Ronald Koeman resmi dipecat dan Barca tinggal menunggu pelatih anyar untuk diumumkan. Sementara itu, Ole kembali ke pangkuan setelah dalam laga melawan Tottenham Hotspurs, MU berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 3-0.
Dalam sepakbola, selalu ada momen menarik nan istimewa yang terjadi dalam sepekan. Dan tentang apa saja yang tidak ingin kamu lewatkan, akan tersaji dalam, clean sheet. Karena sejatinya, kabar yang terus tersebar akan selalu kami amankan.
Daftar Isi
Ole Out atau Ole Stay?
Dimulai dari MU yang meski di awal musim sempat jumawa dengan catatan posisi yang didapat, mereka kini justru mengalami penurunan performa yang cukup signifikan. MU sejauh ini sudah tiga kali kalah dengan yang terparah adalah ketika dibantai Liverpool dengan skor 0-5.
Saat itu juga, semua langsung menuding bahwa Ole sangat layak disalahkan. Pelatih asal Norwegia itu disebut telah membuat dosa yang sampai kapanpun tidak akan pernah bisa dimaafkan. Manajemen dituntut untuk memecat sang pelatih saat itu juga. Pasalnya bila tidak, mau dibawa kemana lagi tim yang seharusnya bisa merangsek naik dengan deretan pemain anyar yang didatangkan?
Apa yang menjadi desakan para penggemar tentu sangat berdasar. Sebelum kalah telak dari Liverpool, MU belum mampu meraih kemenangan dalam tiga pertandingan. Ditambah dengan Liverpool, mereka gagal meraih kemenangan dalam empat laga dengan cuma mengoleksi sebanyak satu poin, ketika meraih hasil imbang melawan Everton.
Setelah tagar Ole Out terus mengudara, langsung muncul nama yang kabarnya siap gantikan posisi sang pelatih. Satu yang paling santer diisukan adalah Antonio Conte.
Namun ternyata, manajemen masih memberi kesempatan kepada Ole sampai laga melawan Tottenham. Bila kalah, pupus sudah harapannya untuk bisa bertahan. Beruntung bagi Ole, dia sukses meraih kemenangan 3-0 atas Tottenham yang dilatih oleh Nuno Espirito Santo. Dengan ini, tagar Ole Out pun kembali menyelam untuk beberapa saat, dengan digantikan oleh tagar Ole Stay.
Kendati begitu, dalam hal ini Ole tidak bisa langsung tersenyum bahagia. Karena ternyata, manajemen masih memberi dua kesempatan lagi bagi Ole untuk buktikan kualitas, yaitu di laga melawan Atalanta dan Manchester City. Jika dia gagal menumpas segala hadangan dalam dua laga itu, bukan tak mungkin bila lembar cerita Ole akan segera ditutup.
Ole haters wanted Nuno’s Tottenham to beat Man Utd so Ole can get the sack but instead Ole handed the defeat to Tottenham and Nuno got the sack. pic.twitter.com/RTT3EcWxAP
— Troll Football (@TrollFootball) November 1, 2021
Koeman Dipecat, Xavi Merapat
Pemecatan akhirnya dilakukan oleh pihak FC Barcelona kepada Ronald Koeman. Pelatih asal Belanda itu dibebastugaskan usai gagal membawa Sergio Aguero cs menang atas tim promosi, Rayo Vallecano. Di laga yang berlangsung di Estadio de Vallecas itu, Barca menelan kekalahan tipis satu nol setelah Radamel Falcao mencetak gol semata wayang tim tuan rumah.
Kekalahan atas Rayo sendiri jadi yang kedua secara beruntun di liga, usai sebelumnya el Barca gagal memetik kemenangan di laga klasik melawan Real Madrid.
Selama menjabat sebagai pelatih Barcelona, Koeman memang disebut banyak melakukan kesalahan. Dia sempat ribut dengan sejumlah pemain, melepas bintang andalan, serta menggantinya dengan pemain yang sampai saat ini belum bisa tunjukkan kualitas.
Lalu di kompetisi Liga Champions Eropa, Koeman juga dianggap membuat Barca gagal memberi pengaruh besar hingga membuat mereka hanya duduk di tangga ketiga dengan catatan sekali menang. Dalam dua laga sebelumnya melawan Bayern dan Benfica, Barca yang ditangani Koeman selalu kalah dengan skor mencolok.
Kini di tengah kosong nya kursi kepelatihan Barcelona, klub yang masih ditangani pelatih interim terus melakukan pendekatan dengan sejumlah pihak. Satu yang terus tersorot adalah nama Xavi Hernandez.
Eks gelandang Barca itu bahkan sudah menyampaikan persetujuannya bila tawaran untuk melatih tim tercinta datang. Bahkan sejumlah asistennya juga telah disiapkan untuk dibawa serta ke Catalan.
Namun para penggemar Barca tidak bisa langsung bergembira untuk menyambut Xavi. Pasalnya, Al Sadd selaku tim yang masih memegang penuh kontrak sang pelatih, langsung mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa Xavi masih akan fokus untuk melatih Al Sadd.
Jadi, kapan kira-kira Xavi bisa diumumkan sebagai pelatih Barca?
Barcelona will announce new interim coach. Then it’s gonna be Xavi. He has accepted Barça project after talking with president Laporta days ago. Still waiting contract termination process with Al-Sadd. 🔴 #FCB
Laporta will announce Xavi to the team today, acc to @tjuanmarti. pic.twitter.com/zXOnMZKtIn
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) October 28, 2021
Marcelo Pergi, Eriksen Tak Bisa Main Lagi
Bintang asal Brasil yang kini membela Real Madrid, Marcelo, menyampaikan bahwa dirinya bersedia untuk tinggalkan el Real pada akhir musim nanti. Belakangan, tenaga Marcelo memang tampak sudah tidak terlalu dibutuhkan lagi.
Di bawah asuhan Carlo Ancelotti pada musim ini saja, Marcelo yang telah menjadi kapten selepas kepergian Sergio Ramos, kalah bersaing dengan Ferland Mendy dan Miguel Gutierrez.
Marcelo yang sejak 2007 membela Real Madrid telah sumbangkan banyak sekali kontribusi besar termasuk beberapa trofi Liga Champions secara beruntun. Kabarnya, pria 33 tahun ini bakal pulang ke Brasil untuk gabung dengan Fluminense, sebelum akhirnya benar-benar putuskan pensiun sebagai pemain.
Beralih ke kompetisi Negeri Pizza, Christian Eriksen yang kita tahu sempat koma karena mengalami masalah pada jantungnya, mendapat kabar yang sejatinya tidak mengenakkan. Dia resmi tidak akan tampil di kompetisi tertinggi Italia lagi usai otoritas sepak bola Italia melarang Eriksen memperkuat Inter Milan menyusul riwayat sakit jantung yang diderita.
Dalam hal ini, Eriksen disebut tidak memenuhi syarat untuk bisa tampil di kompetisi Serie A. Namun begitu dia masih bisa bermain di kompetisi lain yang menerapkan peraturan berbeda. Contohnya Belanda, dimana Daley Blind yang mengalami masalah yang sama, tetap diizinkan tampil memperkuat Ajax Amsterdam.
Marcelo will leave Real Madrid at the end of the season, in 14 years at the club he has won:
➡️ 5 La Liga
➡️ 4 Champions League
➡️ 4 Club World Cup
➡️ 4 Spanish Supercup
➡️ 3 European Supercup
➡️ 2 Copa del ReyEnd of an era. 💔 pic.twitter.com/gNKe4DuZdi
— PurelyFootball®️ (@PurelyFootball) October 29, 2021
Juve Hancur, Bayern Babak Belur
Bayern Munchen yang biasa kita kenal sebagai tim yang akrab dengan kemenangan besar, terjungkal dalam sebuah pertandingan melawan Borussia Monchengladbach. Dalam lawatan nya ke Borussia Park, Bayern sejatinya tampil dengan kekuatan penuh. Namun tak disangka dalam laga DFB-Pokal itu Lewandowski cs justru babak belur.
Dalam laga tersebut, Breel Embolo dan Ramy Bensebaini sama-sama mencetak dua gol. Satu gol lainnya diciptakan oleh Kouadio Kone ketika laga baru berjalan sekitar dua menit.
