Tanpa Baggot & Sandy, Ini Komposisi Terbaik Lini Bertahan Indonesia di Piala AFF 2022

spot_img

Timnas Indonesia di bawah arahan Shin Tae-yong telah mempersiapkan skuad terbaiknya demi kompetisi Piala AFF 2022. Layaknya Brazil di Piala Dunia 2022 yang skuadnya mewah lantaran berisi bintang-bintang yang bermain di liga top Eropa, skuad Garuda juga sebelas dua belas mewahnya.

Skuad Shin Tae-yong akan berisikan pemain-pemain terbaik yang dimiliki oleh Indonesia. Setiap lini telah dipenuhi oleh bintang-bintang Liga 1 yang dikombinasikan dengan pemain-pemain yang berlaga di kompetisi luar negeri, seperti Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman yang sama-sama sedang berkarir di Liga Slovakia.

Sektor pertahanan bakal jadi lini yang paling menarik perhatian di edisi 2022 kali ini. Sebab, lini bertahan skuad garuda akan diisi oleh nama-nama terbaik. Meskipun tanpa Elkan Baggot dan Sandy Walsh. Nah, berikut adalah komposisi terbaik lini bertahan Indonesia di Piala AFF 2022.

Pemain Pilihan Shin Tae-yong

Jelang Piala AFF 2022, Shin Tae-yong telah mengumumkan 23 nama pemain Indonesia yang akan diberangkatkan ke Jakarta, guna mempersiapkan diri untuk berjuang di kompetisi antarnegara se-ASEAN tersebut.

Khusus untuk lini belakang, pelatih asal Korea Selatan itu memanggil nama-nama lokal macam Hansamu Yama Pranata yang mewakili generasi emas era AFF U-19 2013, sang kapten Fachrudin Aryanto, pemain muda Persebaya Surabaya, Rizky Ridho, dan punggawa Rans Nusantara, Edo Febriansyah.

Selain itu, Coach Shin juga memanggil kembali pemain belakang yang berkarir di luar negeri. Seperti Asnawi Mangkualam yang memperkuat Ansan Greeners, dan orang Blora yang kini memperkuat klub kasta kedua Jepang, Tokyo Verdy, Pratama Arhan. Kedua klub tersebut mau melepas mereka karena kompetisi memang sudah selesai. Jadi Arhan dan Asnawi masih libur dan bisa membela Indonesia di Piala AFF 2022.

Sebetulnya ada satu nama lagi yang sedang aboard di sepakbola Inggris, yakni Elkan Baggot. Namun sang pemain telah memutuskan untuk tetap di klubnya, Gillingham. Baggott sendiri tengah menikmati masa peminjamannya di Gillingham dari Ipswich Town, dan di sana ia menjadi tulang punggung lini pertahanan klub.

Kabarnya, kondisi tim Elkan Baggot sedang berjuang di papan bawah dan tengah berlaga di FA Cup serta Carabao Cup. Dengan kondisi tersebut, PSSI memahami keputusan sang pemain untuk tak memenuhi panggilan Timnas Indonesia. 

Kekuatan Tambahan

Tak hanya itu, Timnas Indonesia juga telah mendapatkan kekuatan tambahan dari pemain naturalisasi anyar yang kebetulan semuanya berposisi sebagai pemain belakang. Skuad Garuda mendapat tambahan kekuatan setelah rampungnya proses naturalisasi Jordi Amat dan Sandy Walsh.

Meski tak akan diperkuat Elkan Baggot, Indonesia tampaknya masih bisa bernafas lega karena akan diperkuat pemain naturalisasi kelas Eropa. Namun, hanya Jordi Amat yang masuk dalam 23 nama yang akan diberangkatkan ke Jakarta.

Bek keturunan Spanyol itu optimis pengalamannya di sepakbola Eropa dapat membantu Timnas Indonesia untuk bersaing dengan tim-tim kuat macam Thailand dan Malaysia. 12 tahun lamanya Amat melanglang buana di sepakbola Eropa. Ia bahkan sempat bermain di Premier League dan La Liga untuk berhadapan dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Jordi Amat (@jordiamat5)

Ketenangannya di lini belakang akan memberikan kenyamanan kepada kiper kita, Nadeo Argawinata. Jordi Amat memang bukan bek tinggi kekar macam Virgil Van Dijk atau Ruben Dias, tapi ia unggul dalam pengambilan tekel dan duel-duel darat satu lawan satu.

Sedangkan Sandy, ia sebetulnya sudah ikut pemusatan latihan November lalu, tapi kini ia sedang kembali ke Belgia untuk memperkuat klubnya, KV Mechelen. PSSI pun tak menahan sang pemain, karena KV Mechelen punya hak atas itu.

Apalagi AFF merupakan kompetisi yang tak terdaftar sebagai agenda FIFA. Jadi Sandy tak ada kewajiban membela Timnas Indonesia. Ketua Umum PSSI, Iwan Bule mengklaim kalau Sandy bisa menyusul, tapi kenyataannya sang pemain tidak bisa bergabung lagi dengan Timnas Indonesia di turnamen tersebut. Pelatih Shin Tae-yong pun memilih untuk tidak membawa bek kelahiran Brussels, Belgia itu.

Opsi

Coach Shin sendiri fleksibel dalam pemilihan formasi. Ia sesekali menggunakan skema empat bek dengan 4-3-3 atau 4-2-3-1, tapi juga bisa menggunakan skema tiga bek dalam formasi 3-4-3 atau 3-5-2. Jadi mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu memiliki beberapa opsi untuk meracik lini bertahan Indonesia.

Apabila Coach Shin ingin menggunakan tiga bek, kehadiran Jordi Amat membuat komposisi tiga pemain di jantung pertahanan bisa berubah drastis. Namun, dengan absennya Elkan Baggot, komposisi tiga bek akan berpusat pada sang pemain naturalisasi anyar tersebut.

Amat akan menempati bek tengah dan di sisi kiri yang biasanya diisi Baggot kemungkinan akan diisi oleh Rizky Ridho. Pemain berusia 21 tahun tersebut sudah biasa mengisi bek tengah sisi kiri ketika ia membela Persebaya di Liga Indonesia.

Dalam beberapa pertandingan bersama Timnas, Ridho juga selalu di plot sebagai bek tengah sisi kiri. Ridho tampil memuaskan jika bermain dalam posisi tersebut. Ketenangan dan kemampuannya menggunakan kedua kaki sangat membantu dalam mengcover area sisi kiri. Apalagi ketika Pratama Arhan membantu lini serang.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Hansamu Yama Pranata (@hannsamuyama)

Sedangkan di sisi kanan bisa diisi oleh Fachrudin Aryanto dan Hansamu Yama Pranata. Khusus Fachrudin, ia sudah menjadi andalan Timnas Indonesia sejak 2011 dan kemungkinan akan menjadi tandem Jordi Amat di Piala AFF 2022. Pengalaman dan kemampuannya menghentikan serangan-serangan lawan akan sangat berguna di sisi kanan. Toh Fachrudin sudah paham betul dengan gaya main penyerang-penyerang Asia.

Jika ingin melakukan penyegaran, Coach Shin bisa menggantikan Fachrudin dengan Hansamu. Pemain belakang Persija ini juga unggul dalam duel udara dan distribusi bola. Jadi, ia bisa membangun kombinasi yang solid dengan Jordi Amat di lini belakang.

Apabila Coach Shin menggunakan skema empat bek, ia akan mengandalkan Pratama Arhan di sisi kiri dan Asnawi Mangkualam di sisi kanan. Andai Sandy Walsh bisa bermain di Piala AFF, ia akan jadi pelapis Asnawi. Namun, karena tidak, maka Shin Tae-yong hanya akan membawa satu bek kanan.

Komposisi Terbaik

Dengan nama-nama tersebut, komposisi terbaik yang bisa dipakai Shin Tae-yong dalam tiga bek adalah Jordi Amat di tengah dan akan ditemani Rizky Ridho di kiri dan Fachrudin Aryanto di sebelah kanan. Sedangkan Asnawi dan Arhan akan menjadi wing back sejajar dengan para gelandang.

Skema ini terbilang sukses kala Timnas Indonesia menghancurkan Nepal 7-0 dan saat uji coba melawan Curacao beberapa bulan lalu. Skema ini membuat lini tengah semakin cair karena ketika Arhan naik menyerang bersama lini tengah, Asnawi yang berpengalaman sebagai gelandang bertahan akan mengcover area yang ditinggal Marc Klok.

Namun, apabila ingin menggunakan skema empat bek, dua bek tengah bisa mengandalkan Jordi Amat sebagai bek tengah sisi kiri dan Fachrudin Aryanto di sisi kanan. Untuk mantan punggawa Swansea tersebut, ia bisa menjadi libero di belakang atau sejajar dengan Fachrudin. Jadi ia akan melapisi pertahanan kuat yang sudah dimiliki oleh Fachrudin.

Sumber: Goal, Bola, Jpnn, MSN, Sport.Detik, CNN

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru