperti misalnya yang sudah resmi bergabung yakni Evan Ndicka dari Frankfurt, Houssem Aouar dari Lyon maupun Rasmus Kristensen dan Diego Llorente dari Leeds.
DE ARRIBA UN RAYO
— Punto por Punto (@puntoporpuntouy) June 21, 2023
Doble fichaje para la Roma de Jose Mourinho, el zaguero Evan Ndicka y el centrocampista Houssem Aouar llegan a la loba, ambos como agentes libres tras acabar sus contratos con Eintracht Frankfurt y Olympique Lyon respectivamente pic.twitter.com/95n2UEpyKk
Selebihnya, apa yang dicari Roma berikutnya juga adalah para pemain yang bisa dipinjam. Seperti striker Alvaro Morata dari Atletico Madrid, Gianluca Scamacca dari West Ham, maupun Renato Sanches dari PSG.
Morata ferma l’Inter, priorità alla Roma, ora sta ai Friedkin
— Patrick 🐺 (@PatrickASRfan) July 20, 2023
L’acquisto di Broja al West Ham può sbloccare Scamacca
NON CI STO CAPENDO NULLA
Buongiorno a tutti ☀️❤️ pic.twitter.com/UsDBAFopUG
Peluang Roma Bagaimana?
Melihat peluang Roma dengan skuad yang pas-pasan musim depan, apakah bisa dibawa Mourinho meraih kejayaan? Kalau menurut manajer umum Roma, Tiago Pinto selama ini ketika Roma berada dalam keterbatasan, harusnya publik berterima kasih pada sosok Jose Mourinho.
AS Roma technical director Tiago Pinto on appointing Jose Mourinho:
— MourinhoXtra™ (@Mourinho_Xtra) August 6, 2022
"We are firmly convinced that Mourinho is the perfect coach for our project, both in the short and long term. Together, with the Friedkin's vision and ambition, we will build the foundation for a new AS Roma." pic.twitter.com/u2LUNqdVlU
Mourinho menurut Pinto seperti magnet yang bisa menyihir para pemain sekalipun itu pinjaman atau gratisan untuk percaya datang ke Roma. Roma bagaimanapun diuntungkan dengan keberadaan The Special One.
Tak dibayangkan oleh Pinto kalau bukan Mou yang jadi pelatih, apakah para pemain yang pernah jadi bintang seperti Matic ataupun Dybala mau gabung bersama Roma yang tak punya uang berlebih ini?
Meski masih belum terlalu signifikan di Serie A, tapi paling tidak dua musim beruntun mencapai partai puncak di kompetisi Eropa, merupakan prestasi tertinggi Giallorossi di bawah Mou.
Di musim depan, Roma akan kembali berlaga di Europa League. Peluang untuk kembali berbicara banyak di kompetisi Eropa masih terbuka lebar. Di kancah Serie A, persaingan memang akan semakin ketat. Di mana semua tim berbenah termasuk AC Milan dan Inter yang banyak membeli pemain. Namun, memperebutkan satu tiket Eropa bagi Roma dan Mou dengan keadaan seperti ini tampaknya masih realistis.
🇵🇹 Mourinho on Roma's sporting director Tiago Pinto, who said UCL qualification was Roma's target:
— PurelyFootball ℗ (@PurelyFootball) May 23, 2023
“Qualifying for the Champions League by spending €7m on the transfer market is more than history, more than a miracle. This is Jesus Christ coming to Rome and strolling around the… pic.twitter.com/6nTfoNGR9h
Toh, kerangka pemain pilarnya seperti Patricio, Smalling, Matic, Pellegrini, maupun Abraham masih bertahan. Jadi, dengan penambahan sedikit pemain, meski itu hanya pinjaman atau gratisan, Roma akan tetap solid bersaing di musim depan. Asalkan masih bersama The Special One, percayakan saja semuanya padanya.
Sumber Referensi : footballitalia, goal, romapress, footballitalia, transfermarkt


