Denyar harapan itu terlihat kembali. Antusiasme menonton Timnas Indonesia yang sedianya pelan-pelan mulai redup dan bahkan menuju padam, kini menyala lagi. Keyakinan bahwa Timnas Indonesia akan menjemput kejayaan mulai ditanam di otak masyarakat setelah PSSI, konon sudah dikelola oleh orang yang tepat.
Erick Thohir memang politisi dan pebisnis, tapi setidaknya, citranya sebagai orang yang paham sepak bola dalam tanda kutip, sudah benar-benar merasuk ke setiap pikiran pencinta Timnas Indonesia. Apalagi terobosan-terobosannya untuk timnas, seperti memanggil pulang para pemain keturunan membuahkan hasil positif.
Kolaborasinya dengan Shin Tae-yong, pelatih yang cenderung simpel dan pragmatis, membuat Timnas Indonesia yang dulunya diremehkan kembali disegani. Malahan, Timnas Indonesia yang permainannya makin ngeri mulai membuat para rivalnya ketakutan.
Mengapa demikian, dan bagaimana para rival itu memandang bahwa Timnas Indonesia lawan yang sulit? Sebelumnya, jangan lupa untuk subscribe dan nyalakan loncengnya agar tak ketinggalan video terbaru dari Starting Eleven Story.
Daftar Isi
Indonesia Diperkuat Pemain Keturunan Grade A
Faktor paling kelihatan mengapa Timnas Indonesia disegani lagi dan bahkan ditakuti adalah karena keberadaan pemain diaspora atau keturunan. Ide Shin Tae-yong untuk menemui para pemain keturunan yang jauh dari liga pesakitan, ternyata didukung penuh oleh PSSI dan bahkan Pemerintah Republik Indonesia itu sendiri.
Segera, para pemain keturunan pun dinaturalisasi untuk membela Timnas Indonesia. Sandy Walsh, Jordi Amat, Ivar Jenner, Shayne Pattynama, Justin Hubner, Thom Haye, Rafael Struick, Jay Idzes, Nathan Noel Romejo, hingga Ragnar Oratmangoen semuanya berhasil dibujuk untuk pindah kewarganegaraan.
Salah satu PR para pemain keturunan adalah soal bahasa. Saat ini sudah ada kurang lebih 12 pemain keturunan & naturalisasi di skuad Timnas Indonesia.
— Football Fandom (@FandomID_) March 20, 2024
Oleh karena itu, diakui rekannya, Sandy Walsh yang resmi jadi WNI sejak 2022 sudah sering menggunakan Bahasa. 👏🇮🇩
Sebuah utas~ pic.twitter.com/a5CA2GwLzL
Jangan lupakan juga Elkann Baggot yang kecintaannya pada Indonesia, mendorongnya untuk memilih kewarganegaraan Indonesia, ketimbang Thailand maupun Inggris ketika usianya sudah memenuhi syarat untuk memilih kewarganegaraan.
Para pemain tadi menjadikan permainan Timnas Indonesia mulai mengesankan, tertata, rapi, dan solid. Selain itu, para pemain yang ditempa lewat iklim sepak bola yang sehat memberi pengaruh signifikan pada pemain yang masih bermain di Liga “Kungfu” Indonesia. Alhasil, para rival pun iri dan memandang Timnas Indonesia sebagai kekuatan yang sulit ditaklukkan.
Vietnam
Salah satunya adalah Vietnam. Vietnam yang dulunya begitu perkasa dan sulit dikalahkan oleh Timnas Indonesia, kini bernasib sebaliknya. Negeri Nguyen belakang ini malah ketakutan terhadap Timnas Indonesia.
Sebelum bersua di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026, Maret lalu, Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) mengatakan dengan jujur, bahwa pelatih Philippe Troussier kala itu sudah lebih dulu cemas sebelum menghadapi Timnas Indonesia. Wakil Presiden VFF, Tranh Anh Tu yang bilang begitu.
HT: Vietnam 0-1 Indonesia
— Komisi Wasit (@MafiaWasit) January 19, 2024
Fyi, Pelatih Vietnam Philippe Troussier ini pernah dipecat oleh QFA (Federasi Sepakbola Qatar) setelah Qatar dibantai Timnas Indonesia saat Piala Asia 2004 di Workers Stadium China pada 18 Juli 2004, melalui gol Budi SUdarsono dan Ponaryo Astaman. pic.twitter.com/AbrfwBnBS3
Katanya, ada beban berat yang dipanggul di atas pundak eks pelatih Olympique Marseille tersebut. Mengingat Timnas Indonesia selalu menjadi mimpi buruk buat Troussier. Hasilnya, kita semua tahu, Troussier akhirnya dipecat setelah digasak Indonesia dua kali.
Kata Bek Vietnam, Do Duy Manh, makin banyak pemain naturalisasi, Indonesia makin ngeri.
— SuperSoccer TV (@my_supersoccer) March 12, 2024
Tapi doi juga sindir kalo kebanyakan dari mereka berdarah Belanda, sampe bingung nanti bakal lawan Indonesia atau Tim Belanda. Gimana tanggapan klean?#SUPERLIVE#SUPERSOCCER… pic.twitter.com/NvjjoN8bne
Selain Troussier dan Federasi Sepak Bola Vietnam, bek mereka, Do Duy Manh juga ketakutan menghadapi Timnas Indonesia, terutama saat mesti berlaga di hadapan puluhan ribu pasang mata di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Belum selesai. Media-media Vietnam yang sering melontarkan psywar jelang laga melawan Indonesia pun sebetulnya menyimpan rasa takut.
Dilansir CNN Indonesia, media Vietnam, Soha, menulis, kendati kalah 1-3 atas Irak di Piala Asia lalu, Timnas Indonesia masih ganas. Soha juga memuji kualitas kerja sama dan harmonisasi tim Indonesia, serta semangat juang para pemainnya.
Malaysia
Jauh sebelum dikelola Shin Tae-yong, Malaysia hampir selalu berada di atas Indonesia. Soal trofi terutama. Saat Indonesia belum mampu membawa pulang Piala AFF, Malaysia sudah melakukannya. Namun, musuh bebuyutan Indonesia itu kini bergidik ngeri melihat betapa mewahnya Timnas Indonesia.
Media Malaysia juga menyoroti kesuksesan program pemain keturunan Timnas Indonesia. Kehadiran pemain keturunan Grade A yang bahkan hafal lagu kebangsaan “Indonesia Raya” membuat Malaysia iri. Selain itu, Malaysia juga ketar-ketir mengetahui bahwa Indonesia tak libur menaturalisasi pemain keturunan.
Semalam, ketika perlawanan Indonesia dan Argentina , semua pemain warisan+natrulisasi menyanyikan lagu Indonesia Raya walaupun ada daripada mereka pertama kali atau baru beraksi di Indonesia seperti Rafael,Pattynama dan lain lain.
— Onefootball.my (@OnefootballM) June 20, 2023
Tetapi di Malaysia pemain ini masih tidak hafal. pic.twitter.com/6a1Zu25SwH
Salah satu yang membuat mereka takut adalah kedatangan Jay Idzes. Media-media Malaysia, termasuk Makan Bola sampai-sampai mengikuti proses naturalisasi bek Venezia tersebut.
Tidak hanya perkara pemain keturunan, keberadaan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia juga membuat Malaysia cemas. Sekalipun sudah mendatangkan bekas atasannya Shin Tae-yong. Ya, Malaysia memang mendatangkan Kim Pan-gon, mantan petinggi Federasi Sepak Bola Korea Selatan, sekaligus mantan bosnya Shin Tae-yong.
Namun, Pan-gon malah tak bisa menahan diri untuk memuji kehebatan Tae-yong. Iri hati yang telanjur mendarah daging bahkan membuat Malaysia akhirnya meniru langkah Timnas Indonesia untuk memburu pemain keturunan. Akan tetapi usaha mereka belum membuahkan hasil.
