Marcus Rashford kembali membuktikan dirinya sedang gacor. Di pertandingan melawan Leicester tadi malam, ia mencetak dua gol. Menjadikan musim ini adalah musim paling suburnya dalam mencetak gol bersama setan merah. Sancho yang beberapa waktu lalu sempat menghilang juga tampil apik. Ia mencetak gol pamungkas di pertandingan itu, mengunci kemenangan 3-0 setan merah atas the foxes.
Ini adalah penampilan dan hasil akhir yang membuat MU setidaknya terlihat masih ada harapan untuk gelar Premier League musim ini. Setidaknya memunculkan persaingan diantara Manchester City dan Arsenal.
Mereka sekarang hanya tertinggal tiga poin dari Manchester biru, yang kemarin ditahan imbang oleh Nottingham Forest. Pasukan Erik Ten Hag saat ini juga hanya terpaut lima poin dari pemuncak klasemen, Arsenal. Sekaligus menjauhkan jarak dari Tottenham menjadi tujuh poin.
Daftar Isi
Menang Tidak Mudah
Meskipun begitu, kemenangan ini tidak diraih dengan mudah oleh anak asuh Ten Hag. Bermain di theatre of dream, setan merah terlihat kesusahan di babak pertama. Kalau bukan karena penyelamatan-penyelamatan apik dari De Gea, MU sudah tertinggal dua gol di menit awal.
Tim tuan rumah baru memimpin di menit ke-25 berkat usaha dari Marcus Rashford. Bola yang menggetarkan gawang Danny Ward itu jadi gol keenamnya berturut-turut di semua kompetisi. Sekaligus membuat United sudah unggul satu gol untuk babak kedua.
Di babak kedua, penampilan Leicester masih belum kendor. Pasukan Brendan Rodgers masih punya kepercayaan diri setelah mencetak delapan gol di dua pertandingan sebelumnya. The Foxes bermain seolah mereka masih bisa membalikan keadaan.
Tapi ini sudah ditentukan sebagai malamnya Marcus Rashford. Penyerang berusia 25 tahun itu kembali mencetak gol di menit ke-56. Meskipun sempat dicurigai offside oleh VAR, gol itu akhirnya dinyatakan sah. Sekaligus menggandakan keunggulan United.
Dengan tertinggal dua gol, Leicester mulai goyah. Formasi the Foxes terlihat menjadi rentan. Hasilnya di menit ke-61, dengan kerjasama Bruno Fernandes Jadon Sancho mencetak gol ketiga laga itu. United seharusnya bisa mencetak gol lebih banyak. Tapi sampai peluit panjang dibunyikan tidak ada gol tambahan tercipta. United menang besar 3-0.
Ten Hag Belum Puas
Dari pertandingan ini, bisa disimpulkan suatu hal. Ada pola dari dua pertandingan terakhir MU, ketika melawan Leeds dan Leicester. Yaitu setan merah terlihat lesu di babak pertama. Sebelumnya ketika melawan Leeds, MU baru bisa mencetak skor di menit ke-80. Pada awal bulan Februari lalu di pertandingan pertama, MU bahkan tertinggal di menit pertama.
Ini bisa jadi tanda bahaya untuk publik Old Trafford. Leeds dan Leicester adalah dua tim yang sedang tidak dalam performa baik musim ini. Berbeda dengan pemuncak klasemen La Liga, Barcelona yang akan berkunjung ke Old Trafford. Dan tim kejutan musim ini, Newcastle yang jadi lawan United di final Carabao Cup.
Sisi baiknya, Ten Hag juga sudah menyadari akan hal ini. Ia juga mau mengakui kalau MU bermain buruk di babak pertama. Dikutip dari sky sport, Ten Hag mengaku timnya bermain seperti sampah di babak pertama.
“Kami bahagia dengan hasil ini, hasil yang sangat luar biasa. Di babak pertama, Leicester bermain cemerlang, kami bermain seperti sampah. Kami punya masalah dan berkat David de Gea, kami bisa clean sheet. Untungnya ada waktu istirahat, jadi kami punya waktu untuk memperbaiki kesalahan di babak pertama.”
Ten Hag sudah menyadari kelemahan timnya, dan itu adalah pertanda yang sangat bagus. Tapi pelatih berkepala plontos itu juga harus tahu solusinya. Jika United masih memiliki masalah yang sama ketika melawan Barca dan Newcastle nanti, maka hasilnya bisa tidak baik.
Rashford dan Sancho
Terlepas dari itu, setan merah nampaknya kini bisa memanfaatkan potensi maksimal dari dua penyerang mereka, Rashford dan Sancho. Erik Ten Hag sendiri sebelumnya sudah berjanji akan satu hal. Yaitu Sanco hanya akan dimainkan ketika kondisinya sudah benar-benar pulih. Dan langkah Ten Hag itu sudah membuahkan hasil.
Penyerang Inggris berusia 22 tahun itu tampil sangat bugar, kuat dan percaya diri. Dipekerjakan sebagai number 10, posisi yang diyakini Ten Hag akan mengembangan potensi Sancho, ia mampu mengeksploitasi ruang di depan bek tangah Leicester secara konstan. Dia terhubung dan menciptakan ikatan kuat dengan Rashford dan Bruno.
Khusus dengan Rashford, ikatan yang diciptakan bukan hanya di dalam lapangan. Tapi juga di luar lapangan. Ketika Sancho mencetak gol di laga itu, Rashford mendatanginya dan bersama mereka melakukan koreografi tos layaknya seorang dua sahabat.
Rashford dan Sancho sudah saling mendukung dengan masalah mereka di luar lapangan. Sancho sendiri sempat “menghilang” dari skuad setelah Piala Dunia. Ia sempat berlatih secara pribadi di Belanda, tidak bersama dengan rekan-rekan setimnya. Selain untuk memulihkan fisik Sancho, latihan pribadi itu juga untuk memulihkan kesehatan mentalnya.
Ketika ia kembali merumput dan juga mencetak gol yang menghindarkan kekalahan lawan Leeds awal bulan lalu, Ia melakukan selebrasi milik Rashford. Selebrasi itu menandakan kalau dirinya berada di kondisi mental yang baik. Jika Sancho bisa mempertahankan standar ini, kita bisa melihat Sancho dari Borussia Dortmund lagi.
De Gea Pantas jadi Legenda
Selain Sancho dan Rashford, pemain yang patut diapresiasi adalah David de Gea. Seperti yang dikatakan Ten Hag sebelumnya, berkat De Gea MU tidak tertinggal di babak pertama. Tapi kalau kita sadari, jasa De Gea jauh lebih besar dari itu.
De Gea telah menjalan musim yang luar biasa. Meskipun gaya bermainnya sempat diragukan, apakah akan cocok dengan Ten Hag. Untuk skil olah bola memang De Gea masih bisa dipertanyakan. Tapi untuk seni mencegah bola masuk ke gawang, ia adalah rajanya.
Musim ini, De Gea telah mencatatkan 10 clean sheet, hanya Nick Pope dari Newcastle yang mencatatkan lebih banyak clean sheet di musim ini. Dan jika ditotal, De Gea sudah melakukan 180 clean sheet. Penjaga gawang asal Spanyol itu sudah menyamai rekor clean sheet legenda MU, Peter Schmeichel.
Kontribusi dan catatannya di klub, belum lagi kesetiaannya terhadap setan merah patut diapresiasi. Nama De Gea patut untuk terukir dalam sejarah United. De Gea sudah pantas untuk jadi legenda.
Sumber referensi: ESPN, Sky, MEN, Sporting, Sportskeeda


