Kisah Rochy Putiray, Legenda Indonesia yang Pernah Bobol Gawang AC Milan

spot_img

Di Situbondo, 26 Juni 1970, Rochy Putiray Ramdani lahir. Ia tumbuh sebagai seorang anak yang kelak mahir bermain sepak bola. Pemain dengan ciri khas gesit itu memulai karier sepak bolanya bersama klub Arseto Solo tahun 1987 sampai 1999. Dia sempat dipinjamkan ke klub Ceko, Dukla Praha, di tahun 1991. Meskipun sempat berkarier di luar negeri, ketika itu tetap saja, namanya besar bersama Arseto Solo.

Sebagai seorang striker, tentu saja insting gol Rochy sangatlah tajam. Dia selalu menjadi andalan dan beberapa kali terlibat dalam momen-momen penting. Salah satu momen yang nyaris membuat namanya terbang tinggi adalah ketika klub Prancis, Auxerre, disebut menaruh minat padanya usai mantan pelatih Timnas Malaysia asal Prancis, Claude Leroy memujinya di media. 

“Dia hebat. Gerakannya lincah dan sangat membahayakan gawang lawan. Kalau pemain belakang lawan tak pintar-pintar menjaganya, Rochy pintar berkelit,” ujar Leroy kepada tabloid SPORTIF edisi Desember 1994.

Dari sosok Claude Leroy, kemudian muncul kabar yang mengatakan bila ada perwakilan dari Auxerre yang bertanya tentang bakat terbaik di wilayah Asia Tenggara. Sang pelatih berkata bila Rochy Putiray lah orangnya. Tanpa pikir panjang, Rochy lalu ditawari gabung dengan klub tersebut, namun harus melalui beberapa proses terlebih dahulu, termasuk trial

Di era-90 an, Auxerre bukanlah tim sembarang dan menjadi yang cukup tersohor di sepak bola Prancis. Nama-nama seperti Pascal Vahirua, Christophe Cocard, Bernard Diomede, Gerald Baticle, Sabri Lamouchi, dan Lilian Laslandes jadi bintangnya. 

Meski Rochy menyadari bila melakoni trial di klub sekelas Auxerre sangatlah berat, namun dia tetap percaya diri untuk terbang ke Prancis. Ironisnya, ketika melakoni uji tanding bersama Auxerre, ia gagal. Permainan Rochy tidak cukup memukau bagi Guy Roux, pelatih Auxerre kala itu.

Selain itu Guy Roux menganggap Rochy terlalu tua, meski sebetulnya saat itu sang pemain baru menginjak usia 24 tahun. Guy Roux berkata bila Rochy datang ke Prancis sekitar 3 atau 4 tahun sebelumnya, maka kemungkinan dia akan diterima. Hal itu lantas memunculkan pertanyaan besar bagi sejumlah pihak.

Alasan tersebut dinilai sekadar basa basi. Permainan Rochy yang dianggap tidak memukau oleh Guy Roux sebetulnya juga kurang tepat. Terlebih ketika itu Rochy berhasil mencetak dua gol dalam uji tanding tidak resmi bersama Auxerre. 

Dengan ini banyak yang kemudian berspekulasi bahwa Rochy memang menjadi bakat yang tidak diinginkan oleh Guy Roux. Apalagi secara mengejutkan, ketika media-media Prancis menanyakan isu transfer Rochy ke Auxerre, dia hanya berkata bila sejatinya dirinya tidak tahu menahu soal rencana transfer Rochy.

Terendus Klub Hongkong dan Bobol Gawang AC Milan

Walaupun gagal menembus skuad Auxerre, Rochy tetaplah Rochy, dia tidak akan menyerah. Dia yang memang punya bakat spesial kemudian menarik minat klub Hongkong, Instant-Dict FC. Rochy pun diboyong dari Persija Jakarta pada tahun 2000 silam. 

Kiprah mengesankan Rochy tidak hanya di level klub, tapi ia juga sukses masuk ke hati penggemar Timnas Indonesia. Sebab Rochy termasuk pemain yang menyumbangkan banyak prestasi untuk tim nasional. Salah satunya emas SEA Games tahun 1991 di Filipina. Rochy sudah mengemas 41 caps dan 17 gol bersama Timnas Indonesia sejak 1991 sampai 2004.

Balik lagi ke level klub, di Instant-Dict FC, Rochy punya catatan yang menggembirakan. Dia sukses membawa tim tersebut juara Piala FA Hongkong, dan finis di peringkat kedua klasemen liga. Kiprahnya itu tentu saja membuat tim-tim lain kepincut. Tercatat selain Instant-Dict, Rochy pernah bermain untuk Happy Valley, Kitchee SC, hingga South China AA.

Pernah Bobol Gawang AC Milan

Satu momen yang ikonik dari sosok Rochy Putiray adalah ketika ia menjadi pemain Indonesia yang pernah membobol gawang raksasa Italia, AC Milan. Itu ketika ia bermain di klub Hongkong, Kitchee SC. Begini kronologinya. 

Pada 30 Mei 2004, Kitchee SC, tim yang Rochy bela melakoni uji coba melawan AC Milan. Kala itu AC Milan masih dihuni pemain-pemain sarat pengalaman, seperti Paolo Maldini, Filippo Inzaghi, dan Andriy Shevchenko. Benar saja,dengan materi pemain semewah itu, AC Milan unggul lebih dulu lewat aksi Andriy Shevchenko usai memanfaatkan umpan Serginho.

Namun tak berselang lama, Rochy Putiray langsung membuat Kitchee membalikkan keadaan lewat golnya yang dicetak pada menit ke-67 dan 80. Pendukung Kitchee pun bergemuruh dan tidak menyangka hal itu bisa terjadi. Pelatih Milan kala itu, Carlo Ancelotti juga tidak percaya kalau timnya kalah 2-1. Selain Ancelotti, Rochy Putiray sendiri juga tidak menyangka bisa mencetak gol ke gawang AC Milan.

“Aku sungguh tak menyangka hasil ini. Itu adalah mimpi bisa mencetak dua gol melawan tim seperti AC Milan. Aku sangat senang bisa diberi kesempatan melawan tim seperti ini (AC Milan),” tutur Rochy Putiray.

Penampilan Nyentrik

Bermain di Hongkong, selain berjaya karena pernah menjebol gawang AC Milan, Rochy Putiray juga dikenal dengan penampilan nyentriknya. Rochy sering terlihat dengan rambut warna-warni dan sepatu berbeda warna antara kanan dan kiri.

Ketika ditanya tentang hal ini, Rochy menjawab bila penampilan nyentriknya di atas lapangan semata-mata hanya untuk membakar motivasi dalam bermain. Idenya pun muncul begitu saja.

“Sebenarnya sepatu warna-warni ini adalah caraku untuk membakar motivasi dalam bermain bola,” ucap Rochy.

“Idenya kali pertama adalah saat bertemu dengan timnas Vietnam di ajang Pra-Piala Dunia. Aku lupa tahunnya. Banyak pemain Vietnam yang pakai sepatu beda merek,” imbuhnya,

Sama seperti sepatu, rambut warna warni yang sering ditampilkan Rochy di atas lapangan juga muncul karena alasan bahwa itu semata-mata hanya untuk membakar semangat bermainnya saja. Uniknya, hal tersebut justru menjadi identitas tersendiri baginya. 

Rochy Putiray dalam perjalanan karirnya setelah membela Kitchee, memutuskan untuk kembali ke Indonesia dengan bergabung bersama PSPS Pekanbaru, sebelum mengakhiri karier sepakbolanya di PSS Sleman pada tahun 2007 silam.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru