Peta Kekuatan 8 Tim di Perempat Final Euro 2020

  • Whatsapp
Peta Kekuatan 8 Tim di Perempat Final Euro 2020
Peta Kekuatan 8 Tim di Perempat Final Euro 2020

Babak gugur ajang Euro 2020 telah dimulai. Seperti yang sudah terjadi di Piala Eropa edisi-edisi sebelumnya, babak gugur ini akan jadi kuburan bagi tim-tim besar. Namun, tak seperti yang diprediksikan, beberapa tim favorit juara justru sudah dipastikan angkat koper usai kandas di babak 16 besar.

Hasil di luar dugaan terjadi kala sang juara bertahan Piala Eropa dan Piala Dunia 2018 yang begitu diunggulkan gugur di babak 16 besar. Portugal yang berstatus juara Piala Eropa edisi sebelumnya kandas di tangan generasi emas Belgia. Hasil lebih mengejutkan diterima Prancis yang kalah adu penalti dari Swiss. Begitu juga dengan juara Piala Eropa 1988 Belanda yang tunduk di hadapan Republik Ceko.

Kini, Euro 2020 telah memasuki babak perempat final. 8 tim telah memastikan tempatnya. Mereka adalah Italia, Belgia, Spanyol, Swiss, Inggris, Ukraina, Denmark, dan Republik Ceko. Lalu, bagaimana peta kekuatan masing-masing tim di babak 8 besar Euro 2020? Berikut ulasannya.

 

1. Swiss vs Spanyol

Pertandingan pertama babak perempat final Euro 2020 akan mempertemukan 2 tim yang menyajikan laga paling seru di babak 16 besar. Swiss dan Spanyol melaju ke babak 8 besar usia mengandaskan lawannya dengan skor besar dan dramatis.

Spanyol memastikan tempatnya terlebih dahulu. La Furia Roja butuh 2 kali perpanjangan waktu untuk menang 5-3 atas Kroasia. Hanya berselang beberapa jam usai laga tersebut, giliran Swiss yang lolos dramatis. Rossocrociati sukses menyamakan kedudukan jadi 3-3 di waktu normal sebelum menang 5-4 di babak adu penalti melawan Prancis.

Di babak 8 besar ini, Luis Enrique akan kembali mengandalkan trio Ferran Torres, Pablo Sarabia, dan Alvaro Morata. Di laga melawan Kroasia, ketiganya sukses menyumbang masing-masing 1 gol. Gelandang 18 tahun Pedri yang punya akurasi passing 91% akan jadi distributor ketiganya.

Di kubu Swiss, pelatih Vladimir Petkovic punya pemain andalan dalam diri Haris Seferovic. Striker Benfica itu telah mencetak 3 gol sejauh ini. Kapten Granit Xhaka bakal jadi dirigen lini tengah Swiss, sementara Steven Zuber yang sudah membuat 4 asis akan jadi distributor bola yang wajib diwaspadai.

Spanyol dan Swiss sudah berjumpa 22 kali dalam berbagai ajang. Sayang, dalam pertemuan tersebut, Swiss hanya mampu menang sekali dan menahan imbang 5 kali. Menariknya, satu-satunya kemenangan Swiss atas Spanyol didapat di babak grup Piala Dunia 2010 dimana Spanyol keluar sebagai juara.

Swiss bakal mati-matian di laga ini. Mencapai babak perempat final adalah hasil terbaik mereka sejauh ini di Piala Eropa. Tentu mereka tak ingin mengakhiri prestasi mereka begitu saja. Laga antara Spanyol vs Swiss akan berlangsung di Krestovsky Stadium pada Jumat, 2 Juli pukul 23:00 WIB. Pemenang laga ini akan bertemu Belgia atau Italia di semifinal.

 

2. Belgia vs Italia

Pertandingan antara Belgia vs Italia jadi laga paling menyita perhatian di babak perempat final Euro 2020. Pasalnya, kedua negara merupakan favorit juara di turnamen ini. Apalagi De Rode Duivels melaju usai kandaskan sang juara bertahan Portugal 1-0.

Namun Italia sedikit lebih diunggulkan di laga ini. Meski Gli Azzurri nyaris kalah dari Austria dan butuh extra time untuk lolos dari babak 16 besar, anak asuh Roberto Mancini masih tak terkalahkan dalam 31 pertandingan. Apalagi 2 andalan Belgia yakni Eden Hazard dan Kevin de Bruyne diragukan tampil.

Praktis, sosok Romelu Lukaku yang sudah mencetak 3 gol akan jadi andalan utama. Lukaku yang sudah mengenal baik karakter bek Italia tentu bakal jadi ancaman gawang Gianluigi Donnarumma. Meski tanpa Hazard dan De Bruyne, pelatih Roberto Martinez masih punya Dries Mertens yang sudah 8 musim membela Napoli.

Sejauh ini, gawang Thibaut Courtois juga baru kebobolan 1 gol. Kokohnya tembok pertahanan Belgia bakal jadi PR sulit bagi barisan penyerang Italia. Ciro Immobile yang sudah mengemas 2 gol akan jadi ujung tombak. Ada isu kuat kalau Federico Chiesa yang mencetak satu gol di laga versus Swiss akan dimainkan sejak menit pertama untuk mendampingi Immobile. Sementara di sisi kiri, Italia punya sosok Leonardo Spinazzola yang sudah 2 kali menerima gelar Star of The Match.

Laga ini juga bakal jadi pertemuan bersejarah kedua pelatih. Sebelumnya, Roberto Mancini dan Roberto Martinez sudah berjumpa saat keduanya menangani Manchester City dan Wigan Athletic. Dalam 8 pertemuan, Mancini menang 7 kali. Namun, 1 kekalahan yang hadir didapat di laga krusial. Martinez menang sekali dari Mancini saat membawa Wigan menjuarai Piala FA 2013.

Meski rekor pertemuan kedua tim juga berpihak kepada Italia dimana Italia menang 14 kali dan Belgia hanya menang 4 kali dalam 22 pertemuan, apapun bisa terjadi dalam sepak bola. Apalagi sisa-sisa generasi emas De Rode Duivels dalam gairah tinggi untuk memenangi trofi pertama mereka.

Laga ini akan digelar di Allianz Arena Munich pada Sabtu, 3 Juli pukul 02:00 WIB. Bermain di Jerman akan sedikit membantu Italia. Pasalnya, di negara itulah mereka memenangi Piala Dunia 2006. Pemenang laga ini sudah ditunggu Spanyol atau Swiss di babak semifinal.

 

3. Republik Ceko vs Denmark

Pertandingan ketiga babak perempat final Euro 2020 mempertemukan 2 tim kuda hitam. Republik Ceko dan Denmark telah menampilkan performa yang sungguh luar biasa. Ceko dengan begitu gagahnya mengandaskan Belanda 2 gol tanpa balas. Sementara tim dinamit Denmark kembali meledak dan tanpa ampun membantai Wales 4-0.

Laga 2 tim kuda hitam ini mempertemukan 2 tim dengan gaya main yang bertolak belakang. Sesuai dengan julukannya, Denmark bermain sangat menyerang. Mereka jadi tim dengan jumlah shot on target terbanyak (30 shot on target) di Euro 2020.

Serangan Denmark kerap berasal dari 2 sayapnya, Mikkel Damsgaard dan Joakim Maehle. Top skor Denmark di Euro 2020, Yussuf Poulsen juga dikabarkan telah siap berduet kembali dengan Martin Braithwaite usai absen karena cedera di babak 16 besar kemarin. Jangan lupakan juga Pierre-Emile Hojbjerg yang sudah mencetak 3 asis.

Sementara itu, Republik Ceko adalah tim yang mengandalkan serangan balik cepat. Qounter attack yang mengandalkan umpan Tomas Soucek dan kejataman Patrik Schick merupakan senjata utama Ceko selama ini. Eksekusi bola mati dari Antonin Barak juga cukup berbahaya.

Laga ini adalah ulangan partai perempat final Euro 2004. Kala itu, Ceko mengalahkan Denmark 3 gol tanpa balas. Namun sejak kekalahan tersebut, Denmark tak terkalahkan atas Ceko dalam 6 pertemuan terakhir (1 menang, 5 imbang).

Pertandingan ini akan digelar di Olympic Stadium Baku, pada Sabtu, 3 Juli pukul 23:00 WIB. Pemenang laga ini akan berjumpa dengan Inggris atau Ukraina di babak semifinal.

 

4. Inggris vs Ukraina

Pertandingan terakhir babak perempat final Euro 2020 mempertemukan Inggris vs Ukraina. Di atas kertas, The Three Lions jelas lebih diunggulkan. Apalagi mereka tengah dalam euforia tinggi usai mengalahkan Jerman 2-0 di babak 16 besar.

Harry Kane yang akhirnya mencetak gol pertamanya di Euro 2020 akan menambah berbahaya lini serang Inggris yang selama babak grup sangat bergantung kepada Raheem Sterling. Sosok Jack Grealish yang muncul dari bangku cadangan juga kerap memberi pengaruh besar. Belum lagi Harry Maguire dan John Stones sedang tampil sangat kokoh. Gawang Jordan Pickford juga masih perawan sejauh ini.

Untuk itulah, skuad Gareth Southgate jelas lebih unggul ketimbang lawan mereka, Ukraina. Apalagi, Inggris dan Ukraina sudah bertemu 7 kali dengan Inggris memenangi 4 pertemuan. Di Piala Eropa, kedua tim pernah bertemu di edisi 2012 di mana Inggris menang tipis 1-0.

Namun, berkaca dari pencapaian Inggris dalam 2 turnamen terakhir mereka, The Three Lions kerap tersandung saat berjumpa dengan lawan yang di atas kertas punya kualitas di bawah mereka.

Seperti halnya Ukraina. Di babak 16 besar kemarin, Roman Yaremchuk dkk. menunjukkan fighting spirit yang luar biasa dan berhasil menundukkan Swedia yang lebih diunggulkan melalui gol pemain pengganti Artem Dovbyk tepat sebelum laga berakhir di babak extra time.

Bagi Ukraina, keberhasilan mereka mencapai babak perempat final sudah jadi pencapaian terbaik mereka di pentas internasional. Sebelumnya, mereka tak pernah lolos sejauh ini di Piala Eropa. Hasil terbaik mereka di turnamen akbar juga lolos ke babak perempat final, tepatnya di Piala Dunia 2006. Saat itu, Andriy Shevchenko jadi pemain kunci Ukraina.

Kini, Sheva juga jadi bagian penting dari pencapaian hebat negaranya di Euro 2020. Namun, apakah mereka sudah cukup puas dengan hasil ini? Rasanya tidak. Di pertandingan melawan Inggris nanti, sosok Oleksandr Zinchenko dan Andriy Yarmolenko yang bermain di Manchester City dan West Ham United akan jadi kunci permainan Ukraina. Di laga melawan Swedia, Zinchenko juga berhasil mencetak 1 gol.

Oleh karena itu, Inggris wajib waspada dan tak boleh menganggap remeh Ukraina. Laga ini akan digelar di Stadion Olimpico Roma pada Minggu, 4 Juli pukul 02:00 WIB. Pemenang laga ini sudah ditunggu Denmark atau Ceko di partai semifinal. Bagi Ukraina, kemenangan sudah jadi prestasi terbaik mereka, namun bagi Inggris, kemenangan sangat berarti demi mewujudkan harapan “football’s coming home”.

Itulah peta kekuatan 8 tim di babak perempat final Euro 2020. Lalu, siapa saja yang akan melaju ke partai semifinal nanti?

***
Sumber Referensi: The New Paper, UEFA, Bola, Republicworld, Metro

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *