Pemain MU yang Naik Level di Tangan Ten Hag

spot_img

Belum genap setengah musim, Erik ten Hag sudah memberikan perubahan di tubuh Manchester United. Memang belum terlalu signifikan. Tapi Manchester United minimal tidak terlalu terpuruk seperti kemarin. Terlepas dari kekalahan atas Manchester City.

Bahkan tak sedikit pemain Manchester United yang, sejak Ten Hag datang justru naik level. Mereka yang oleh manajer-manajer MU sebelumnya tidak terpakai, atau bahkan kurang bersinar, kini di tangan Erik ten Hag berubah menjadi salah satu pemain andalan. Siapa pemain-pemain tersebut?

Jadon Sancho

Sejak pembeliannya yang bombastis dari Borussia Dortmund, Jadon Sancho belum kelihatan sinarnya di Manchester United. Musim 2021/22 menjadi salah satu musim tersuram bagi Sancho. Beban tinggi dari publik Old Trafford tidak senada dengan penampilannya di atas lapangan.

Musim lalu, Jadon Sancho hanya mencetak 3 gol dan 3 asis di 29 pertandingannya di Liga Inggris. Di Liga Champions musim lalu lebih parah. Karena Sancho hanya mencetak sebiji gol dari 7 laga. Pergerakannya di sisi sayap MU juga tidak kelihatan bagus.

Singkatnya, itu adalah penampilan terburuk Jadon Sancho. Seandainya hal itu tidak ditemukan obatnya, Sancho akan tetap tersesat di lembah kenestapaan. Untung saja Erik ten Hag membawa angin perubahan ke tubuh Manchester United.

Sampai jelang pekan kesembilan, Jadon Sancho sudah bermain di 7 laga Liga Primer Inggris musim ini. Tidak hanya itu, pria kelahiran London itu sudah mengemas 2 gol. Di Liga Champions, dari dua laganya, Sancho mencetak 1 gol. Pergerakan Sancho di sisi sayap Manchester United juga mulai kelihatan.

Ia kini lebih sering terlibat dalam menciptakan peluang. Nilai aksi kreativitas gol Sancho, menurut Fbref musim ini mencapai 0,74 per 90 menit. Angka itu naik dari 0,38 per 90 menit di musim lalu.

Marcus Rashford

Marcus Rashford bukan sosok striker yang berbahaya sebelumnya. Musim 2021/22, ia menjalani masa yang sulit. Penampilannya hancur-hancuran. Ia berjuang habis-habisan setelah mengalami operasi bahu setelah EURO 2020. Namun sayang, usahanya untuk menemukan dukungan, performa, dan kebugaran terbaiknya runtuh.

Rashford tidak baik-baik saja sebagaimana kondisi Manchester United itu sendiri. Sampai minimal ketika Erik ten Hag merapat ke Old Trafford. Manajer asal Belanda itu mencoba mengembalikan penampilan pemain yang musim lalu hanya mencetak 4 gol di liga domestik tersebut.

Apa yang dilakukan Ten Hag mulai kelihatan. Rashford sudah mencetak 3 gol di Liga Primer Inggris. Jumlah itu hanya terpaut satu gol untuk menyamai golnya sendiri pada musim lalu. Tentu saja jumlah gol itu akan bertambah.

Hebatnya, sebagai seorang striker Rashford tidak hanya mengemas 3 gol, tapi juga melahirkan 2 asis yang berharga di Liga Inggris. Penampilan apik ini bahkan menyelamatkan Rashford dari kemungkinan dicoret dari timnas Inggris. Ia adalah sosok yang jelas bisa jadi andalan Southgate di lini depan.

Diogo Dalot

Menjelang musim 2022/23 Manchester United sebenarnya dikaitkan dengan pembelian bek kanan baru, seperti Sergino Dest sampai Jurrien Timber. Namun itu gagal terwujud. Nah, hal ini ternyata menguntungkan bagi Diogo Dalot.

Meskipun diakui atau tidak, Dalot pada musim-musim sebelumnya jarang bermain. Pelatih MU seperti Ole Gunnar Solskjaer lebih sering menggunakan Aaron Wan-Bissaka. Karena memang mantan pemain Crystal Palace itu melejit di Old Trafford.

Sementara, Diogo Dalot sempat dipinjamkan ke AC Milan. Sebelum akhirnya pulang. Nah, manajer MU berikutnya, Ralf Rangnick mulai memakai Dalot. Rangnick memoles Dalot agar tidak hanya piawai dalam menyerang tapi juga bertahan.

Sayangnya Rangnick tak bertahan lama di MU. Namun Dalot tak perlu khawatir karena Erik ten Hag yang menggantikan Rangnick juga mempercayainya. Ten Hag mengasah lagi kemampuan Dalot. Kualitas Dalot pun kian meroket.

Ia bisa berlari, memposisikan diri, melakukan umpan, dan bertahan dengan sama baiknya. Dalot adalah bek kanan yang sangat istimewa di tangan Erik ten Hag. Sejauh ini persentase umpan suksesnya adalah 79,2% per 90 menit.

Soal bertahan, rata-rata takel Dalot mencapai 2,59 per 90 menit, intersepnya 2,06, clearances-nya 2,73, dan melakukan 10,74 tekanan per 90 menit.

Scott McTominay

Bapuknya penampilan Scott McTominay sudah menjadi pembicaraan umum ketika ngomongin Manchester United. Sebab pemain yang satu ini ada saja tindakannya yang tidak presisi dan tidak tepat. Bahkan ia dan Fred dianggap menjadi salah satu biang keladi penampilan buruk Manchester United.

Karena McTominay pula lini tengah Manchester United begitu keropos. Maka dari itu, kehadiran Casemiro disebut-sebut akan membuat nasib McTominay di MU habis. Tapi kenyataannya tidak.

Hadirnya peraih lima trofi Liga Champions ke Setan Merah justru membuat Scott McTominay berjuang lebih keras. Ia bekerja keras untuk menemukan performa terbaiknya. Ajaib, di tangan Erik ten Hag ia berhasil menunjukkan kualitasnya.

Kerap menjadi pilihan line up, Mc Tominay justru tampil apik di laga-laga MU belakangan ini. Catatan Fbref menunjukkan, persentase umpan suksesnya menyentuh 84,5% per 90 menit. Sementara rata-rata umpan progresifnya 3,16 per 90 menit.

Itu artinya, McTominay berperan dalam serangan MU. Tidak sekadar itu, sebagai gelandang bertahan, aktivitas bertahan McTominay juga oke. Rata-rata ia melakukan 17,91 tekanan per 90 menit. Ia juga melakukan rata-rata 2,64 tekel, 1,96 intersep, dan 2,58 sapuan per 90 menit. Wah, Casemiro minder nih.

Bruno Fernandes

Bruno Fernandes datang di era Ole Gunnar Solskjaer dari Sporting Lisbon. Semula ia memang sosok gelandang serang yang bagus. Di tangan Ole, Bruno bermain sangat impresif. Setidaknya ia sudah mencatatkan secara keseluruhan 63 gol dan asis dalam 93 penampilan liga.

Sampai-sampai Bruno Fernandes mendapat penghargaan Sir Matt Busby Player of The Year berturut-turut, pada musim 2019/20 dan 2020/21. Malangnya, penampilannya musim lalu terlihat mengalami penurunan. Tanda-tanda penampilan Bruno tersenggal-senggal adalah ketika Cristiano Ronaldo merapat ke Manchester United.

Waktu itu, Bruno hanya mencetak 10 gol di Liga Inggris, dari sebelumnya 18 gol. Tidak hanya itu, jumlah asis Bruno musim lalu hanya 6, padahal musim sebelumnya 11. Penurunan performa membuatnya seperti Maguire, tidak punya harapan lagi di musim mendatang.

Namun Ten Hag tidak percaya Bruno Fernandes seburuk itu. Ia bahkan menjadikan sang pemain kapten. Penampilannya pun membaik. Bruno cakap dalam melakukan umpan-umpan terobosan. Rata-rata umpan progresif Bruno di angka 5,66 per 90 menit. Ia juga rajin menekan dengan rata-rata 16,79 tekanan per 90 menit.

Raphael Varane

Bersama dengan Jadon Sancho dan Cristiano Ronaldo, Raphael Varane merapat ke MU. Namun MU disebut-sebut hanya akan mendapat tenaga sisa dari Varane yang sudah ranum di Real Madrid. Betul saja, musim lalu Varane hanya bermain di 22 laga Liga Inggris dan pengaruhnya di dalam skuad tidak signifikan.

Akan tetapi, Erik ten Hag kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pelatih. Ia mendatangkan Lisandro Martinez dari Ajax. Tak terduga, Lisandro ternyata bisa menjadi bestie yang luar biasa bagi Varane. Berduet dengan Lisandro, penampilan Varane pun ikut terangkat.

Musim ini 6 kali Varane bermain di Liga Inggris. Bahkan dari empat pertandingan, Varane bisa membuat United hanya kebobolan dua gol. Varane telah melakukan rata-rata intersep 1,39 per 90 menit. Ia juga melakukan rata-rata 7,56 tekanan per 90 menit. Paling menonjol, Varane sangat aktif melakukan sapuan dengan rata-rata 4,43 per 90 menit.

Selain itu, Varane hebat melakukan duel udara, dengan rata-rata 3,25 duel udara per 90 menit. Hebatnya lagi, di tangan Ten Hag, Varane juga disulap menjadi bek yang juga aktif membantu mengalirkan bola. Mengingat rata-rata umpan suksesnya mencapai 89,1%. Padahal ia seorang bek tengah. Dengan hebatnya Varane, fix ini Maguire ke PAOK FC saja.

https://youtu.be/v1JU_ajN6ak

Sumber: 90Min, TheFootballFaithful, GiveMeSport, CaughtOffside

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru