Pelatih adalah orang pertama yang jadi kambing hitam atas performa buruk suatu tim. Tapi sudah bawa kejayaan pun mereka masih bisa dipecat secara kejam oleh klubnya. Itu terjadi pada 9 pelatih dalam daftar ini.
Daftar Isi
Julian Nagelsmann – Bayern Munchen 2023
Mari kita mulai dengan kejadian yang paling baru. Di bulan Maret 2023, Bayern Munchen secara mengejutkan memecat Julian Nagelsmann dan langsung digantikan oleh Thomas Tuchel. Pemecatan ini tidak bisa diduga siapapun karena Munchen saat itu masih baik-baik saja.
Memang die roten berada di peringkat kedua Bundesliga, tapi itu hanya selisih satu poin dari Borussia Dortmund. Ditambah, Bayern asuhan Nagelsmann masih perkasa di Liga Champions kala itu dengan catatan 100% kemenangan.
Menurut media Jerman Bild, Bayern buru-buru memecat Nagelsmann karena mereka takut Tuchel yang sedang menganggur dibajak klub lain. Lebih kejamnya lagi, Nagelsmann menerima kabar pemecatan ini saat dirinya sedang liburan di Austria.
Jupp Heynckes – Bayern Munchen 2013
Julian Nagelsmann bukan pelatih pertama yang dipecat Bayern secara kejam. Sepuluh tahun sebelumnya, die bayern pernah memecat Jupp Heynckes. Well, lebih tepatnya memaksa untuk pensiun.
Jupp Heynckes adalah pelatih veteran di Jerman. Di musim 2012/13 ia membawa Bayern meraih treble winner pertama mereka. Tapi pemilik klub, Uli Hoeness menyarankan kalau ini adalah saat yang tepat bagi Heynckes untuk pensiun. Padahal sebenarnya ia ingin membuat ruang untuk Guardiola yang baru keluar dari Barca.
Di musim 2017/18 Bayern malah kembali memanggil Heynckess. Ia ditugaskan untuk mengembalikan fitrah Bayern yang dianggap telah dirusak Carlo Ancelotti. Di akhir musim, Bayern sebenarnya ingin mempertahankannya tapi Heynckes kali ini sudah benar-benar ingin pensiun.
Julen Lopetegui – Spanyol 2018
Kisah lebih kejam dialami oleh Julen Lopetegui. Mungkin ini jadi pemecatan paling mengejutkan dalam sejarah timnas Spanyol. La Furia Roja menikmati kejayaan selama dua tahun bersama Lopetegui. Mereka tidak terkalahkan di 20 pertandingan dengan hanya enam kali imbang.
Tapi Lopetegui dipecat hanya dua hari sebelum Spanyol memulai Piala Dunia 2018. Alasannya? ia menerima tawaran untuk jadi pelatih Real Madrid. Semuanya begitu cepat terjadi.
Tanggal 12 Juni 2018 Lopetegui menandatangani kontrak di Bernabeu, tanggal 13 ia dipecat dari timnas, 15 Juni Spanyol menjalani laga pertama di Piala Dunia 2018, 16 hari kemudian tim matador tersingkir di babak 16 besar.
Jose Mourinho – Tottenham 2021
Hal yang mirip terjadi pada the special one. Mourinho dipecat hanya seminggu sebelum final Carabao Cup lawan Man City. Tentu itu bukan perilaku yang masuk akal dilakukan kepada seseorang seperti Mourinho. Ia punya catatan yang bagus di laga final. Jika Tottenham mau menunggu lebih lama, itu bisa jadi piala pertama mereka sejak tahun 2008.
Jose Mourinho was sacked as Tottenham manager this morning.
— FOX Soccer (@FOXSoccer) April 19, 2021
The first time in two decades he leaves a club without a trophy. pic.twitter.com/7L801O7sfZ
Tapi Mou bahkan tidak diberikan kesempatan. Setelah melatih banyak klub Eropa, ini jadi pertama kalinya Mou meninggalkan klub tanpa trofi sejak tahun 2002. Hanya Tottenham yang bisa membuat Mou tidak dapat trofi. Prestasi yang luar biasa.
Carlo Ancelotti – Chelsea 2011
Pelatih senior dan dihormati lainnya, Carlo Ancelotti juga tidak lepas dari kerasnya persaingan Liga Inggris. Saat melatih Chelsea, ia mampu membawakan Piala FA dan juara Premier League di musim 2009/10. Tapi di musim setelahnya Chelsea finis di peringkat kedua di bawah MU.
📊 Since Carlo Ancelotti left Chelsea in 2011, of the club's 8 permanent managers only Antonio Conte has a better win percentage in @premierleague pic.twitter.com/NZyTYpfzaW
— Sky Sports Statto (@SkySportsStatto) March 8, 2020
Bagian yang kejam dari pemecatan Ancelotti adalah, ia dipecat tepat di lorong stadion Goodison Park setelah kalah dari Everton di hari terakhir liga Inggris 2011. Penggantinya, Andre Villas-Boas tidak bertahan semusim disana. Tapi Chelsea bisa meraih Champions pertama mereka bersama Roberto di Matteo pada musim 2011/12.
Roberto Di Matteo – Chelsea 2012
Chelsea memang punya reputasi suka memecat pelatih mereka. Alasan utamanya adalah karena Chelsea mengincar Champions. Tapi ketika Roberto Di Matteo membawa Chelsea juara di tahun 2012, enam bulan kemudian ia tetap dipecat juga. Alasannya, karena Di Matteo gagal bawa London Biru lolos fase grup Liga Champions di musim setelahnya.
Chelsea sulit dapat kejayaan di Liga Champions selepas Di Matteo pergi. Baru di tahun 2021 the blues bisa kembali jadi juara bersama Thomas Tuchel. Tapi 16 bulan kemudian bersama dengan adanya pemilik baru, Chelsea memecat Tuchel juga.
Louis Van Gaal – Manchester United 2016
Sebenarnya masih banyak pelatih Chelsea yang dipecat secara kejam. Tapi rasanya sudah cukup terwakili dua pelatih tadi. Mari kita pindah ke Manchester United. Setan merah juga pernah memecat pelatihnya secara kejam.
Ia adalah Louis Van Gaal. Manajer Belanda itu dipecat dua hari setelah menjuarai FA Cup tahun 2016. Ya, dua hari setelah mengangkat piala bergengsi pertama MU selepas Fergie pergi. Itu pemecatan yang tidak diduga siapapun.
🚨🇳🇱 Truus Van Gaal on Louis’ #MUFC sacking:
— UtdPlug (@UtdPlug) January 17, 2023
"Later, he said, 'Hi, it's Louis. You can come home, you were right.' His voice sounded broken, so I said, 'Alright, I'm on my way.' When I came home I could see he'd been crying. I hugged him. I had tears in my eyes too." [MEN] ✅ pic.twitter.com/TSb7sR7WTv
Tapi istrinya, Tuurs Van Gaal berkata tanda-tanda suaminya akan dipecat sudah terbaca. “Kami sering bercengkrama dengan para legenda klub seperti Fergie, Sir Bobby Charlton, tapi tiba-tiba mereka berhenti bicara” Ungkapnya dikutip dari Daily Mail. Tuurs juga mengungkapkan kalau LVG menangis setelah dipecat MU.
Claudio Ranieri – Leicester 2017
Claudio Ranieri telah menciptakan dongeng di Leicester pada tahun 2016 dengan menjuarai Premier League. Hanya sembilan bulan setelahnya, ia dipecat. Apapun alasan memecat Ranieri, rasanya tetap saja kejam dan salah.
BREAKING: Leicester City have sacked Claudio Ranieri.
— Footy Accumulators (@FootyAccums) February 23, 2017
WHAT THE F*CK. pic.twitter.com/xMslrjT78A
Setelah itu, Leicester kembali jadi klub medioker Liga Inggris. Penggantinya, Craig Shakespeare hanya bertahan delapan bulan. Begitu juga pelatih selanjutnya. Sampai Leicester ditukangi manajer sekelas Brendan Rodgers pun, the foxes tidak bisa meraih kejayaan seperti bersama Ranieri.
Vicente del Bosque – Real Madrid 2003
Terakhir adalah Vicente del Bosque. Memecatnya di tahun 2003 mungkin jadi keputusan terburuk yang pernah dibuat Real Madrid. Del Bosque telah mempersembahkan dua La Liga, dua Liga Champions, Super Cup Spanyol, UEFA Super Cup, dan Piala Dunia Antar Klub selama 4 tahun di Bernabeu.
Vicente del Bosque: "When I was the coach of Real Madrid, the only thing that Barça celebrated was the club's anniversary." pic.twitter.com/isWGXgTR71
— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) December 8, 2020
Tapi Florentino Perez tidak mau memperpanjang kontraknya di tahun 2003. Perez juga telah melakukan proyek “Galactico” dengan membeli pemain-pemain bintang secara diam-diam. Hasilnya meskipun Real Madrid diisi para pemain bintang mereka tidak mendapatkan kejayaan sampai dekade 2010-an.
Sumber referensi: Bild, Guardian, DW, Athletic, Mirror, Mirror 2, Sky, Daily