Kekalahan ini pun banyak diperbincangkan. Bayern dianggap tampil mengejutkan, apalagi ini merupakan kekalahan perdana Bayern dengan margin lima gol, sejak 43 tahun lalu. Terakhir, mereka kalah telak 1-7 dari Fortuna Duesseldorf di pentas Bundesliga.
Padahal kita semua tahu bila dalam tiga laga sebelumnya, Bayern selalu berhasil memetik kemenangan dengan skor besar. Diantaranya 4-0 melawan Hoffenheim, 4-0 melawan Benfica, dan 5-1 melawan Bayer Leverkusen.
Terbang ke kompetisi Serie A, Juventus juga mengalami masa yang benar-benar membuat penggemar tak tahu harus berkata apa. Mereka tenggelam di posisi ke sembilan dengan raihan 15 poin saja, dan terpaut sebanyak 16 poin dari sang capolista Napoli dengan koleksi 31 poin.
Setelah imbang melawan Inter pada 25 Oktober lalu, Juve gagal memetik kemenangan ketika berhadapan dengan Sassuolo dan Hellas Verona.
Dari 11 pertandingan yang dijalani, Juve bahkan sudah kebobolan sebanyak 15 gol dimana ini menjadi yang terburuk bagi mereka sejak musim 1961/62. Di musim tersebut, Juve akhirnya hanya mampu finish di posisi ke 12 klasemen akhir.
Apakah fakta tersebut berpotensi terulang di masa sekarang?
Juventus have already lost four Serie A games this season 🤦♂️ pic.twitter.com/W64KeeR8Oh
— Goal (@goal) October 30, 2021
Baru Dibeli, Ramos Sudah Disuruh Pergi
Kabar cukup mengejutkan nan menggelitik hadir dari kompetisi Ligue One. Adalah Sergio Ramos yang baru dibeli PSG, sudah disuruh pergi.
Melansir dari Marca, Ramos yang belum juga tampil sebagai penggawa PSG bakal dibuang oleh raksasa Prancis tersebut. Laporan yang muncul mengatakan kalau rencana ini bakal dilakukan karena sang pemain tak kunjung sembuh dari cedera sejak didatangkan dari Los Blancos. Apalagi, PSG harus menggaji Ramos dengan cukup tinggi, yaitu sekitar lebih dari 4 miliar rupiah per pekan.
Hal ini memang sangat mungkin terjadi, dan bila PSG memang menginginkan rencana ini maka mereka juga harus siap dengan konsekuensinya, yaitu harus membayar sisa kontrak Sergio Ramos jika tertulis dalam kesepakatan kedua belah pihak.
Ramos hasn’t played a single minute of football since May 🚑
PSG have had enough. They’ve admitted the transfer was a mistake – there’s a big chance Ramos never plays for the club… 😢https://t.co/BrBReG4qVq
— SPORTbible (@sportbible) November 1, 2021
Zaha Dapat Hinaan Dari Penggemar Indonesia
Sebagai penutup, sepakbola sempat dihebohkan dengan sebuah tindakan memalukan dari penggemar asal Indonesia. Adalah ketika pemain Crystal Palace, Wilfried Zaha, mendapat hinaan rasis!
Tindakan rasisme itu didapat setelah Zaha berhasil membawa Palace menang dengan skor 2-0 atas Manchester City. Dari situ, ada penggemar City asal Indonesia yang kesal hingga berani melempar hinaan rasis. Tindakan memalukan itu terungkap setelah Zaha yang melalui instagram pribadinya, membagikan isi DM nya yang dihujani kata-kata tak pantas, yang salah satunya berasal dari penggemar yang bahasanya tidak asing.
Aksi memalukan tersebut pun langsung mengundang kecaman warganet. Mereka ramai-ramai menyerbu akun instagram sang pelaku hingga membuat si empunya akun mengganti id instagramnya.
🤦🏾♂️🤦🏾♂️🤦🏾♂️
Bikin malu. pic.twitter.com/pdZvKUi2nq
— Regista (@registaco) October 31, 2021