Thailand
“Semua bisa dikalahkan, kecuali Tuhan dan Thailand.”
Kalimat satire itu muncul karena Timnas Indonesia bisa punya kans menang siapa pun lawannya, kecuali Thailand. Secara head to head, Thailand selalu merepotkan Timnas Indonesia. Sudah 25 kali Gajah Perang menggilas Indonesia dari total 37 pertemuan. Bahkan sejak terakhir kali menang tahun 2016, Indonesia belum pernah mengalahkan Thailand lagi.
Akan tetapi, baru-baru ini rasa khawatir di tubuh Thailand akan Timnas Indonesia justru mulai meletus. Sederet pemain keturunan berkualitas yang ada di Timnas Indonesia menyilaukan mata Thailand. Sehingga mereka pun mulai mengambil langkah untuk menjiplak cara Indonesia.
Dilaporkan media Thailand, The Thao 27 seperti dikutip Okezone, Thailand mencari pemain keturunan yang bermain di Eropa. Mereka sudah dapat satu, namanya Eric Kahl, pemain keturunan Thailand-Swedia. Namun, Kahl masih enggan membela Timnas Thailand.
🚨 Swedish-Thai defender Eric Kahl shares that he's not yet ready to pick Thailand over Sweden.
— Ta L. (@talao_) November 3, 2023
He still believes he has a chance at making the Swedish first team.
Therefore, he won't be donning the 🇹🇭 kit in the coming #WorldCup Qualifiers vs. 🇨🇳/🇸🇬. pic.twitter.com/o2Dkheug7T
Pemain yang memperkuat klub Aarhus GF di Liga Utama Denmark itu masih yakin kalau dirinya bakal dipanggil oleh Timnas Swedia. Jadi, harapan untuk mengikuti jejak Timnas Indonesia dengan pemain keturunan, untuk sementara masih sulit diikuti oleh Thailand.
Di sisi lain, suporter Thailand juga mulai cemas jika status Raja Asia Tenggara akan pindah dari Thailand ke Indonesia. Bagus juga kalau itu beneran terjadi, ya nggak football lovers?
Irak
Tidak mudah memahaminya. Tapi inilah yang terjadi. Irak memang mengalahkan Indonesia di laga pertama putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan skor mending WO, 5-1. Namun, Irak tak bisa begitu saja mencabut kewaspadaannya pada Timnas Indonesia.
Itu karena pasukan Shin Tae-yong sedang menyusun kekuatan baru dengan tambahan sejumlah pemain keturunan. Shin Tae-yong dan PSSI telah menyiapkan nama-nama baru yang sebelumnya tidak ikut kala Timnas Indonesia terkapar di Basra.
Timnas Indonesia di 5 pertandingan terakhir:
— FaktaBola (@FaktaSepakbola) January 2, 2024
• 6-0 vs. Brunei ✅
• 0-6 vs. Brunei ✅
• 5-1 vs. Iraq ❌
• 1-1 vs. Filipina 🤝
• 4-0 vs Libya ❌
Timnas Indonesia hanya menang lawan Brunei. 13 Hari menuju Piala Asia.
📸 @TimnasIndonesia pic.twitter.com/SCjXa5wAJy
Media Irak, BNN Network sebagaimana dikutip Okezone menyebut, Timnas Indonesia diperkuat pemain yang memiliki kekuatan dan fisik mumpuni, seperti Elkan Baggott, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, hingga Rafael Struick. Media ini juga menyebut kalau skuad Garuda saat ini menjadi yang terkuat dalam beberapa tahun terakhir.
Media Irak lainnya, Iraq Football Gallery bahkan tak segan untuk mengatakan bahwa Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 2026. Indonesia, kata mereka, akan satu grup dengan Spanyol dan Argentina. Namun, terlepas dari Timnas Indonesia yang mulai disegani lagi dan ditakuti para rivalnya, walau bagaimana penting untuk tetap ilmu padi, Abangkuhhh….
Sumber: Okezone, TVOneNews, Kumparan, Viva, TVOneNews, Sindonews, CNNIndonesia


