Tidak ada yang tidak mungkin. Kredo itu tampaknya dipegang teguh oleh Borussia Dortmund. Misi mereka jelas, menggulingkan Bayern Munchen dari singgasana Bundesliga. Barangkali menggusur Bayern Munchen dari peringkat satu adalah prestasi yang diidam-idamkan.
Bahkan mungkin saja Die Borussen tidak perlu ngoyo di Liga Champions sampai bermimpi juara. Karena misi utama Dortmund adalah menjegal Bayern Munchen. Apalagi dalam dasawarsa terakhir, Bayern Munchen selalu menjuarai Bundesliga.
Ini membuat Bundesliga tidak menarik dibanding liga Eropa lainnya. Misal Liga Inggris. Dalam kurun waktu yang sama, sudah ada lima tim yang menjuarai Premier League. Di La Liga juga demikian. Setidaknya ada tiga tim yang merajai Liga Spanyol.
Liga Prancis yang milik PSG itu pun, sudah ada tim lain yang juara dalam sepuluh tahun terakhir. Begitu pula Serie A, yang mana dominasi Juventus runtuh karena kembalinya kekuatan duo Milan. Rencana Borussia Dortmund memang jelas.
Mencopot mahkota Bundesliga dari kepala bengal Bayern Munchen. Sebagai tim kedua yang meraih gelar terbanyak Bundesliga, tentu misi tersebut bukan mustahil. Karena toh Dortmund pernah melakukannya pada musim 2010-11 dan 2011-12.
Daftar Isi
Dortmund yang Bermasalah
Apakah Dortmund mampu? Pertanyaan tersebut memang terlalu cepat. Tapi melihat situasi saat ini, Bayern Munchen yang justru makin kuat, rasa-rasanya untuk menggulingkan dominasi The Bavarians bukanlah perkara mudah.
Apalagi Dortmund juga masih dilingkupi beberapa persoalan. Masalah-masalah yang boleh jadi sampai hari ini ada, dan membuat mereka makin susah dalam merebut kekuasan Die Roten. Selain Dortmund kalah dari banyak aspek oleh Bayern Munchen, ditengarai ada banyak masalah yang mestinya segera diselesaikan.
Dari segi permainan, apabila berkaca pada musim yang baru saja tuntas, Dortmund sepertinya sangat kesulitan dalam melakukan penguasaan bola. Anak asuh Marco Rose sangat rentan terhadap man-to-man marking. Hal ini membuat tim lawan mudah untuk mengobok-obok Dortmund.
Selain itu Dortmund pada musim ini juga kesulitan ketika di-counter-pressing. Lawan Dortmund yang notabene juga menggunakan teknik gegenpressing akan dengan mudah membobol gawang Borussia Dortmund.
Bayern’s equaliser vs Dortmund is a great example of Müller’s ability to sense pressing triggers & act. He sees Can shaping up to pass backwards,then immediately sets off to press Hummels & recovers the ball. He allows Bayern to be in a deeper block then suddenly trigger a press. pic.twitter.com/DACC9aEmPx
— Premier League Panel (@PremLeaguePanel) December 4, 2021
Itulah mengapa pada musim ini Dortmund kebobolan lebih banyak dari pada musim kemarin. Tercatat musim ini Die Borussen sudah kemasukan 52 gol. Sementara pada musim 2020-21, kendati finis di peringkat ketiga, Dortmund kebobolan lebih sedikit dengan 46 gol.
Hal-hal semacam itu mestinya harus mereka perbaiki. Ya itu kalau Dortmund masih punya hasrat untuk menggulingkan Bayern Munchen dari posisinya. Karena sejauh ini cuma Dortmund yang konsisten kerap menguntit Bayern Munchen.
Mengganti Pelatih
Langkah untuk menuju ke sana tampak mulai kelihatan dari sisi manajerial. Marco Rose yang membawa kembali Dortmund ke peringkat dua Bundesliga, justru tidak dilanjutkan. Dilansir kantor berita Jerman, Deutsche Welle, Dortmund menunjuk kembali Edin Terzic menjadi pelatih.
Sebelumnya, ketika Marco Rose jadi pelatih, Edin Terzic menjabat sebagai direktur teknik. Nah, kalau sebelumnya lagi, tepat pada musim 2020-21, Edin Terzic adalah pelatih Borussia Dortmund. Prestasi terbaiknya membawa Die Borussen juara DFB Pokal.
🥳🙌| Happy Birthday to DFB Pokal winning coach and current technical Director of BVB , Edin Terzic who turns 3⃣9⃣ today #BVB pic.twitter.com/Z74HyrBfUN
— BVB Express (@BVBExpress) October 30, 2021
Hanya saja, apakah penunjukkan Edin Terzic adalah keputusan yang tepat? Ihwal trofi, Terzic memanglah cocok. Ia pada musim 2020-21 pernah ditunjuk pada pertengahan musim. Pada waktu itu, Lucien Favre, pelatih Dortmund sebelumnya dipecat.
Terzic pada akhir musim terbukti membawa Dortmund juara DFB Pokal. Tapi ia tak berhasil menggulingkan dominasi Bayern Munchen. Alih-alih melakukannya, Terzic justru membuat Dortmund hanya duduk di posisi ketiga. Mengenai statistik sebenarnya Marco Rose lebih unggul dengan 2,03 point per game.
Namun, statistik itu jadi bagus karena Marco Rose punya masa melatih lebih lama daripada Edin Terzic. Memang, Terzic hanya memiliki 1,96 point per game, tapi statusnya yang mantan direktur teknik akan sangat membantu Dortmund.
“Edin tahu klub kami,” kata Direktur Olahraga Dortmund, Sebastian Kehl. Hal itu menandakan Dortmund akan memulai misi menggulingkan Bayern Munchen dengan pelatih yang sudah tahu seluk beluk klub. Sehingga akan lebih mudah dalam beradaptasi daripada mencari pelatih baru, yang belum tentu paham filosofi Borussia Dortmund.
Haaland Jangan Sampai ke Bayern Munchen
Untuk menggulingkan Bayern Munchen tidak hanya perkara teknis. Ada hal-hal lain yang wajib Dortmund lakukan. Salah satunya mereka belakangan ini mencegah agar bomber andalan, Erling Haaland tidak merapat ke Bayern Munchen.
Meski beberapa laporan menyebut Die Roten tertarik mendatangkannya. Apalagi setelah santer kabar kalau striker haus gol mereka, Robert Lewandowski akan melangkah keluar dari Allianz Arena. Dortmund telah memagari Haaland supaya tidak ke Bayern Munchen.
🚨 Erling Haaland reportedly met with Bayern Munich sporting director Hasan Salihamidžić to discuss a possible transfer this summer.
(Source: BILD) pic.twitter.com/aUwbqPnzWJ
— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) April 27, 2022
Menurut jurnalis Sky Sports, Jesco von Eichmann dikutip juga Okezone, Dortmund tahu betul kualitas seorang Erling Haaland. Maka dari itu, Dortmund sedikit pun tak sudi bomber Norwegia itu merapat ke Bayern Munchen. Daripada menjualnya ke Die Roten atau sesama klub Jerman, Dortmund lebih memilih menjual Haaland ke Liga Inggris atau Liga Spanyol.
Tidak membiarkan Haaland ke Bayern Munchen adalah taktik brilian yang patut kita acungi jempol. Dortmund secara nggak langsung tidak menginginkan Bayern Munchen mendapat kekuatan baru yang berasal dari mereka. Ini mengingatkan kita soal The Bavarians yang tak jarang membajak pemain Die Borussen. Sebutlah misalnya Lewandowski dan Mario Gotze.
Jangan Berhenti Kembangkan Pemain Muda
Borussia Dortmund belakangan ini terkenal dengan pengembangan pemain muda yang brilian. Boleh dibilang itu adalah senjata rahasia Dortmund untuk tetap bisa menjadi pesaing Bayern Munchen. Apalagi Dortmund kerap berhasil dalam pembibitan pemain muda.
Bukan hanya melahirkan, beberapa kali kebijakan mendatangkan pemain muda oleh Dortmund terbilang jitu. Pemain-pemain muda yang datang semua punya peran krusial di tubuh Dortmund. Sebut saja misalnya Jude Bellingham yang datang dari Birmingham.
Sebelum ke Dortmund, nama Jude Bellingham terbilang redup. Tapi di Dortmund, setidaknya Bellingham sudah mengemas 8 asis dan 3 gol di Bundesliga. Ini adalah modal penting bagi pemain muda yang bermain di kasta tertinggi. Itulah mengapa Bellingham juga bisa bermain di timnas utama Inggris.
Kalaupun Haaland sudah hengkang, Dortmund sebetulnya juga sudah menyiapkan calon penerusnya. Nama Donyell Malen yang datang dari PSV Eindhoven sangat layak jadi sorotan. Malen selama ini telah mengemas 6 asis dan 5 gol di Bundesliga.
Perluas Brand BVB
Mengembangkan pemain muda dan membeli bibit muda tentu tidak mengeluarkan biaya banyak. Tapi itu belum cukup untuk menaklukkan dominasi Bayern Munchen. Kekuatan finansial tetap tak boleh dilupakan. Dortmund bisa melakukannya dengan memperluas bran BVB.
Sejauh ini Dortmund berhasil melakukannya. Dalam sebuah laporan yang dikutip Bleacherreport, bahkan menunjukkan brand BVB menjadi brand terbaik di antara semua tim Bundesliga. Bukan hanya itu, BVB mendominasi penelitian teratas dalam kategori simpati, daya tarik, kejujuran, dan kredibilitas.
Artinya, citra BVB sudah terbangun sedemikian rupa. Jelas itu bisa mereka manfaatkan untuk memperluas jangkauan daya jual. Pada akhirnya bisa meningkatkan finansial yang berarti. Jika semua dilakukan, bukan mustahil kalau kredo di awal tadi bakal terwujud.
https://youtu.be/2Kb8FrxBuic


