Pada akhirnya, Zinedine Zidane kembali ke Real Madrid. Sembilan bulan berlalu sejak Zizou mengundurkan diri, Madrid sudah mempekerjakan Julen Lopetegui dan Santiago Solari. Dua pelatih tersebut tak mampu mengendalikan tim, yang disebut Zidane, “perlu pelatih baru”.
Zidane, dalam konferensi pers perkenalannya sebagai pelatih baru Real Madrid, mengungkapkan dihubungi presiden Florentino Perez pada Kamis, empat hari sebelum ia diresmikan jadi entrenador ketiga Madrid musim ini. Ia mengaku tak merasa bersalah atas nasib Madrid musim ini, karena ia yakin, keputusannya pada Mei lalu adalah “yang terbaik bagi semua pihak”.
Tepat setelah Madrid dilumat Ajax di Santiago Bernabeu, Perez beserta jajaran direksi melakukan rapat untuk membahas bagaimana nasib tim. Santiago Solari diputuskan dipecat, dan Perez merasa sosok yang tepat untuk memperbaik Madrid adalah Jose Mourinho.
Mourinho bukan nama asing. Ia pernah bekerja tiga tahun di Valdebebas dalam kurun 2010-2013. Ia disebut-sebut sebagai pelatih yang mengembalikan wibawa Madrid di hadapan Barcelona-nya Pep Guardiola. Ia pula yang menghentikan streak gelar La Liga beruntun Guardiola, dengan memenanginya bersama Madrid dalam musim yang penuh rekor pada 2011/12.
Jadi, Perez pun menyampaikan keinginannya untuk memanggil Mourinho kepada para pemain. Nyatanya, ide Perez ditolak mentah-mentah oleh para penggawa senior. Rezim Mourinho pada masa lalu diakhiri dengan hubungan kurang harmonis dengan beberapa pemain, salah satunya Iker Casillas.
Casillas, yang saat itu menjabat sebagai kapten Madrid dan kapten timnas Spanyol, dianggap pengkhianat oleh Mourinho lantaran menghubungi Xavi Hernandez dan Carles Puyol tanpa sepengetahuan dirinya. Casillas dicadangkan, ruang ganti pun memberontak. Pelatih kontroversial asal Portugal tersebut dirasa mencoba menghancurkan hubungan baik yang dirajut para pemain Barcelona dan Real Madrid, terutama para pemain tim nasional Spanyol.
Casillas sudah lama pergi, tapi Sergio Ramos masih bertahan dan akan mengingat terus kerusakan yang telah ditimbulkan Mourinho. Ia diyakini lebih memilih hengkang pada musim panas daripada dilatih oleh Mourinho. Pilihan Perez ternyata ditentang para pemain, setelah sebelumnya juga mendapat penolakan dari jajaran direksi.
Para pemain dan jajaran direksi menginginkan satu sosok yang lebih “populer”, punya reputasi baik, dan bisa melatih di level tertinggi. Perez pun menghubungi pelatih yang telah mencampakkannya sembilan bulan sebelumnya: Zinedine Zidane.
Zidane yang baru saja mengisi ulang baterai, mengiyakan tawaran Perez. Semua elemen klub, mulai jajaran direksi, para pemain, hingga suporter, semuanya menyayangi Zidane. Ia adalah pilihan terbaik.
Pelatih plontos tersebut sudah lama menjadi lambang Galacticos tim ibukota Spanyol. Ia didatangkan dari Juventus dengan harga yang menjadi rekor dunia pada 2001. Di tangannya, Madrid sanggup menjadi tim terbaik Eropa selama bertahun-tahun.
Satu nilai plus dari Madrid diungkap Perez pada sesi perkenalannya. Sudah menjadi rahasia umum jika Madrid adalah tempat tujuan para bintang sepak bola dunia. Jika menengok Neymar dan Kylian Mbappe, dua bintang saat ini dan masa depan, masih bermain di Liga Perancis bersama klub terbesar Perancis, media pun tergelitik menanyakannya pada Perez.
Sang presiden menjawab, pelatih barunya merupakan orang Perancis. Zidane merupakan legenda sepak bola Perancis, “jadi mungkin ia bisa melakukan sesuatu”. Bisa jadi, kharisma Zidane akan dimanfaatkan untuk memboyong Kylian Mbappe, yang terang-terangan menyatakan mengagumi Zidane.
Jadi, ada banyak hal yang berbeda antara Mourinho dan Zidane. Yang satu merupakan seorang pemecah belah, sosok satunya merupakan figur pemersatu.


