Jika Brasil sering melahirkan striker-striker kelas dunia, Jerman mempunyai kiper tangguh yang tak terbatas, Spanyol memiliki deretan gelandang terbaik, Maka Inggris bisa dikatakan sebagai gudangnya bek kanan terkemuka di dunia.
Ya. Inggris tampaknya tak akan pernah kehabisan stok bek kanan terbaik. Pada setiap masa, Inggris selalu punya bek kanan, yang tak hanya pandai dalam bertahan namun juga rajin membantu serangan. Bahkan tak jarang, bek kanan asal Inggris sering menciptakan gol-gol penting.
Pada era sekarang, orang akan mengenal nama Trent Alexander Arnold. Bek kanan milik Liverpool tersebut merupakan bek kanan terbaik yang dimiliki Inggris saat ini. Tak hanya kuat dalam bertahan, Arnold juga rajin membantu serangan timnya. Bukti kehebatan Arnold dapat dilihat dari jumlah assist yang sudah ia buat. Sampai sejauh ini, pemain berusia 21 tahun itu telah membuat 25 assist di ajang Liga Primer Inggris.
Selain Arnold, Inggris masih punya bek kanan lain yang tak kalah hebatnya, yakni Kieran Trippier dan Kyle Walker. Keduanya merupakan andalan The Three Lions selama kurun lima tahun terakhir.
Sebelum era Walker, Trippier dan Arnold, bek kanan terbaik Inggris dipegang oleh Gary Neville. Pemain yang sepanjang karirnya hanya bermain di Manchester United itu merupakan bek kanan terbaik Inggris pada era 2000-an. Kualitas yang dipunyai Neville tak perlu diragukan lagi. Berkat performanya di atas lapangan, Neville berhasil mengantarkan Manchester United merengkuh banyak trofi. Termasuk diantaranya adalah delapan titel Liga Inggris, tiga Piala FA dan dua gelar Liga Champions.
Selain pencapaian dalam segi jumlah trofi yang menjadikannya sebagai seorang legenda Setan Merah. Neville juga punya statistik di atas lapangan yang tak kalah mengagumkan. Sama halnya seperti Alexander Arnold, catatan assist Neville juga tak kalah banyak.
Dari 400 pertandingan Liga Inggris yang Neville mainkan, ia sukses membukukan 35 assist, atau rata-rata ia menciptakan satu assist setiap 11 pertandingan. Namun, tak hanya soal Assist, Neville juga pernah mencetak gol.
Meski jumlah total golnya di Liga Inggris hanya lima buah. Namun ada satu periode dimana Neville menjadi pemain paling mematikan di skuad Manchester United. Periode tersebut terjadi pada musim 2003/04. Dua dari total lima gol yang dicetak Neville di Liga Inggris terjadi dalam waktu seminggu di bulan april 2004.
Musim 2003/04 merupakan musim kesebelas Gary Neville memperkuat tim utama Manchester United. Pada musim itu, Neville sukses membawa Setan Merah menjuarai piala FA serta membawa Manchester United duduk di peringkat ketiga klasemen Liga Inggris. Jika mengacu pada posisi di klasemen akhir Liga Inggris, performa Manchester United memang terlihat biasa saja pada saat itu.
Namun, bagi Gary Neville, ia menunjukkan salah satu musim terbaiknya selama berkarir sebagai pemain sepakbola profesional. Dua gol yang diciptakan pada bulan april 2004 merupakan gol keempat dan kelima nya di Liga Inggris. Sebelumnya ia mencetak gol pada Liga Inggris musim 1996/97, 1998/99 dan 2000/01.
Setelah tiga musim tak mencetak gol di Liga Inggris, Neville melakukannya lagi pada musim 2003/04. Gol pertama ia lakukan saat Manchester United menjamu Leicester City di Old Trafford pada 13 april 2004. Pada laga itu, Neville seperti biasanya menempati bek kanan. Sementara untuk duet penyerang dipercayakan kepada Diego Forlan dan Louis Saha.
Dua striker Setan Merah tersebut gagal memecah kebuntuan di babak pertama. Hingga pada akhirnya, Neville lah yang berhasil memecah kebuntuan lewat golnya di babak kedua.
Gol berawal saat Neville berhasil mengintersep serangan lawan. Setelah merebut bola dari pemain lawan, Neville memberikan umpan silang kepada Ronaldo yang berdiri di sebelah kiri tanpa penjagaan. Bola berhasil diterima Ronaldo dengan baik, dengan beberapa sentuhan ia lalu melepas bola ke depan gawang dengan maksud agar disambut oleh para striker United. Akan tetapi, bola mampu diselamatkan secara tidak sengaja oleh pemain Leicester City, Nikos Dabizas. Sang pemain sendiri melakukan halauan bola dalam posisi yang tidak sempurna, sehingga ia terjatuh dan bola pun meluncur yang disambut Neville dengan sepakan keras untuk mengoyak jala Leicester.
Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta di pertandingan tersebut. Manchester United pun mengamankan tiga poin di old Trafford. Setelah laga, Neville mengatakan bahwa gol itu merupakan yang terbaik yang pernah dibuatnya. “Itu adalah salah satu dari lima gol terbaik yang pernah saya cetak,” (Dikutip Planet Football).
Gol yang dicetak Neville berikutnya tidak harus menunggu selama tiga tahun, tapi hanya tujuh hari. Tim yang selanjutnya menjadi korban ketajamannya adalah Charlton Athletic yang berkunjung ke Old Trafford pada 20 april 2004. Sir Alex Ferguson, pelatih United kala itu masih mempercayakan Gary Neville di barisan starting eleven mereka. Pada laga itu, The Reds Devils menang 2-0 atas Charlton.
Salah satu gol kemenangan Manchester United dicetak oleh Neville di menit ke 65. Gol yang ia cetak tergolong gol cantik. Saat itu, Neville yang turut membantu serangan Manchester united berlari tanpa bola ke kotak penalti lawan. Louis Saha yang melihat pergerakan Neville, langsung memberinya umpan kepada kapten Manchester United tersebut. Neville lalu dengan dingin menyelesaikan peluang emas tersebut dengan sepakan kaki kanan ke tiang jauh gawang Charlton. Bola sepakan mendatar Gary Neville gagal diantisipasi Dean Kiely. Gol itu merupakan gol kedua Manchester United pada laga itu. Untuk gol pertama sendiri dicetak oleh Louis Saha di menit ke 28.
Bagi Gary Neville, meskipun ia bermain di pentas Liga Inggris untuk tujuh musim selanjutnya, namun gol ke gawang Charlton itu menjadi yang terakhir ia buat di kasta teratas sepakbola Inggris. Selama menjalani karir profesional, Neville total hanya mengemas 7 gol dari 602 laga di semua kompetisi, dengan dua gol lainnya ia cetak di kompetisi Liga Champions musim 2002/03 dan 2004/05.
Pada 2011, Gary Neville memutuskan gantung sepatu setelah 20 tahun menjalani karir profesional. Kehebatan Neville di atas lapangan, banyak menuai pujian dari khalayak. Salah satunya dari Sir Alex Ferguson. Eks pelatih Manchester United itu mengatakan bahwa Neville merupakan bek kanan terbaik Inggris pada masanya. “Gary adalah bek kanan terbaik Inggris di generasinya. Dia adalah contoh bagi anak-anak muda manapun. Pekerja keras, setia dan cerdas adalah tiga sifat yang ada dalam diri seorang Gary.”


