Indonesia akan jadi tuan rumah Piala AFF U-23 yang akan diadakan pada Juli 2025 mendatang. PSSI memilih Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta dan Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi sebagai tempat berlangsungnya Piala AFF U-23 2025. Turnamen ini bakal jadi momen debut bagi pelatih baru kita, Gerald Vanenburg.
Menjadi tuan rumah, materi pemain Timnas Indonesia U-23 jadi yang paling dinanti. Publik penasaran, siapa pemain-pemain yang akan jadi pilihan sang pelatih. Kira-kira, siapa saja yang akan dibawa oleh Coach Gerald? Berikut adalah prediksi line up versi Starting Eleven.
Daftar Isi
GK: Cyrus Margono
Belum pasti Coach Gerald akan menggunakan skema yang bagaimana dan formasi apa. Namun, menurut riwayatnya, Coach Gerald terbiasa menggunakan formasi 4-3-3. Nah, kita akan bahas dari penjaga gawang terlebih dahulu. Ada nama menarik yang kemungkinan besar akan dipanggil. Bukan Ernando Ari, tapi Cyrus Margono.
Soal status kewarganegaraan Margono, sudah aman. Margono telah resmi menjadi Warga Negara setelah menjalani proses pengambilan sumpah pada 21 Maret 2025. Ia tidak menjalani proses naturalisasi. Pemain berusia 23 tahun itu hanya diajukan menjadi WNI, karena sebelumnya punya warga negara ganda.
Dilansir CNN Indonesia, Margono yang sedang berkarir di Kosovo bersama Dukagjini sudah dipantau oleh pelatih kiper Indonesia, Sjoerd Woudenberg beberapa hari lalu. Seperti yang diketahui, performa Margono di Kosovo cukup apik. Dalam 13 pertandingan, Margono telah mencatatkan 51 penyelamatan. Dengan usia yang masih 23 tahun, dirinya masih memenuhi syarat untuk tampil di Piala AFF U-23.
CB: Dion Markx dan Kadek Arel
Di sektor bek tengah, Indonesia memiliki beberapa opsi menarik. Seperti Komang Teguh, Muhammad Ferrari, atau mungkin Justin Hubner. Namun, karena Hubner diprediksi akan fokus pada timnas senior, dirinya hampir bisa dipastikan tak akan menjadi bagian dari skuad. Sedangkan Komang dan Ferrari, masih bisa dipanggil. Tapi tidak sebagai pilihan utama.
Dua bek yang akan menempati skuad utama adalah Dion Markx dan Kadek Arel. Jika ditanya mengapa memilih Kadek ketimbang Ferrari, jawabannya adalah soal ketenangan. Kadek punya pengendalian emosi dan komunikasi yang baik di lini belakang. Secara pengalaman, dia pun tak kalah dari Ferrari.
Apalagi Kadek punya mental juara karena menjadi bagian dari skuad Indonesia yang menjuarai Piala AFF U-19 tahun lalu. Yang akan menjadi partner Kadek adalah pemain diaspora baru, Dion Markx. Pemain yang berseragam klub kasta kedua Liga Belanda, Top Oss itu adalah opsi terbaik yang dimiliki Coach Gerald.
Secara keseluruhan, Dion Markx adalah bek tengah yang menjanjikan dengan gaya bermain yang keras. Dia mampu mengantisipasi serangan lawan dengan baik, sehingga sering kali menjadi penyelamat bagi timnya dalam situasi-situasi krusial. Kombinasi kekuatan fisik, kemampuan membaca permainan, dan fleksibilitas taktik membuatnya menjadi pemain yang harus masuk skuad ini.
Bek Sayap: Tim Geypens dan Welber Jardim
Di bek sayap, ada Tim Geypens di kiri dan Welber Jardim di kanan. Dua pemain ini dinilai jadi yang paling pas untuk melengkapi lini pertahanan tim nasional Indonesia. Jardim dipilih karena alasannya sama dengan Kadek. Dirinya jadi bagian penting dari skuad Timnas Indonesia yang menjuarai Piala AFF U-19.
Selain itu, skillset Jardim sangat memukau. Kecepatan, naluri menyerang dan kemampuan transisinya yang rapi jadi unggulan. Apalagi, dengan sedikit sentuhan jogo bonito, Jardim pandai meloloskan diri dari tekanan lawan. Itu penting untuk membantu tim agar bisa menguasai bola lebih lama.
Sementara Geypens dikenal dengan fleksibilitasnya di lapangan. Meskipun selama ini selalu dipasang sebagai bek kiri, ia juga mampu bermain sebagai winger kiri. Perubahan posisi ini memberikan keuntungan bagi tim karena Geypens dapat berkontribusi lebih luas dalam strategi permainan. Sama halnya dengan Jardim, Geypens juga dapat berperan dalam pertahanan maupun serangan, tergantung kebutuhan tim.
Pivot: Ivar Jenner
Untuk mengisi posisi gelandang bertahan, tak ada pilihan lain selain Ivar Jenner. Sejauh ini, belum ada pemain muda yang bisa menyamai level permainannya. Loh, tapi kan Ivar tuh pemain tim senior? Memang benar, tapi posisinya kini tergeser setelah kedatangan Joey Pelupessy. Jadi, masih ada kemungkinan untuknya bisa bermain untuk tim U-23 demi memaksimalkan menit bermainnya.
Indonesia patut berbangga telah berhasil mengamankan jasa Ivar Jenner. Pemain FC Utrecht ini bukan gelandang biasa. Ia adalah sosok serba bisa di lini tengah. Dari memutus serangan lawan, mengatur tempo permainan, menyuplai assist, hingga mencetak gol penting, semua bisa ia lakukan dengan mudahnya. Nah, nantinya di skuad ini Ivar akan mengemban peran lebih bertahan.
Gelandang: Rayhan Hannan & Toni Firmansyah
Untuk membentuk trio dengan Ivar Jenner, Starting Eleven memilih dua nama pemain muda namun berpengalaman. Mereka adalah Tony Firmansyah dari Persebaya Surabaya dan Rayhan Hannan dari Persija Jakarta. Meski masih berusia muda, kedua pemain ini cukup diandalkan di klubnya masing-masing.
Toni misalnya, meski baru berusia 20 tahun, dirinya sudah mengemas 13 pertandingan bersama Bajul Ijo di Liga Indonesia musim ini. Meski tak selalu bermain penuh, hampir semua penampilannya dicatatkan sebagai starter. Itu artinya, Toni telah memenuhi standar kualitas dari Paul Munster. Performanya itu pun dilengkapi dengan catatan dua assist.
Di sisi lain, Rayhan juga menjadi andalan di skuad Macan Kemayoran. Musim ini, Rayhan sudah mengoleksi 22 penampilan di Liga Indonesia. Berbeda dengan Toni yang lebih mengandalkan fisik dan holding the ball, daya tawar dari Rayhan adalah kecepatan dan kecerdasan di lapangan.
Rayhan juga tajam dan kreatif. Itu dibuktikan dengan catatan lima gol dan tiga assist-nya bersama Persija. Nantinya, jika Rayhan dimainkan bersama dengan Toni, maka dirinya akan mengemban peran yang lebih menyerang. Ia bisa jadi penghubung antar lini. Sedangkan Toni akan menjaga kedalaman lini tengah bersama Ivar.
Sayap: Donny Tri Pamungkas & Jeam Kelly Sroyer
Di posisi sayap, Indonesia punya banyak opsi. Agak tricky untuk memilih siapa yang layak untuk mengisi posisi ini. Tapi, karena Coach Gerald Vanenberg tidak bisa memanggil nama-nama seperti Marselino Ferdinan, Egy Maulana, atau Witan Sulaeman, maka pilihannya jatuh pada Jeam Kelly Sroyer dan Donny Tri Pamungkas.
Khusus Donny, sebetulnya ia dikenal sebagai bek kiri. Dirinya memainkan peran tersebut saat mengantarkan Timnas Indonesia menjuarai Piala AFF U-19. Namun, ternyata itu bukan posisi aslinya. Di Persija, Donny justru dimainkan sebagai pemain sayap. Nah, karena berkaki kiri, Donny akan menjadi sayap kanan.
Donny merupakan pemain sayap yang rajin dan tak kenal lelah. Selain menyerang dan mengirimkan umpan-umpan silang, Donny bisa diandalkan untuk mengcover area pertahanan.
Sedangkan Kelly, dia akan dipasang di posisi sayap kiri. Pemain PSBS Biak itu sudah mengemas 10 caps di tim nasional U-23. Ia adalah bagian dari tim yang menjuarai SEA Games tahun 2023 kemarin. Secara permainan, Kelly merupakan sayap yang kuat dan mengandalkan akselerasi. Tusukan-tusukannya dapat merepotkan lini bertahan lawan.
Striker: Jens Raven
Untuk ujung tombak, Coach Gerald kabarnya akan mengandalkan Jens Raven. Kode ini diperlihatkan oleh sang pelatih saat memposting foto bersama Raven. Meski masih berusia 19 tahun, ketajaman sang pemain sudah terbukti saat mengantarkan Timnas Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 kemarin.
Dari lima pertandingan, Raven mencatatkan empat gol dan tiga assist. Itu membuatnya jadi salah satu pemain yang paling berdampak di turnamen tersebut. Di level U-20 pun, Raven juga tampil klinis di depan gawang. Dari 12 penampilan, pemain yang kini berseragam Dordrecht U-21 itu sudah mengantongi empat gol.
Mungkin seperti itu prediksi line up dari mimin. Kalau menurut kalian siapa yang akan jadi pemain kunci Gerald Vanenburg di Piala AFF U-23? Komen di bawah ya!
Sumber: Tempo, Suara, CNN Indonesia, Bola.com


