Fulham dan Bournemouth adalah 2 klub yang sudah memastikan diri tampil kembali di Premier League musim depan. Tinggal 1 jatah tersisa yang akan diperebutkan secara alot di Wembley 29 Mei 2022 nanti. Adu kuat antara Nottingham Forest dan Huddersfield Town akan tersaji mewarnai minggu akhir bulan.
Selain melihat peluang serta rekor pertemuan keduanya, menarik juga untuk melihat bagaimana 2 finalis itu mengarungi musim ini sehingga bisa melaju hingga fase puncak. Dari itu semua, nantinya kita akan melihat siapa yang akan lebih unggul dan siap untuk merebut satu tiket terakhir ke Premier League musim depan.
OFFICIAL: Huddersfield Town will play Nottingham Forest in the 2021/22 Championship play-off final. 🍿 pic.twitter.com/A29iWp7d6y
— Squawka News (@SquawkaNews) May 17, 2022
Daftar Isi
Rindu Dongeng Nottingham Forest 1998/99
Nottingham Forest telah tersingkir dari Premier League sejak musim 1998/99, artinya mereka sudah lama tidak lagi masuk Premier League selama kurang lebih 23 tahun. Bagaimanapun Forest adalah kekuatan yang harus diperhitungkan di Inggris, selama masa kejayaan mereka di tahun 70-an. Selama cerita indah itu, mereka telah memenangkan satu gelar Liga Inggris, dua Piala FA dan empat Piala Liga. Selain trofi domestik, Forest juga pernah memenangkan gelar Champions League yang ketika itu masih bernama piala Champions.
Musim ini, Nottingham Forest mengamankan tiket final play-off Championship 2021/22 usai menyingkirkan Sheffield United melalui adu penalti. Di musim ini juga, tanda-tanda cerita indah Nottingham Forest sebenarnya sudah tercium, tatkala mereka sukses menyingkirkan tim papan atas Premier League, Arsenal dari kancah FA Cup musim ini. Kemudian mereka melaju ke perempat final dengan menyingkirkan tim Premier League lainnya, Leicester City. Namun, kejutan mereka terhenti oleh Liverpool di perempat final.
Off the bottom of the table ✅
Challenging for play-offs ✅
Beat Arsenal ✅
Beat Leicester ✅Nottingham Forest’s transformation under Steve Cooper is something to behold…https://t.co/7aaS2gzknE pic.twitter.com/CTT4fmZ3Vh
— Mirror Football (@MirrorFootball) February 7, 2022
Cooper Penyelamat
Cerita Dongeng indah Nottingham ini tidak terjadi apabila pelatih mereka, Chris Hutton tidak meninggalkan Forest musim ini. Bagaimana tidak, Forest diantarkannya musim ini dengan tidak pernah menang dalam 7 pertandingan pertamanya sehingga mereka terdampar di dasar klasemen Championship pada medio Agustus sampai September 2021.
Ketika Steve Cooper, pelatih baru yang mengambil alih sebagai bos Forest pada September 2021, Forest mulai bangkit. Comeback Forest dimulai dari partai melawan Huddersfield yang berakhir dengan kemenangan pertamanya musim ini, dengan skor 2-0. Dan kemudian mereka tak terkalahkan dalam 5 pertandingan. Perlahan mental para pemain mulai pulih, dan dari segi klasemen Forest mulai naik.
21st September 2021: Steve Cooper takes charge of Nottingham Forest with the club rock bottom of the Championship.
17th May 2022: Nottingham Forest reach the Championship play-off final for the first time ever.
What a journey. 🌳pic.twitter.com/fTcjgyMkk0
— Squawka (@Squawka) May 17, 2022
Pelatih asal Wales itu terbukti mampu membawa Forest bangkit dari keterpurukan. Dia adalah mantan pelatih akademi Liverpool, dan terakhir ia menjadi manajer Swansea dari 2019 sampai Juli 2021.
Cooper mengubah pakem Forest dari yang tadinya bersama Hutton menggunakan pakem 4 bek, Cooper lebih memilih menggunakan 3 bek dengan variasinya baik 3-4-1-2, 3-5-2, maupun 3-4-2-1. Bek sayap seperti Spence maupun Lowe lebih agresif menggunakan pola itu. Lini depan pun makin nyaman dengan pola itu, dengan kombinasi Lewis Grabban, Brennan Johnson, maupun Philip Zinkernagel.
Forest bertambah kuat dengan penambahan beberapa pemain baru di Januari seperti mantan bek Bournemouth, Steve Cook, serta striker yang sekarang jadi andalan yakni Keinan Davis dari Aston Villa dan Sam Surridge dari Stoke City. Di tengah, duet pemain pinjaman dari MU, James Garner dan Jack Coolback menjadi kekuatan lini tengah Forest.
🆕📈
Nottingham Forest’s Squad Depth – Summer 2022As we look forward to the summer, here is how the #nffc squad looks. pic.twitter.com/yzJp4f9alJ
— Liam Henshaw (@HenshawAnalysis) April 11, 2022
Cooper mampu menjadi juru selamat Forest, hingga pada titik menuju kembali ke Premier League musim depan. Sentuhannya tidak dipungkiri menjadi senjata rahasia Forest, jika mereka akhirnya bisa naik dan berlaga di Premier League musim depan.
Perombakan Huddersfield di Bawah Corberan
Sementara itu, lawannya nanti di final playoff adalah Huddersfield Town. Huddersfield sendiri terakhir kali promosi ke Premier League pada 2017 tidak lama seperti penantian Forest. Mereka hanya dua musim di Premier League dan terdegradasi pada 2019.
Kali ini mimpi mereka kembali ke Premier League terbuka lebar ketika mereka tinggal selangkah lagi mencapainya. Satu tempat final diraihnya di Wembley nanti, berkat kemenangan atas Luton di semifinal dengan agregat 2-1.
A very special team 💙#htafc | #TerrierSpirit pic.twitter.com/yoaJd01yWg
— Huddersfield Town (@htafc) May 16, 2022
Untuk mendapatkan musim terbaiknya kali ini, langkah Huddersfield tak mudah. Mereka ditinggal beberapa pemain pentingnya yang pernah berjasa bagi Huddersfield. Para pemain yang sudah banyak berkontribusi besar terhadap Town seperti Karlan Grant, Adama Diakhaby, Terence Kongolo sampai Steve Mounie memilih hengkang.
Jelas, Huddersfield harus menemukan cara baru untuk mengarungi hidup baru di Championship sejak degradasi dari Premeier League di 2019. Oleh karena itu, penunjukan pelatih kepala asal Spanyol, Carlos Corberan menjadi tepat. Pelatih asal Spanyol itu pernah melalang buana menjadi asisten manajer di beberapa klub termasuk Villarreal.
Ia menuju ke Inggris pada 2017, ditunjuk menjadi pelatih teknis senior Leeds di bawah Marcelo Bielsa sampai pada Juli 2020, sebelum akhirnya Huddersfield menunjuk Corberan sebagai manajer utama.
In July 2020, Carlos Corberán arrived at a Huddersfield Town side that had finished 18th in the Championship.
During his time at the club, he’s overseen a profit of £29m on transfers.
They’re currently third in the table.#htafc pic.twitter.com/bdQwPB0jk7
— bet365 (@bet365) April 11, 2022
Hampir sama dengan Forest yang mengandalkan pola 3 bek. Corberan sebenarnya pada musim 2020/21 lalu sering menggunakan pola 4 bek dengan orkestrasi permainan ala Spanyol. Akan tetapi, pada musim ini Corberan mencoba mengubahnya dengan pola 3 bek yang membuat Town makin agresif.
Corberan menggunakan trio bek yakni Colwill yang merupakan pinjaman dari Chelsea, dengan Tom Lees, Matty Pearson maupun Jonathan Hogg kapten tim sekaligus pemain yang tersisa ketika Huddersfield terakhir kali bermain di Premier League.
Di sektor andalannya yakni sayap, di kiri ada Harry Toffolo dan kanan ada Sorba Thomas, yang masing-masing produktif musim ini dengan assist dan golnya. Di depan Corberan mengandalkan duet Danny Ward top score mereka dengan Daniel Sinani maupun Jordan Rhodes.
Huddersfield Town’s squad depth post the 2021 summer transfer window.
Using the 352 Town have used throughout the start of the season, the adapted squad depth is below.
Potential for Town to move to a 343, which would allow Aarons to be used. pic.twitter.com/pc3dXoV1b1
— HTAFC STATTO (@HTAFC_STATTO) September 4, 2021
Dan yang tak kalah penting bagi kesuksesan Corberan musim ini adalah kiper mereka Lee Nicholls. Mantan kiper klub MK Dons itu telah mencatatkan 19 clean sheet musim ini, jumlah yang hanya dikalahkan oleh Mark Travers, kiper Bournemouth yakni 20 clean sheet di Championship.
Musim kedua yang hebat bagi Corberan, membangun tim dengan dana terbatas sekaligus kembali meraih asa Premier League untuk kedua kalinya musim ini. Huddersfield diantarkannya memperoleh 82 poin dan berada di tempat ketiga Championship musim ini. Sebuah peningkatan dari musim 2020/21 lalu yang hanya mencapai peringkat 20 klasemen.
📋 The final standings!#EFL | #SkyBetChampionship pic.twitter.com/BGnwFgZwPQ
— Sky Bet Championship (@SkyBetChamp) May 7, 2022
Head To Head Dua Klub Musim Ini
Soal head to head, Forest memiliki kenangan indah dari pertemuan terakhir mereka melawan Huddersfield. Tim Cooper musim ini pernah menyingkirkan Huddersfield dari Piala FA ketika kedua klub terakhir kali berduel pada bulan Maret 2022. Ketika itu Forest unggul 2-1.
#NottinghamForest continue their great #FACup run with a win over #HuddersfieldTown #NOTHUD #NFFC #HTAFC @EmiratesFACup #EmiratesFACup pic.twitter.com/QJk6ml4CjQ
— Anna Gowthorpe (@AnnaGowthorpe) March 8, 2022
Dari 2 kali pertemuan di Championship musim ini, keduanya sama-sama saling mengalahkan. Forest menang di pertemuan pertama pada September 2021 di kandang Huddersfield 2-0. Kemudian pertemuan kedua pada Desember 2021 di kandang Forest, Huddersfield giliran unggul 1-0.
Dengan perkembangan situasi saat ini, sebenarnya kedua klub memiliki kans yang sama untuk mendapat jatah tiket terakhir menuju Premier League musim depan. Baik Cooper maupun Corberan akan sama-sama membuktikan siapa yang terbaik.
Kini, akankah cerita dongeng indah penantian panjang Nottingham Forest ke Premier League akan segera tercapai berkat pertolongan Cooper? Atau justru sebaliknya, Huddersfield Town yang dibangun kembali Corberan yang akan melaju?
9⃣ days to go!#FridayFeeling 🙌#EFLPlayOffs | #StepUp pic.twitter.com/n6l6clIUPz
— Sky Bet Championship (@SkyBetChamp) May 20, 2022
https://youtu.be/0Ljiq0FC0F8
Sumber Referensi : theathletic, theathletic, talksport


