Singkirkan Benzema, Jejak Unik Giroud di Timnas Prancis

spot_img

Empat gol yang tercipta saat menghadapi Polandia di babak 16 besar mewarnai langkah Timnas Prancis untuk menantang Inggris di babak 8 besar. Berkat dua golnya ke gawang Wojciech Szczęsny, Kylian Mbappe barangkali jadi pemain paling disorot dalam laga tersebut. 

Namun, jangan lupakan peran penting striker nomor sembilan mereka, Olivier Giroud. Mantan pemain Arsenal itulah yang membuka keunggulan Les Blues di menit 44. Meski perannya sering diabaikan karena beberapa fans selalu meremehkan kualitasnya. Tapi laga melawan Polandia jadi malam yang luar biasa bagi Giroud. 

Dengan menambah satu gol ke dalam perbendaharaan golnya bersama tim nasional, Giroud telah menjadi top skorer sepanjang masa Timnas Prancis. Bagaimana bisa Giroud mencapai prestasi tersebut? Berikut kisah pahlawan tak kasat mata Prancis, Olivier Giroud.

Baru Debut di Usia 25 Tahun

Olivier Giroud yang kini menyandang status sebagai pencetak gol terbanyak bagi Prancis justru tak pernah mencicipi bermain timnas Prancis junior. Dilansir BRFootball, Giroud muda benar-benar tak terlihat, bahkan untuk menembus skuad muda Timnas Prancis saja, ia tak mampu.

Pada usia 25 tahun, Giroud baru dipanggil timnas. Tepatnya pada tahun 2011 lalu. Penampilan cemerlangnya bersama klub lokal, Montpellier membuat pelatih Timnas Prancis kala itu, Laurent Blanc memanggil Giroud untuk bergabung dengan skuad Prancis yang akan melakoni agenda uji coba.

Bersama Karim Benzema, Loic Remy, dan Kevin Gameiro, Giroud menjadi salah satu opsi lini depan Prancis kala itu. Laga perdana Giroud bersama Les Blues tercipta pada November 2011 kala tim asuhan Laurent Blanc menaklukan timnas Amerika Serikat dengan skor tipis 1-0. Di laga tersebut, ia hanya tampil selama 31 menit sebagai pemain pengganti. 

Gol perdana Giroud hadir justru saat menghadapi tim kuat Jerman. Masih di satu rangkaian laga uji coba, Giroud yang diturunkan sejak menit pertama tampil solid. Ia hanya butuh 21 menit untuk mencetak gol pertamanya bersama Timnas Prancis. Dan dari sinilah catatan 52 gol Giroud dimulai.

Dibawah Bayang-bayang Karim Benzema

Giroud tampil di beberapa laga uji coba Prancis dan meraih sepatu emas saat Montpellier menjuarai Liga Prancis musim 2011/12. Hal itu bikin Giroud selalu dipanggil oleh Timnas Prancis. Siapa pun pelatihnya.

Sayangnya, di dalam skuad Prancis masih ada striker-striker papan atas lain macam Karim Benzema, Loic Remy, dan pemain muda berbakat kala itu, Antoine Griezmann. Giroud pun kesulitan untuk menjadi pilihan utama skuad Les Blues.

Karena memiliki kesamaan posisi, Benzema jadi pesaing utama Giroud di lini depan Prancis. Dalam bertahun-tahun, striker AC Milan itu tampil sebagai ban serep Benzema di timnas. Meski selalu dipanggil, nyatanya Giroud hanya menjadi pilihan kedua.

Begitupun yang terjadi di Piala Dunia 2014. Meski secara usia Giroud lebih tua dari Benzema. Secara kualitas, pelatih percaya kalau Benzema masih unggul. Dan benar saja, Prancis yang hanya mencapai 8 besar menurunkan Benzema 90 menit penuh di setiap pertandingan. Sedangkan Giroud hanya selalu masuk dari bangku cadangan.

Jadi tak heran, kontribusi gol Benzema di turnamen tersebut lebih baik daripada Giroud. Penyerang Real Madrid itu berkontribusi dalam lima gol, sedangkan Giroud hanya terlibat dalam dua gol saja.

F1 vs Gokart

Perang dingin antara Giroud dan Benzema pun terus berlanjut. Konflik yang paling terkenal adalah istilah “Formula 1 vs Gokart” yang sempat viral di seluruh jagad media sosial.

Pada Maret 2020, melalui akun instagramnya, Benzema bilang kalau membandingkannya dengan Giroud merupakan suatu hal yang konyol. Ia berkata kalau fans tak akan pernah bisa membandingkan F1 dengan gokart. F1 di sini yang ia maksud adalah dirinya, dan gokart sudah pasti untuk menggambarkan Giroud.

Lewat analogi tersebut, Benzema yang jumawa menyebut kemampuannya dalam sepakbola lebih “mewah” daripada Giroud. Tentu saja, jika kita membandingkan balapan F1 yang mahal dan kencang bak jet darat, dengan gokart yang kecil, ceper, dan bisa diakses di taman bermain anak-anak, perbandingan ini terlihat menyedihkan.

Well, biar begitu Lewis Hamilton toh memulai karir dari gokart, sebelum akhirnya berakhir jadi pebalap Formula 1. Jika memang begitu, apakah Benzema ingin mengatakan bahwa ia merupakan penyerang yang lebih komplit dan merupakan evolusi lanjutan dari Giroud? Hmmm, bisa jadi.

Benzema sendiri memang striker yang komplit. Ia tajam, cerdas, dan pandai melakukan duel udara maupun darat. Namun apakah ia lebih baik daripada Giroud? Tentu pernyataan ini tak bisa dibenarkan sepenuhnya. Karena mereka memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

Toh penyerang Prancis lain macam Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann lebih membutuhkan striker modelan seperti Giroud. Striker pembuka ruang dan pembagi bola sepertinya bisa meningkatkan performa Mbappe dan Griezmann di lapangan.

Menggantikan Benzema di Piala Dunia 2018

Puncaknya pada perhelatan Piala Dunia 2018. Ketika itu, Benzema yang tengah di blacklist oleh federasi sepakbola Prancis lantaran terlibat kasus pemerasan kepada gelandang Prancis Mathieu Valbuena, tak dipanggil ke skuad asuhan Didier Deschamp.

Tak adanya Benzy di skuad utama Prancis membuat Olivier Giroud naik jabatan menjadi striker utama. Sepanjang turnamen Giroud menjadi andalan utama di lini depan Les Bleus. Ia hanya absen sekali sebagai starter saat Prancis menghadapi Australia di laga pembuka, tapi setelah itu dia selalu menjadi pilihan utama hingga Prancis menembus babak final.

Terlepas dari kegagalan mencetak sebiji gol pun di turnamen ini. Giroud sangat berhak meraih medali juara dan mengangkat trofi Piala Dunia 2018 bersama Prancis. Meski terus dimainkan sebagai starter sejak matchday kedua, Giroud gagal mencetak satu gol pun sepanjang turnamen.

Catatan ini semakin ajaib jika melihat statistiknya. Giroud bahkan gagal melepaskan satu pun tembakan on target, padahal ia telah melakukan tembakan sebanyak 13 kali. Berbeda dengan dua rekannya Mbappe dan Griezmann yang tampil apik dengan masing-masing mengantongi empat gol.

Sontak performa Giroud di Piala Dunia dikritik keras. Ia hanya dianggap numpang juara bersama Prancis. Kritikan pedas itu membuat sang juru taktik turun tangan. Menurut Deschamp, performa Giroud tak bisa diukur hanya dari jumlah gol saja. 

Peran Giroud di lini depan untuk membuka ruang bagi rekan-rekannya. Sifat tak egois Giroud inilah yang menjadi salah satu kunci mengapa Mbappe dan Griezmann bisa leluasa bergerak di lini depan.

Top Skor Sepanjang Masa Prancis

Dan kini, setelah Benzema dinyatakan absen lantaran cedera, Giroud kembali menjadi andalan lini depan Prancis di Piala Dunia 2022. Beda dengan edisi lalu, kini Giroud datang dengan mengusung misi mencetak gol. 

Giroud berangkat ke Qatar dengan status pencetak gol terbanyak kedua untuk Prancis di bawah Thierry Henry. Di fase grup, Prancis mengalahkan Australia 4-1 dan Giroud mencetak dua gol di laga tersebut. Dengan brace-nya itu ia menyamai rekor Henry dengan total 51 gol untuk Prancis.

Tak sampai di situ, teranyar ia mencetak satu gol di laga 16 besar kontra Polandia. Dengan gol itu, Giroud akhirnya menyalip Henry untuk jadi top skor sepanjang masa Prancis. Striker 36 tahun ini telah mengemas 52 gol dari 117 pertandingan untuk Prancis. Pada akhirnya, yang menjadi top skor sepanjang masa Prancis adalah Giroud bukan Benzema. Ironis.

Sumber: Talksport, Daily Mail, BBC, GFNF, APNews

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru