Di tengah ketidakpastian transfer Sofyan Amrabat ke Manchester United, dua jurnalis top Eropa menyampaikan dua berita berlainan. Samuel Luckhurst, kepala penulis berita Manchester United di Manchester Evening News, memberitakan MU sudah menyiapkan jet pribadi buat Amrabat. Tapi jurnalis transfer kesayangan kita, Fabrizio Romano mengabarkan tidak ada penerbangan apa pun untuk sang pemain.
Meski begitu, pada akhirnya United bisa menyegel kesepakatan tepat waktu. Kepindahan ini sudah dinanti-nanti oleh jutaan fans, punggawa United, bahkan Amrabat itu sendiri. Pemain asal Maroko itu jadi tambahan kekuatan yang sempurna bagi tim.
Amrabat sendiri sudah dikaitkan dengan Manchester United sejak tampil mengesankan di Piala Dunia 2022. Ketertarikan pun direspon baik oleh sang pemain. Tapi apakah Amrabat jadi sosok yang tepat untuk menjadi partner Casemiro di lini tengah MU?
Daftar Isi
Drama Transfer Amrabat
Bukan Manchester United namanya kalau tak menyajikan drama di setiap aktivitas transfer. Begitupun saat mendatangkan Sofyan Amrabat. Seperti biasa, manajemen Setan Merah selalu bergerak lambat ketika bernegosiasi. Udah kayak mau meminang anak orang saja. Banyak betul poin-poin yang dipertimbangkan.
Padahal sang pemain sudah ingin bergabung dengan tim sejak Juni kemarin. Pemain asal Maroko itu bahkan menolak beberapa tawaran dari klub lain termasuk Juventus dan Liverpool demi bisa bergabung ke skuad asuhan Erik Ten Hag. Tapi namanya juga United, mentang-mentang tahu kalau sang pemain nggak bakal nolak, mereka justru ngejar yang lain.
Ternyata negosiasi antara United dan Fiorentina sempat alot. Harga yang diinginkan Fiorentina tak disanggupi oleh Manchester United. Pihak klub sadar betul sudah menghabiskan banyak uang untuk Andre Onana, Mason Mount, dan Ramsus Hojlund.
Jika dipaksakan sudah pasti aktivitas United akan terendus oleh UEFA dan berakhir dengan sanksi Financial Fair Play. Alhasil, United menunda negosiasi sambil berusaha menjual beberapa pemainnya guna mendapat pemasukan. Negosiasi mulai kembali aktif setelah klub berhasil menjual Fred ke Fenerbahce dengan bandrol hampir 10 juta euro atau Rp164 miliar.
Penantian Amrabat tak sia-sia. Di sisa waktu yang ada, United benar-benar datang membawa proposal resmi ke Italia. Dilansir Goal, United membayar biaya pinjaman sebesar 10 juta euro atau Rp164 Miliar untuk jasa Amrabat. Karena La Viola enggan melepas hanya dengan status pinjaman, United memasukan klausul wajib tebus 25 juta euro (Rp410 miliar) di akhir musim.
Krisis Lini Tengah
Mendatangkan Amrabat adalah langkah jitu bagi United. Apalagi MU akan kehilangan Mason Mount beberapa pekan karena cedera. Belum lagi United juga sudah melepas Fred, sedangkan Kobbie Mainoo juga masuk ruang perawatan. Opsi lini tengah Manchester United hanya menyisakan Casemiro, Bruno Fernandes, dan Christian Eriksen. Scott Mctominay, Hannibal Mejbri, dan Donny Van De Beek dipastikan berada di bawah standar Ten Hag.
Tampil di empat kompetisi sekaligus, United membutuhkan kedalaman skuad yang baik. Sangat tidak mungkin untuk memforsir tenaga Eriksen di setiap pertandingan. Usia dan kondisi kesehatannya sudah tak seprima dulu. Tentu, Ten Hag tak mau tragedi Euro 2020 terulang lagi di Old Trafford.
Mantan Anak Asuh Ten Hag
Ada banyak alasan mengapa Amrabat akhirnya dipinjam oleh United. Salah satunya adalah memori di masa lalu. Apabila kita telusuri lebih jauh, Amrabat ternyata pernah bermain di bawah kepelatihan Erik Ten Hag saat masih berseragam FC Utrecht.
Amrabat sendiri merupakan lulusan akademi klub kesayangan Coach Justin itu. Pemain berpaspor Maroko itu pernah dilatih Ten Hag dalam rentang waktu dua tahun dari 2015 hingga 2017. Seperti yang sudah kita lihat selama satu tahun terakhir, Ten Hag punya kecenderungan untuk mendatangkan pemain yang pernah bekerja sama dengannya.
Amrabat pun senang dengan kesempatan ini. Dilansir situs resmi Manchester United, pemain kelahiran Huizen, Belanda itu mengaku paham betul bagaimana cara kerja dan keinginan Ten Hag. Amrabat yakin Ten Hag bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya di Liga Inggris.
Postur dan Gaya Bermain
Bukan cuma karena pernah bekerjasama sebelumnya, Ten Hag menilai kalau sang pemain telah berevolusi. Bukan hanya dari segi usia dan pengalaman, tapi juga dalam kemampuan sepakbola dan postur tubuh.
Ketika melihatnya bermain untuk Timnas Maroko dan Fiorentina, Amrabat bak sebuah tembok kokoh yang sulit dirobohkan. Postur tinggi dan kekar dinilai sangat cocok dengan Liga Inggris yang lebih mengandalkan kemampuan fisik. Bahkan itu sudah disadari lebih dulu oleh Manchester City dan Arsenal yang memiliki gelandang bertahan berpostur tinggi kekar.
Lalu bagaimana dengan gaya bermain dari Amrabat? Secara permainan, sebetulnya Amrabat mirip-mirip dengan Casemiro. Ia pekerja keras dan tanpa kompromi saat merebut bola. Dengan catatan 57 kali, ia jadi pemain yang paling sering merebut bola di ajang Piala Dunia kemarin. Beberapa media ternama bahkan menjulukinya sebagai mesin penghancur. Tentu dengan makna yang positif.
Di Fiorentina ia memainkan peran yang sedikit berbeda. Vincenzo Italiano justru mengandalkan kemampuan passing dari pemain berkepala plontos itu. Fyi aja, dengan rata-rata 56% Fiorentina jadi tim kedua setelah Napoli yang memiliki persentase penguasaan bola paling tinggi di Serie A.
Amrabat selalu terlibat dalam sirkulasinya. Catatan ini membuat ia benar-benar menunjukkan kemampuannya dalam menguasai dan menggiring bola. Kontribusinya itu jadi perhatian Ten Hag. Karena akhir-akhir ini, lini tengah United sering kalah dalam penguasaan bola
Kebetulan Amrabat memiliki kualitas umpan di atas rata-rata pemain tengah di Serie A. Dalam satu tahun terakhir, rata-rata ia melepaskan 9,6 umpan progresif per 90 menit. Akurasinya pun fantastis, yakni 98%. Itu jauh lebih baik dari Casemiro yang hanya mencapai 84%.
Bagaimana Ten Hag Akan Menggunakan Amrabat?
Jika tipikal bermainnya tak jauh berbeda dengan Casemiro, lantas mau taruh di mana mantan pemain Hellas Verona tersebut? Ten Hag diperkirakan akan memainkan Sofyan Amrabat di posisi yang sama dengan Fred musim lalu. Amrabat akan bermain sejajar dengan Casemiro dalam skema double pivot.
Seperti julukannya, Amrabat bakal jadi mesin penghancur di lini tengah. Keberadaannya bakal memberikan ruang lebih bagi Casemiro dan satu gelandang serang entah itu Eriksen atau Bruno untuk membantu lini serang. Kita bisa lihat, musim lalu Manchester United begitu apik bermain dengan skema dua gelandang bertahan.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, Casemiro bekerja sendirian sebagai pivot. Itu membuatnya kewalahan. Jadi, apabila ada Amrabat, Casemiro bisa lebih nyaman ketika memutuskan untuk maju ke depan entah untuk melakukan high press atau memberikan opsi umpan saat skema bola mati.
Selama berseragam La Viola, Amrabat mahir dalam memposisikan diri dan meloloskan diri dari pressing lawan. Dengan jangkauan mata yang luas ia bisa mengatur arah bola kemanapun ia mau. Itu adalah tugas yang kurang lebih sama dengan Nemanja Matic saat masih dilatih oleh Jose Mourinho.
Kemampuannya ini sangat mendukung skema Ten Hag yang gemar membangun serangan dari bawah. Mendatangkannya dengan status pinjaman dan opsi pembelian secara permanen dirasa tepat. Selain menyelamatkan klub dari sanksi UEFA, kehadirannya bisa jadi solusi dari masalah lini tengah United musim ini.
Sumber: Man Utd, Sky Sport, The Analyst, BTL, 90min


