Klub-Klub Liga Inggris yang Berhasil Bangkit dari Keterpurukan

spot_img

Keterpurukan akan selalu menjadi episode yang menyertai cerita dari sebuah klub sepak bola. Di Inggris keterpurukan sudah menjadi kawan baik, entah buat tim nasionalnya maupun klub-klub sepakbolanya. Leeds United bahkan pernah nyaris mengalami kebangkrutan dan harus melewati keterpurukan.

Namun, kehidupan selalu berputar. Tidak selamanya klub berada di titik terendah. Leeds dalam contoh tadi bisa bangkit dari keterpurukan itu. Hal semacam itu akan menjadi kisah yang menarik untuk terus diceritakan.

Nah berikut ini adalah klub-klub Liga Inggris yang akhirnya berhasil bangkit dari keterpurukan. Tidak hanya bangkit, klub-klub berikut ini juga mampu bertahan di kasta tertinggi di Liga Inggris. Siapa saja mereka?

Fulham FC

Tahun 1986 menjadi tahun terburuk buat Fulham FC. Klub itu terdegradasi ke divisi tiga. Bahkan situasinya saat itu hampir mengalami kepunahan. Namun, berkat sekelompok orang termasuk mantan pemain Jimmy Hill, bisnis Fulham akhirnya bisa dipertahankan.

Sayangnya, performa Fulham di atas lapangan kian menurun. Pada akhir musim 1995/96, Fulham mencatatkan rekor terburuk dengan finis di peringkat 17 di divisi tiga. Setelah itu, era baru mendatangi Fulham. Melalui arahan Micky Adams, pada musim 1996/97, Fulham sudah berada di divisi Championship.

Pada 1997, klub diakuisisi oleh Mohamed Al-Fayed. Di tangan pebisnis dari Mesir itulah Fulham meraih beragam kesuksesan. Selain berhasil promosi pada 1999, Fulham juga menjuarai Piala Intertoto musim 2002/03 dengan mengalahkan Bologna di final.

Dengan pemain seperti Clint Dempsey, Bobby Zamora, Louis Saha, sampai Edwin Van der Sar, Fulham meraih beragam kesuksesan. Setelah kepemilikan berganti ke pengusaha asal Pakistan, Shahid Kahn, Fulham seringnya jadi tim yoyo. Namun semenjak kepelatihan di tangan Marco Silva, Fulham bisa bertahan di Liga Premier Inggris.

Nottingham Forest

Nottingham Forest adalah salah satu pendiri Liga Primer Inggris tahun 1992. Walaupun seorang pendiri, Forest hanya bertahan semusim di Premier League. Namun, Forest tak ubahnya adalah tim yoyo. Sebab di era 1990-an, tim ini sering naik turun kasta.

Sejak musim 1999/00 Forest berjuang dari zona bawah. Walaupun terlilit masalah keuangan pada musim 2002/23, Nottingham Forest bisa masuk babak playoff walau gagal promosi. Pada 2004, EFL Championship lahir dan Forest adalah salah satu inisiatornya.

Namun, justru di akhir musim 2004/05, Forest terdegradasi ke divisi tiga. Sejak itu, tim yang satu ini malah jadi tim yang naik turun dari divisi tiga ke Championship atau sebaliknya. Kesuksesan Forest baru mulai lagi ketika promosi ke Premier League pada musim 2021/22.

Nottingham Forest menunjuk Steve Cooper sebagai pelatih. Setelah bertahun-tahun terpuruk di Championship, Cooper memberi dampak yang luar biasa. Steve Cooper tidak sendirian, ia dibantu pemilik Olympiakos, Evangelos Marinakis yang mengakuisisi Nottingham Forest pada 2017. 

Marinakis, Cooper, dan satu lagi, George Syrianos adalah otak di balik promosinya Forest ke Premier League lagi. Ketiga orang itu membangun ulang tim. Menyusunnya lagi dengan pemain-pemain baru seperti eks bintang Liverpool, Taiwo Awoniyi; Moussa Diakhate; sampai Omar Richard. Kini Forest bisa bertahan di Premier League.

Brentford

Brentford sudah 75 tahun absen di papan atas Premier League dan hanya berkutat di divisi tiga bahkan empat. Finansial menjadi masalah yang selalu menghantui Brentford. Akan tetapi pada 2012 lulusan Oxford, Matthew Benham datang. Ia dibantu Rasmus Ankersen bekerja di balik layar perekrutan pemain Brentford. 

Menariknya, Benham adalah seorang penjudi profesional. Data dan statistik adalah kawan baiknya. Benham bersama Ankersen melakukan pendekatan “Moneyball” yang pernah dilakukan Billy Beane, pemilik klub bisbol fenomenal, pada tahun 2002. Dengan kemampuannya itu, ia berhasil menemukan bakat-bakat hebat seperti Neal Maupay dan Ollie Watkins.

Sayangnya Brentford masih gagal untuk hanya sekadar lolos ke Championship. Baru pada 2013/14, ditangani pelatih Mark Warburton, Brentford pada akhirnya lolos ke Championship. Gebrakan demi gebrakan dilakukan Benham selama Brentford berkompetisi di Championship.

Salah satunya menghapus akademi dan mengaktifkan tim Brentford B. Usahanya itu akhirnya membuahkan hasil. Setelah penantian lebih dari 70 tahun, The Bees promosi juga Premier League pada 2021. Kini bersama pelatih Thomas Frank mereka bertahan di Premier League.

Manchester City

Manchester City adalah klub bau kencur sebelum memasuki tahun 2008. Tim ini pernah mengalami masa-masa yang sangat suram, terutama di era 1990-an. The Citizens pernah terdegradasi pada musim 1995/96. City kembali lagi ke papan atas pada musim 2001/02.

Namun, musim kembalinya ke papan atas dipenuhi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan. Baru pada tahun 2008, saat Sheikh Mansour bin Zayed Al-Nahyan mengambil alih, Manchester City mulai bangkit. Ia menunjuk mantan Wakil Presiden Barcelona, Ferran Soriano.

City era Sheikh Mansour langsung mengadopsi cara Barcelona. Setelah merekrut Ferran Soriano, giliran Txiki Begiristain didatangkan pada 2012. Trofi demi trofi pun akhirnya diraih, tak terkecuali Liga Inggris. Seperti ketika City ditukangi Manuel Pellegrini. Tak puas dengan Txiki dan Soriano, Sheikh Mansour merekrut Josep Guardiola pada 2016.

Soriano, Txiki, dan Guardiola perpaduan yang pas untuk membawa City ke era kejayaan. Terbukti, meski awalnya tertatih-tatih, Guardiola mampu membawa The Citizens berlayar ke pulau kesuksesan. Teranyar treble bersejarah sudah diraih.

Brighton and Hove Albion

Jika kamu mendengar klub Brighton and Hove Albion, pasti yang ada di benakmu adalah permainannya yang atraktif. Di era Roberto De Zerbi, The Seagulls memang melakukan hal itu. Tapi siapa yang mengira bahwa Brighton pernah mengalami masa-masa suram.

Pembentukan Brighton and Hove Albion pernah memicu perseteruan panjang penduduk Brighton dan Hove Albion. Namun, pada akhirnya mereka akur berkat prestasi tim yang bagus. Namun, pada akhir musim 1995/96 Brighton harus mengalami nasib yang buruk.

Markas mereka, Goldstone Ground terpaksa dijual oleh sang pemilik karena kekurangan biaya. Nasib Brighton bertambah parah karena di musim yang sama, mereka justru terpelanting ke tingkat keempat. Akibatnya, kekacauan terjadi di antara para pendukung Brighton. Mereka marah pada Bill Archer, pemilik The Seagulls saat itu.

Ironisnya pada musim 1996/97 di tingkat empat atau divisi tiga, Brighton tampil buruk. Mereka bahkan hampir terdegradasi ke divisi non-liga dan dilupakan. Namun, seorang pemilik baru, Dick Knight akhirnya bisa membenahi keadaan.

Pada 2009, penggemar seumur hidup The Seagulls, Tony Bloom pun datang seperti malaikat. Ia bersama Dick Knight membangun ulang Brighton. Dan akhirnya membuat mereka lolos ke Premier League dan bertahan di sana.

Newcastle United

Sebelum dibeli oleh Mohammed bin Salman melalui konsorsium Public Investment Fund, Newcastle adalah tim pesakitan. Apalagi ketika tim yang berbasis di Newcastle upon Tyne ini dikuasai oleh Mike Ashley.

Selama dipimpin Ashley, Newcastle benar-benar kacau. Bahkan tim ini tidak berkembang sama sekali. Tahun 2009 Newcastle malah terdegradasi. Meski akhirnya promosi lagi ke Premier League di tangan Chris Hughton pada musim 2009/10, namun terdegradasi lagi pada tahun 2016 saat dilatih Rafael Benitez.

Walaupun Benitez pula yang akhirnya membawa Newcastle juara Championship pada musim 2016/17 dan promosi lagi. Namun, Mike Ashley malah menunjuk Steve Bruce sebagai pelatih. Sejak saat itu kekacauan terjadi di Newcastle. Sampai PIF yang dipimpin Mohamed bin Salman mengakuisisi klub.

Selain gelontoran dana yang membuat Newcastle bisa mendatangkan pemain top seperti Bruno Guimaraes sampai Sandro Tonali, keseriusan PIF membuahkan hasil. Musim ini saja Newcastle sudah bermain lagi di Liga Champions setelah dua dasawarsa absen.

Sumber: FulhamFC, SkySports, Tuftsdaily, BR, BBC, SkySports

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru