Lagi-lagi, kabar gembira datang menghujani publik sepak bola Indonesia. Setelah hasil impresif melawan Arab Saudi, Timnas Indonesia kedatangan pemain keturunan anyar, yakni Mees Hilgers. Kedatangannya jelas menggemparkan dunia maya, karena pemain ini sudah sejak lama dikaitkan dengan Tim Garuda karena talenta dan kehebatannya.
Terlebih, fakta-fakta yang mengikuti Hilgers juga tak kalah mentereng. Dari harganya yang lebih mahal dari keseluruhan Timnas Vietnam hingga dia yang akan bermain di Old Trafford membuat kedatangan Hilgers semakin dirayakan. Lantas, seperti apa sebenarnya sosok Mees Hilgers?
Daftar Isi
Profil Mees Hilgers
Mees Hilgers adalah pemuda berdarah Minahasa kelahiran Amersfoort, 13 Mei 2001. Darah Minahasa yang mengalir di dalam dirinya diturunkan dari sang ibu, Linda Tombeng. Perempuan ini memang berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Inilah yang menjadi faktor pemuda berusia 23 tahun ini bisa bergabung untuk membela Timnas Indonesia.
Mees Hilgers sendiri sebenarnya sudah sejak lama dikaitkan dengan Timnas Indonesia. Bahkan sejak jabatan Ketum PSSI masih dipegang oleh Mochamad Iriawan. Sayangnya, saat itu proses perpindahan kewarganegaraannya terhambat. Konon, faktor penghambatnya berasal dari tiadanya restu dari sang orang tua. Namun, kabar burung tersebut dibantah oleh Mees sendiri.
“Jika saya terbuka, saya pikir semuanya dapat dilakukan dengan cepat. Namun mungkin sedikit terlalu dini untuk membuat keputusan terkait membela Timnas Indonesia. Tapi dalam sepakbola, semuanya bisa terjadi dengan cepat dan kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,” ucap Hilgers dikutip dari Okezone.
Akhirnya, karena proses perpindahan kewarganegaraan terganjal, Mees sempat memenuhi panggilan Timnas Belanda muda. Kala itu, Mees Hilgers masuk di awal babak kedua menggantikan bek Timnas Belanda pada EURO 2024 lalu, Lutsharel Geertruida, pada laga melawan Timnas Belgia U-21 pada 23 September 2022.
Pada laga tersebut, Mees juga bermain satu tim dengan nama-nama seperti Joshua Zirkzee, Xavi Simons, Ryan Gravenberch, Jeremie Frimpong, Ian Maatsen, dan Bart Verbruggen. Ngeri bukan?
Masih kurang ngeri? Satu lagi deh. Selain pernah satu tim bersama pemain-pemain top Eropa, Transfermarkt mencatat bahwa harga pasar Mees Hilgers kurang lebih menyentuh 7 juta euro (Rp 121,67 miliar). Artinya, Mees seorang diri saja lebih mahal dari harga satu skuad Timnas Vietnam seharga 6,8 juta euro (Rp 118,63 miliar), Thailand seharga 6,43 juta euro (Rp 111,68 miliar), dan Malaysia seharga 6,38 juta euro (Rp 110,81 miliar).
🔶 Mees Hilgers is opgenomen in de voorlopige selectie van Jong Oranje voor de duels tegen Noorwegen en Tsjechië. De duels worden gespeeld op 25 en 27 maart in Spanje.#FCTwente https://t.co/qlfbY9SrNh
— FC Twente (@fctwente) March 3, 2023
Jam Terbang yang Tinggi
Lalu, kenapa pemain ini harganya bisa semahal itu? Jawabannya adalah karena kualitasnya. Lantas, bagaimana Mees Hilgers bisa menjadi pemain berkualitas? Ya, jawabannya cuma satu: jam terbang yang tinggi.
Sejak kecil, Mees Hilgers sudah bermain bola. Pada usia 4 tahun, Mees kecil bergabung dengan klub lokal di daerahnya, ASC Nieuwland. Setelah 4 tahun belajar dasar-dasar sepakbola, ia kemudian bergabung ke tim yang lebih besar, yakni Sparta Nijkerk. Dari sinilah kemudian bakat Mees terpantau oleh akademi FC Twente.
Tanpa basa-basi, pada tahun 2011, anak muda berdarah Minahasa ini diboyong ke akademi FC Twente. Satu per satu jenjang umur yang ada di sana Mees tapaki. Kompetisi U-17, U-19, hingga U-21 dilahap oleh Mees Hilgers. Tercatat, Mees berlaga selama 64 kali bersama Twente muda di segala kelompok umur.
Pengalaman-pengalaman yang Mees dapati dari tim junior inilah yang membuat kualitasnya tak perlu diragukan lagi. Ia cukup beruntung bisa hidup di Belanda, salah satu negara yang bagus dalam pembinaan pemain, terutama kelompok umur. Mereka memiliki kompetisi kelompok umur yang tidak cuma diadakan tapi konsisten dan berjenjang, sehingga bisa menghasilkan pemain seperti Mees Hilgers.
Pada akhirnya, Mees naik ke tim utama Twente pada musim 2020/21, menggantikan Calvin Verdonk yang pergi di musim panas 2020. Satu musim setelahnya, Mees malah mulai dipercaya untuk tampil reguler. Hasilnya? Sejak musim pertama Mees Hilgers tampil reguler, Twente selalu mendapat jatah untuk bertanding di Eropa.
Meskipun mereka gagal di babak Kualifikasi Conference League musim 2022/23 dan 2023/24, namun musim 2024/25 ini Twente justru akan bermain di ajang Europa League. Bahkan, andai saja mereka tidak kalah agregat dengan RB Salzburg di babak Kualifikasi Champions League, Mees Hilgers akan menjadi orang Indonesia pertama yang bermain di kompetisi antarklub paling bergengsi di jagad raya tersebut.
Tapi tenang saja, apabila tidak ada halangan, Mees Hilgers pastinya akan menjadi orang Indonesia pertama yang bermain di Old Trafford. Ya betul, Mees akan mencoba menahan serangan mantan rekannya, Joshua Zirkzee di ajang Europa League pada 25 September petang. Nah, kira-kira kalian bakal dukung pemain King Indo apa King Emyu, nih?
🚨OFFICIAL: TWO EREDIVISIE PLAYERS CHOSE INTERNATIONAL CAREERS ✅️🇮🇩
• Mees Hilgers (23) from FC Twente 🔴⚪️
• Eliano Reijnders (23) from PEC Zwolle 🔵⚪️These players have made the decision to play with the Garuda national team. #FT pic.twitter.com/cd0aH5PYYe
— FT Scouting 🕵🏻 (@FT_IDN) September 6, 2024
Gaya Bermain dan Kemungkinannya di Bawah STY
Kalau mengenal profil dan perjalanan karirnya, sekarang giliran gaya bermain Mees Hilgers yang perlu dibedah. Seperti apa sih sebenarnya gaya bermain pemuda ini? Berdasarkan penjelasan Scouting Stats, Mees Hilgers adalah bek tengah yang nyaman memegang bola. Akurasi umpan Mees Hilgers berada di angka 88,8%. Ini membuatnya tergolong sebagai pemain dengan tingkat akurasi yang tinggi di Eredivisie.
Tak hanya mahir menyalurkan bola, Mees juga memiliki kemampuan membawa bola yang bagus. Kurang lebih mirip dengan Riccardo Calafiori dan Alessandro Bastoni gitulah. Kemudian, hal paling mentereng darinya adalah kemampuan merebut bolanya. Mees punya catatan keberhasilan merebut bola sebesar 91,2%. Angka ini juga tergolong salah satu yang tertinggi di Eredivisie. Kebayang ga tuh, gimana jagonya orang ini?
Fakta ini membuat Mees Hilgers sangat cocok dengan filosofi bangun serangan dari bawah ala Shin Tae-yong. Ia bisa menjadi tandem el capitano, Jay Idzes. Kemampuan Mees membawa bola tentunya bisa juga dipakai untuk membantu lini depan semisal mereka kesulitan mendobrak pertahanan lawan. Ngeri kali punya Timnas yang beknya main di Serie A dan Eredivisie.
Tapi sabar dulu, STY memperkirakan Mees Hilgers baru bisa tampil sekitar bulan November. Sebab, meskipun Mees Hilgers sudah kelihatan di tempat latihan Timnas Indonesia, namun proses perpindahan kewarganegaraannya masih belum selesai. Harapannya, Mees sudah bisa dimainkan pada laga melawan Jepang dan Arab Saudi di bulan November nanti.
Mees Hilgers in the Eredivisie this season:
☑️17 games
☑️1 goal
☑️1 assist
☑️50 passes per 90
☑️80% pass accuracy
☑️2.8 tackles won per 90
☑️1 interception per 90
☑️2.9 clearances per 90Underrated. pic.twitter.com/eDVOtr8M1W
— Football Talent Scout – Jacek Kulig (@FTalentScout) January 16, 2022
Suka Makan Soto Ayam
Terakhir, ada satu fakta yang tak akan bisa membuat kalian ragu terhadap keindonesiaan Mees Hilgers. Meski ia lahir dan tinggal di Belanda, Mees Hilgers dikabarkan tak terlalu doyan masakan Belanda. Mees malah terbiasa makan makanan Indonesia berkat hidangan yang disajikan oleh ibundanya.
“Ayah saya selalu bekerja, dan ibu saya selalu berada di rumah. Kami hanya memakan makanan Indonesia. Di acara kumpul keluarga, bahasa Indonesia atau Malaysia juga digunakan. Sayangnya, saya tidak menguasai bahasa, tetapi saya sangat ingin mempelajarinya,” tutur Mees Hilgers via Goal.
Mees mengaku lebih suka makan soto ayam ketimbang makanan-makanan lokal Belanda, misalnya stamppot. Ia pun bersyukur bahwa sup ayam khas Indonesia tersebut masih bisa ia konsumsi. Mengingat, sebagai pesepakbola profesional, Mees harus menjaga makanan yang ia konsumsi secara ketat.
Hilgers berharap mendapat kenyamanan saat berlibur di Indonesia jika mendapat kesempatan itu selepas kompetisi berakhir.https://t.co/aq19DkgbAk
— GOAL Indonesia (@GOAL_ID) April 13, 2024
Sumber: Goal, Transfermarkt, Okezone, IDN Times, Scouting Stats, dan Jawapos


