Usai menjuarai SEA Games 2023, kepercayaan PSSI kepada Indra Sjafri pun meningkat. Mereka pun memastikan status Indra sebagai pelatih Timnas Indonesia U-22 akan berlanjut. Juru taktik asal Sumatera Barat itu akan melatih Skuad Garuda Muda untuk Asian Games yang akan dihelat di Hangzhou, China, pada September mendatang.
Sementara itu, Shin Tae-yong akan fokus melatih Timnas Indonesia senior yang tengah dipersiapkan untuk Piala Asia 2023 dan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dengan adanya pembagian tugas itu, posisi direktur teknik yang sebelumnya diisi oleh Indra Sjafri kosong.
Deretan nama pengganti Indra Sjafri pun berhembus. Ketum PSSI, Erick Thohir seperti dikutip Bola memberi kode bahwa posisi itu akan diisi sosok dari luar negeri. Bisa jadi dari Eropa maupun Asia. Menariknya, nama-nama yang muncul bukanlah orang sembarangan. Siapa saja mereka? Berikut nama-nama besar bakal calon pengganti Coach Indra sebagai direktur teknik Timnas Indonesia.
Daftar Isi
Akira Nishino
Nama pertama yang dirumorkan bakal mengisi posisi direktur teknik Timnas Indonesia adalah Akihiro Nishino. Pelatih berkebangsaan Jepang ini sudah tidak asing lagi di telinga para penggemar sepakbola Indonesia. Pasalnya,Nishino merupakan mantan pelatih tim nasional Thailand periode 2019 hingga 2021.
Sebagai seorang pelatih sepakbola, Nishino memiliki CV yang mentereng. Di level tim nasional, ia memulai dari Jepang U-20, berlanjut ke Jepang U-23 hingga menukangi Timnas Jepang di ajang Piala Dunia 2018. Kemudian ia juga pernah menukangi sejumlah klub kasta tertinggi Liga Jepang seperti Kashiwa Reysol, Gamba Osaka, Nagoya Grampus, hingga Vissel Kobe.
Kalau sebagai pelatih sih boleh lah ya, tapi apakah Nishino memiliki pengalaman sebagai direktur teknik? Menurut situs Transfermarkt, mantan pelatih Timnas Thailand itu pernah menjadi direktur teknik Timnas Jepang periode 2016 hingga 2018.
Berhubung Erick Thohir sudah menandatangani nota kesepakatan dengan federasi sepakbola Jepang soal pengembangan sepakbola, potensi Akihiro Nishino menjadi direktur teknik Timnas Indonesia sangat besar. Bisa saja ini jadi salah satu bentuk uluran tangan Jepang untuk membantu PSSI meningkatkan kualitas Timnas Indonesia.
Oliver Bierhoff
Selain Jepang, Erick Thohir juga menyebutkan kalau dirinya telah menjalin komunikasi dengan federasi sepakbola Jerman untuk bekerja sama terutama di sektor pengelolaan liga. Selain itu, kabarnya Erick juga mencari nama potensial yang bisa mengisi posisi direktur teknik di Timnas Indonesia.
Salah satu nama yang ditawarkan adalah Oliver Bierhoff. Legenda sepakbola Jerman ini merupakan eks manajer Timnas Jerman selama kurang lebih 13 tahun. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai direktur pengembangan di skuad Der Panzer pada periode 2018 hingga 2022.
Kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2022, membuat federasi sepak bola Jerman memutus kontrak Bierhoff. Kini, mantan penyerang AC Milan itu dikabarkan sedang menganggur dan terbuka untuk pekerjaan baru. Namun tetap di dunia sepakbola.
Dilansir Suara.com, pria berusia 55 tahun itu memang tak memiliki pengalaman sama sekali di sepakbola Asia. Biar begitu, dengan berbekal pengalamannya di tim nasional Jerman, Oliver Bierhoff dirasa sosok yang layak untuk mengisi posisi direktur teknik Timnas Indonesia yang baru.
Uli Stielike
Nama lain dari Jerman yang muncul sebagai calon pengganti Indra Sjafri adalah Uli Stielike. Beberapa dari kalian mungkin asing dengan nama yang satu ini. Namun, perlu diketahui, Stielike merupakan tokoh sepakbola Jerman yang cukup akrab dengan persepakbolaan Asia. Pasalnya, sebagian besar karir kepelatihannya dihabiskan di sepakbola Asia.
Stielike sendiri sudah berkecimpung di sepakbola Asia sejak tahun 2008 saat dirinya melatih salah satu klub Liga Qatar, Al-Arabi. Pelatih berusia 68 tahun itu juga pernah melatih Timnas Korea Selatan periode 2014 hingga 2017. Menariknya, sosok yang menggantikan Stielike tahun 2017 adalah Shin Tae-yong.
Kurang lebih, 12 tahun ia habiskan untuk berkelana di persepakbolaan Asia. Jadi, sepakbola Asia bukan hal baru bagi Uli Stielike. Selain di sepakbola Asia, ia juga berpengalaman di Timnas Pantai Gading dan Timnas Jerman. Ia merupakan asisten pelatih Der Panzer saat berlaga di Euro 2000.
Filosofi permainan Uli Stielike yang mengandalkan stamina, penguasaan bola, dedikasi, dan kecerdasan pemain sangat cocok untuk gaya sepakbola Indonesia yang sedang dikembangkan Shin Tae-yong dan Indra Sjafri. Selain itu, dengan pengalamannya, ia juga bisa mendidik pelatih-pelatih muda Indonesia.
Holger Osieck
Satu lagi nama dari persepakbolaan Jerman adalah Holger Osieck. Kabarnya, namanya jadi salah satu yang disodorkan oleh federasi sepakbola Jerman kepada Erick Thohir. Beda halnya dengan Oliver Bierhoff, pelatih berusia 74 tahun itu memiliki pengalaman di sepakbola Asia.
Selain pernah melatih Fenerbahce pada musim 1993/94 dan membawa Timnas Australia ke final Piala Asia pada tahun 2011, Osieck pernah dua kali melatih tim kasta tertinggi Liga Jepang, Urawa Reds. Di periode keduanya bersama The Red Devils, pelatih asal Jerman itu menghadirkan trofi Liga Champions Asia pada tahun 2007.
Menurut situs Transfermarkt, Holger Osieck sudah menyatakan pensiun dari dunia kepelatihan. Meski begitu, kabarnya ia terbuka dengan tawaran pekerjaan apabila itu berada di belakang layar. Jadi direktur teknik Timnas Indonesia bisa jadi opsi yang menarik baginya.
Kim Hak-bum
Selanjutnya, ada nama dari Korea Selatan, Kim Hak-bum. Meski tak memiliki pengalaman sebagai direktur teknik, dirinya sudah berkecimpung di dunia kepelatihan sejak 1993 saat Kim menjadi asisten pelatih di salah satu klub lokal, Kookmin Bank. Jadi, Kim Hak-bum merupakan salah satu tokoh sepakbola yang cukup dihormati di Korea Selatan.
Prestasi Coach Kim bersama Timnas Korea juga tak bisa dianggap remeh. Ia membawa Korea Selatan U-23 menyabet medali emas Asian Games 2018 yang kala itu diselenggarakan di Indonesia. Saat itu, skuad racikannya diperkuat oleh bintang Liga Inggris, Hwang Hee-chan dan Son Heung-min.
Fyi saja, Kim Hak-bum sangat mengenal dan paham betul gaya melatih Shin Tae-yong. Ia bahkan dijuluki sebagai gurunya pelatih Timnas Indonesia tersebut. Kim Hak-bum juga punya hubungan yang baik dengan Shin Tae-yong saat sama-sama bekerja untuk Asosiasi Sepakbola Korea Selatan.
Berbekal hubungan baik dan memiliki visi-misi yang sama dengan Shin Tae-yong, Kim Hak-bum barangkali jadi opsi yang pas untuk menggantikan peran Indra Sjafri sebagai direktur teknik.
Kurniawan Dwi Yulianto
Jika nama-nama sebelumnya sulit terealisasi, tak ada salahnya PSSI menggunakan tenaga lokal. Saat menjadi pelatih Timnas U-22 di ajang SEA Games kemarin, Indra Sjafri mempercayakan posisi asisten pelatih kepada beberapa nama lokal. Salah satu yang menarik perhatian adalah Kurniawan Dwi Yulianto.
Di dunia kepelatihan, Kurniawan pernah menangani klub Malaysia, Sabah FC. Berkat posisinya itu ia memberi kesempatan pada Saddil Ramdani untuk aboard dan bermain di bawah kepemimpinannya. Selain itu, Si Kurus, begitu sapaan akrabnya, sudah menimba ilmu sebagai asisten pelatih di salah satu klub Serie B, Como FC sejak 2022 kemarin.
Mungkin CV Kurniawan tak secemerlang nama-nama lain yang muncul dalam daftar ini. Tapi pengalaman dan dedikasinya terhadap persepakbolaan Indonesia sudah tak diragukan lagi. Dengan bekal belasan tahun berkecimpung di sepakbola Indonesia, Kurniawan bisa jadi opsi terakhir untuk mengisi posisi direktur teknik Timnas Indonesia.
Sumber: Bola.net, Suara, Libero, Liputan6, Transfermarkt


