Manchester United yang Tak Tahu Terimakasih Kepada De Gea

spot_img

“De Gea could have saved the Titanic!” Pujian dari salah satu fans kepada kiper Manchester United yang tampil memukau di laga kontra Liverpool pada tahun 2014 lalu itu awalnya terasa berlebihan. Tapi selalu bisa diterima karena memang begitu adanya. De Gea menepis semua tembakan pemain Liverpool dan menyelamatkan United dari kebobolan.

Penampilan dan kemampuan De Gea dalam mengamankan gawang membuatnya menjadi salah satu penjaga gawang terbaik yang pernah dimiliki oleh Manchester United. Kepiawaiannya sebagai shoot stopper bahkan sudah diakui oleh dunia. Sayangnya, dalam beberapa musim terakhir ia mengalami fluktuasi performa.

Akhirnya itu memunculkan spekulasi mengenai masa depannya di Manchester. Kritikan hingga hinaan telah menjadi motivasi De Gea untuk bangkit di musim 2022/23. Namun, perlakuan United saat menangani kontraknya sangat keterlaluan. United seakan tak tahu terimakasih kepada pemain yang pantas menyandang status legenda itu.

Warisan Sir Alex Ferguson

Kiper asal Spanyol itu direkrut semasa MU dilatih Sir Alex Ferguson. Pelatih legendaris asal Skotlandia itu melihat De Gea yang tampil apik bersama Atletico Madrid bak bakat mentah yang siap untuk diorbitkan di Liga Inggris. Meski tubuhnya kurus, kakinya kecil dan tak piawai menangani duel udara, Fergie melihat segudang potensi dalam diri De Gea.

Pada Juni 2011, De Gea resmi diboyong ke Old Trafford untuk menggantikan kiper legendaris Edwin van der Sar. Bermain di balik bayang-bayang kehebatan Van Der Sar membuat De Gea memikul beban berat di pundaknya. Namun Fergie percaya kalau pemuda asal Spanyol itu bisa mengatasinya.

Pelatih ikonik itu sebetulnya cukup jarang mempercayakan posisi tim utama kepada pemain muda. Apalagi posisi sevital penjaga gawang. Kita bisa lihat, sebagian besar penjaga gawang yang didatangkan Manchester United pasti sudah berusia matang. Bahkan ketika Van der Sar datang dari Fulham, usianya sudah menginjak 34 tahun.

Tapi kali ini beda. Entah dapat bisikan dari mana, Fergie begitu yakin dengan De Gea. Meski di awal musim sang kiper tampil buruk dan kerap melakukan blunder, tapi De Gea tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar. Hingga musim pembuktian pun tiba. De Gea membawa United menjuarai Liga Inggris musim 2012/13.

Semua pasang mata tertuju pada penjaga gawang muda itu. Siapa dia sebenarnya sehingga bisa mendapat kepercayaan lebih dari Sir Alex. Tapi kebersamaan De Gea dan Sir Alex harus berakhir lebih cepat karena Fergie memutuskan pensiun di tahun 2013. Meski begitu, De Gea tetap jadi salah satu warisannya yang paling berharga. 

Posisinya tak pernah tergantikan selama 10 tahun mendatang. Penyelamatan-penyelamatan di luar nalar pun kerap dipertontonkan oleh De Gea. Apabila kiper Manchester United bukan David De Gea, entah bagaimana nasib klub kesayangan kalian ini. Mungkin nasibnya bakal lebih buruk dari Chelsea musim lalu.

Gagal Gabung Real Madrid

Kepiawaian De Gea dalam menjaga gawang terdengar hingga kampung halamannya, Spanyol. Rival mantan klubnya, yakni Real Madrid pun mulai mengganggu pendirian sang penjaga gawang. Dengan uang dan gaji selangit, Madrid ingin De Gea menyusul Cristiano Ronaldo untuk bergabung dalam proyek Galacticos jilid dua.

Sekali dua kali Madrid datang, manajemen MU belum mau melepas penjaga gawang terbaiknya itu. Namun pada tahun 2015, United sepakat untuk melepas sang pemain. Bergabung dengan klub langganan juara Liga Champions merupakan salah satu ambisi De Gea. Karena bakal menjadi penerus dari seniornya di Timnas Spanyol, Iker Casillas yang mera.

Sialnya, De Gea gagal mewujudkannya. Kepindahannya terganjal oleh pihak United yang terlambat menyerahkan salah satu dokumen transfer ke El Real. Transfer De Gea ke Madrid memang melalui negosiasi yang panjang sehingga harus diselesaikan di hari terakhir bursa transfer.

Kedua klub bersikeras bila dokumen yang dibutuhkan telah diberikan tepat waktu. Beberapa media Spanyol bahkan melaporkan kalau Los Merengues punya bukti kalau transfer De Gea telah rampung semenit sebelum deadline, bukannya satu menit setelah bursa transfer ditutup. Tapi apa daya, UEFA dan federasi sepakbola Spanyol tetap tak mengesahkan transfer tersebut.

Beberapa pihak meyakini kegagalan transfer ini adalah ulah manajemen Manchester United yang gemar menunda negosiasi. Bahkan ada yang menyatakan kalau MU sengaja mengulur-ulur waktu karena pada dasarnya belum mau melepas De Gea meski bakal ditukar Keylor Navas.

Naik Turun Performa

Setelah kegagalan transfer itu, performa De Gea sempat angin-anginan. Penampilannya di bawah mistar tak konsisten. Ia mulai kembali ke setelan pabrik jadi penjaga gawang yang kaku dan banyak melakukan kesalahan. Kenapa begitu? Banyak faktor yang mempengaruhi performa sang pemain. Salah satunya adalah pergantian pelatih.

Selepas kepergian Sir Alex Ferguson, United memang cukup kesulitan mencari pelatih yang punya kualitas seperti Ferguson. Man management dari mantan pelatih Aberdeen itu tak ada duanya. Ia bisa jadi guru sekaligus ayah bagi pemain-pemain United, termasuk David De Gea.

Meski tongkat kepelatihan silih berganti, dimulai dari David Moyes, Louis Van Gaal, Jose Mourinho, hingga Ole Gunnar Solskjaer, De Gea tetap jadi pilihan utama, tapi performanya naik turun. Paling buruk adalah di musim 2018/19 dan 2021/22. Di dua musim tersebut, De Gea kebobolan lebih dari 60 gol dalam satu musim.

Perlakuan Tidak Baik

Perlahan tapi pasti, De Gea mulai bangkit di era Erik Ten Hag. Musim 2021/22 De Gea boleh jadi salah satu kiper yang paling banyak kebobolan. Tapi di musim 2022/23, kiper berkebangsaan Spanyol itu bersinar terang. Ia menyabet gelar individu Golden Gloves karena mengantongi 17 clean sheet dalam 38 pertandingan.

Tampil heroik dan mendapat gelar individu tak membuat manajemen United senantiasa terpukau dan menghadiahi De Gea kontrak jangka panjang dan kenaikan gaji. United justru kembali menunda-nunda tahap negosiasi dengan sang penjaga gawang. Padahal kontraknya berakhir pada 30 Juni 2023. 

Ada satu syarat agar kontrak De Gea diperpanjang. Ia harus mau memangkas gajinya, tapi De Gea dan Manchester United tak kunjung mencapai kesepakatan. Pihak United mengira sang pemain enggan menurunkan gajinya, kenyataannya De Gea mau mau saja. Yang menghambat adalah agennya yang dulu, yakni Jorge Mendes. 

Media-media Inggris yang dikenal julid pun memberitakan kalau De Gea adalah pemain yang mata duitan. Sang penjaga gawang pun gemes dibuatnya. Karena tak ada perkembangan, Mendes pun dipecat dan De Gea menunjuk saudaranya sendiri untuk mengurus segala bentuk negosiasi.

Nasib De Gea Nggantung

Keputusan itu terbilang tepat. De Gea akhirnya menyepakati kontrak perpanjangan. Dilansir The Athletic, ironisnya, saat penurunan gaji telah disepakati oleh De Gea pihak Manchester United justru kembali menunda kesepakatan.

Bukannya menandatangani kontrak, MU malah menarik ulang kontrak kepada De Gea dan mengganti dengan tawaran gaji yang lebih rendah lagi. Tak disebutkan berapa jumlah gaji yang ditawarkan United, tapi itu sudah cukup untuk membuat De Gea kecewa. Bahkan kekecewaan itu ia lampiaskan pada postingan emoticon ngantuk di akun Twitter pribadinya.

Tak kunjung menyepakati kontrak, De Gea akhirnya berstatus bebas transfer per 1 Juli kemarin. Meski demikian, Manchester United menyatakan kalau negosiasi telah berlanjut. Di sisi lain, tawaran dari salah satu klub Arab Saudi pun semakin gencar. Bertahan atau tidaknya De Gea, asli, sikap United seperti ABG labil yang sedang menarik ulur kekasihnya.

https://youtu.be/yERkMLV-IBA

Sumber: The Athletic, ESPN, Sky Sport, Daily Mail, Talksport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru