Mengejutkan! Ternyata Ini Alasan Sesungguhnya Spalletti Hengkang dari Napoli?

spot_img

Kabar soal kepergian Spalletti dari Napoli sebenarnya sudah beredar sejak beberapa hari lalu. Ia sudah memberi kode kalau ia ingin hengkang sejak hari Minggu tanggal 21 Mei kemarin. Saat itu Napoli sudah memastikan gelar juara, dan mereka mengalahkan INter dengan skor 3-1.

Dikutip dari Daily Mail, ia berkata: “Masalahnya sudah diputuskan. Anda tidak merubah pikiran setiap hari. Ini sudah saya pikirkan sejak lama. Ketika anda bekerja dari pagi sampai malam, maka ada beberapa hal yang bisa terlihat jelas di benak anda.” Ucapnya

Tapi baru-baru ini kabar tersebut sudah terkonfirmasi oleh presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis. Ia berkata bahwa Spalletti memang menghendaki untuk cuti dari dunia kepelatihan selama setahun setelah memastikan gelar juara Napoli. Ia juga berkata kalau dirinya tidak punya hak untuk mencegah keinginan Spalletti itu.

“Dia datang kepada saya, kemudian meminta untuk mengambil cuti selama setahun. Apa yang bisa anda lakukan? Menentangnya? Dia telah memberi saya hal luar biasa. Saya berterima kasih kepadanya. Dan hal yang benar untuk dilakukan adalah membiarkannya melanjutkan apa yang ia ingin lakukan.”

Dicintai Napoli

Spalletti datang ke Napoli di tahun 2021. Di musim pertamanya itu, Spalletti berhasil membawa I Partenopei duduk di peringkat ketiga klasemen Serie A. Di musim selanjutnya, yaitu musim ini, mereka benar-benar mendominasi Italia dengan merengkuh scudetto.

Pencapaian Spalletti di Napoli musim ini memang sungguh luar biasa. Mereka bisa mengakhiri dominasi Juventus di Serie A. Ini juga jadi gelar scudetto pertama Napoli sejak 33 tahun lamanya. Terakhir kali klub asal kota Naples itu jadi juara adalah di tahun 1992 bersama sang legenda, Diego Maradona.

Spalletti telah merubah Napoli jadi tim yang solid. Sudah tidak diragukan kalau ia memegang peran yang sangat penting bagi kejayaan Napoli musim ini. Ia tidak hanya memegang peran di atas lapangan. Tapi juga di luar lapangan. Dengan caranya merangkul setiap pemain untuk bisa saling bekerja sama.

Ini diungkapkan langsung oleh Victor Osimhen. Ujung tombak I Partenopei itu berkata kalau baginya Spalletti bukan hanya seorang pelatih. Tapi juga sosok ayah untuk para pemain-pemainnya.

“Spalletti adalah pelatih yang hebat. Dia banyak meminta pendapat kami. Dia selalu berhasil memotivasi kami semua. Spalletti sudah seperti ayah bagi kami semua. Ia pantas untuk mendapatkan gelar scudetto ini.” Ungkapnya dikutip dari one football.

Alasan Ingin Hengkang

Tapi membawa Napoli bisa menjuarai Serie A membutuhkan begitu banyak pekerjaan. Dan Spalletti cukup tangguh untuk mengakui kalau dirinya lelah. Baik secara mental maupun fisik. Mengingat ia sudah berusia 64 tahun. ia bahkan jadi pelatih tertua yang pernah menjuarai Serie A.

Dikutip dari Eurosport, Spalletti mengungkapkan alasan kenapa ia memilih hengkang adalah karena ia sangat mencintai klub. Dan ia percaya kalau dirinya tidak bisa memberikan apa yang Napoli berhak dapatkan jika ia memaksakan diri terus melatih. Untuk itu, ia memilih mengambil istirahat panjang.

“Terkadang, karena anda punya rasa cinta yang begitu besar, anda harus pergi. Sekarang, saya tidak akan bisa memberikan segalanya yang Napoli berhak dapatkan. Saya merasa lelah dan butuh istirahat. Yang diperlukan saat ini adalah memutuskan hubungan untuk sementara waktu. Saya tidak akan melatih Napoli atau tim lain musim depan, saya akan absen selama satu tahun.”

Kecintaan Spalletti kepada Napoli dan publik Estadio Diego Armando Maradona memang tidak terbantahkan lagi. Setelah memastikan gelar juara Napoli, ia bahkan membuat tato logo Napoli dan angka 3 di lengannya. Itu membuktikan kalau dirinya adalah Neapolitans sejati.

Ada Aroma Perseteruan?

Tapi melihat kecintaannya itu pada Napoli, membuat pertanyaan muncul. Apakah benar Spalletti ingin rehat karena lelah? Atau sebenarnya ada konflik yang terjadi di balik layar? Sebab, sebelumnya ada rumor yang mengatakan kalau hubungan Spalletti dan presiden klub tidaklah baik-baik saja.

Sebenarnya lebih ke Spalletti yang tidak menyukai sikap De Laurentiis sebagai presiden. Perlu diingat, banyak kelakuan De Laurentiis yang patut untuk dipertanyakan. Seperti saat ia memberikan pernyataan kontroversial, dimana ia tidak mau membeli pemain Afrika kalau mereka bermain di AFCON.

De Laurentiis juga pernah berseteru dengan ultras Napoli. Saat itu De Laurentiis menaikan harga tiket stadion dan melarang para fans membawa bendera dan spanduk. Keputusan kontroversial itu membuat ultras partenopei marah dan melakukan protes. De Laurentiis sempat sampai harus mendapat perlindungan polisi.

Dan terakhir, Spalletti memberikan kode keras ke presiden saat makan malam perayaan scudetto. Di pertemuan itu, Spalletti berkata: “Presiden selalu bisa memilih botol anggur yang baik, tidak seperti saya. Anggur bukanlah sesuatu yang saya ketahui dengan baik”

Itu seperti ucapan sarkastik dari Spalletti. Sebab faktanya Spalletti punya kebun anggur dan perusahaan minuman wine miliknya sendiri. Dari perkataan tersebut tersirat makna kalau Spalletti menganggap presiden klub sebenarnya selalu mengambil keputusan yang buruk.

Ini diperkuat fakta bahwa De Laurentiis adalah orang yang membuat para bintang Napoli pergi. Seperti Kalidou Koulibaly, Lorenzo Insigne, Dries Mertens, dan Fabian Ruiz.

Dan alasan terakhir soal indikasi konflik, terakhir kali Spalletti hengkang secara tiba-tiba adalah saat ia pindah dari Roma ke Inter di tahun 2017. Saat itu, Spalletti melakukan pekerjaan yang baik di Roma. Klub juga berusaha untuk mempertahankannya. Tapi ia memilih hengkang karena berseteru dengan legenda klub, Francesco Totti.

Spalletti adalah orang yang memiliki prinsip. Ketika ia merasa sudah tidak cocok, ia memilih pergi daripada memaksakan egonya sendiri. Karena baginya, itu bisa merusak klub dan prinsipnya sendiri.

Pengganti Spalletti

Terlepas dari itu, apa yang terjadi sudah terjadi. Napoli membutuhkan seseorang yang bisa menjaga warisan Spalletti tetap hidup. Setidaknya sampai Spalletti kembali. Jadi siapa kira-kira yang bakal menggantikannya sebagai allenatore Napoli musim depan?

Dikutip dari as, De Laurentiis sudah menyiapkan beberapa nama. Salah satunya adalah Luis Enrique. Meskipun mantan pelatih Barcelona itu punya kenangan buruk di Serie A bersama Roma, tapi ia dipercaya jadi pengganti yang tepat.

Meskipun begitu, ada beberapa alternatif lain. Diantaranya adalah Vincenzo Italiano yang saat ini melatih Fiorentina. Kemudian ada Thiago Motta, pelatih Bologna. Juga ada Gian Piero Gasperini dari Atalanta. Selain itu, nama familiar Rafael Benitez yang dulu pernah melatih Napoli juga jadi kandidat kuat.

Siapapun pelatihnya nanti, menarik untuk disaksikan bagaimana Napoli bisa bertahan sebagai juara bertahan. Terlebih lagi persaingan liga Italia yang semakin ketat dan tim-tim Serie A lainnya yang sudah mulai bangkit

Sumber referensi: Football-Italia, One, 90min, Talk, As

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru