Nestapa Anthony Martial yang Tersingkir dari Skuad MU

spot_img

Kebersamaan Anthony Martial bersama Manchester United yang sudah terjalin sejak 2015 berakhir sudah. Baru-baru ini, Martial telah memutuskan masa depannya. Dia memilih hengkang dari MU, meski masih sementara. Kabar menyebutkan, Martial sudah berlabuh ke salah satu klub Spanyol di bursa transfer Januari ini, dan tentu saja klub itu bukan Barcelona apalagi Real Madrid. 

Wartawan kenamaan, Fabrizio Romano menyebut bahwa penyerang asal Prancis itu resmi bergabung ke Sevilla dengan status pinjaman selama enam bulan. Itu artinya, Sevilla bakal menanggung gaji Martial.

Bahkan kabarnya, Sevilla mau membayar penuh gaji Martial yang berada di kisaran 150 ribu pounds atau Rp 2,9 miliar per pekan sampai Juni 2022 nanti. Sebuah angka yang terlalu besar untuk pemain seperti Martial. 

Akan tetapi, usut punya usut nih, gaji segitu bukan gaji yang diinginkan Martial. Sebab sang pemain menginginkan gaji 250 ribu pounds atau Rp 4,8 miliar per pekan. Oleh karena Sevilla tak sudi membayar Martial dengan gaji segitu, akhirnya Martial mau digaji 100 ribu pounds lebih sedikit dari itu. Apalagi dia ingin secepatnya keluar dari Manchester United. 

Sementara itu, bagi Sevilla mendapatkan pemain seperti Martial mungkin menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Ya gimana nggak bangga? Orang mereka saja berani membayar penuh gaji sang pemain yang di MU nggak terlalu istimewa. 

Bagi MU sendiri, hilangnya nama Martial tentu saja membuat mereka mendapatkan keuntungan, khususnya dari sisi finansial. Mereka diprediksi dapat menghemat sekiranya 4 hingga 5 juta poundsterling. Sebuah angka yang cukup membantu keuangan tim di masa pandemi Covid-19 seperti ini.

Anthony Martial kini nggak perlu lagi ngeluh soal menit bermain yang kurang di MU. Ia kini sudah berada di klub baru. Klub yang ia sangat harapkan bisa membawa berkah bagi dirinya. Meskipun perlu dicatat juga bahwa dalam kesepakatan peminjaman ini, tidak ada opsi pembelian permanen.

Artinya, mau nggak mau, Martial harus menampilkan kemampuan luar biasanya, menunjukkan insting tajamnya di depan gawang, dan performa gacornya di Sevilla. Supaya MU merasa menyesal karena telah melepas Martial, dan bakal memulangkannya dan memakai Martial lagi. Terlebih Martial masih terikat kontrak dengan Manchester United yang bakal berakhir tahun 2024.

PERFORMA MARTIAL DI MANCHESTER UNITED

Tersingkirnya Martial dari skuad Manchester United membuktikan bahwa tidak selamanya pemain yang bergelar “bintang” di masa mudanya, dapat terus tampil konsisten hingga level senior.

Seperti diketahui bersama, Martial direkrut MU tahun 2015. Kala itu ia berstatus bintang muda asal Prancis yang masih berusia 19 tahun. Martial diboyong MU dari Monaco, salah satu klub raksasa di Prancis, dengan mahar yang cukup fantastis untuk pemain seusianya, yakni 58 juta pounds atau Rp 1,1 triliun.

Dibeli dari Monaco dengan mahar fantastis, Martial lebih banyak tampil flop ketimbang jadi bintang. Walaupun ia pernah menjadi top skor klub. Tapi di musim lainnya, Martial dikenal fans sebagai pemain malas.

Ia kerap kehilangan bola dalam take ons, serta dinilai lamban bergerak mencari bola. Dia kadang kala jadi pemain starter, tapi di lain kesempatan ia hanya dibangkucadangkan.

Ketika The Red Devils di bawah kepemimpinan Jose Mourinho, Martial merupakan salah satu pemain yang kerap mendapat kritikan darinya. Salah satu kritikan Mourinho terhadap Martial adalah pemain Prancis itu dianggap malas bertahan. Selama dibesut Mourinho, Martial pun hanya mencatatkan 106 penampilan, menjadi starter sebanyak 68 dan menjadi pengganti sebanyak 38. Mencetak 27 gol dan membuat 17 assist.

Untungnya Mourinho dipecat MU, dan digantikan Ole Gunnar Solskjaer. Kehadiran Ole membawa berkah bagi Martial. Pelan namun pasti, Martial berubah menjadi pemain yang berbeda. Secara teknis, dia dipercaya tampil sebagai penyerang tengah.

Martial menjawab kepercayaan Ole dengan gol demi gol untuk MU. Di bawah komando Ole, Martial yang kembali kenakan jersey nomor 9, tampil sangat bagus pada musim 2019/20. Di Premier League misalnya, Martial mencetak 17 gol. Ini adalah catatan gol terbaiknya dalam semusim. Sebagai tambahan, dia juga mencetak empat gol di Liga Europa.

Masih di bawah bimbingan Ole, di musim 2020/21, Martial sempat dibekap cedera lutut. Penyerang asal Prancis itu cuma bikin tujuh gol dalam 36 kali penampilan di semua kompetisi bersama Setan Merah. Lambat laun, performa Martial semakin menurun, terlebih setelah MU dilatih oleh Ralf Rangnick.

SEMPAT CEKCOK DENGAN RALF RANGNICK

Di bawah asuhan Rangnick, Martial bukanlah pemain utama di lini serang Manchester United. Ketimbang menurunkan Martial, pelatih asal jerman itu lebih sering memainkan Ronaldo atau Rashford, Cavani, dan bahkan Greenwood. Rangnick sangatlah jarang melirik Martial di bangku cadangan. 

Keduanya juga sempat berkonflik usai laga pekan 22 Liga Inggris kontra Aston Villa. Saat itu, Martial tidak ada di dalam daftar skuad MU. Dalam laga yang dimenangkan MU dengan skor 1-0 itu, Rangnick menyebut Martial tidak ingin bermain. Martial langsung membantah tuduhan Rangnick itu melalui akun Insta Story di akun Instagram pribadinya. Kedua pihak kini sudah berdamai. Tapi, Rangnick tidak punya tempat untuk Martial di skuad Manchester United.

MARTIAL JARANG DIMAINKAN RANGNICK

Di musim ini saja, tercatat Martial hanya tampil empat kali sebagai starter. Selain kalah bersaing dengan Ronaldo, Martial juga sempat cedera sehingga tidak dimainkan dalam empat pertandingan pertama MU di bawah Rangnick. Martial hanya bermain sebanyak 10 persen saja dari waktu total yang dijalani MU. Hal ini sangat turun karena sebelum CR7 bergabung, Martial mampu mencatatkan hampir 50 persen waktu bermain.

Dengan kondisi sulit itu, Martial siap untuk menghadapi tantangan baru di klub lain demi bisa tampil reguler untuk memperbesar peluangnya dipanggil Timnas Prancis jelang Piala Dunia 2022. Dan kabar menyebutkan, striker kelahiran tahun 1995 itu sudah berbicara kepada pihak klub mengenai keinginannya untuk hengkang.

Sebelum akhirnya resmi memilih Sevilla sebagai pelabuhan barunya, Martial sebenarnya sempat menjadi incaran beberapa klub Inggris, seperti Newcastle United dan Tottenham Hotspurs serta klub raksasa Italia, Juventus. 

Namun, entah apa alasannya, Martial memilih untuk bergabung dengan Sevilla. Keputusan  Martial bergabung dengan Sevilla adalah keputusan tepat. Ini merupakan langkah yang bisa dibilang baik untuk Martial, setidaknya secara personal. Apalagi Sevilla kabarnya menjamin menit bermain reguler bagi Martial. Sehingga kemungkinan besar ia bakal menjadi pemain utama. Apa pun itu, yang terpenting bagi Martial adalah setiap kali diberi kesempatan bermain, ia harus membuktikannya dengan permainan ciamik nan yahud.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru