Mengapa Roman Abramovich Memilih Thomas Tuchel Untuk Gantikan Lampard ?

spot_img

Frank Lampard dipecat oleh Chelsea setelah rangkaian hasil buruk yang diterima klub asal London tersebut. Sejak November, penampilan Chelsea memang menurun, khususnya di Liga Inggris. Dari 11 pertandingan terakhir di semua ajang, The Blues cuma meraih 4 kemenangan, lima kekalahan, dan dua hasil imbang. Kondisi itu membuat Chelsea terperosok ke papan tengah Liga Inggris. Sehari setelah Lampard didepak, pihak klub menunjuk Thomas Tuchel sebagai nakhoda anyar Chelsea.

Chelsea resmi mengumumkan Thomas Tuchel sebagai manajer baru The Blues di laman resmi mereka pada selasa (26/1) waktu setempat. Mantan pelatih PSG itu menyepakati kontrak selama 18 bulan dengan opsi perpanjangan. Tuchel mengambil alih kursi kepelatihan Chelsea kurang dari sebulan setelah pemecatan dirinya sebagai bos PSG pada awal januari lalu.

Sebelum Tuchel resmi diangkat sebagai pelatih Chelsea, sang pemilik, Roman Abramovich, sebenarnya punya beberapa pilihan kandidat untuk menggantikan Lampard. Kabar yang beredar menyebutkan, mereka adalah Andriy Shevchenko, Julian Nagelsmann, Massimiliano Allegri, Brendan Rodgers serta Tuchel sendiri. Para pelatih tersebut sudah dirumorkan bahkan sebelum Lampard resmi dipecat. 

Yang jadi pertanyaan adalah, mengapa Roman Abramovich memilih Thomas Tuchel untuk menggantikan Frank Lampard ?

Perlu untuk diketahui bahwa Thomas Tuchel merupakan pelatih ke-12 dalam 18 tahun era Roman Abramovich sebagai pemilik Chelsea. Ada pro dan kontra terkait pemilihan Tuchel ini, tak sedikit yang menilai pemilihan Tuchel ini dianggap kurang tepat, salah satunya diutarakan oleh eks pelatih Tottenham, Harry Redknapp.

Kesuksesan Tuchel bersama PSG musim lalu dengan meraih tiga gelar domestik plus runner up Liga Champions tak cukup menyilaukan bagi Redknapp. Redknapp, yang juga paman Frank Lampard itu menilai, Tuchel bukanlah pelatih kelas dunia. Hal itu ia lontarkan, menanggapi komentar pundit Sky Sports, Gary Neville, bahwa akan ada pelatih top yang datang ke Inggris.

Kendati demikian, Roman Abramovich tentu punya penilaian sendiri terhadap Thomas Tuchel. 

Tuchel, pelatih kelahiran 29 agustus 1973 itu mengawali karir kepelatihan bersama FC Augsburg II pada 2007/08. Ia kemudian mengelola FC Mainz pada tahun 2009 untuk menggantikan Jurgen Klopp yang hengkang ke Dortmund. Lima musim bersama Mainz, Tuchel lalu menggantikan posisi Jurgen Klopp sebagai juru taktik Dortmund pada 2015.

Bersama Dortmund, Tuchel dikenal sebagai pelatih yang jenius, utamanya dalam hal taktik. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Tuchel adalah pelatih yang sempurna untuk Chelsea. Saat di Dortmund, Tuchel bisa menciptakan sejumlah sistem yang bisa mengoptimalkan permainan timnya.

Reputasi Tuchel sebagai seorang pelatih cerdas sebenarnya telah berkembang sejak dia memimpin Mainz, dan dengan Chelsea yang tidak memiliki identitas yang jelas di bawah Lampard musim ini, hal itu mungkin yang menjadi faktor ketertarikan Abramovich terhadap Tuchel. Terlebih, kecerdasan Tuchel dalam meramu taktik ini akan sangat dibutuhkan di Premier League, karena tim-tim EPL biasanya punya ragam taktik yang berbeda-beda sehingga butuh penanganan yang berbeda di setiap pertandingan.

Contoh kejeniusan Tuchel bisa dilihat di Liga Champions musim ini. Setelah PSG kalah dari MU di partai pertama fase grup, ia mampu meracik taktik untuk mengalahkan Setan Merah di pertandingan kedua. 

Pakar sepakbola Prancis, Jonathan Johnson bahkan mengakui kejeniusan Tuchel. “Sejak awal, sangat jelas dia adalah pelatih yang sangat taktis, seseorang yang suka banyak bereksperimen dan sering mengubah sistem,”. 

Kelebihan lainnya yang membuat Chelsea terpesona adalah Tuchel dikenal sangat mahir memegang kendali ruang ganti. Sementara, pendahulunya, yakni Frank Lampard dikenal tidak punya komunikasi yang baik dengan para pemainnya. 

Kemudian, faktor lain Chelsea merekrut Thomas Tuchel adalah kemampuan sang pelatih menangani pemain bintang. Tuchel dikenal pandai memaksimalkan para pemain yang dimilikinya. Hal yang tidak bisa dilakukan oleh Lampard, meskipun Lampard sukses mengorbitkan para pemain muda seperti Mason Mount, Tammy Abraham, dan Reece James, namun Lampard tidak bisa memaksimalkan potensi pemain top macam Timo Werner dan Kai Havertz yang dibeli Chelsea musim panas lalu.

Tuchel, selama dua setengah musim menangani PSG, telah sukses meramu bintang-bintang tim utama seperti Neymar, Angel Di Maria dan Kylian Mbappe. Tuchel jarang diberitakan bermasalah dengan para pemainnya. Ia mampu menangani ego para pemain bintang ini, sehingga PSG bisa tampil apik baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

Kemampuan ini sangat dibutuhkan Chelsea, yang saat ini memiliki beberapa pemain bintang namun underperform. Sehingga Tuchel diharapkan mampu membenahi performa mereka.

Alasan lainnya Tuchel direkrut Chelsea adalah karena ia sudah familiar dengan skuad Chelsea, terutama terhadap rekan senegaranya asal Jerman Timo Werner dan Kai Havertz, serta dua mantan anak asuhnya yakni Thiago Silva dan Christian Pulisic.

Pengetahuan Tuchel tentang Bundesliga dan keakraban dengan Werner dan Havertz dapat menjadi poin plus bagi Abramovich. Sedangkan Thiago Silva merupakan salah satu pemain kepercayaan Tuchel selama melatih PSG. Bek asal Brasil itu bahkan tetap diberikan kepercayaan sebagai kapten tim. Sementara Pulisic adalah pemain andalan Tuchel ketika masih menangani Borussia Dortmund. Ketenaran Pulisic tak lepas dari besutan tangan dingin Tuchel yang sukses mengantar Dortmund juara DFB Pokal pada musim 2016/17.

“Saya sangat berterima kasih atas semua yang [Tuchel] lakukan untuk saya. Tuchel selalu mempercayai saya dan memberi saya kesempatan.” kata Pulisic pada 2017. 

Kemudian, keunggulan lain yang dimiliki Tuchel adalah pelatih asal Jerman itu piawai dalam menangani pemain muda. Kemampuan Tuchel dalam mengorbitkan pemain muda sudah ia tunjukkan sejak awal kepelatihannya. Di Mainz, Tuchel membentuk seorang Andre Schurrle yang kemudian sukses mengantar Jerman juara piala dunia 2014. Shinji Okazaki dan Christian Fuchs juga sempat bersinar bersama Tuchel di Mainz, sebelum pada tahun-tahun berikutnya, kedua pemain itu sukses mengantarkan Leicester City merebut gelar juara Liga Primer Inggris. 

Semenjak di Dortmund, Tuchel sukses mengorbitkan sejumlah pemain-pemain muda. Selain Pulisic, juga ada Ousmane Dembele. Dembele tetap menjadi anak didik Tuchel yang paling mengesankan, di mana ia bergabung dengan Barcelona dengan harga hampir 100 juta pounds hanya satu musim setelah dia bergabung dengan Dortmund dari Rennes. 

Skuat Chelsea musim ini dipenuhi pemain-pemain muda berbakat seperti Timo Werner, Kai Havertz, Tammy Abraham, Mason Mount dkk. Dengan kemampuannya yang sudah teruji, Tuchel diharapkan mampu meningkatkan performa pemain-pemain muda ini dan mematangkan mereka di Chelsea. 

Selain kemampuan taktikal, pandai memaksimalkan potensi para pemain, dan alasan kedekatan dengan beberapa punggawa Chelsea, hal lainnya yang membuat Chelsea menjadikan Tuchel sebagai pelatih adalah pengalamannya sebagai seorang juara.

Seperti diketahui, sepanjang karirnya, Tuchel sudah memenangkan sejumlah piala. Di Dortmund, ia merengkuh gelar DFB Pokal, sementara bersama PSG ia memenangkan 2 gelar Ligue 1, 1 Coupe De France, Coupe de La Liga, dua Trophée des Champions. Selain itu, musim lalu ia juga berhasil membawa Les Parisien menembus final Liga Champions.

 Dan itulah beberapa alasan mengapa Chelsea merekrut Thomas Tuchel.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=zycXVEf5vTE[/embedyt]

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru