Sepakbola memang menjadi hal yang begitu menarik untuk diikuti. Tak hanya soal hasil pertandingan saja. Atau bahkan, sebatas pemain populer yang berhasil mencetak gol. Sepakbola lebih dari itu. Kita bisa mendapat banyak sekali hiburan, hanya dengan satu berita yang kemudian berkembang menjadi besar.
Sepakbola Inggris, kita kenal sebagai salah satu yang paling digemari di dunia. Disana ada banyak sekali manusia yang haus akan berita si kulit bundar. Maka dari itu, tak sulit bagi penulis berita untuk menggiring ribuan kepala kepada sebuah informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Hal itu pernah terjadi dalam sebuah bursa transfer sepakbola, ketika seorang jurnalis bernama Declan Varley menulis berita tentang tim kesayangannya, Arsenal.
Declan dikenal sebagai seorang jurnalis ulung asal Irlandia. Sebagai seorang seniman kata, dia begitu mengidolakan sosok Padraic O Conaire. Padraic sendiri merupakan tokoh sastra asal Irlandia di era 1882. Dia telah menciptakan banyak karya, dimana salah satu yang paling terkenal adalah “My Little Black Donkey”.
Karya tersebut merupakan sebuah fiksi yang kemudian membuat namanya melambung tinggi. Terinspirasi oleh karya fiksi sang idola, Declan tiba-tiba memiliki rencana unik nan menantang. Memanfaatkan lahan sepakbola, dia tertarik untuk menciptakan tokoh fiktif dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran penggemar sepakbola akan sebuah berita palsu.
Tepat pada tahun 2008, ketika sepakbola tengah disibukkan dengan berita transfer, Declan secara sengaja menciptakan tokoh fiktif bernama Masal Bugduv. Dia sengaja menghapus sumber asli dan mengedepankan sumber anonim yang tentunya masih perlu diuji kebenarannya.
Karena dia adalah seorang penggemar berat Arsenal, maka tanpa pikir panjang ia membuat headline yang begitu menghebohkan, dengan mencatut nama tim meriam London. Ketika itu Declan membuat berita bahwa Arsenal begitu tertarik dengan pemain bernama Masal Bugduv. Dalam hal ini, Masal Bugduv digambarkan sebagai seorang pemain muda berusia 16 tahun yang memiliki skil luar biasa. Dia berasal dari Moldova. Meski tak banyak yang tau kepopulerannya, Masal Bugduv digambarkan sebagai sosok yang bakal menjadi masa depan Arsenal.
Declan menulis berita sedemikian rupa. Meski pemain yang dimaksud tidak pernah ada, dia tetap meneruskan eksperimennya untuk menguji kejelian para penggemar, atau bahkan media-media besar.
Benar saja, tak lama setelah ia menyebarkan berita tersebut, banyak sekali media yang terpedaya. Malah, media sekelas The Times juga tak ketinggalan untuk memberitahukan informasi tentang Arsenal yang tinggal selangkah lagi mendapatkan jasa Masal Bugduv.
Mereka menuliskan bahwa Bugduv merupakan striker 16 tahun berbakat dari Moldova yang sangat mungkin bergabung ke Arsenal.
“Dia (Bugduv) juga tengah didekati oleh klub besar Eropa lainnya,” tulis The Times.
Segala pemberitaan yang berkaitan dengan Bugduv banyak mencatut sumber yang ditulis oleh Declan. Praktis, dalam hal ini, dia berhasil membuktikan bahwa benar sepakbola adalah tempat yang mudah tersebar hoax atau berita palsu.
Declan, setelah mengetahui dunia heboh dengan Masal Bugduv langsung mengklarifikasi bahwa itu merupakan berita palsu. Disini dia sama sekali tidak merasa bersalah, karena memang tujuan awalnya hanya untuk mengetahui tingkat kejelian media dalam mengambil sebuah sumber berita.
Hasilnya, dia dapat menyimpulkan kalau sepakbola memang tempat yang begitu nyaman untuk menyebarkan berita yang bahkan belum diketahui kebenarannya. Dia meminta para penggemar khususnya untuk tidak mudah percaya dengan pemberitaan media. Apalagi, tentang berita transfer yang memang rentan sekali dengan berita-berita yang belum diketahui kebenarannya.


