Sepakbola tidak hanya tentang permainan 90 menit lamanya. Lebih dari itu, olahraga ini kerap ciptakan momen-momen luar biasa, yang tak jarang hadir dari luar lapangan. Banyak sekali momen tak terlupakan yang bila dikumpulkan, maka akan butuh waktu yang tidak sebentar.
Selain momen sedih, marah, dan lucu, momen yang penuh dengan keharuan sekaligus rasa hormat ini juga semakin membuktikan bahwa sepakbola memang lebih dari sekadar permainan.
Daftar Isi
Fans Finlandia Menyerahkan Bendera Untuk Melindungi Eriksen
Insiden yang sempat dialami Christian Eriksen benar-benar membuat seluruh penggemar sepakbola khawatir. Semua berharap bila Eriksen berada dalam kondisi baik-baik saja. Terlebih, dia bisa melanjutkan karirnya lagi sebagai seorang pesepakbola profesional.
Dalam sebuah insiden yang terjadi pada laga melawan Finlandia itu, Eriksen tiba-tiba terjatuh ketika hendak menerima lemparan ke dalam. Suasana ketika itu sangatlah panik. Bahkan, tidak sedikit dari pemain Denmark yang menitikan air mata. Beruntung, semua yang berada di dalam stadion, termasuk para pemain Finlandia terus memberikan dukungan kepada Eriksen dan kepada para pemain Denmark yang mengalami shock.
Satu hal lain yang begitu menyita perhatian adalah, penggemar Finlandia yang berada di tribun juga tak ingin ketinggalan dalam mendukung sang pemain. Ketika eks pemain Tottenham Hotspurs itu tengah menjalani perawatan di pinggir lapangan, penggemar Finlandia secara sengaja memberikan bendera kebanggaan mereka untuk melindungi tim medis yang tengah bertugas agar tetap nyaman. Bendera yang diberikan penggemar Finlandia itu digunakan untuk menutupi tindakan penanganan yang dilakukan tim medis kepada Eriksen.
Sontak, hal tersebut pun langsung mendapat berbagai macam komentar positif.
Finland fans who gave there national flag to cover the medical procedure of #Eriksen literally have proven that humanity is alive ❤️🇫🇮 pic.twitter.com/q7dKpEAkRl
— Drax (@LaMasiaStan) June 12, 2021
Pertolongan Simon Kjaer
Selain tindakan luar biasa para pemain sekaligus penggemar Finlandia, apa yang dilakukan oleh kapten Denmark, Simon Kjaer, untuk membantu Eriksen di laga melawan Finlandia, juga sangat layak diberi pujian. Pemain AC Milan itu melakukan tugasnya sebagai seorang pemimpin dengan sangat baik.
Ketika tahu Eriksen butuh pertolongan, dia langsung memberikan pertolongan pertama kepada sang pemain sembari menunggu bantuan tim medis datang. Kemudian, dia juga meminta rekan-rekan setimnya untuk tetap tenang sekaligus menginstruksikan mereka untuk membentuk lingkaran guna melindungi tim medis yang sedang menangani Eriksen dari sergapan kamera.
Setelah itu, Kjaer juga tak ketinggalan untuk menenangkan kekasih Eriksen yang terlihat tidak bisa mengontrol diri. Dia bersama dengan Kasper Schmeichel terlihat memberi gesture hangat untuk tetap menenangkan kekasih Eriksen, dimana hal tersebut lantas membuatnya mendapat banjir pujian.
Denmark national team captain Simon Kjaer gave first aid to his friend before the medical team arrived. And made sure he didn’t swallow his tongue. Then he calmly comforted #Eriksen‘s wife
Real Captain..#EURO2020 #DEN #Eriksen pic.twitter.com/XzySTTdWqN
— Erolbora9#EURO2020 (@Erolbora91) June 12, 2021
Ozil Meminta Maaf Kepada David Luiz Usai Bantai Brasil
Kemenangan 7-1 Jerman atas Brasil menjadi salah satu pertandingan yang tidak akan pernah dilupakan dunia. Ketika dua negara tersebut di ajang Piala Dunia, Jerman secara membabi buta mampu mencetak empat gol hanya dalam waktu enam menit saja. Dalam waktu setengah jam, Tim Panser mampu unggul dengan skor 5-0, sebelum akhirnya pertandingan berakhir dengan skor telak 7-1.
Hal ini jelas menjadi yang paling memalukan bagi Brasil mengingat di momen tersebut mereka bertindak sebagai tuan rumah. Salah satu pemain yang begitu tersayat saat tahu Brasil kalah adalah David Luiz. Eks pemain PSG tersebut tertunduk lesu hingga sulit untuk menahan air mata.
Akan tetapi, di momen yang bersamaan, pemain Jerman Ozil secara sengaja mendekati Luiz untuk menenangkannya. Tidak hanya itu, dia bahkan meminta maaf kepada Luiz karena telah membuat Brasil merana. Ketika itu, Ozil berkata pada Luiz,
“Aku benar-benar minta maaf, kamu memiliki negara yang indah dan orang-orang yang baik. Kami telah belajar di sini dan memiliki waktu yang benar-benar luar biasa,”
David Luiz said this after Brazil’s 7-1 loss to Germany in 2014: “The lowest point of my career. However, I recognise the German class, particularly Mesut Ozil, the only one who apologised to me. If I were to leave Chelsea one day, I’d like to play with him.” pic.twitter.com/d0Uh2UX3qt
— The Sun – Arsenal (@SunArsenal) August 8, 2019
Neymar Berfoto Dengan Penggemar Asal Afrika
Momen mengharukan dan menyentuh hati diperlihatkan oleh bintang asal Brasil, Neymar Jr. Pada sebuah laga persahabatan melawan Afrika Selatan, Neymar yang berhasil mencetak hattrick membantu tim samba untuk melibas Afrika Selatan dengan skor 5-0.
Aksi kepahlawanan Neymar tidak terjadi sampai disitu saja. Ketika peluit panjang dibunyikan, ada seorang anak kecil yang masuk ke dalam lapangan dan memang berniat untuk menemui Neymar. Sempat dicegah oleh petugas di lapangan, Neymar lantas turun tangan dengan membawa anak kecil itu bersamanya.
Satu hal yang lebih menyentuh lagi adalah, keduanya lalu berfoto dengan dibantu oleh David Luiz. Terlihat wajah bahagia terpancar dari raut muka Neymar dan juga bocah beruntung itu.
This South African fan enters the pitch and Neymar introduces him to the Brasilian squad and takes photos with him. pic.twitter.com/VKcBSrJuDO
— Hasan Bilal (@HasanBilal54) March 5, 2014
Selebrasi Dariusz Formella
Pada September 2019 lalu, nama Dariusz Formella banyak diperbincangkan oleh para penggemar sepakbola. Dia yang ketika itu mencetak gol kemenangan ke gawang Rio Grande, bukan tampak bahagia, namun malah sedih sembari tak bisa menahan derasnya air mata. Pemain asal Polandia itu tampak merasakan kesedihan mendalam usai mencetak gol.
Ternyata, setelah ditelusuri, selebrasi emosional yang ditunjukkan Formella adalah karena dia baru saja kehilangan sang ayah untuk selama-lamanya. Ya, ayah Formella meninggal tiga jam sebelum pertandingan. Akan tetapi, dia sama sekali tidak memberi tahu rekan setimnya.
Dalam sebuah postingan, Formella mengatakan bila ketika itu adalah hari-hari yang berat untuknya dan keluarganya. Dia harus menemani ayahnya yang berjuang melawan kanker sebelum akhirnya pergi untuk selama-lamanya.
“Aku mencoba untuk tidak memperlihatkan kepada siapapun apa yang terjadi. Tetap fokus pada pertandingan, serta melaksanakan tugasku sebaik mungkin. Namun setelah mencetak gol, aku tidak bisa menahan perasaanku hingga akhirnya menangis,”
Cerita Sedih di Balik Selebrasi Gol Dariusz Formella, Sengaja Tutupi Kabar Meninggalnya Sang Ayah dari Rekan Setim https://t.co/Jj7pSRTU0j pic.twitter.com/OX7arRVlAs
— HAI is wearing a mask (@HaiMagazine) September 21, 2019
Kisah Penggemar Cilik Sunderland
Pada tahun 2017 silam, seluruh pemain sekaligus penggemar Sunderland berduka. Pasalnya, mereka kehilangan seorang penggemar yang sangat menginspirasi banyak orang. Adalah Bradley Lowery. Bocah berusia enam tahun itu merupakan penggemar Sunderland yang meninggal dunia usai berjuang sekuat tenaga melawan penyakit kanker yang diderita.
Lowery sendiri merupakan penggemar setia Sunderland yang sempat diundang untuk bermain bersama dengan para penggawa Sunderland, tak terkecuali Jermain Defoe. Keduanya bahkan memiliki hubungan yang sangat dekat, hingga kabar tentang kematian Lowery sangat membuat Defoe terpukul.
Kepergian Lowery membuat seluruh pecinta sepakbola, terutama yang berada di Inggris, berbondong-bondong memberikan ucapan belasungkawa. Kedua orang tua Lowery Gemma dan Carl, kemudian mendirikan sebuah badan amal bernama Bradley Lowery Foundation, sebagai sarana untuk menolong anak-anak yang tengah berjuang melawan kanker.
#BradleysFSF 12/06
Wow 😮 One Year Ago Today the Football Kit community united for a fantastic day where we raised £1️⃣2️⃣0️⃣0️⃣ for @Bradleysfight!
A fantastic day & It was amazing to see our Twitter timeline was a sea of Red White shirts to celebrate the life of Bradley Lowery🙌🏻 pic.twitter.com/ZLE2K46vur
— TᕼE KITᔕᗷᗩIᗩ ⚽️👕🧙♂️ (@TheKitsbaia) June 12, 2021
Nasehat Lukaku Kepada Kiper Muda
Pada Oktober 2017 lalu, dalam laga Liga Champions Eropa, Manchester United berhasil menumbangkan Benfica dengan skor 1-0. Marcus Rashford menjadi bintang dengan berhasil menjebol gawang kiper debutan Liga Champions Benfica bernama Mile Svilar. Dalam proses gol yang dicetak oleh pemain asal Inggris tersebut, terlihat Svilar melakukan blunder hingga membuat bola melewati garis gawang.
Svilar terlihat melakukan pergerakan yang terlalu mundur ketika menangkap bola hasil tendangan Marcus Rashford. Blunder tersebut jelas menjadi momen yang tak akan pernah dilupakan oleh Svilar yang ketika itu baru berusia 18 tahun.
Namun seusai laga, meski Romelu Lukaku tidak menjadi penentu kemenangan Manchester United, bintang asal Belgia itu justru menunjukkan gesture yang sangat terpuji. Dia terlihat menenangkan Svilar yang tampak terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan hingga membuat timnya kalah.
Dikabarkan, Lukaku yang mendekati Svilar usai laga berkata bila sang kiper tidak perlu kecewa dengan hasil yang baru didapat.
The youngest goalkeeper in the Champions League (until tonight) is still Mile Svilar, who made his debut at the age of 18 and 52 days at Old Trafford with Benfica. He made a howler and was consoled by Romelu Lukaku after the game. pic.twitter.com/xfFs8bAZxM
— Kristof Terreur (@HLNinEngeland) December 10, 2019
AS Roma Beri Penghormatan Kepada Penggemar
Stefano dan Cristiano adalah dua penggemar AS Roma yang cukup beruntung karena menyaksikan tim kesayangan berlaga di Laga Liga Champions Eropa melawan tim kuat FC Bayern pada 2014 silam. Meski merasa senang, sayangnya AS Roma harus kalah dengan skor telak 7-1.
Kabar buruk itu lantas tidak menjadi satu-satunya bagi Roma. Pasalnya seusai laga, Stefano dan Cristiano yang merupakan pasangan ayah dan anak dikabarkan mengalami kecelakaan hebat yang membuat mereka berdua harus kehilangan nyawa dalam perjalanan pulang dari pertandingan. AS Roma berduka, tak terkecuali istri dan anak perempuannya, Luana dan Michelle.
Tidak diketahui apa yang pada akhirnya membuat dua perempuan manis itu datang ke pertandingan AS Roma melawan Sampdoria empat hari kemudian, namun yang pasti, keputusan mereka untuk menghadiri pertandingan berakhir sangat mengharukan.
Ketika para pemain AS Roma mulai memasuki lapangan, mereka terlihat memakai kaos lengkap dengan gambar Stefano dan Cristiano. Tindakan tersebut dilakukan AS Roma sebagai bentuk penghormatan kepada dua penggemar setianya. Sontak, Luana dan Michelle pun tidak mampu membendung derasnya air mata.


